Connect with us

HEADLINE

BREAKING NEWS. Duet Sahbirin-Muhidin Resmi Diusung Golkar di Pilgub Kalsel

Diterbitkan

pada

Duet Sahbirin-Muhidin diajukan Golkar Kalsel di DPP Golkar Foto: kanal
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Tarung Pilgub Kalsel memasuki babak baru. Partai Golkar akhirnya membuka kartu perihal terkait pasangan yang disandingkan dengan incumbent Sahbirin Noor yang juga merupakan Ketua DPD I Partai Golkar Kalsel. Sesuai perkiraan sebelumnya, beringin mengajukan nama H Muhidin, mantan rival Sahbirin di Pilgub 2015 sebagai Bakal Calon Wakil Gubernur.

Informasi yang didapatkan Kanalkalimantan.com, duet Sahbirin- Muhidin di Pilgub Kalsel diajukan Partai Golkar Kalsel ke DPP Golkar melalui surat No A-054/GOLKAR-KS/V1/2020 tentang Laporan Hasil Pelaksanaan Tahapan Seleksi Bakal Calon Kepala Daerah Partai Golkar di Pilkada 2020.

Ditetapkan pasangan Sahbirin-Muhidin ini, merupakan hasil dari seleksi dan penjaringan bakal calon Pilkada 2020 yang sebelumnya dilakukan Partai Golkar.

Namun demikian Ketua Harian Golkar Supian HK belum berhasil dikonfirmasi terkait surat pengajuan rekomendasi yang dibuat per tanggal 26 Juni 2020.



Namun merujuk pada sejumlah fakta politik yang berkembang saat ini, PAN Kalsel yang memiliki 6 kursi di DPRD akan cukup sulit mengembangkan poros baru di Pilgub Kalsel. Mengingat sejumlah parpol, telah oleh dua pasangan yang saat ini muncul yakni Sahbirin dan Denny Indrayana.

Sebelumnya memang ada harapan koalisi PAN-Gerindra, tapi sebagaimana diketahui, Gerindra bersama Demokrat sudah menjatuhkan sinyal politik ke Denny Indrayana.

Walhasil, yang memungkinkan bagi PAN adalah duduk di DA 2 untuk mendampingi Sahbirin. Apalagi sebelumnya, Muhidin juga tertarik untuk menjadi duet incumbent. “Insyaallah jika memang ada umur panjang, saya siap menjadi bakal calon Wakil Gubernur Kalsel mendampingi Sahbirin Noor pada pilkada mendatang,” kata Muhidin beberapa waktu lalu.

Muhidin sudah kepincut disandingkan dengan Gubernur Sahbirin Noor. Meski di Pilgub Kalsel tahun 2015 sempat bertarung sengit melawan pasangan Sahbirin Noor-Rudy Resnawan, Muhidin menganggap dunia politik bersifat dinamis. “Memang kemarin saya menjadi rival, tapi siap juga bila memang dijadikan wakil,” ujarnya.

Jika melihat kilas balik tarung Sahbirin vs Muhidin pada Pilgub 2015 silam, keduanya memang memiliki kekuatan yang nyaris seimbang. Dari tiga pasangan yang berlaga ketika itu, Sahbirin yang berduet dengan Rudy Resnawan unggul sebanyak 731.643 (41,07%). Diikuti Muhidin yang berpasangan dengan Gusti Farid Hasan Aman yang meraup 719.938 suara (40,41%). Sementara Zairullah Azhar yang berpasangan dengan M Syafi’i meraih 330.070 (18,53%) suara.

Salah satu lumbung suara bagi Muhidin saat itu adalah kota Banjarmasin. Di kota berjuluk seribu sungai ini, Muhidin yang maju melalui kursi independen, unggul 77.820 suara dari Sahbirin. Ketika Sahbirin hanya mendapatkan 73.143 suara, sedangkan Muhidin meraih 150.963 suara.

Bisa dibayangkan ketika dua kekuatan ini bersatu pada Pilgub 2020 nanti.

Di sisi lain, jika mempertimbangkan hasil surevi Lembaga Saiful Murjani Researc and Consulting (SMRC) pada 9 – 19 Oktober lalu, nama Muhidin menempati posisi pertama dengan persentase 11,9 persen sebagai cawagub Kalsel yang berpasangan dengan Sahbirin.

Setelah itu, ada sepuluh nama di bawah Muhidin, seperti Rudy Resnawan 7,5 persen, Rosehan Noor Bahri 7,3 persen, Mardani H Maming 6,2 persen, Aboe Bakar Alhabsy 4,7 persen, Zairullah Azhar 4,0 persen, Habib Abdurrahman Bahasyim 3,3 persen, Gusti Khairul Saleh 3,1 persen, Ibnu Sina 3,1 persen, Gusti Farid Hasan Aman 2,0 persen, dan Abdul Wahid 1,5 persen.

Mahar Banjarmasin

Langkah Ketua PAN Kalsel H Muhidin mendukung calon Partai Golkar di Pilkada Banjarmasin, menjadi kejutan politik di masa pandemi Covid-19. Betapa tidak, PAN yang sebelumnya santer disebut mengusung Hj Karmila—putri Muhidin, untuk calon Walikota Banjarmasin ternyata berbalik haluan mengusung Abdul Haris Makkie, kandidat yang saat ini dijagokan Golkar.

Pertanyaan tersebut mengemuka, karena angin yang tiba-tiba berubah! Dengan raihan 9 kursi di parlemen Banjarmasin, PAN menjadi satu-satunya partai yang bisa mengusung calon sendiri. Maka itu, partai berlambang matahari ini sebelumnya begitu percaya diri mengusung Hj Karmila sebagai calon walikota berdampingan dengan Nurul Fajar Desira.

Hal tersebut bahkan disampaikan sendiri oleh Muhidin ketika itu, dalam suata acara di Banjarmasin, pada Desember 2019. Ia mengatakan, PAN mengusung kadernya, Hj Karmila sebagai Bakal Calon Wali Kota Banjarmasin.

Tapi, baru-baru ini Muhidin malah berbalik arah mendukung Haris Makkie yang saat ini disokong Golkar untuk maju di Pilkada Banjarmasin. “Insyaallah kami juga ikut mendukung dan gabung kepada partai yang mengusungnya,” kata Muhidin, Jumat (19/6/2020) lalu.

Menurutnya, melihat peta politik saat ini memang ada potensi partai politik (parpol) untuk berkoalisi. Hal ini tentu menambah kekuatan tersendiri terhadap sosok Haris Makkie untuk maju di Pilwali Banjarmasin 9 Desember 2020 mendatang. “Kami gabung dengan pendukung parpol lain untuk memenangkan pasangan Haris Makkie,” tandas Muhidin.

Muhidin memang tidak menyampaikan kompensasi atas dukungan tersebut. Tapi tentunya ada alasan politis di balik itu. Selain memang melihat figur pengalaman Haris Makkie di birokrasi (saat ini masih menjabat sebagai Sekdaprov Kalsel), serta ketokohannya di Nahdlatul Ulama selaku ketua PWNU Kalsel.

Tujuh nama kandidat calon wakil Sahbirin tersebut disampaikan Ketua Harian DPD Golkar Kalsel Supian HK dan Ketua Tim Penjaringan DPD Golkar Kalsel Juar Junaidi, saat menggelar jumpa pers di ruang Ketua DPRD Kalsel, Senin (6/1/2020). Tujuh nama tersebut yakni Gusti Syahyar (tim ahli gubernur), Rosehan NB (Kader PDIP), Supian HK (Ketua Harian Golkar Kalsel), M. Sofwat Hadi (mantan DPD), Gusti Iskandar (Golkar Kalsel), Abdul Wahid (Bupati HSU) dan Muhidin (Ketua PAN Kalsel).

Sebelumnya, Rosehan pun menekankan, dalam dunia politik memang segala sesuatu mungkin terjadi. Ya, karena baginya politik itu dinamis dan tidak kaku. “Politik itu tidak terlalu harus kaku begitu lah. Apa saja bisa terjadi. Santai saja,” bebernya.(Kanalkalimantan.com/tim)

 

Reporter : Tim
Editor : Cell

 


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

HEADLINE

Dua Kecamatan Banjir, 958 Rumah Terendam di Kabupaten Balangan

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

BPBD Balangan turun lapangan di lokasi banjir. Foto : BPBD Balangan
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, PARINGIN – Hujan deras yang mengguyur di daerah pegunungan dalam beberapa hari terakhir, membuat Sungai Pitap di Kabupaten Balangan, meluap.

Akibatnya 622 rumah di tujuh desa di Kecamatan Tebing Tinggi dan 336 rumah di empat desa di Kecamatan Awayan terendam air setinggi satu meter, Sabtu (31/10/2020).

Selain merendam rumah warga, luapan air sungai itu juga menyebabkan jalan, bangunan permukiman, dan tempat ibadah ikut terendam.

Aktifitas warga pun menjadi lumpuh. Warga desa di dua kecamatan itu pun mengalami kerugian karena tak dapat beraktifitas.



Kasi Kedaruratan BPBD Balangan, Syuhada menerangkan, setelah hujan deras selama beberapa hari sungai pun meluap. Selanjutnya, sekitar pukul 06.45 Wita, rumah warga, sawah, jalan, dan tempat ibadah yang berada di pinggiran sungai secara perlahan mulai terendam.

Adapun tujuh desa yang terdampak banjir di Kecamatan Tebing Tinggi, kata Syuhada, adalah Desa Mayanau dengan 125 rumah, Gunung Batu 75 rumah, Sungsum 105 rumah, Ju’uh 50 rumah, Simpang Bumbuan 35 rumah, Simpang Nadung 50 rumah, dan Desa Tebing Tinggi merendam 182 rumah warga.

“Untuk ketinggian air sebenarnya bervariasi, dari 50 Cm hingga 1 meter. Namun, banjir tidak menelan korban jiwa karena sebelumnya warga sudah diberikam peringatan terkait adanya banjir karena hujan yang cukup lebat,” ujar Syuhada.

Untuk Kecamatan Awayan, sebut Syuhada, desa yang terdampak adalah Desa Putat Basiun. Di desa itu, 27 buah rumah yang berada di RT 02, 15 rumah dengan 15 KK atau 50 jiwa, di RT 03, 12 rumah dengan 12 KK atau 40 jiwa terendam air.

Di Desa Pasar Awayan 23 rumah, yaitu di RT 01 dengan 15 rumah, 15 KK dengan 55 jiwa, di RT 03, 8 rumah, 8 KK dengan 30 jiwa. Untuk Desa Badalungga 138 rumah, 146 KK dengan 660 jiwa, dan Desa Badalungga Hilir sebanyak 148 buah rumah, 163 KK dengan 639 jiwa.

Kepala BPBD Balangan, Alive Yoesfah Love menambahkan, setelah merendam rumah, sawah, jalan, dan tempat ibadah dalam beberapa jam, debit air sudah mengalami penurunan. Namun, ia tetap berharap tidak ada lagi hujan susulan, sehingga banjir cepat berlalu dari Kabupaten Balangan.

Diimbau Alive, sapaan Alive Yoesfah Love, walau hujan mereda dan debit air telah menurun, warga tetap diminta harus waspada. Kewaspadaan dilakukan demi mengurangi dampak kerugian akibat banjir.

Tim BPBD Balangan pun sudah melakukan persiapan dan antisipasi apabila terjadi banjir susulan dengan menurunkan personel dan peralatan. BPBD Balangan dan tim relawan juga siap turun tangan untuk membantu warga yang terdampak akibat banjir.(kanalkalimantan.com/pr)

Editor : Bie


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

HEADLINE

Libur Panjang, Bandara Syamsudin Noor Layani 17.714 Penumpang

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

lonjakan penumpang terjadi di Bandara Syamsudin Noor selama libur panjang Foto: ist
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Trafik jumlah penumpang di Bandara Internasional Syamsudin Noor mengalami kenaikan selama masa libur panjang Maulid Nabi.

Communication and Legal Section Head PT Angkasa Pura I (Persero) Bandara Internasional Syamsuddin Noor, Aditya Putra, mengungkapkan bahwa tren kenaikan jumlah penumpang itu mulai terlihat sejak 27 Oktober 2020.

“Kalau dibandingkan dengan hari biasa, ada terjadi kenaikan trafik jumlah penumpang selama libur panjang sekitar 10 persen sampai 15 persen,” ujarnya kepada Kanalkalimantan.com.

Adapun selama masa libur panjang dari 27 – 30 Oktober, bandara berjuluk Jewel Of Borneo tersebut telah melayani sebanyak 17.174 penumpang. Jika dikalkulasikan dalam rata-rata satu harinya, maka setidaknya ada 4.000 – 5.000 penumpang yang dilayani di Bandara Syamsudin Noor perhari.



 

Jumlah tersebut tentu meningkat, yang mana pada situasi pandemi Covid-19 saat ini, normalnya Bandara Syamsudin Noor hanya melayani sekitar 2.000 – 3.000 penumpang saja.

Adit -akrab disapa, menerangkan bahwa tren kenaikan jumlah penumpang tertinggi terjadi pada 28 Oktober. Hal itu juga bersamaan dengan meningkatnya pergerakan pesawat yang mendarat dan lepas landas dari bandara.

“Trafik tertinggi terjadi pada tanggal 28 Oktober. Kami mencatat jumlahnya saat itu mencapai 5.364 penumpang. Sementara, untuk pergerakan pesawat ada sebanyak 85 pesawat,” paparnya.

Berdasar data trafik tersebut, maka bisa disimpulkan bahwa meskipun dalam situasi pandemi Covid-19, tak menyurutkan masyarakat memanfaatkan waktu libur panjang untuk berlibur ke luar daerah.

Hal itu turut dibenarkan Adit yang menyebutkan bahwa penerbangan yang terbanyak dari Bandara Syamsudin Noor ialah menuju Ibukota dan daerah-daerah di pulau Jawa.

“Rute yang paling banyak diterbangi Jakarta dan Surabaya,” lugasnya.

Sepanjang Oktober 2020, Bandara Internasion Syamsudin Noor hanya beroperasional dari pukul 07.30-18.00 Wita. Hal itu sebagai upaya dalam menyingkapi situasi pandemi. Kendati demikian, untuk layanan pemeriksaan berkas, check in, dan lain sebagainya sudah bisa sejak pukul 06.00 Wita. (kanalkalimantan.com/rico)

Reporter : Rico
Editor : Cell


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Paling Banyak Dibaca

-->