Connect with us

Bisnis

Berstatus Bandara Internasional, AP I Harap Maskapai Asing Terbang ke Banjarmasin

Diterbitkan

pada

Terminal baru Bandara Internasional Syamsudin Noor. Foto : fikri
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

BANJARBARU, Terminal baru Bandara Internasional Syamsudin Noor Banjarmasin di Banjarbaru telah diresmikan Presiden RI Joko Widodo pada Rabu (18/12) siang. Sebagai pintu gerbang masuk ke Kalimantan Selatan, PT Angkasa Pura 1 berharap status bandara internasional menjadi lirikan maskapai asing buka rute terbang ke Banjarmasin.

Ditemui usai peresmian, Direktur Utama PT Angkasa Pura I Faik Fahmi mengatakan, terminal baru Bandara Internasional Syamsudin Noor memang disiapkan untuk dapat mengoperasikan tidak hanya penerbangan domestik, namun juga penerbangan internasional. Sehingga, kapasitas terminal pun ditambah sebanyak hampir 8 kali lipat.



“Sehingga diharapkan tentu saja bisa dimanfaatkan untuk mendorong lebih banyak lagi penerbangan baik domestik maupun internasional,” kata Faik Fahmi.

Dengan perubahan status menjadi bandara internasional, tentu diharapkan akan ada maskapai penerbangan asing yang melayani rute menuju Banjarmasin. Tentunya, Faik pun yakin, keberadaan terminal baru Bandara Internasional Syamsudin Noor mampu mendorong pertumbuhan ekonomi di Kalsel.

Baca: Jokowi : Ini Terminal Baru 8 Kali Lipat Terminal Lama

“Dengan status bandara internasional, kita membuka diri kepada seluruh (maskapai) penerbangan nasional dan internasional bisa melayani penerbangan menuju Banjarmasin. Ini perlu adanya kerjasama dengan baik dengan kami di sini maupun stakeholder yang ada. Ini tentu mendorong banyak maskapai masuk ke sini,” papar Faik.

Baca: Habiskan Rp2,2 Triliun, Akhirnya Jokowi Resmikan Bandara Internasional Syamsudin Noor

Kendati demikian, Faik belum bisa memastikan target kapan maskapai asing masuk ke Banjarmasin. Namun dirinya mengakui, jumlah penumpang umrah di Kalsel cukup tinggi. “Harapan kita justru turis asing yang banyak masuk ke sini. Karena yang saya dengar di tahun 2020 akan ada 34 event yang akan dilakukan Pemprov Kalsel untuk mendatangkan turis, dan sekarang bandaranya telah siap,” tambahnya.

Semenjak dioperasionalkan sejak Selasa (10/12) lalu, jumlah pergerakan penumpang per hari di terminal baru Bandara Internasional Syamsudin Noor mencapai 5.800 penumpang per hari. Sebelumnya, di terminal lama hanya mampu menampung 4.300 penumpang per hari. “Per hari ada pertambahan sebanyak 1.500 penumpang,” sebutnya. (fikri)

Reporter : Fikri
Editor : Bie

 


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Bisnis

Ekonom Unpad: UMKM Bakal Jadi Lead Project RUU Cipta Kerja

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Diskusi  virtual bertajuk "Akankah RUU Cipta Kerja Disahkan?", Rabu (12/8/2020).
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANDUNG  – Ahli ekonomi bisnis dari Universitas Padjadjaran, R Anang Muftiadi berpandangan bahwa RUU Cipta Kerja akan sangat fokus untuk memajukan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) jika nanti disahkan.

Hal tersebut seperti dikemukakan Dosen Unpad ini dalam diskusi  virtual bertajuk “Akankah RUU Cipta Kerja Disahkan?”, Rabu (12/8/2020).

“Undang-Undang ini akan menyentuh ke UMKM untuk menyerap tenaga kerja lebih banyak. UMKM ini akan jadi lead project dari RUU Cipta Kerja karena ini area yang perlu diperhatikan. Karakteristik bisnisnya macam-macam, aspek tenaga kerjanya juga berbeda-beda,” kata Anang Muftadi

Semangat RUU Cipta Kerja untuk kemudahan berusaha dan peningkatan investasi, juga harus dilihat secara luas terutama untuk sektor UMKM.



“Investasi itu harus dilihat konteksnya secara luas, tidak selalu investasi itu dari asing loh. Ketika kelas menengah dan kecil memulai usaha, ini juga bisa disebut investasi dalam negeri yang juga mendorong terciptanya lapangan pekerjaan,” ujar Anang.

Menurut Anang, Indonesia adalah salah satu negara dengan sistem pengupahan paling kompleks di dunia jika merujuk pada banyaknya versi Upah Minimum. Penerapan aturan yang lebih sedikit mengenai pengupahan seperti yang dicanangkan di RUU Cipta Kerja, sangat mungkin mendorong pengusaha-pengusaha kecil dan menengah untuk terus bermunculan.

“Kita ini (Indonesia) paling sulit untuk memulai usaha. Ketika ada UMKM yang mau membuka usaha dan melihat aturan UMK dan UMP yang versinya bisa sangat berbeda-beda di tiap wilayah, mereka pasti akan pikir-pikir lagi,” jelas Anang.

Lebih jauh, Anang beranggapan perlu adanya fokus dari pemerintah untuk memastikan rancangan Peraturan Pemerintah (PP) di bawah RUU Cipta Kerja bisa terinstitusionalisasi dengan baik.

“Ini supaya operasional dari Undang-Undang ini bisa tepat sasaran dan efektif. Jangan sampai nanti di daerah-daerah masih bingung soal aturan turunan untuk penerapan kebijakan besarnya,” imbuhnya. (kanalkalimantan.com/rls)

Reporter : rls
Editor : kk


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Bisnis

Ketua Dekranasda HSU Optimis Kerajinan Purun Bisa Bangkit

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Ketua Dekranasda HSU Hj Anisah Rasyidah Wahid. foto: dew
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, AMUNTAI – Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) Hj Anisah Rasyidah Wahid meyakini kerajinan purun asal HSU bisa bangkit di masa adaptasi kebiasaan baru.

Purun merupakan tumbuhan rawa yang banyak yang dijumpai di Kabupaten HSU karena hampir 80% di seluruh wilayah HSU dikelilingi rawa, sehingga tumbuhan purun mampu di manfaatkan oleh sebagian masyarakat HSU.

Anisa menjelaskan, kerajinan purun merupakan salah satu produk Industri Kecil Menengah (IKM) dari Kabupaten HSU yang telah banyak dikenal baik di dalam daerah hingga nasional.

Purun sampai kini menjadi sumber ekonomi selain bertani bagi sebagian masyarakat desa di HSU karena sudah membudaya dikalangan masyarakat HSU.



“Tanpa harus dipaksa, banyak tangan yang terampil membuat kerajinan khas alam ini,” kata Anisah.

Anisah menambahkan dari purun berbagai kerajinan dapat dihasilkan oleh para pengrajin diantara seperti tas, tikar, topi, bakul, hiasan dinding, aksesoris lainnya bahkan sedotan yang kini diekspor sampai ke luar negeri.

Selain itu, kata Anisah tak jarang kerajinan purun asal kabupaten HSU ini mengikuti ajang di pameran-pameran nasional untuk dipromosikan.

Anisah mengakui, meski pada masa pandemi covid 19 ini pemasaran kerajinan menurun hampir 30% yang disebabkan oleh menurunnya daya beli konsumen, kenaikan harga bahan baku, kenaikan biaya produksi. Serta terhambatnya distribusi produk, namun hal itu tidak serta merta membuat para pengrajin berhenti sama sekali.

Karena segala permasalahan tersebutlah Dekranasda HSU semakin berupaya kembali untuk meningkatkan kembali produksi kerajinan, antaralain melalui pelatihan digital marketing kepada pelaku IKM. Menjalin kerjasama dengan berbagai lembaga untuk pemasaran produk di antaranya dengan Bank Indonesia (BI) dan Badan Restorasi Gambut (BRG).

“Di era saat ini pemasaran produksi kerajinan meningkat  20%, Alhamdulilah kenaikan sudah terlihat signifikan untuk pemasaran produksi dan pemasaran produk kerajinan,” kata Ketua Dekranasda HSU.

Lebih jauh, Anisa menghimbau kepada masyarakat HSU untuk bersama-sama menggunakan produk buatan kabupaten HSU sembari berharap agar produk kerajinan asal HSU dapat kembali normal dipasarkan seperti biasanya baik di dalam negeri maupun keluar negeri. (kanalkalimantan.com/dew)

Reporter: dew
Editor: bie


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Paling Banyak Dibaca

-->