Connect with us

Kabupaten Banjar

Berubah status, PDAM Intan Banjar Akan Sesuaikan Visi dan Misi Baru

Diterbitkan

pada

Direktur Utama PDAM Intan Banjar Syaiful Anwar Foto: rendy
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

MARTAPURA, Berubah status menjadi Perseroan Terbatas (PT), membuat Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Intan Banjar merumuskan perubahan fungsi, visi dan misi perusahaan. Hal ini sebagaimana disampaikan Direktur Utama PDAM Intan Banjar Syaiful Anwar, Rabu (26/6) usai menghadiri rapat paripurna DPRD Banjar.

“Seiring berubahnya status ini pastinya fungsi, visi, dan misi PDAM Intan Banjar itu mengalami perubahan. Namun masih akan kita sesuaikan, diskusikan, dan pertimbangkan apa yang cocok serta  tepat untuk itu,” katanya.

Syaiful mengatakan, visi PDAM Intan Banjar saat ini adalah terwujudnya perusahaan daerah air minum Intan Banjar terbaik di kelasnya. Sedangkan misinya, antaralain melaksanakan pengolahan dan pendistribusian air minum secara berkelanjutan berbasis teknologi dan informasi,  meningkatkan kompetensi sumberdaya manusia profesional dan pengelolaan keuangan yang transparan.

“Alhamdulilah dengan berubahnya status ini juga mendapat persetujuan eksekutif dan legislatif. Nanti akan kita lanjutkan tahap legislasi hukum yang telah disahkan oleh badan legislatif atau unsur ketahanan yang lainnya, mudah-mudahan bisa lancar,” katanya.



Lebih jauh dijelaskan Syaiful, sekarang Kabupaten Banjar mempunyai saham terbesar dari dua wilayah pemegang saham seperti halnya Banjarbaru dan Provinsi Kalimantan Selatan. Namun seiring perubahan status menjadi PT, Kabupaten Banjar harus mempunyai saham sebesar 51 persen di PDAM Intan Banjar.

“Saat ini, Kabupaten Banjar ada saham di PDAM Intan Banjar sebesar 47 persen,  jadi masih kurang 4 persen lagi, disusul Banjarbaru sebesar 38 persen dan Provinsi Kalsel 13 persen,” Jelasnya.

Diketahui adapun perubahan status tersebut nengacu pada PP No 54 Tahun 2017 tentang Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), tahun 2019 ini PDAM Intan Banjar target selesai ubah status menjadi Perseroan Terbatas (PT).

Dalam aturan baru PP yang merupakan turunan dari UU No 24 Tentang Pemerintah Daerah yang mengatur khusus tentang BUMD. Saat ini, bentuk dari BUMD nantinya ada dua, yaitu perusahaan umum daerah atau perseroaan daerah. Perusahaaan umum daerah merupakan BUMD yang modalnya dimiliki satau daerah dan tidak terbagi atas saham.

Sementara untuk Perseroda, berbentuk perseroan terbatas yang modalnya terbagi dalam saham yang seluruhnya atau paling sedikit 51 persen dimiliki oleh satu daerah. Perseroda ini bisa dimiliki oleh lebih dari satu daerah.

Dasar dari pendirian BUMD ini dalam bunyi pasal 9 adalah kebutuhan daerah dan juga kelayakan bidang usaha BUMD yang akan dibentuk. Kebutuhan daerah yang dimaksud adalah dalam hal pelayanan umum dan juga kebutuhan masyarakat. Tiga aspek bidang usaha yang harus dipenuhi untuk mendirikan BUMD meliputi peraturan perundang-undangnan, ketersediaan teknologi dan juga ketersedian SDM.

Dengan adanya aturan ini, maka PDAM yang merupakan BUMD kedepan bisa memilih bentuk yang diiginkan. Apakah berupa Perseroda yang fokus pada pengembangan usaha atau Perumda yang fokus pada pelayanan sosial.

Dilihat dari karakteristik dan kegiatan usaha yang pelayanan kepada masyarakat, PDAM lebih cocok bentuk hukumnya adalah Perumda. Namun demikian, bagi PDAM yang sahamnya dimiliki lebih dari satu daerah seperti PDAM PDAM Intan Banjar pilihan bentuk hukumnya lebih cocok ke Perseroda. (Rendy)

Reporter:Rendy
Editor:Cell


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Kabupaten Banjar

Bupati Banjar Guru Khalil Doakan Almarhum Nadjmi Adhani

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Bupati Banjar H Khalilurrahman dan Wakil Walikota Darmawan Jaya bersama almarhum Nadjmi Foto: humas
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, MARTAPURA  – Kepergian Wali Kota Banjarbaru H Nadjmi Adhani menghadap sang Khalik juga membawa duka mendalam bagi Bupati Banjar H Khalilurrahman.

Sebagai pemimpin daerah tetangga Kota Banjarbaru, hubungan antara Bupati Banjar dan Wali Kota Nadjmi sangat erat.  Banyak kegiatan pembangunan yang dilakukan bersama kedua daerah yang dulunya satu tersebut.

Di mata Guru Khalil, sapaan akrab Bupati H Khalilurrahman, almarhum Nadjmi Adhani adalah seorang yang baik, sangat santun dan sangat menghormati siapapun terlebih kepada beliau. “Kita sangat kehilangan seorang sahabat, yang sangat baik,” ujarnya Senin (10/9/2020).

Namun lanjut bupati yang juga seorang ulama ini, Allah SWT lebih sayang kepada almarhum Nadji Adhani. “Kita mesti ikhlas, dan mari sama-sama kita doakan agar almarhum Nadjmi mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT. Amin,” doa beliau.



Almarhum Nadjmi Adhani sempat menjalani perawatan di RSUD Ulin Banjarmasin, setelah mengalami sesak napas beberapa hari sebelumnya.

Pada Minggu (9/9/2020) sore hari, kondisi Nadjmi sempat kritis dikarenakan kadar oksigen yang rendah hingga membuat keluhan dada sakit hingga tembus belakang dada.

Penanganan pun dilakukan dengan cara operasi untuk mengeluarkan cairan pada kulit (intubasi) hingga harus dipasangkan ventilator atau alat bantu pernafasan. Wali Kota dinyatakan meninggal pada Senin (10/8/2020) dini hari tadi tepatnya pukul 02.30 Wita di RSUD Ulin Banjarmasin.(Kanalkalimantan.com/wahyu)

 

Reporter: Wahyu
Editor: Cell

 


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Kabupaten Banjar

Desa Tungkaran Kedatangan Tim Penilai Kampung Tangguh

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Desa Tungkaran kedatangan Tim Penilai Kampung Tangguh, Rabu (5/8/2020). foto: wahyu
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, MARTAPURA – Relawan Covid-19 Desa Tungkaran kedatangan Tim Penilai Kampung Tangguh tingkat Provinsi Kalimantan Selatan di Kantor Pembakal Desa Tungkaran, Kecamatan Martapura Kota, Rabu (5/8/2020).

Tim Penilai Kampung Tangguh Banua ini dipimpin Kombes Pontjo Sudyatmoko yang juga sebagai Tim Audit Itwasda Polda Kalsel.

Desa Tungkaran sendiri menjadi juara kedua Kampung Tangguh Banua tingkat Kabupaten Banjar, dan telah menerapkan standar protokol kesehatan Covid -19. Desa Tungkaran juga menerapkan sistem keamanan ketat bagi pengunjung dari desa lain yang memasuki wilayah desa, dimana langkah ini diambil sebagai bentuk pengamanan awal mendeteksi penyebaran Covid-19.

Ketua Tim Penilai Kampung Tangguh Banua Kombes Pontjo Sudyatmoko berharap Desa Tungkaran dapat mewakili Kabupaten Banjar dalam lomba Kampung Tangguh Nasional.



“Ada dua desa di Kabupaten Banjar yang mewakili ke tingkat Provinsi Kalsel, yakni Desa Tungkaran Kecamatan Martapura dan Desa Mandikapau Barat Kecamatan Karang Intan, tujuan kedatangan tim sendiri untuk memastikan kesiapan dan menilai dari kampung tangguh, dan membantu memutus mata rantai penyebaran Covid -19,” tambah Tjahyo.

Desa Tungkaran kedatangan Tim Penilai Kampung Tangguh, Rabu (5/8/2020). foto: wahyu

Tim penilai Kampung Tangguh Banua tingkat provinsi terdiri atas tim dari Polda Kalsel, Dinas Sosial Provinsi Kalsel, Dinas Ketahanan Pangan Kalsel, BPBD Provinsi Kalsel, dan Dinas Kominfo Kalsel.

Yang dinilai dalam Kampung Tangguh kali ini adalah dari sektor ketahanan pangan, ketahanan sosial budaya, ketahanan ekonomi, ketahanan keamanan dan ketahanan bidang informasi. (kanalkalimantan.com/wahyu)

Reporter: wahyu
Editor: bie


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Paling Banyak Dibaca

-->