Connect with us

Kota Banjarbaru

Bukan Dibegal, Ahmad Dianiaya Karena Menolak Mengantarkan Pelaku ke Rumah Perempuan!

Diterbitkan

pada

Foto : rico
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

BANJARBARU, Setelah pihak Kepolisian meringkus pelaku begal terhadap Ahmad (23) di kawasan Gunung Kupang, Kecamatan Cempaka, Banjarbaru, Jumat (20/9) lalu, rupanya menimbulkan fakta baru.

Petugas gabungan dari Buser Polres Banjarbaru dan Polsek Banjarbaru Timur berhasil meringkus pelaku berinisial KI yang rupanya masih berusia 17 tahun. KI diringkus di daerah Martapura hari Sabtu (21/9) kemarin sekitar pukul 22.30 wita tepatnya di daerah Tambak Baru Ulu, Kecamatan Martapura Barat, Kabupaten Banjar.

Baca juga : Modus Minta Tolong, Begal Motor di Banjarbaru Lukai Korbannya Pakai Sajam

Dari hasil pemeriksaan terhadap pelaku, Kapolres Banjarbaru AKBP Kelana Jaya, melalui Kapolsek Banjarbaru Timur, AKP Debi Triyani, menjelaskan fakta terbaru dari kasus ini, ternyata bukanlah aksi begal. Melainkan, tindak pidana penganiayaan yang dilakukan KI dilatar belakangi kekesalannya terhadap Ahmad yang menolak mengantarkan pelaku ke rumah seorang perempuan.



Ahmad menolak mengantarkan pelaku dikarenakan ban sepeda motornya bocor dan akhirnya mengajak pelaku untuk pulang saja. Namun, KI menolak.

“Pelaku marah karena korban menolak mengantarkan dan malah mengajak pulang. Saat itu juga korban langsung diserang,” kata AKP Debi.

Akibat sabetan senjata tajam jenis samurai, Ahmad mendapati luka sobek pada bagian leher, tangan dan pinggang. Beruntungnya nyawa Ahmad berhasil diselamatkan, setelah dibawa warga sekitar ke Rumah Sakit Idaman kota Banjarbaru.

Masih dari pengakuan pelaku, Kapolsek menerangkan bahwa senjata tajam tersebut dibawa pelaku untuk berjaga-jaga.

“Pelaku beserta barang bukti berupa senjata tajam jenis samurai dengan panjang 83 Cm berhasil kami amankan dan pelaku mengakui perbuatannya baru satu kali, namun masih kami terus dalami dan saat ini pelaku masih dalam pemeriksaan penyidik Polsek Banjarbaru Timur,” pungkas AKP Debi. (Rico)

Reporter : Rico
Editor : Bie


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Kota Banjarbaru

Sempat Disoal, SPBU dekat Sungai Kemuning Sudah Kantongi Izin

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Pembangunan SPBU di dekat jembatan kembar Loktabat, jalan A Yani Km 33. Foto : Rico
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Pembangunan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di jalan A Yani Km 33, Kota Banjarbaru, sempat menjadi sorotan.

Sebab, selain berada di jalur utama kota yang padat lalu lintas, lokasi SPBU ini juga persis berada di bantaran Sungai Kemuning Banjarbaru yang dikhawatirkan akan mencemari air sungai. Beberapa batang pohon yang berada di bahu jalan juga menjadi korban -ditebang- dalam proses pembangunan SPBU tersebut.

Lantas, apakah pembangunan SPBU tersebut sudah dikaji dan mengantongi berbagai izin dari dinas terkait di lingkungan Pemerintah Kota (Pemko) Banjarbaru?

Berbicara soal letak lokasi, Kepala Bidang Tata Ruang Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Banjarbaru Ahmad Syaidan mengklaim lokasi SPBU tersebut sudah memenuhi kriteria.



“Dari segi tata ruang sudah memenuhi, karena di sekitar 100 meter jalan A Yani itu peruntukannya bagi perdagangan dan jasa. Nah, SPBU ini masuk dalam perdagangan dan jasa,” ungkapnya, Selasa (4/8/2020).

Menurut Syaidan -sapaan akrabnya, SPBU tersebut juga telah mengantongi izin yang diperlukan. Seperti halnya izin lingkungan atau Andal (Analisa Dampak Lingkungan) dan Andal Lalin (Lalu Lintas).

“Kalau dari segi tata ruang, tidak ada masalah. Kita juga menyetujui pembangungan SPBU ini karena kelengkapan izinnya sudah terpenuhi,” lanjutnya.

Hal ini juga didukung melalui klaim oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Banjarbaru. Dalam hal ini, Kasi Pemantauan, Pengawasan dan Kajian Dampak Lingkungan (PPKDL) Rusmilawati, menyatakan bahwa dokumen dan izin lingkungan pembangunan SPBU tersebut telah diterbitkan.

“Untuk dokumen lingkungannya dan izin lingkungannya sudah terbit. Dan, untuk Andal Lalin sudah diproses juga oleh Balai Jalan Kementerian Perhubungan,” aku Mila.

Sebelum proses dokumen dan izin lingkungan diterbitkan, kata Mila, sosialisasi dengan warga di Kelurahan Loktabat Utara dan Selatan lebih dulu telah dilakukan. Bahkan, warga telah menyetujui pembangunan SPBU tersebut, dibuktikan dengan adanya dokumen berita acara persetujuan.

Ditanya soal penebangan pohon yang sempat jadi perhatian, Mila menegaskan, hal itu sudah mengantongi izin dari pihaknya.

“Untuk penebangan pohon itu sudah berkoordinasi dengan DLH juga melalui seksi pemeliharaan,” jawabnya.

Mengingat jalan A Yani statusnya adalah jalan nasional, maka kajian Andal Lalin untuk pengaturan rekayasa jalan menjadi wewenang Balai Jalan Kemenhub. Dalam hal ini Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD).

“Andal Lalin yang mengerjakan Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD),” kata Kepala Dinas Perhubungan Kota Banjarbaru Ahmad Yani Makkie. (kanalkalimantan.com/rico)

Reporter : Rico
Editor : Bie



  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Kota Banjarbaru

Siaga Karhutla, Kapolda Kalsel Cek Sodetan dan Embung di Guntung Damar  

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

apolda Kalsel Irjen Pol Dr Nico Afinta SIK SH MH meninjau embung di Guntung Damar, Banjarbaru dan sodetan irigasi Riam Kanan, di Cindai Alus, Kabupaten Banjar, Senin (3/8/2020). foto: humas polda kalsel
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), Kapolda Kalsel Irjen Pol Dr Nico Afinta SIK SH MH meninjau embung di Guntung Damar, Banjarbaru dan sodetan irigasi Riam Kanan, di Cindai Alus, Kabupaten Banjar, Senin (3/8/2020).

Peninjuan yang dilakukan Kapolda Kalsel didampingi Wakapolda untuk mengecek kesiapan lokasi guna dimanfaatkan dalam penanggulangan apabila Karhutla terjadi.

Kapolda Kalsel Irjen Pol Dr Nico Afinta saat melakukan pengecekan lokasi sodetan atau embung meminta personel yang bertugas di lapangan mempersiapkan peralatan berikut dengan alat pelindung diri (APD).

“Dan apabila terjadi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), para personel dapat mengambil air dari kanal-kanal yang sudah ada,” ujar Kapolda Kalsel.



Kapolda Kalsel Irjen Pol Dr Nico Afinta SIK SH MH meninjau embung di Guntung Damar, Banjarbaru dan sodetan irigasi Riam Kanan, di Cindai Alus, Kabupaten Banjar, Senin (3/8/2020). foto: humas polda kalsel

Kapolda Kalsel menginstruksikan kepada Karo Ops Polda Kalsel berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalsel terkait dengan sistem pengairan. Juga berkoordinasi dengan Manggala Agni untuk membantu mengerahkan personel serta peralatan dalam penanggulangan Karhutla.

“Pengecekan sodetan atau embung ini bertujuan untuk mengetahui apakah masih bisa digunakan airnya atau tidak, karena sudah lama tidak digunakan,” katanya.

Sementara itu, Wakapolda Kalsel Brigjen Pol Mohamad Agung Budijono SIK MSi mengatakan, pengecekan sumber air ini dalam menghadapi Karhutla yang diprediksi terjadi Agustus ini.

“Saya berharap peran serta seluruh anggota Polda Kalsel dan Polres jajaran untuk memberikan edukasi kepada masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara dibakar,” ujar Wakapolda Kalsel.

Selain itu personel yang di tempatkan di Posko Penanggulangan Karhutla mengerti tugas dan tanggung jawab selama piket. (kanalkalimantan.com/rls)

Reporter: rls
Editor: kk


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Paling Banyak Dibaca

-->