Connect with us

Kabupaten Banjar

Besok Dilantik, 45 Anggota Baru DPRD Banjar Dapat Warisan 4 Raperda

Diterbitkan

pada

Anggota DPRD Banjar akan dilantik besok Foto: rendy
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

MARTAPURA, Sebanyak 45 anggota baru DPRD Banjar akan dilantik Rabu (4/9) pagi di gedung DPRD Kabupaten Banjar Jalan A Yani Km 40 Martapura. Di hari pertama menjabat, mereka pun langsung mendapatkan ‘kado’ 4 Raperda yang tak sempat dijamah dewan sebelumnya.

Prosesi pelantikan anggota legislatif Kabupaten Banjar periode 2019-2024 ditandai pengambilan sumpah dan janji oleh Ketua PN Martapura Makmurin Kusumastuti SH, MH, terhadap 45 anggota legislatif yang terpilih pada Pileg lalu.

Hari ini, kesibukan terlihat di kesekretariatan DPRD. Persiapan itu seperti pembersihan ruang utama sidang paripurna istimewa di Lantai II. Kemudian di lantai dua itu pula terdapat ruang pimpinan terdiri ketua dan tiga wakil ketua, yang turut ditata ulang.

Beralih di Lantai III disediakan untuk para tamu dan undangan. Tak berbeda jauh, di bagian depan yakni di halaman disediakan tempat duduk bagi para tamu dan undangan lainnya.



Menurut anggota KPU Banjar, Abdul Karim Omar, pelantikan anggota baru juga akan mengundang berbagai tamu. Mulai Bupati, Wakil Bupati, jajaran Forkopimda, organisasi kemasyarakatn, tokoh, dan lainnya. “Kita berdoa semoga acara besok berlangsung lancar,” katanya.

Sebelumnya, Wakil Ketua DPRD Banjar, Saidan Pahmi menyampaikan, masih ada 4 perda yang tidak bisa diselesaiakan dewan lama. “Waktu yang terbatas, sehingga 4 Raperda tidak sempat kita selesaikan. Selanjutnya keempat Raperda akan diselesaikan Anggota DPRD Banjar periode  2019-2024 yang akan dilantik 4 September mendatang,” katanya.

Keempat Raperda yang akan diwariskan kepada Anggota DPRD Banjar yang baru ungkap Saidan, yakni Raperda perubahan Badan Hukum PDAM Intan Banjar menjadi PT, PD Baramarta, PD Pasar Bauntung Batuah, dan perubahan Raperda tentang RTRW.

“Semua Raperda tersebut sudah diparipurnakan, tetapi belum bisa diambil keputusan, karena belum selesai di pembahasan. Jadi 4 Raperda tersebut jadi PR bagi Anggota DPRD berikutnya dan biarlah menjadi keputusan politik mereka,” ungkapnya. (rendy)

Reporter : Rendy
Editor : Cell


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Kabupaten Banjar

Cegah Klaster Baru, Pemkab Banjar Terbitkan SE Protokol Covid-19 di Perkantoran. Ini Isinya!

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Pemkab Banjar keluarkan SE protokol Covid-19 di perkantoran untuk cegah munculnya klaster baru. Foto: putra
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN. COM, MARTAPURA – Rentannya perkantoran pemerintah menjadi klaster baru Covid-19 membuat Pemkab Banjar mengambil langkah segara. Menyusul sejumlah pejabat yang terpapar, Pemkab menguluarkan Surat Edaran (SE) No 065/679/ ORG tentang penegasan penerapan penyesuaian kerja bagi aparatur sipil negara (ASN) dalam adaptasi kebiasan baru yang ada di Kabupaten Banjar.

Tak hanya diedarkan di lingkungan pemkab, SE tersebut juga disebar hingga ke kecamatan dan kantor desa di Kabupaten Banjar.

Sekertaris BPBD Banjar Azhar Alamsyah mengatakan, surat edaran dari Bupati Khalilurrahman tersebut guna meningkatkan pengawasan dalam protokol kesehatan Covid-19. “Mengingat saat ini hampir di tiap perkantoran ada saja staf yang terpapar,” katanya.



Dalam SE tersebut, disampaikan bahwa setiap perkantoran yang ada di kabupaten banjar yang membuka layanan atau kerja diwajibkan harus menyediakan dan menambah fasilitas cuci tangan dan menyiapkan masker. Termasuk mengatur tempat duduk di ruang ruang tertentu sesuai dengan ketentuan.

“Selain peningkatan itu juga disertai larangan bagi perkantoran yang berada di kabupaten banjar untuk melakukan rapat atau pertemuan apapun secara tatap muka” paparnya.

SE tersebut juga meminta fasilitas perkantoran memiliki ventilasi udara yang baik mengingat penyebaran virus ovid-19 bisa melalui droplet (percikan air ludah) dan airborne (melalui udara).

Selain itu, setiap perkantoran juga diminta mengatur ulang kembali waktu kerja serta pembatasan staf di setiap harinya guna mencegah kerumunan.

“Selain itu untuk pencegahan Covid-19 juga mewajibkan untuk setiap perkantoran melakukan penyemprotan disinfektan secara berkala.

Sejauh ini, BPBD Banjar sudah mendapatkan permintaan dari setiap perkantoran untuk melakukan penyemprotan menyusul terbitnya SE tersebut,” pungkas Azhar. (Kanalkalimantan.com/putra)

 

Reporter: Putra
Editor: Cell


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Kabupaten Banjar

Ermawati Akhiri Hidup di Selembar Kain di Dalam Gudang

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Jenazah Ermawati saat dievakuasi ke RSUD Ratu Zalecha, Minggu (2/8/2020) sore. Foto: Wahyu
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN. COM, MARTAPURA – Warga Komplek Bincau Indah 2, Genteng Merah, Kecamatan Martapura, Kabupaten Banjar, dibuat geger dengan ditemukanya seorang perempuan dengan kondisi gantung diri, di sebuah gudang samping rumaah, Minggu (2/8/2020) pukul 16.19 Wita.

Informasi dari warga yang berada di sekitar lokasi, diketahui jenazah tersebut bernama Ermawati (25) pasangan dari Faisal (25).

Jenazah Ermawati langsung dievakuasi ke ruang pemulasaran jenazah RS Ratu Zalecha Martapura, menggunakan Unit EBR (Emergency Banjar Response) dikawal dua unit ambulans dari PMI Kabupaten Banjar.

Husnul Khotimah, orangtua dari Ermawati kepada Kanalkalimantan.com mengatakan. Dirinya mendapat kabar via telpon dari mertua Ermawati pada pukul 15:00 Wita. Kalau Ermawati meninggal dunia dengan gantung diri.



“Dia juga mengatakan, ketika saya sudah sampai ke rumah jenazah Ermawati saat itu sudah tergeletak di bawah, dengan posisi terlentang, tertutup sarung,” ucapnya.

Sementara itu, Puadillah, anggota EBR kepada Kanalkalimantan.com, mengatakan informasi yang diterima EBR melalui via telpon pada pukul 15:32 Wita, kalau ada perempuan yang tewas gantung diri, di Komplek Bincau Indah 2 Kabupaten Banjar.

Bripka Sukrai, Banid 1 Satreskrim Polres Banjar
mengatakan, dugaan sementara dari dokter pelaku mati lemas akibat bunuh diri. Ditemukan juga selembar kain sarung di gudang, diduga dengan kain tersebut pelaku mengakhiri nyawanya dengan cara gantung diri.

“Untuk sementara ini kita tidak menemukan adanya tanda kekerasan pada tubuh pelaku, hanya ditemukan bagian leher Ermawati membiru,” ucapnya. (kanalkalimantan.com/wahyu)

Reporter : Wahyu
Editor : Bie



  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Paling Banyak Dibaca

-->