Connect with us

Kota Banjarbaru

BESOK. Protokol Kesehatan di Banjarbaru Ditegakkan, Tapi Sanksi Denda Tak Dikenakan

Diterbitkan

pada

Giat gabungan bersama TNI Polri, Satpol PP Kota Banjarbaru akan menggelar tindak pendisplinan protokol kesehatan Covid-19. foto: rico
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Giat gabungan bersama TNI Polri, Satpol PP Kota Banjarbaru akan menggelar tindak pendisplinan protokol kesehatan Covid-19 pada Rabu (16/9/2020) pagi.

Sebagai dasar tindakan pendisplinan, petugas akan menerapkan Peraturan Wali Kota (Perwali) Nomor 27 tahun 2020. Dalam aturan itu sejumlah sanksi akan dikenakan kepada masyarakat yang melanggar kewajiban protokol kesehatan Covid-19.

Kepala Satpol PP Kota Banjarbaru Marhain Rahman mengatakan, giat tersebut akan menyasar ke titik-titik lokasi yang diniliai rawan penyebaran virus. Dalam hal ini, Satuan Intel Polres Banjarbaru telah memetakan sejumlah lokasi yang menjadi sararan petugas gabungan.

“Besok, jika ada masyarakat yang kedapatan melanggar protokol kesehatan, seperti halnya tidak memakai masker, maka kita kenakan sanksi. Untuk hukuman yang kita berikan ada teguran lisan atau tertulis. Juga sanksi sosial, bisa menyapu halaman di fasilitas publik,” katanya ditemui Selasa (15/9/2020) siang.



Giat gabungan bersama TNI Polri, Satpol PP Kota Banjarbaru akan menggelar tindak pendisplinan protokol kesehatan Covid-19. foto: rico

Lalu bagaimana dengan pengenaan sanksi denda administratif sebesar Rp 50 ribu? Memang diakui Marhain pemberian denda kepada masyarakat yang melanggar, sebenarnya telah tercantumkan dalam Perwali 27 tersebut.

Sayangnya, sanksi ini belum bisa diberlakukan menyusul masih dilakukannya koordinasi dengan seluruh SKPD teknis di lingkungan Pemerintah Kota Banjarbaru. Apalagi, surat tanda terima yang nantinya diberikan kepada masyarakat membayar, sampai saat ini belum dibuat.

“Karena masih ada yang perlu disiapkan, maka kita belum bisa memberlakukan denda. Sehingga besok itu sanksi terberat hanyalah sanksi sosial. Nah, giat besok kita itu sambil menyosialisasikan kepada masyarat bahwa sanksi dengan ini benar ada dan segera akan diberlakukan,” jelas Kasatpol PP Banjarbaru.

Sebelumnya, Wakil Wali Kota Banjarbaru Darmawan Jaya Setiawan telah menyatakan bahwa sesuai dengan ketetapan Perwali Nomor 27, ada berbagai kewajiban yang harus dipatuhi masyarakat agar tidak terkena sanksi denda sebesar Rp 50 ribu.

Yakni menggunakan alat pelindung diri berupa masker yang menutupi hidung dan mulut hingga dagu, jika keluar rumah atau berinteraksi dengan orang lain. Selain itu, juga mengharuskan cuci tangan secara teratur menggunakan sabun dengan air mengalir, pembatasan interaksi fisik (physical distancing), dan meningkatkan daya tahan tubuh dengan menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

“Apabila ada masyarakat melanggar salah satu kewajiban tersebut, maka kita kenakan sanksi. Sanksi untuk perorangan ini terbagi 3 jenis yakni sanksi teguran lisan atau teguran tertulis, sanksi kerja sosial, hingga sanksi denda administratif,” kata Jaya.

Tak hanya kepada masyarakat perorangan saja, pelaku usaha pun juga bisa terjaring sanksi denda administratif. Bahkan, hukuman teberat bagi pengelola tempat usaha yang tidak menerapkan prokol kesehatan Covid-19 ialah pencabutan izin usaha.

“Sanksi denda administratif juga berlaku kepada pelaku usaha. Namun dibanding pengenaan, sanksi terberat bagi pelaku usaha ialah penghentian sementara operasional usaha hingga pencabutan izin usaha,” pungkas Wakil Wali Kota Banjarbaru.

Sebagaimana diketahui, Pemko Banjarbaru telah menyatakan geram atas tindakan masyarakat yang tidak mematuhi protokol kesehatan Covid-19. Walhasil, deretan sanksi disapkan pemerintah demi membuat masyrakat jera, melalui Perwali Nomor 27 Tahun 2020 yang ditandatangani oleh Wakil Wali Kota Banjarbaru, pada 12 Agustus 2020. (kanalkalimantan.com/rico)

Reporter : rico
Editor : bie


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
iklan
Komentar

Kota Banjarbaru

Mulai Bertugas Pjs Wali Kota Banjarbaru Diperkenalkan, Plt Gubenur Kalsel: Jangan Sampai Ada Klaster Baru Covid-19

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Plt Gubernur Kalsel Rudy Resnawa (kiri) bersama Pjs Wali Kota Banjarbaru Bernhard E Rondonuwu (kanan). Foto : Rico
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Pelaksana Tugas (Plt) Gubenur Kalimantan Selatan Rudy Resnawan menyematkan tanda jabatan Penjabat Sementara (Pjs) Wali Kota Banjarbaru kepada Bernhard E Rondonuwu, Senin (28/9/2020) pagi.

Dalam momentum bersejarah ini, Bernhard langsung diperkenalkan ke seluruh pimpinan unit SKPD di lingkungan Pemerintah Kota (Pemko) Banjarbaru.

Dalam arahannya, Rudy Resnawan meminta kepada Bernhard untuk melaksanakan urusan pemerintahan umum berdasarkan perundang- undangan yang berlaku. Lalu, Bernhard juga diharapkan dapat berkerjasama dalam menggerakan roda organisasi, baik menjaga ketertiban dan keamanan di wilayah admistrasi Kota Banjarbaru.

“Koordinasi yang baik akan menjamin rasa nyaman dan aman bagi masyarakat. Apalagi, beberapa bulan ke depan kita menghadapi pesta demokrasi yang mungkin saja rawan terjadi konflik di kalangan masyarakat,” ujar Plt Gubenur Kalsel.



Tak hanya itu saja, Rudy juga menegaskan bahwa pandemi Covid-19 belum berakhir dan akan berlangsung selama perjalanan Pilkada 2020 beberapa bulan ke depan. Oleh karena itu, ia Pemerintah Kota (Pemko) Banjarbaru tetap tegas dalam mendisplinkan protokol kesehatan Covid-19, agar tidak menimbulkan klaster-klaster baru.

“Walupun di Kalsel kasus Covid-18 sudah turun 0,48 persen, tapi protokol kesehatan kita jangan sampai melemah. Saya ingin semua membantu Pjs Walikota Banjarbaru dari saat ini hingga selesai. Buat laporan langkah-langkah strategi supaya jalannya pemerintahan di Kota Banjarbaru baik, tertib dan aman. Intinya, kerja tetap enjoy serius tapi santai,” katanya.

Atas arahan itu, Bernhard E Rondonuwu menegaskan bahwa dalam penyelenggaraan Pilkada 2020, netralitas ASN adalag harga mati. Ia meminta kepada seluruh ASN di lingkungan Pemko Banjarbaru untuk tak terlibat atau berpihak terhadap salah satu pasangan calon (paslon).

“Dalam Undang-Undang sudah mengatur bahwa ASN harus netral. Tali sebagai warga negara yang baik tentu akan mendukung pelaksanaan Pilkada Serentak 2020 karena itu hak kita. Tapi cukup dalam hati saja,” jelas Bernhard. (kanalkalimantan.com/rico)

 

Reporter: Rico
Editor : Bie


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Kota Banjarbaru

Abai Protokol Kesehatan, 9 Cafe dan Tempat Usaha di Banjarbaru Kena Teguran Tertulis

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Cafe dan tempat tongkrongan di kota Banjarbaru mendapat teguran tertulis dari tim gabungan penegakan disiplin protokol kesehatan Kota Banjarbaru. Foto: humas polres Banjarbaru
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Sedikitnya 9 cafe dan tempat usaha makan minuman di wilayah Banjarbaru mendapat teguran aparat. Pasalnya, di tengah pandemi Covid-19 para pengelola cafe dan tempat makan minum di kota berjuluk Idaman kedapatan melanggar protokol kesehatan.

Teguran itu disampaikan jajaran Polres Banjarbaru saat melaksanakan operasi yustisi penegakan disiplin protokol kesehatan di Kota Banjarbaru pada Sabtu (26/9/2020) malam.

Upaya pendisiplinan protokol kesehatan dilakukan petugas gabungan TNI, Polri dan Satpol PP Kota Banjarbaru dengan memberikan tindakan tegas kepada para pelanggar protokol kesehatan sebagaimana Peraturan Walikota Banjarbaru Nomor 27 tahun 2020.



Tim gabungan secara masif terus melakukan peninjauan kepada para pemilik usaha kuliner, cafe dan tempat hiburan apakah sudah sesuai standar dalam menjalankan protokol kesehatan di tempat usaha.

Kasat Reskrim Polres Banjarbaru AKP Aryansyah mengatakan dari hasil pelaksanaan operasi yustisi dengan sasaran para pemilik usaha kuliner, cafe dan tempat hiburan masih banyak yang abai dalam melaksanakan protokol kesehatan Covid-19.

“Kami telah memberikan edukasi dan meminta para pelaku usaha bertanggung jawab dan peduli dengan kesehatan pengunjungnya,” tegasnya.

Ada 9 tempat usaha yang mendapat teguran tertulis dari Tim Penegak Kesehatan Protokol Kesehatan Kota Banjarbaru

Adapun 9 tempat usaha yang mendapat teguran tertulis dari tim yakni Cafe Karindangan di jalan Trikora, Indomaret Bundaran Palam, usaha Angkringan di jalan Trikora, Cafe Tuska di ialan Panglima Batur Timur Kota Banjarbaru., Cafe D’Tonz di Sungai Ulin Kota Banjarbaru, Karaoke Viera di jalan Panglima Batur Timur Kota Banjarbaru, Kopi Besi di Al Azhar Kota Banjarbaru, pedagang makanan yang ada di sekitar lapangan Murjani Kota Banjarbaru.

“Jika pelaku usaha tidak mengevaluasi dan tidak peduli dengan pengunjung atau tidak mengutamakan langkah-langkah protokol kesehatan di tempat usahanya, maka dengan koordinasi bersama dinas terkait akan ada sanksi penghentian sementara operasional usaha, hingga pencabutan izin usaha bisa dilakukan, sebagaimana yang tertuang dalam Perwali Nomor 27 Tahun 2020 , Pasal (7) ayat (2) huruf (b) mengenai sanksi pelanggaran penerapan protokol kesehatan bagi pelaku usaha, pengelola, penyelenggara atau penanggung jawab tempat dan fasilitas umum,” beber Kasat Reskrim Polres Banjarbaru.

“Kami berharap para pelaku usaha dan para pengunjung dapat benar-benar disiplin protokol kesehatan dengan menggunakan masker, mencuci tangan dengan sabun, hand sanitizer, menjaga jarak dan tidak berkerumun dengan tujuan menekan angka penyebaran Covid-19 di Kota Banjarbaru,” pungkasnya. (kanalkalimantan.com/wahyu)

Reporter : Wahyu
Editor : Bie


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Paling Banyak Dibaca

-->