Connect with us

kriminal banjarbaru

Buah Tangkapan 2 Residivis Narkoba di Banjarbaru, Sabu 909,52 Gram Dimusnahkan

Diterbitkan

pada

Pemusnahan narkoba di Mapolres Banjarbaru, Rabu (4/8/2020). Foto : humas polres banjarbaru
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Dua tersangka pengedar narkob di kota Banjarbaru HJ dan RN, hanya bisa tertunduk menyaksikan ratusan gram sabu milik mereka dimusnahkan pada Rabu (4/8/2020) siang.

Dalam kegiatan ini, Polres Banjarbaru memusnahkan barang bukti sabu dengan berat mencapai 909,52 gram, hasil tangkapan HJ dan RN, pada 22 Juli lalu. Keduanya diringkus di samping SMPN 9 Banjarbaru RT 019 RW 008, Kelurahan Loktabat Utara, Kecamatan Banjarbaru Utara.

Informasi yang dihimpun Kanalkalimantan.com, saat kedua tersangka diamankan Satresnarkoba Polres Banjarbaru dipimpin AKP Elche, petugas menemukan barang bukti narkoba berupa 12 lembar plastik klip yang di dalamnya terdapat narkotika jenis sabu-sabu seberat 909,52 gram.

“Dari pengakuan kedua tersangka, barang haram ini akan diedarkan ke sejumlah wilayah seperti Banjarmasin, Banjarbaru dan daerah Banua Enam,” kata AKP Elche.



Pemusnahan barang bukti sabu dilakukan sesuai dengan pasal 91 ayat (2) UU RI No.35 tahun 2009 tentang Narkotika. Kristal haram ini dimusnahkan dengan cara diblender dan dilarutkan ke dalam detergen, lalu dibuang.

Kapolres Banjarbaru AKBP Doni Hadi Santoso Melalui Kassubag Humas Polres Banjarbaru Iptu Tajudin Noor mengatakan, pengungkapan kasus peredaran gelap narkoba selaras dengan kebijakan program Kapolda Kalsel Irjen Pol Dr Nico Afinta, dalam rangka pemeliharaan harkamtibmas.

Terkait hasil penyelidikan, Iptu Tajudin menambahkan, HJ dan RN merupakan residivis yang dulu pernah di bui karena kasus yang sama. Menurutnya, atas ditangkapnya kedua tersangka tersebut, jutaan jiwa terselematkan dari jerat narkoba.

“Dengan ditangkap 2 tersangka narkoba tersebut jutaan jiwa terselamatkan dari jerat narkoba. Keduanya diancam dengan  pasal 114,112,132 UUD Narkotika no 35 tahun 2010 dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara,” pungkasnya. (kanalkalimantan.com/rico)

Reporter : Rico
Editor : Bie



  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

kriminal banjarbaru

Berjualan di Rumah, Ibu Rumah Tangga Penyedia Miras Ditangkap Polisi

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Barang bukti miras yang disita Polres Banjarbaru. Foto: rico
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Sedikitnya 160 botol minuman keras (miras) diamankan Polres Banjarbaru melalui Unit Satuan Sabhara di jalan Karang Anyar, Banjarbaru, Minggu (27/9/2020) malam. Mirisnya, pemilik miras siap jual tersebut adalah seorang ibu rumah tangga berinisal JH.

Kasat Sabhara Polres Banjarbaru Iptu Suko mengungkapkan, operasi penyitaan miras ini berdasarkan laporan dari masyarakat. Namun sebelum melalui penindakan, personel lebih dulu melakukan penyelidikan tatkala ada dua orang warga yang hendak membeli miras di dalam rumah JH.

“Jadi awalnya kita memantau dulu. Saat kita melihat ada dua warga yang ingin membeli, baru kita tangkap dengan cepat. Ya, hasilnya kita dapati ratusan miras ini,” katanya, Senin (28/9/2020).

Pun, pemilik miras JH tak mampu mengelak usai tertangkap tangan petugas ketika berjual beli. Ibu rumah tangga berusia 32 tahun itu pun digiring petugas untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.



Iptu Suko mengungkapkan, kasus ini akan dilanjutkan ke ranah sidang tindak pidana ringan (tipiring). Ia mengucapkan rasa terima kasihnya kepada masyarakat yang sudah membantu upaya kepolisian dalam menegakan hukum terutama dalam memberantas miras di Kota Banjarbaru.

“Penertiban miras yang beroperasi di Banjarbaru menjadi fokus karena akhir-akhir ini akibat miras efeknya menyebabkan adanya tindakan-tindakan kriminal dan mengabaikan protokol kesehatan,” tegasnya. (kanalkalimantan.com/rico)

Reporter : Rico
Editor : Bie


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

kriminal banjarbaru

Tiga Wanita Penguntil di Q Mall Ternyata Warga Jakarta, Alat Kosmetik Kecantikan Jadi Barbuk

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Tiga pelaku penguntil di Q Mall Banjarbaru bersama barang bukti yang diamankan polisi. Foto : Polsek Banjarbaru Kota
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Aksi pencurian yang terjadi di salah satu pusat perbelanjaan modern di Q Mall Banjarbaru, menarik perhatian masyarakat. Tiga pelaku wanita yang berhasil diamankan oleh pihak kepolisian, terbilang lihai dalam melancarkan aksinya.

Ketiga pelaku membagi peran masing-masing untuk menggarap barang curian di sebuah jenama perbelanjaan modern itu. Salah satu dari mereka ada yang bertugas mengawasi, lalu ada eksekutor memasukan barang curian ke dalam tas punggung, dan satu orang pengalih perhatian petugas jaga.

Tiga penguntil wanita itu ialah FH, M, dan FA. Mengejutkannya lagi, ketiga wanita tersebut rupanya bukan warga Banjarbaru ataupun tinggal di daerah yang ada di Provinsi Kalimantan Selatan.

“Ketiga pelaku wanita ini adalah warga DKI Jakarta. Hal itu berdasarkan alamat yang tertera di KTP mereka,” kata Kanit Reskrim Polsek Banjarbaru Kota, Iptu Yuli Tetro, Kamis (17/9/2020) siang.



Barang bukti yang disita dari tiga penguntil wanita itu ialah FH, M, dan FA. Foto: Polsek Banjarbaru Kota

Saat melancarkan aksinya di sebuah super market yang ada di Q Mall Banjarbaru, ketiga wanita penguntil tersebut mencuri barang-barang, yang kebanyakan adalah alat kosmetik kecantikan. Yakni, 9 buah studio line indstrcbble extreme, 16 buah Sl Fx gen normal strength, dan alat-alat kosmetik mahal lainnya. Termasuk juga mengembat 2 lembar baju dan 1 tas.

Atas kejadian tersebut, pihak pengelola super market hampir saja menelan kerugian mencapai Rp 6,1 juta. Beruntung selang beberapa menit usai keluar dari pintu keluar, trio wanita tersebut langsung dicegat oleh petugas keamanan dan akhirnya diamankan oleh pihak kepolisian.

“Untuk ketiga pelaku, kami jerat dengan pasal 363 KUHP yaitu pencurian dengan pemberatan, dengan ancaman hukumannya 7 tahun,” terang AKP Tetro.

Sementara itu, Kapolsek Banjarbaru Kota Kompol Purbo Raharjo melalui Kasi Humas Aipda Ahmat Supriyanto, mengimbau kepada pihak pengelola perbelanjaan untuk terus meningkatkan keamanan guna mencegah terjadinya pencurian. Apalagi, kondisi pandemi Covid-19 saat ini membuat para pelaku kejahatan mengincar tempat perbelanjaan sebagai target operasi.

“Pasang kamera CCTV dan menempatkan petugas keamanan. Hal itu perlu dilakukan lantaran adanya pergeseran modus operasi tindak pidana perampokan maupun pencurian di tengah pandemi Covid-19,” kata Aipda Supri. (kanalkalimantan.com/rico)

 

Reporter: Rico
Editor : Bie


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Paling Banyak Dibaca

-->