Connect with us

HEADLINE

BI: Masih Banyak Daerah di Kalsel Ketergantungan Sektor Pertambangan

Diterbitkan

pada

Tambang masih menjadi andalan sejumlah kabupaten di Kalsel. Foto : net

BANJARMASIN, Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Wilayah Provinsi Kalsel Herawanto mengingatkan, Pemerintah Daerah (Pemda) untuk serius mendorong sektor-sektor penopang ekonomi baru bisa hadir di Banua.

Menurut dia, kehadiran sektor ekonomi baru tersebut sangatlah diperlukan. Sebab sektor penopang ekonomi batu bara yang sampai hari ini menjadi primadona, sulit diperbaharui di masa depan.

“Saya lihat hampir semua Rencana Pembangunan Jangka Menengah dan Panjang (RPJMD) pada Kabupaten dan Provinsi di Kalsel di atas kertas sudah diarahkan untuk menggarap sumber ekonomi baru selain pertambangan. Tapi pertanyaannya apakah sudah dipersiapkan atau bahkan sudahkah dilakukan,” tegasnya disela kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Komoditas Unggulan di Kalsel bersama Dinas Perindustrian Kalsel, Jumat (14/6) di Kantor Perwakilan BI Kalsel Banjarmasin.

Dari data yang dimiliki oleh BI Perwakilan Wilayah Provinsi Kalsel, kabupaten yang memiliki ketergantungan struktur ekonomi paling tinggi terhadap sektor pertambangan adalah Kabupaten Balangan sebesar 62,2 persen. Ada pun daerah yang sama sekali tidak tergantung terhadap sektor pertambangan adalah Kota Banjarmasin sebesar 0,0 persen.

“Selain Kota Banjarmasin, Kota Banjarbaru, Kabupaten Batola dan Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) juga minim ketergantungan dengan sektor pertambangan. Sisanya boleh dibilang sangat ketergantungan dan hal ini harus segara dicarikan solusinya karena ekonomi daerah tersebut sangat rentan jatuh terhadap kondisi pasar dunia sekarang,” ungkapnya.

Di Provinsi Kalsel sendiri menurutnya banyak sekali sebenarnya potensi ekonomi yang dapat digarap, salah satunya sektor argo bisnis, perikanan bahkan pariwisata.  “Tinggal bagaimana Pemerintah Daerahnya saja lagi yang harus serius membenahi segala infrastruktur pendukungnya. Hal ini penting agar sektor ekonomi baru yang bisa digarap tadi bisa bertumbuh dan suatu saat mampu menggantikan sektor pertambangan,” katanya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Perindustrian Kalsel Bierhasani menegaskan, pihaknya terus berupaya mendorong banyak produk unggulan Kalsel dapat menembus pasar nasional bahkan internasional.

Kepala Perwakilan BI Wilayah Provinsi Kalsel Herawanto. Foto: Arief Rahman

Bukan hanya produk yang sifatnya mentah, berbagai produk jadi bernilai tinggi pun juga didorong untuk bisa dipasarakan hingga ke pasar yang lebih luas. Salah satunya dengan cara mencarikan mitra dagang melalui kegiatan temu dagang dengan berbagai provinsi yang potensial di Banua.

“Sekarang kita tiap tahun melakukan kegiatan temu dagang dengan melibatkan pengusaha lokal di Banua. Tujuannya agar mereka bisa memarkan produknya dengan pasar yang lebih luas,” pungkasnya.

Enam Sektor Nontambang

Pemprov Kalsel sebenarnya telah berupaya menggenjot pertumbuhan enam sektor pembangunan nontambang untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Gubernur Sahbirin mengatakan, saat ini Pemprov Kalsel bekerja keras untuk mencari terobosan baru sebagai pusat pertumbuhan ekonomi daerah.

“Kami sedang berupaya keras untuk lepas dari ketergantungan terhadap sektor pertambangan dengan meningkatkan kemampuan di enam sektor unggulan daerah,” katanya.

Enam sektor yang diharapkan menjadi pusat pertumbuhan dan penopang ekonomi Kalsel tersebut yaitu pertanian, kehutanan, perikanan,industri pengolahan nonmigas, perdagangan, penyediaan akomodasi, industri makanan minuman dan transportasi serta pergudangan.

Untuk mendorong agar pembangunan seluruh sektor tersebut terwujud, tambah Gubernur, Pemprov bergerak mendorong dan membangun infrastruktur strategis untuk kepentingan masyarakat.

Menurut Gubernur, ada beberapa target pembangunan yang masih dalam persiapan maupun telah masuk proses pembangunan, yaitu pengembangan Bandara Internasional Syamsudin Noor, pusat olahraga dan pembangunan jalan bebas hambatan Banjarbaru – Tanah Bumbu. “Pembangunan infrastruktur seperti jalan bebas hambatan yang menghubungkan Banjarbaru dan Tanah Bumbu akan sangat berpengaruh terhadap perekonomian masyarakat, jalan itu akan lebih menghemat waktu dari waktu 7 jam menjadi 2,5 jam,” ucapnya.

Ia mengatakan enam fokus utama pembangunan itu untuk menopang keberlanjutan pertumbuhan ekonomi, daya saing perekonomian berbasis sumber daya lokal, dan tetap menjaga kualitas lingkungan hidup di Kalsel. “Kalimantan Selatan menjadi salah satu daerah yang menjadi fokus pengembangan pertanian di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo. Kita diminta untuk menanam seluas lahan 750 hektare di lahan yang selama ini tidak produktif,” katanya.(arief)

Reporter : Arief
Editor : Chell

HEADLINE

PDP Covid-19 RS Idaman Banjarbaru Kabur Dibantu Anaknya, Sempat Ancam Petugas Pakai Batu!

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Petugas gabungan terus mencari PDP yang kabur dari ruang isolasi RS Idaman Banjararu/ilustrasi. Foto : suara.com

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Pencarian terhadap seorang pria berstatus Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang melarikan diri dari Rumah Sakit Idaman Banjarbaru empat hari lalu, masih berlanjut. Informasi yang berhasil dikumpulkan, pasien sempat melarikan diri ke kawasan hutan. Namun dugaan kuat, saat ini berada di salah satu rumah kerabatnya. Terkuak, pasien sempat mengancam petugas pakai batu!.

Juru bicara Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Banjarbaru, Rizana Mirza, menceritakan kaburnya pasien tersebut juga turut melibatkan anak dari pasien. Kala itu, pada 23 Mei 2020 sekitar pukul 13.30 Wita, pasien dengan sengaja melepaskan jarum infus di tangannya.

Selang beberapa jam kemudian, petugas RS telah mendapati ruangan isolasi dalam keadaan kosong. Pihak keamanan yang berjaga saat itu, menyadari bahwa pasien kabur melewati tangga darurat. Upaya pengejaran pun dilakukan.

Namun setelah pasien menginjakan kaki di luar rumah sakit, rupanya ada sang anak yang telah menunggu dengan membawa sepeda motor. Walhasil, aksi kaburnya pasien tersebut berjalan mulus.

Tim Gugus Tugas melalui petugas dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPDB) Kota Banjarbaru yang mendapati informasi ini, lantas mendatangi rumah pasien yang berlokasi di Landasan Ulin Timur, Kecamatan Landasan Ulin, Kota Banjarbaru. Sayangnya, yang ditemukan hanyalah keberadaan sang anak.

“Ternyata keduanya pulang ke rumah mereka. Namun, saat kita mendatangi lokasi, ternyata cuma ada anaknya. Informasi yang kita terima dari sang anak dan petugas yang ada di lokasi lebih dulu, bahwa pasien tersebut kabur ke kawasan Hutan. Saat ini masih kita lakukan pencarian,” kata Rizana, saat dihubungi Kanalkalimantan.com, Selasa (26/5/2020) sore.

Baca juga: Satu PDP Kabur dari RS Idaman Banjarbaru Lewat Tangga Darurat

Sementara itu, Kapolsek Banjarbaru Barat AKP Andri Hutagalung  menceritakan, pihaknya yang lebih dulu tiba di kediaman pasien dan sang anak tersebut. Awalnya, pihak kepolisian mencoba untuk melakukan mediasi. Hal ini dilakukan agar pasien mau kembali menjalani perawatan di rumah sakit.

“Tapi pasien ini melakukan perlawanan dengan mengancam melemparkan batu ke arah petugas. Melihat kami mengambil jarak, pasien tersebut lalu kabur ke kawasan hutan,” ujar Kapolsek.

Adapun pencarian terhadap pria berusia 61 tahun tersebut telah berlangsung sejak 3 hari terakhir. Tim Gugus Tugas dalam hal ini masih melakukan komunikasi terhadap pihak keluarga pasien ihwal persoalan ini.

Kapolsek mengungkapkan bahwa saat ini pihak telah memetakan beberapa lokasi yang disinyalir menjadi tempat berdiamannya pasien tersebut. Bahkan, ada kemungkinan pasien tersebut saat ini sedang berada di rumah kerabat.

“Karena yang bersangkutan juga butuh makan. Inikan sudah hampir 4 hari. Jadi ada kemungkinan yang bersangkutan ini mengunjungi rumah kerabatnya,” tutur AKP Andri.

Pasien yang merupakan salah satu pedagang di Pasar Ulin Raya tersebut awalnya mengeluh sesak nafas, demam, dan batuk, hingga akhirnya harus menjalani pemeriksaan rapid test di Rumah Sakit Idaman Banjarbaru. Hasil pemeriksaan menyatakan bahwa pasien tersebut reaktif. Namun, belum diketahui apakah positif terpapar Covid-19.

Juru Bicara Gugus Tugas mengungkapkan bahwa saat ini pencarian terus dilakukan dengan melibatkan seluruh personil gabungan yang tergabung dalam Tim Gugus Tugas. Dalam hal ini petugas dipaksa keluar masuk hutan untuk menelusuri jejak pasien.

“Sebenarnya kondisi pasien terakhir itu mulai stabil. Seandainya yang bersangkutan tidak kabur, tentu sudah diketahui hasil swabnya apakah terpapar Covid-19 atau tidak. Ya, kita juga akan melakukan dengan pemeriksaan dengan pihak keluarga pasien,” tungkas Rizana. (kanalkalimantan.com/rico)

Reporter : rico
Editor : cell

 

Lanjutkan membaca

HEADLINE

Tracing dan Tracking Digenjot, Juli Diprediksi Lonjakan Covid-19 di Kalsel

Sekdaprov Kalsel: Silakan New Normal Diikuti Secara Alamiah Saja

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Rapid test terus digalakkan Tim Gugus Tugas Covid-19 Kalsel mendeteksi penyebaran virus corona. foto: fikri

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Upaya tracing (penelusuran) dan tracking (pelacakan) dalam mendeteksi sebaran kasus Covid-19 di Kalsel terus dimaksimalkan Tim Surveilans Epidemiologi di 13 kabupaten/kota.

Ketua Harian Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kalsel Abdul Haris Makkie mengatakan, pada bulan Juni dan Juli 2020 mendatang upaya tracing dan tracking terus digencarkan. Di samping tracing dan tracking, upaya treatmen (pengobatan) untuk kasus positif Covid-19 juga dilakukan pada bulan yang sama.

Sehingga, Haris Makkie mengungkapkan, tidak menutup kemungkinan pada bulan Juli 2020 mendatang ditargetkan terjadi lonjakan kasus Covid-19 yang cukup signifikan.

“Itu merupakan hasil tracing dan tracking. Tetapi kita berharap di bulan Agustus temuan kasus Covid-19 melandai dan akan ada penurunan,” kata Haris Makkie di Banjarmasin, Selasa (26/5/2020) siang.

Menurut Sekdaprov Kalsel, setelah temuan kasus Covid-19 melandai atau flat, tahap selanjutnya adalah pemerintah kabupaten dan kota untuk memberikan bantuan bagi masyarakat yang terdampak Covid-19. Terutama, mereka yang terkena dampak sosial maupun dampak ekonomi.

Sehingga diperlukan kerjasama yang solid baik antara pemprov dengan pemkab maupun pemko. “Jadi bukan hanya tugas Pemprov Kalsel,” tegasnya.

Ketua Harian Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kalsel Abdul Haris Makkie. foto; dew

Disinggung soal apakah new normal juga akan diterapkan di Kalsel, Haris Makkie menegaskan untuk saat ini jajarannya belum fokus untuk itu. Saat ini, ia menegaskan, yang menjadi utama yang akan dilakukan adalah upaya tracing di bulan depan.

“Silakan new normal diikuti secara alamiah saja,” tegasnya.

Apalagi, Haris Makkie menyebut, karakteristik setiap kabupaten dan kota di Kalsel berbeda-beda. Sehingga, sangat tidak mungkin disama ratakan.

“Saya katakan bahwa target kita di bulan Juni kita akan melakukan tracking dan tracing. Nanti ujungnya akan (mengarah) ke new normal itu. (Karena) kita memulainya dari tracing dan tracking itu,” tegas Haris Makkie.

Jika lonjakan kasus positif Covid-19 terjadi di bulan Juli dan mulai melandai di bulan Agustus, Haris Makkie menggarisbawahi, di bulan inilah sudah dapat memasuki fase new normal. “Saya pikir seperti itu konsepnya,” singkatnya. (kanalkalimantan.com/fikri)

Reporter : fikri
Editor : bie

 

Lanjutkan membaca

HEADLINE

Satu PDP Kabur dari RS Idaman Banjarbaru Lewat Tangga Darurat

Dandim: Tolong Kembali, Jangan Panik dan Jangan Merugikan Orang Lain

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Ilustrasi ruang isolasi. foto: tempo

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Seorang pria warga Landasan Ulin Timur, Kecamatan Landasan Ulin, Kota Banjarbaru berstatus Pasien Dalam Pengawasan (PDP) melarikan diri saat menjalani perawatan di Rumah Sakit Idaman Banjarbaru.

Hal itu dibenarkan Kabag Tata Usaha RS Idaman Banjarbaru Firman, saat dihubungi Kanalkalimantan.com, Selasa (26/5/2020) siang. Dijelaskannya, pasien tersebut kabur saat petugas melaksanakan pergantiaan jadwal jaga.

“Benar, yang bersangkutan kabur dari ruang isolasi. Kabur melalui tangga darurat. Pasien adalah pria berusia 61 tahun,” katanya.

Meski begitu, pihak keamanan sebenarnya telah mencoba mengejar pasien tersebut. Hanya saja pasien telah melewati area Rumah Sakit Idaman Banjarbaru, sehingga kewenangan petugas keamanan juga terbatas.

Informasi terkait pasien kabur ini menyebar di sosial media WhatsApp dan membuat heboh masyarakat. Terlebih lagi, informasi tersebut menyebutkan bahwa pasien tersebut telah terapar Covid-19.

Ihwal menyebutkan status pasien telah positif terpapar Covid-19, nyatanya dibantah pihak Rumah Sakit. Firman mengatakan bahwa pasien masih berstatus PDP setelah menjalani pemeriksaan rapid test.

“Yang bersangkutan cuma dinyatakan reaktif dari hasil rapid testnya. Belum dikatakan positif terpapar Covid-19. Masih menunggu hasil tes swab,” lanjut Firman.

Disisi lain, Dandim 1006 Martapura Letkol Arm Siswo Budiarto, mengimbau kepada seluruh  masyarakat khususnya yang sedang menjalani perawatan di rumah sakit, agar tidak perlu panik. Ia juga mengimbau agar pasien yang kabur bisa secepatnya kembali.

“Rumah Sakit adalah tempat untuk menjadi lebih baik. Anda akan diperhatikan dan diobati. Jangan mengambil langkah-langkah yang merugikan diri sendiri dan masyarakat lain. Bagi pasien yang kabur, saya minta tolong kembali. Kami akan terima dengan tangan terbuka,” pungkas Dandim. (kanalkalimantan.com/rico)

Reporter : rico
Editor : bie

 

Lanjutkan membaca

Paling Banyak Dibaca

-->
Share via
Copy link
Powered by Social Snap