Connect with us

Kriminal Tala

BREAKING NEWS. Dikira Orok, Mayat Mengapung di Sungai Ternyata Anak Bekantan

Diterbitkan

pada

Jasad anak bekantan yang ditemukan warga Tala Foto : ist
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

PELAIHARI, Warga kelurahan Satang Halang, Kecamatan Pelaihari, Kabupaten Tanah Laut, Kalsel, dikejutkan penemuan sesosok bayi di sungai di dekat Jembatan Jalan Ambawang, Selasa (1/10). Namun setelah dicek, ternyata jasad tersebut adalah anak bekantan atau sejenis kera.

Penemuan yang bikin heboh tersebut bermula saat seorang warga yang hendak membuang sampah menemukan sesuatu yang mencurigakan. Menyangka yang dilihat adalah orok atau bayi baru lahir yang kemungkinan dibuang orangtuanya, ia pun kemudian melapor ke polisi.

Tak beberapa lama, petugas dari jajaran Kepolisian Polres Tal langsung melakukan evakuasi. Tapi saat dilakukan pemeriksaan, jasad itu memiliki bulu dan buntut di bagian belakang.

Kasatreskrim Polres Tala AKP Alfin Agung membenarkan, jika jasad yang ditemukan itu bukan orok bayi manusia, namun jasad hewan jenis primata. Belum diketahui secara pasti, jenis bekantan atau kera yang ditemukan ini. “Kami periksakan dulu ke BKSDA Banjarbaru,” katanya. (rico)

<

div class=”reporter”>
Reporter : Rico
Editor : Chell


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Kepala Cyber Kanal Kalimantan

Advertisement

Kriminal Tala

Pelarian 166 Km Khairullah Sebelum Tewas Tertembus Peluru Polisi

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Pelaku pencurian Sapi Khairullah akhirnya tewas Foto : mario
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANDANGAN, Perjalanan kabur Khairullah, tersangka kasus pencurian sapi dan penembakan anggota polisi, harus berakhir di Desa Telaga Sili sili, Kecamatan Angkinang, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), Rabu (11/9) pagi. Sejak dikepung petugas gabungan saat lari ke kebun karet di Desa Batu Tungku, Pelaihari, Tanah Laut (Tala), Sabtu (7/9) lalu, ia telah menempuh pelarian sejauh kurang lebih 166 km. Angka tersebut merupakan jarak antara Kabupaten Tala menuju HSS.

Disebut sebelumnya, Khairullah telah mengalami luka tembak saat bentrok pertama di Pelaihari. Maka bisa berpindah lintas kabupaten, berarti pecatan anggota Denzipur TNI ini memiliki fisik cukup prima. Meski tentunya perjalanan itu tak dilakukan dengan jalan kaki, tapi dengan kondisi luka tembak tetap saja memiliki ketangguhan fisik.

Tapi, pelarian panjang sejauh sekitar 166 km Khairullah tersebut akhirnya mengantarnya ke kantong mayat. Saat baku tembak di desa Telaga Sili sili, ia pun akhirnya tewas oleh peluru polisi.

Baca Juga: Bawa Senpi Laras Panjang, Amunisi, dan 5 Senjata Tajam, Khairullah Siap ‘Habis-habisan’!

Dari laporan di TKP saat penggerebekan, tersangka memang sudah siap untuk ‘habis-habisan’ melawan polisi. Hal ini terlihat dari sejumlah senjata dan amunisi yang diamankan di lokasi penyergapan. Polisi menemukan sejumlah barang bukti di TKP meliputi: 1 pucuk senjata api laras panjang rakitan, 5 butir selonsong amunisi kaliber 5,56, dan 1 butir selongsong amunisi kaliber 5,56  yang masih terpasang pada kamar peluru senjata api rakitan laras panjang

Juga ditemukan sebuah dompet warna biru lis putih berisi 5 butir selongsong amunisi kaliber 5,56, sebanyak 3 butir selongsong amunisi kaliber 9 mili, dan 2 butir selongsong amunisi kaliber 38, serta – 4 butir amunisi aktif kaliber 38. Tak hanya senpi juga ditemukan pula 5 buah senjata tajam.

Belum diketahui, dari mana Khairullah mendapatkan 1 senjata laras panjang tersebut. Karena pada penggerebekan pertama di Kabupaten Tanahlaut, satu senjata laras panjang miliknya ditinggalkan dalam mobil Innova. Sedangkan senjata laras pendek berupa pistol, tetap dibawa kabur masuk ke hutan karet untuk lolos penyergapan polisi.

Pihak Polda Kalsel, hingga saat ini belum secara resmi merilis  proses penangkapan pelaku Khairullah. Namun dipastikan bahwa jasad yang dibawa ke RSUD Ulin Banjarmasin adalah benar yang bersangkutan.

Baca Juga: Belum Ada Uji Balistik, Asal Peluru yang Mengenai Novianti Saat Baku Tembak Masih Misterius!

Tak lama kemudian, jasad Khairullah langsung dimasukkan ke ruang jenazah untuk keperluan visum. Berselang kemudian, Kasubnit Jatanras Polda Kalsel AKBP Afebrianto tiba di kamar jenazah untuk memastikan bahwa benar Khairullah yang merupakan buronan selama lima hari terakhir.

Usai melihat jasad Khairullah, AKBP Afebrianto lantas meninggalkan para wartawan yang hendak mengkonfirmasi  dan menolak untuk memberikan keterangan.

Sebagai bekas anggota TNI yang pernah bertugas di satuan Zeni Tempur (Zipur), tersangka diduga memahami survival hingga teknik penyamaran di hutan. Itulah sebabnya, perburuan pelaku tersebut tidak mudah.

AKBP Sentot Adi mengatakan, tersangka Khairullah sebelum berhenti menjadi anggota TNI terakhir bertugas di satuan Zeni Tempur (Zipur). “Dari informasi, tersangka yang sementara kami kejar ini adalah bekas anggota TNI, pecatan Zipur, catam (calon tamtama),” ujar Sentot Adi, Minggu (8/9) lalu.

Hal ini juga dibenarkan Kabid Humas Polda Kalsel Kombes Mochamad Rifai. Ia mengatakan pelaku saat ini masih DPO. “Kita akan buru terus karena dia sadis hingga melukai anggota di lapangan. Identitasnya berinisial K, terakhir bertugas di satuan Zeni Tempur (Zipur),” terangnya. (fikri, rico)

Baca Juga: Novianti, Bocah Tertembak Saat Penyergapan Pencuri Sapi Meninggal

Baca Juga: Peluru Bersarang di Dada Kanan, Operasi Pengangkatan proyektil Makan Waktu 3 Jam

Baca Juga: Merasa Terendus, Penembak Polisi di Tala Jadikan Penumpang Mobil Sebagai ‘Perisai Hidup’?

Baca Juga: Pelaku Pencuri Sapi yang Baku Tembak dengan Polisi Ternyata Mantan TNI

Reporter : Fikri/Rico
Editor : Chell

 


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Kriminal Tala

Jasad Khairullah Tiba di Kamar Jenazah RSUD Ulin Banjarmasin

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Jenazah Khairullah tiba di RSUD Ulin beberapa waktu lalu Foto : mario
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

BANJARMASIN, Diigotong anggota dari Polres HSS berbalut kantong jenazah berwarna kuning, jasad buronan pencuri sapi dan penembak polisi, Khairullah, tiba di kamar jenazah RSUD Ulin Banjarmasin, Rabu (10/9) siang.

Tak lama kemudian, jasad Khairullah langsung dimasukkan ke ruang jenazah untuk keperluan visum. Berselang kemudian, Kasubnit Jatanras Polda Kalsel AKBP Afebrianto tiba di kamar jenazah untuk memastikan bahwa benar Khairullah yang merupakan buronan selama lima hari terakhir.

Usai melihat jasad Khairullah, AKBP Afebrianto lantas meninggalkan para wartawan yang hendak mengkonfirmasi  dan menolak untuk memberikan keterangan.

Kahirullah akhirnya tewas dalam aksi penyergapan di sebuah pondok yang beralamat di Desa Telaga Sili, Kecamatan Angkinang, Kabupate Hulu Sungai Selatan. Dimana pada saat dilakukan penangkapan tersangka melakukan perlawanan kemudian dilakukan tindakkan tegas terukur yang mengakibatkan Khairullah tewas.

Saat penggerebekan tersebut, polisi menemukan sejumlah barang bukti di TKP meliputi: 1 pucuk senjata api laras panjang rakitan, 5 butir selonsong amunisi kaliber 5,56, dan 1 butir selongsong amunisi kaliber 5,56  yang masih terpasang pada kamar peluru senjata api rakitan laras panjang

Juga ditemukan sebuah dompet warna biru lis putih berisi 5 butir selongsong amunisi kaliber 5,56, sebanyak 3 butir selongsong amunisi kaliber 9 mili, dan 2 butir selongsong amunisi kaliber 38, serta – 4 butir amunisi aktif kaliber 38. Tak hanya senpi juga ditemukan pula 5 buah senjata tajam.(fikri)

Reporter : Fikri
Editor : Chell


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Kriminal Tala

Lolos dari Kepungan, Penembak Polisi Tala Diduga Kabur ke Wilayah Banjar

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Polisi terus memburu pencuri sapi yang kini diduga kabur ke wilayah Polres Banjar Foto: ist
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

PELAIHARI, Perburuan terhadap pencuri sapi yang juga melakukan penembakan pada anggota intel Polsek Panyipatan, Polres Tala, Brigadir Edi Rapi Susanto, masih berlanjut. Pelaku yang juga mantan TNI itu cukup lihai, karena berhasil lolos dari kepungan petugas dengan kondisi mengalami luka tembak. Kabarnya, bahkan tersangka Khairullah berhasil masuk ke wilayah Kabupaten Banjar.

Kapolres Tanahlaut (Tala) AKBP Sentot Adi Dharmawan mengatakan, tersangka diprediksi sudah keluar dari Desa Batu Tungku. Sehingga masyarakat sekitar lokasi penggerebekan, tak perlu resah untuk melakukan aktivitas seperti biasa. “Pelaku sudah keluar dari Desa Batu Tungku, jadi warga tak perlu resah untuk bekerja,” ujar AKBP Sentot.

Saat ini, tim pemburu bersama anjing pelacak juga terus memburu pelaku dibackup Polda Kalsel, Polda Kalteng, Polres Pulang Pisau dan Polres Tanahlaut. Ia juga meminta doa kepada masyarakat agar pelaku bisa segera tertangkap dan kasus bisa segera selesai. “Mohon doanya agar pelaku bisa segera tertangkap dan kasus selesai,” katanya dilansir Tribunnews.com.

Sebagai bekas anggota TNI yang pernah bertugas di satuan Zeni Tempur (Zipur), tersangka diduga memahami survival hingga teknik penyamaran di hutan. Itulah sebabnya, perburuan pelaku tersebut tidak mudah.

AKBP Sentot Adi mengatakan, tersangka Khairullah sebelum berhenti menjadi anggota TNI terakhir bertugas di satuan Zeni Tempur (Zipur). “Dari informasi, tersangka yang sementara kami kejar ini adalah bekas anggota TNI, pecatan Zipur, catam (calon tamtama),” ujar Sentot Adi, Minggu (8/9) lalu.

Hal ini juga dibenarkan Kabid Humas Polda Kalsel Kombes Mochamad Rifai. Ia mengatakan pelaku saat ini masih DPO. “Kita akan buru terus karena dia sadis hingga melukai anggota di lapangan. Identitasnya berinisial K, terakhir bertugas di satuan Zeni Tempur (Zipur),” terangnya.

Dari hasil penelusuran kanalkalimantan.com, Zeni merupakan satuan bantuan tempur dan satuan bantuan administrasi. Zeni sendiri berasal dari bahasa Belanda, Genie, yang berarti pandai/banyak akalnya. Kesatuan ini merupakan kesatuan standar militer di seluruh dunia karena perannya dalam pertempuran sejak zaman purba, karena pada intinya fungsi bantuan tempur Zeni adalah bersifat improvisasi, insidentil, dan menggunakan standar teknik yang khusus dikualifikasikan pada Satuan Zeni.

Zeni Tempur sendiri secara umum baik di dalam maupun luar negeri mempunyai fungsi sebagai pasukan Bantuan Tempur terhadap Pasukan Manuver (Infanteri) berupa Bantuan Tempur Zeni (Banpurzi) dan Bantuan Administrasi Zeni (Banminzi).

Fungsi zeni diaplikasikan pada segala pekerjaan yang bersifat membantu gerak maju pasukan manuver, dan aksi menghambat gerak maju pasukan lawan. 9 tugas Pokok Zeni AD terdiri dari: Konstruksi, Destruksi, Rintangan, Samaran, Penyeberangan, Penyelidikan, Perkubuan, Penjinakan bahan peledak (Jihandak), serta Nuklir-Biologi-Kimia (Nubika) pasif.(cel/trb)

Reporter : cel/trb
Editor : Cell

 


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Paling Banyak Dibaca

-->