Connect with us

Olahraga

Borneo FC Berharap Jokowi Turun Tangan Terkait Ketidakjelasan Kompetisi

Diterbitkan

pada

Suasana latihan tim Borneo FC jelang pertandingan di Liga 1 2019. [BorneoFC.id/capture]
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, JAKARTA – Manajer Borneo FC, Farid Abubakar, mempertanyakan alasan apa yang membuat izin bergulirnya kompetisi di Indonesia tak kunjung keluar. Ia merasa heran, kegiatan lain diperbolehkan sedangkan sepak bola tidak.

Seperti diketahui, pandemi COVID-19 membuat kompetisi sepakbola di Tanah Air tidak jelas. Kepolisian belum mau memberikan izin kepada PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (LIB) selaku operator untuk menjalankan kembali liga pada Februari 2021.

Seperti diketahui, PSSI dan PT LIB memang merencanakan kembali jalankan kompetisi setelah terhenti pada Maret 2020 karena pandemi COVID-19.

Februari 2021 dipilih karena pada Oktober lalu, PSSI dan PT LIB tak mendapatkan izin dari kepolisian, dengan pertimbangan masih tingginya angka penyebaran virus corona di Indonesia.



“Ada apa sebenarnya dengan sepak bola kita? Kenapa sampai saat ini sepakbola kita masih belum bisa bergulir karena corona? terus dengan acara kumpul-kumpul lainnya, kok aman-aman saja,” kata Farid dalam rilis klub.

Farid berharap Presiden Joko Widodo alias Jokowi dan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali bisa turun tangan. Ia yakin izin bakal keluar jika keduanya bisa membantu agar mendapat izin.

Apalagi, Jokowi pernah menyampaikan pesan kepada Amali untuk memperhatikan sepak bola Tanah Air. Justru saat ini malah sepakbola Indonesia sedang terhenti.

Padahal, protokol kesehatan yang sangat ketat bakal dijalankan selama kompetisi berlangsung. Klub-klub pun sudah siap menjalaninya, termasuk menggelar pertandingan tanpa penonton.

“Sepakbola kita siap mengikuti protokol yang ada dan bahkan siap digelar tanpa penonton. Tapi ada apa sebenarnya ini dengan perizinan negara kita?,” jelas Farid.

“Waktu pelantikan Menpora yang baru kala itu Pak Jokowi bicara, ‘Sepakbolanya, pak’. Presiden meminta tolong kepada Menpora untuk dibaikin sepakbola kita bukan diberhentikan sepakbola kita.”

“Persoalan izin saya harap Menpora dan mungkin pak Presiden kita juga bisa langsung meminta kepada pihak kepolisian untuk memberikan izin pertandingan,” pungkasnya.

Nasib kompetisi 2020 akan ditentukan dalam rapat Komite Eksekutif (Exco) PSSI dalam waktu dekat. Sebelum itu, PSSI menunggu laporan dari PT LIB yang akan melakukan pertemuan dengan peserta kompetisi untuk meminta saran terkait kelanjutan kompetisi 2020 pada 22 Januari mendatang.

Bukan tak mungkin kompetisi 2020 dibatalkan yang kemudian diganti musim baru. Namun, untuk menjalankan kembali kompetisi tetap masih butuh izin dari kepolisian.(Suara)

Editor : Suara 


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
iklan

Komentar

Olahraga

Soal Lanjutan Liga 1 2020-2021, PSSI Manut Sepenuhnya pada Kepolisian

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan. [ANTARA / Michael Siahaan]
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, JAKARTA – Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan menyatakan bahwa federasi akan tunduk sepenuhnya pada apa pun keputusan dari kepolisian perihal kelanjutan kompetisi Liga 1 2020-2021, yang hingga saat ini nasibnya masih buram.

Rencana lanjutan Liga 1 yang bermula dijadwalkan Februari 2021 masih belum menemui titik terang. Satu-satunya tembok penghalang PSSI melanjutkan liga adalah izin penyelenggaraan dari polisi, di tengah pandemi COVID-19 yang masih masif menghantui Tanah Air.

Menurut Iriawan, PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (PT LIB) selaku operator liga sudah melayangkan surat perizinan sebanyak tiga kali.

Akan tetapi, hingga saat ini masih belum ada tanda-tanda Polri mengeluarkan izin.



“Surat resmi kepada pihak kepolisian telah dilayangkan sebanyak tiga kali. Kini semua berpulang kepada kepolisian. Namun apa pun keputusan kepolisian, PSSI akan tunduk dan patuh sepenuhnya,” tutur Iriawan seperti dimuat Antara, Kamis (7/1/2021).

Menurut mantan Kapolda Metro Jaya itu, PSSI dan PT LIB sejatinya terus berupaya mencari jalan terbaik guna kompetisi bisa lanjut lagi. Komunikasi dengan sejumlah pihak pun sudah mereka lakoni.

“PSSI bersama PT LIB berusaha agar kompetisi bisa berjalan secepatnya. Koordinasi dan silaturahmi dengan berbagai pihak terkait terus dilakukan,” tukas Iriawan.(Suara)

Editor : Suara


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Olahraga

Tak Punya Sponsor, Persipura Terancam Gagal Wakili Indonesia di Piala AFC

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Boaz TE Solossa (dua kiri) bersama sejumlah pemain tim Persipura Jayapura sedang berlatih di Batu, Malang, Jatim. (ANTARA /HO-Persipura Jayapura)
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, JAYAPURA – Persipura Jayapura terancam gagal tampil dalam Piala AFC jika tak mendapat sponsor baru setelah Bank Papua menarik diri tak lagi menjadi penyokong dana lagi bagi klub Mutiara Hitam ini.

Penarikan diri Bank Papua sebagai sponsor utama membuat ketua umum Persipura Benhur Tomi Mano terpaksa membubarkan aktivitas tim karena tak bisa lagi menanggung beban gaji pemain, pelatih, hingga ofisial.

“Kami sangat sayangkan situasi ini, padahal kita punya kesempatan untuk berlaga di AFC Cup 2021. Karena tidak mungkin kita paksakan tim berjalan tanpa membayar gaji pemain, pelatih, dan ofisial,” kata Tomi Mano dalam keterangan resminya, Kamis.

Benhur mengatakan awalnya Boaz Solossa dan kawan-kawan percaya diri menatap Piala AFC 2020 meskipuna sempat terjadi polemik akibat PSSI yang tak mengerti aturan karena Bank Papua masih memiliki sisa pembayaran kontrak sebesar Rp5 miliar.



Dana itu awalnya akan digunakan tim untuk persiapan termasuk gaji para pemain, namun direksi Bank Papua lantas menyurati manajemen Persipura bahwa mereka tak akan membayar sisa kontrak sponsorship.

Benhur menyayangkan sikap direksi Bank Papua yang mendadak memberikan kabar itu, padahal Bank Papua menyampaikan sejak awal maka klub akan mencari opsi lain dalam mencari dana untuk operasional klub.

“Dengan surat Bank Papua ini berarti kami tidak lagi punya sumber dana untuk beraktivitas, dan kita semua tahu bagaimana menurunnya ekonomi selama pandemi COVID-19, sehingga kemampuan kita secara finansial juga menurun, apalagi ada kewajiban untuk tetap membayar gaji seluruh personel tim,” kata Tomi.

Krisis finansial yang dialami ini membuat seluruh aktivitas tim dihentikan dan manajemen belum bisa memberikan garansi sampai kapan tim akan kembali dikumpulkan. Dengan begitu, Persipura menjadi klub kedua setelah Madura United yang menghentikan aktivitas.

“Sampai kapan (aktivitas tim dihentikan)? Sampai kita dapat dukungan sponsor yang jelas dan pasti,” tutup Tomi seperti dimuat Antara.

Perjalanan Persipura pada Piala AFC 2021 dimulai pada babak Play-off. Mereka akan melangsungkan pertandingan Mei mendatang. Dengan begitu, manajemen harus sesegera mungkin mencari sponsor lagi untuk bisa tampil pada ajang tersebut.(Suara)

Editor :  Suara


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Paling Banyak Dibaca

-->