Connect with us

HEADLINE

BREAKING NEWS. Rapid Test Massal di 6 Titik di Banjarmasin, 129 Orang Dinyatakan Reaktif

Diterbitkan

pada

Juru Bicara Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan (P2) Covid-19 Kota Banjarmasin Dr. Machli Riyadi membeberkan hasil rapid test di 6 wilayah Foto : fikri

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Setelah melakukan rapid test massal di 6 titik berbeda di Kota Banjarmasin, Juru Bicara Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan (P2) Covid-19 Kota Banjarmasin Dr. Machli Riyadi membeberkan haSilnya.

Dari sekitar 1.500 rapid test yang disediakan, sedikitnya 1.361 orang menjalani pemeriksaan rapid test. Hasilnya, ditemukan sedikitnya 129 orang dinyatakan reaktif. “Total reaktif sebanyak 129 orang, dan yang non reaktif sebanyak 1.232 orang,” beber Machli kepada awak media di Balaikota Banjarmasin, Sabtu (16/5/2020) sore.

Jika dipersentasikan, jumlah reaktif hasil rapid test sebesar 9,47 persen. Kendati demikian, temuan sebanyak 129 orang reaktif ini tidak bisa dikatakan positif Covid-19. “Karena harus dilakukan pemeriksaan lanjutan untuk menetapkan diagnosa Covid-19 ini. Yaitu dengan dilanjutkan pemeriksaan swab,” sebut mantan Wadir Administrasi dan Keuangan RSJ Sambang Lihum ini.

Pemeriksaan swab sendiri dijadwalkan pada pekan depan. Tergantung dengan kesiapan petugas ditambah dengan hasil tracking di Pasar Sentra Antasari sebanyak 47 orang.

Sehingga dengan kondisi saat ini, temuan rapid test yang reaktif bertujuan agar mendapatkan sebanyak mungkin orang tanpa gejala yang lebih besar daripada jumlah orang dalam pemantauan.

Sehingga, pemeriksaan swab harus dilakukan untuk memastikan positif atau tidak terpapar Covid-19.
Machli merincikan hasil rapid test yang dilakukan di 6 titik berbeda di Kota Banjarmasin adalah sebagai berikut:

1. Pasar Lima, 297 orang diperiksa, 30 orang reaktif dan non reaktif 269 orang
2. Pasar Sudimampir, 248 orang diperiksa, 21 orang reaktif dan non reaktif 227 orang
3. Pasar Lokasi, 205 orang diperiksa, 6 orang reaktif dan 199 orang non reaktif
4. Pasar Pekauman, 186 orang diperiksa, 12 orang reaktif 174 orang non reaktif
5. Pasar Binjai, 180 orang diperiksa, 30 orang reaktif, non reaktif 150 orang
6. Pasar Lama, 245 orang diperiksa, 30 orang reaktif, non reaktif 215 orang

(Kanalkalimantan.com/fikri)

Reporter : Fikri
Editor : Chell
Advertisement
Komentar

HEADLINE

BREAKING NEWS. Keluarga Jenazah PDP di Banjarbaru Tolak Penanganan Protokol Covid-19!

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Mediasi yang dilakukan petugas gabungan Covid-19 terhadap keluarga PDP yang sebelumnya meninggal dunia di RS Idaman Banjarbaru. Foto: rico

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Seorang Pasien Dalam Pengawasan (PDP) di Kota Banjarbaru meninggal dunia di Rumah Sakit Idaman Banjarbaru. Meskipun belum diketahui apakah PDP tersebut dinyatakan positif, namun pihak keluarga memaksa untuk membawa jenazah pulang ke rumah dan menolak penanganan dengan protokol kesehatan Covid-19.

Pantauan Kanalkalimantan.com, Selasa (26/5/2020) sekitar pukul 10.00 Wita, rumah almarhum yang berlokasi di Kelurahan Loktabat Utara, Kecamatan Banjarbaru Utara, dijaga ketat oleh tim Gugus Tugas P2 Covid-19 yang terdiri dari Polri, TNI, BPBD, hingga Dinas Kesehatan.

Dalam hal ini tim Gugus Tugas melakukan upaya pendekatan kepada pihak keluarga. Nampak Dandim Martapura Letkol Arm Siswo Budiarto dan Kapolres Banjarbaru AKPB Doni Hadi Santoso, juga turut langsung meninjau ke lapangan untuk musyawarah dengan pihak keluarga.

Sementara Kapolres Banjarbaru AKBP Doni Hadi Santoso menceritakan polemik ini terjadi sejak Senin (25/5/2020) malam. Saat jenazah PDP dijemput oleh pihak keluarga. Pihak keluarga bersikeras kepada pihak Rumah Sakit Idaman untuk membawa almarhumah ke rumah duka.

“Kami sudah berikan imbauan, tapi pihak keluarga bersikeras. Alhasil, mereka membawa Jenazah keluarga mereka menggunakan mobil pribadi. Tentu ini menyalahi protokol kesehatan, mengingat keluarga mereka itu reaktif dan berstatus PDP,” kata AKBP Doni.

Hasil komunikasi yang memakan waktu hingga berjam-jam lamanya, pihak keluarga akhirnya setuju untuk mengikuti standar pemularasan jenazah Covid-19. Dalam hal ini jenazah akan di jemput oleh ambulance Rumah Sakit Idaman. (Kanalkalimantan.com/rico)

Reporter : Rico
Editor : Chell
Lanjutkan membaca

HEADLINE

22 Advokat Lintas Daerah Siap Dampingi Jurnalis Diananta di Pengadilan

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Diananta ditahan di Kotabaru semenjak kasusnya sudah diyatakan P21 oleh Kejaksaan Foto: istimewa/kuasa hukum

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Sebanyak 22 advokat dari penjuru tanah air siap mendampingi Diananta Putera Sumedi, eks Pemimpin Redaksi (Pemred) Banjarhits.Id. Mereka yang bersimpati atas nasib Diananta di balik jeruji besi menyatakan kesediaannya memberikan bantuan hukum terhadap jurnalis Kalimantan Selatan itu.

Kasus Diananta adalah belenggu terhadap kebebasan pers, dan ekspresi, termasuk soal ketidakadilan terhadap masyarakat adat. Kasus ini merupakan bagian penting dalam membela kasus-kasus serupa yang marak terjadi akibat pasal karet dalam Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

Berkaca dari itu sejumlah elemen masyarakat bersepakat untuk membentuk Koalisi Masyarakat Adat dan Kebebasan Pers.

Gerakan bersama itu kemudian diisi oleh tim hukum atau ligitasi: Tim Hukum Koalisi untuk Masyarakat Adat dan Kebebasan Pers. Tim ini beranggotakan advokat-advokat berpengalaman dari lintas daerah, seperti Banjarmasin, Kotabaru, Makassar, dan Jakarta.

Ada Wanto A Salan (DPP Kongres Advokat Indonesia), Robert Hendra Sulu (Kantor Advokat Robert Hendra Sulu Banjarmasin), Muhammad Arman (Aliansi Masyarakat Adat Nusantara).

Kemudian, Ahmad Murjani, Zakaria (DPD Forum Intelektual Dayak Nasional Kalsel), Era Purnamasari (Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia), Muhammad Arsyad (Paguyuban Korban UU ITE).

Ada juga, Syamsul (Komite Perlindungan Jurnalis dan Kebebasan Berekspresi), Herpani, Rahmadi, dan M Subhan (LBH Kotabaru), Ade Wahyudin, Ahmad Fathanah Haris, M Rizki Yudha Prawira, Hendrayana (LBH Pers Jakarta).

Mereka akan menyokong kerja-kerja advokasi Kantor Advokat Bujino A Salan yang menerima kuasa sejak awal dari Diananta.

Hari ini, Tim Hukum Koalisi untuk Masyarakat Adat dan Kebebasan Pers merampungkan draf eksepsi atau pembelaan terhadap Diananta.

“Ada empat poin yang kami dipersoalkan, salah satunya kewewenangan mengadili harusnya di Banjarmasin bukan di Kotabaru. Termasuk dakwaan kabur, dan salah penerapan hukum, dan UU,” ujar Bujino A Salan, Kuasa Hukum Diananta, Senin (25/5/2020).

Tim Hukum Koalisi untuk Masyarakat Adat dan Kebebasan Pers akan terus menghimpun dukungan dari advokat-avokat lain melalui penandatanganan surat kuasa. “Kabarnya rekan rekan pengacara dari Samarinda, Bandung, dan Ambon juga mau bergabung,” ujar Bujino.

Berkas perkara Diananta resmi dilimpahkan ke Kejari Kotabaru Rabu 20 Mei 2020 kemarin. Sidang kasus Diananta diprediksi digelar Pengadilan Negeri (PN) Kotabaru awal Juni mendatang. Untuk sementara, Diananta dititipkan di sel tahanan Mapolres Kotabaru.

Perkara yang membelit Diananta tak seharusnya masuk ke ranah pidana karena murni kasus pers. Semestinya selesai melalui mekanisme pers lewat hak jawab dan penjelaskan persoalan pencabutan berita sesuai lembar pernyataan penilaian dan rekomendasi dari Dewan Pers.

Elemen masyarakat yang tergabung dalam Koalisi Masyarakat Adat dan Kebebasan Pers sudah berupaya untuk menangguhkan penahanan Diananta mengingat ancaman Covid-19.

Namun pelimpahan berkas perkara dan Diananta tetap berjalan seiring penangguhan penahanan oleh kuasa hukum, 48 jurnalis dari Wartawan Solidaritas Banua, Aliansi Jurnalis Independen Balikpapan, dan Walhi Kalsel ditolak oleh Polda Kalsel.

Koalisi Masyarakat Adat, dan Kebebasan Pers mengajak seluruh elemen pers untuk mengawal kasus Diananta dan konflik agraria di Kotabaru. Selain itu, Koalisi Masyarakat Adat, dan Kebebasan Pers mengajak insan pers untuk ikut memastikan kondisi kesehatan Diananta selama menjalani masa penahanan.

Kasus Sudah Ditangani Dewan Pers

Sebagai pengingat, Diananta Putera Sumedi ditahan sejak 4 Mei kemarin oleh Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Kalsel. Diananta ditahan karena berita berjudul “Tanah Dirampas Johnlin, Dayak Mengadu ke Polda Kalsel”.

Pelapor dalam kasus ini adalah Sukirman yang mengaku dari Majelis Umat Kaharingan. Sukirman menganggap berita yang dibuat Diananta berpotensi menimbulkan kebencian karena bermuatan sentimen kesukuan (SARA). Ia mengadukan kasus ini ke Polda Kalsel dan Dewan Pers pada November 2019 lalu.

Banjarhits.id sendiri salah satu media yang bekerja sama dengan Kumparan.com melalui program 1001 Startup Media. Melalui kerja sama tersebut berita dari wartawan Banjarhits juga dimuat di kanal Kumparan.com/Banjarhits.

Berita yang disoal Sukirman diunggah di Banjarhits.id pada 9 November 2019 lalu. Meski sedang ditangani Dewan Pers, Polda Kalsel tetap melanjutkan proses penyelidikan. Penyidik memanggil Diananta melalui surat dengan Nomor B/SA-2/XI/2019/Ditreskrimsus untuk dimintai keterangan oleh penyidik pada Rabu, 26 September 2019.

Pada 5 Februari 2020, Dewan Pers kemudian memutuskan bahwa redaksi Kumparan.com menjadi penanggung jawab atas berita yang dimuat itu. Bukan banjarhits.id selaku mitra kumparan.

Dewan Pers juga memutuskan berita yang dilaporkan melanggar Pasal 8 Kode Etik Jurnalistik karena menyajikan berita yang mengandung prasangka atas dasar perbedaan suku (SARA). Dewan Pers kemudian merekomendasikan agar teradu melayani hak jawab dari pengadu dan menjelaskan persoalan pencabutan berita yang dimaksud.

Rekomendasi itu diteken melalui lembar pernyataan penilaian dan rekomendasi (PPR) Dewan Pers. Masalah sengketa pers ini dinyatakan selesai. Pihak kumparan melalui Banjarhits.id sudah memuat hak jawab dari teradu dan menghapus berita yang dipermasalahkan.

Kendati demikian, proses hukum di Polda Kalsel masih berlanjut hingga dilakukan penahanan terhadap Diananta Putra Sumedi di Rutan Polda Kalsel pada 4 Mei 2020. (Kanalkalimantan.com/fikri)

 

Reporter : Fikri
Editor : Cell

 

Lanjutkan membaca

HEADLINE

Dua Pasien dari Banjarmasin Meninggal, Kalsel Catat 603 Kasus Positif Covid-19

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Juru Bicara Tim Gugus Tugas P2 Covid-19 Kalsel, Muhamad Muslim Foto: Gugus Tuga P2 COVID-19 Kalsel

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Jumlah temuan kasus baru positif Covid-19 di Kalimantan Selatan kembali melandai di hari kedua Idul Fitri. Berdasar data dari Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan (P2) Covid-19 Kalimantan Selatan pada Senin (25/5/2020) sore, jumlah terkonfirmasi positif Covid-19 di Kalsel tercatat sebanyak 603 kasus.

Temuan kasus hari ini cukup melandai. Mengingat di hari sebelumnya, tercatat sebanyak 601 kasus positif Covid-19 di Bumi Lambung Mangkurat.

“Ada dua kasus baru positif Covid-19 yang dilaporkan hari ini. Masing-masing satu kasus dari Kabupaten Baritokuala dan satu Kabupaten Banjar,” kata Juru Bicara Tim Gugus Tugas P2 Covid-19 Kalsel Muhamad Muslim.

Saat ini, dari jumlah kasus keseluruhan sebanyak 603 kasus, 460 kasus di antaranya menjalani perawatan, atau 76 persen dari total kasus keseluruhan. Baik di rumah sakit maupun menjalani karantina khusus.

Selain itu, jumlah kasus kematian akibat Covid-19 juga mengalami penambahan. Sehingga, total kasus meninggal dunia menjadi 63 kasus, atau 11 persen dari total kasus keseluruhan.

“Pasien positif Covid-19 yang meninggal dunia hari ini ada dua pasien. Keduanya berasal dari Kota Banjarmasin,” tutur Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalsel ini.

Namun demikian, jumlah kasus sembuh dari Covid-19 juga mengalami penambahan. Sekarang, jumlah kasus sembuh tercatat sebanyak 80 kasus, atau sebesar 13 persen.

“Pasien positif Covid-19 yang sembuh hari ini ada dua. Masing-masing berasal dari Kota Banjarmasin dan Kota Banjarbaru,” ungkap Muslim.

Sementara itu, jumlah orang dalam pemantauan (OPD) hingga hari ini tercatat sebanyak 913 orang. Sedangkan jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) sebanyak 151 pasien, atau melonjak cukup signifikan jika dibandingkan haru sebelumnya sebanyak 125 pasien. (kanalkalimantan.com/fikri)

 

Reporter : Fikri
Editor : Dhani

 

0 Shares

Lanjutkan membaca

Paling Banyak Dibaca

-->
Share via
Copy link
Powered by Social Snap