Connect with us

Kota Banjarmasin

BREAKING NEWS. Resmi, Banjarmasin Diberlakukan PSBB Tahap III Selama 10 Hari

Diterbitkan

pada

kegiatan PSBB di Kota Banjarmasin. Foto: Fikri

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Pemerintah Kota Banjarmasin secara resmi menambah masa pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) guna diterapkan di Kota Banjarmasin dalam rangka menanggulangi penyebaran pandemi Covid-19.

Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina mengatakan, PSBB tahap III itu akan berlangsung selama 10 hari, yaitu terhitung sejak 22 Mei 2020 hingga 31 Mei 2020.

“Keputusan ini diambil dengan pertimbangan masa tanggap darurat nasional dari Pemeritah pusat yang akan berakhir pada tanggal 30 Mei 2020 ini,” ucapnya usai melakukan rapat koordinasi dengan Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan (P2) Covid-19 Kota Banjarmasin, Kamis (21/5/2020) malam.

Menurut dia, dalam 10 hari yang akan berjalan nantinya selalu ada upaya perbaikan dalam kekurangan yang terjadi selama pelaksanaan PSBB tahap II yang baru saja berakhir.

“Kita berharap dengan diperpanjangnya PSBB ini akan bisa membuat keterlibatan dan kesadaran masyarakat untuk ikut serta dalam uaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Kota Banjarmasin ini lebih meningkat,” ujar dia. (kanalkalimantan.com/fikri)

 

Advertisement
Komentar

Kota Banjarmasin

Empat Petugas Pasar Disdagin Banjarmasin Dinyatakan Reaktif, Satu Dirawat di RSUD Ulin

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Pelaksanaan rapid test di empat pasar tradisional di Banjarmasin Foto: fikri

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Rapid test massal yang digelar Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin di enam pasar besar beberapa waktu lalu, menghasilkan 129 orang reaktif. Kabid Pasar Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Banjarmasin Ichrom Muftezar mengakui, dari jumlah tersebut, empat orang di antaranya petugas pasar. Kendati ia tidak merincikan di pasar mana saja yang dimaksud.

“Ada dari petugas-petugas kami yang dari hasil rapid test kemarin empat orang petugas pasar yang dinyatakan reaktif,” katanya, Rabu (27/5/2020) siang.

Tezar -sapaan akrabnya- menambahkan, ada satu orang petugas pasar yang menjalani perawatan di RSUD Ulin Banjarmasin. Menurutnya, petugas yang dirawat ini bertugas sebagai penagih pasar yang menggunakan mobil keliling. “Belum, hasil swab-nya belum (keluar). Kondisinya saat ini sedang diisolasi, kita doakan untuk kesembuhan beliau,” harapnya.

Lalu, apakah diperlukan penggunaan alat pelindung diri (APD) bagi petugas pasar? Tezar mengatakan, APD sangat diperlukan untuk petugas pasar. Seperti masker, sarung tangan.

Karena, selain memberikan imbauan kepada warga pasar yaitu pedagang dan pembeli, petugas pasar juga menarik retribusi pasar. Tentunya, petugas pasar pun “bersentuhan” dengan uang retribusi yang didapat dari pedagang. “Sementara ini kita mandiri, kita beli masker sendiri. Terus juga ada kawan-kawan yang menyisihkan pendapatannya untuk membeli sarung tangan,” ucapnya.

Diakui Tezar, banyak kendala yang dihadapi Disdagin Kota Banjarmasin terutama saat pandemi Covid-19 dan pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Di mana, didapati masih banyak pedagang dan pembeli di pasar yang tidak menggunakan masker.

Ichrom Muftezar Kabid Pasar Disdagin Kota Banjarmasin. Foto : fikri

Sehingga ia berharap, baik pedagang maupun pembeli di pasar untuk tertib melaksanakan protokol kesehatan. Guna memutus mata rantai penularan Covid-19.

Di samping itu, Tezar mengklaim jajarannya telah mengupayakan penyemprotan disinfektan di pasar-pasar di Kota Banjarmasin. Penyemprotan sendiri mulai dilakukan semenjak Kota Banjarmasin menetapkan status tanggap darurat Covid-19. “Kalau tidak salah kita pinjam alatnya. Punya kita sendiri ada satu buah dikasih pedagang, yang lainnya kita pinjam dari kecamatan,” pungkas Tezar. (Kanalkalimantan.com/fikri)

Reporter : fikri
Editor : cell

 

Lanjutkan membaca

Kota Banjarmasin

Bandara Syamsudin Noor Dibuka, Wali Kota Ibnu Khawatir Penyebaran Baru Covid-19

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Bandara Internasional Syamsudin Noor beroperasi di tengah pandemi. foto: dok kanalkalimantan

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Wali Kota Banjarmasin H Ibnu Sina mengaku khawatir akan terjadi penularan baru terkait penyebaran Covid-19  di kota Banjarmasin. Utamanya, ketika Bandara Internasional Syamsudin Noor Banjarmasin di Banjarbaru kembali beroperasi secara normal sebagai pintu gerbang keluar masuk melalui jalur udara.

Ia mengatakan, aktivitas bandara tersebut bisa membuat pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang sedang diterapkan beberapa wilayah di Kalsel itu berjalan kurang efektif.

“Itu dikarenakan adanya warga yang baru masuk ke dalam wilayah yang melaksanakan PSBB,” ucapnya pada awak media, Selasa (26/5/2020) siang.

Menurutnya, dengan kondisi seperti itu akan membuat terjadinya penularan baru di daerah yang melaksanakan PSBB tersebut.  “Itu yang kita takutkan,” imbuh dia.

Sehingga, Ibnu menjelaskan, untuk mengantisipasi keadaan seperti itu, Pemko telah mengeluarkan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Kecil (PSBK). Dengan melibatkan langsung keikutsertaan masyarakat dalam pelaksanaan PSBB tahap ketiga di Banjarmasin.

“Ini yang kita harapkan. Dengan adanya PSBK di setiap tingkat RT/RW hingga tingkat kelurahan itu diharapkan mampu mempersempit ruang bagi penularan baru tersebut,” jelas Ibnu.

Ia berharap, program PSBK yang dijalankan untuk menyukseskan kebijakan pembatasan aktivitas warga yang sudah sampai pada tahap ketiga itu agar bisa tertangani dengan baik. Ia mengklaim, Pemko Banjarmasin tidak lepas tangan dengan dilaksanakannya PSBK.

“Kita tetap mendampingi mereka untuk menjalankan pembatasan aktivitas itu lewat Babinsa dan Bhabinkamtibmas di setiap kelurahan agar bisa berjalan dengan maksimal,” pungkasnya. (kanalkalimantan.com/fikri)

Reporter : fikri
Editor : bie

 

Lanjutkan membaca

Kota Banjarmasin

Pelajar ‘Dirumahkan’ Diperpanjang? Disdik Banjarmasin Masih Tunggu Kebijakan

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Proses belajar mengakar di sekolah belum dipastikan kapan dimulai. Foto: fikri

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Semenjak pandemi Covid-19 pelajar SD hingga SMP di Kota Banjarmasin ‘dirumahkan’ alias proses belajar mengajar dilaksanakan di rumah.

Wali Kota Banjarmasin telah dua kali mengeluarkan surat edaran pelaksanaan belajar dari rumah. Pertama, SE nomor 80/1280-Sekr/Dispendik/2020 di mana masa belajar dari rumah yang semula dari tanggal 1 hingga 14 April 2020, dan kedua SE baru dengan nomor 800/1505-Sekr/Dispendik/2020, masa libur diperpanjang kembali mulai 15 hingga 23 April 2020.

Namun, masa libur Ramadhan dan Idul Fitri dari tanggal 24 April hingga 30 Mei 2020. Sehingga, siswa turun kembali ke sekolah pada 2 Juni 2020 mendatang.

Lalu, apakah pelajar akan kembali ke sekolah terhitung pada tanggal 2 Juni 2020?

Dihubungi Kanalkalimantan.com, Kepala Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin Totok Agus Daryanto mengatakan, ada wacana perpanjangan masa belajar dari rumah yang akan diperpanjang. Kendati demikian, ini masih diwacanakan.

“Ya, direncanakan. Tetapi belum pasti, masih menunggu perkembangan Covid-19,” kata Totok, Selasa (26/5/2020) siang.

Namun demikian, Totok belum bisa memastikan kapan keputusan ini ditetapkan. Sembari menunggu surat edaran Wali Kota, juga menunggu selesainya pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kota Banjarmasin.

“Nggih, kita menunggu PSBB selesai,” pungkas Totok. (kanalkalimantan.com/fikri)

Reporter : fikri
Editor : bie

 

Lanjutkan membaca

Paling Banyak Dibaca

-->