Connect with us

Kalimantan Tengah

Bulog Distribusikan Beras Sosial kepada 49.203 Keluarga Penerima di Kalteng

Diterbitkan

pada

Kepala Bulog Divre Kalteng Mika Ramba Kendenan. Foto: tri
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, PALANGKA RAYA — Pemerintah melalui Kementerian Sosial (Kemensos) menyalurkan program bantuan sosial beras (BSB), terhadap 120 ribu Keluarga Penerima Manfaat (KPM) peserta Program Keluarga Harapan (PKH). Dengan sasaran secara nasional 10 juta penerima.

Untuk Provinsi Kalimantan Tengah, sebanyak 49.203 KPM PKH, dengan total 2.214.135 kilogram beras, selama tiga bulan dari Agustus, September dan Oktober.

Kepala Badan Urusan Logistik (Bulog) Divisi Regional (Divre) Kalimantan Tengah, Mika Ramba Kendenan mengatakan, program itu merupakan salah satu Jaring Pengaman Sosial (JPS) yang dikeluarkan pemerintah sebagai upaya menekan beban pengeluaran penerima di masa pandemi Covid-19.

“Ini program pemerintah yang betul-betul menyentuh level paling bawah yang saat ini sedang mengalami pandemi Covid-19,” ujar Mika, Minggu (20/9/2020). Beras yang disalurkan dibagi dua tahap.  Masing-masing tahapan akan mendapatkan beras sebanyak 15 kilogram sebanyak tiga kali.



Tahap pertama sekaligus periode Agustus dan September, sebanyak 1.476.090 kilogram. Sedangkan tahap kedua, pada Oktober mendatang sebanyak 738.045 kilogram.

Dalam hal ini Bulog akan melakukan serah terima dengan PT Bandar Graha Reksa (BGR) yang akan mendistribusikan beras medium berkualitas ke titik distribusi. (kanalkalimantan.com/tri).

Reporter: Tri
Editor: Bie


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Kalimantan Tengah

Ketua DPRD Kalteng Tak Mau Tolak UU Ciptaker, Mahasiswa Ancam Demo Saban Kamis

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di kota Palangka Raya melakukan demo penolakan UU Ciptaker di depan kantor DPRD Kalteng, Kamis (15/10/2020). Foto: tri
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, PALANGKA RAYA – Ratusan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di kota Palangka Raya melakukan demo penolakan UU Ciptaker di depan kantor DPRD Kalteng, harus pulang dengan tangan hampa, Kamis (15/10/2020).

Sebab, tuntutan mereka agar ada pernyataan sikap dari anggota dewan menolak omnibus law tidak didapat.

Memang saat aksi, Ketua DPRD Kalteng Wiyatno dan Wakil Ketua DPRD Kalteng Jimmy Carter mau menemui mereka. Tetapi Wiyatno hanya mau menyatakan sikap akan menyuarakan aspirasi mereka di Jakarta.

“Saya pastikan aspirasi kalian saya bawa ke Jakarta ke DPR RI, ke pak presiden. Saya minta tiga orang perwakilan kalian untuk menemani saya,” ucap Bendahara DPD PDI P Kalteng ini.



Namun mahasiswa tetap menuntut pernyataan sikap penolakan bisa keluar dari mulut Wiyatno. Tentu saja ini ditolak mentah-mentah olehnya.

“Bukan kapasitas saya untuk itu. Kalau saya melakukan itu melampaui kewenangan saya. Saya wakil rakyat untuk Kalimantan Tengah,” ujarnya.

Suasana yang sempat hening, kembali pecah dengan suara-suara dari pendemo yang tidak puas mendengar ucapan Wiyatno.

Tak lama kemudian akhirnya Wiyatno dan Jimmy meninggalkan para demonstran, masuk kembali ke kantor DPRD.

Selang beberapa waktu, demonstran pun memilih bubar. Tetapi sebelumnya mereka ‘mengancam’ akan melakukan aksi yang sama, setiap Kamis, sampai pernyataan sikap menolak UU Cipta Kaerja diterima wakil rakyat.

Demo susulan penolakan pengesahan UU Ciptaker kali ini, lebih sedikit jika dibandingkan aksi pekan lalu.

Menurut informasi dihimpun, para mahasiswa memang sengaja membatasi jumlah peserta hanya 300 orang saja. Hal ini dilakukan untuk mencegah adanya penyusup.

Dalam aksi demo lanjutan kali ini, sebanyak 750 personil dikerahkan untuk mengamankan aksi demo. TNI 50 orang, satgas Covid-19 Kota Palangka Raya 150 orang serta Polresta dan Polda Kalteng 550 orang.

Bahkan Kapolda Kalteng Irjen Pol Dedi Prasetyo, Danrem 102 Panjung Brigjen TNI Purwo Sudaryanto dan Kabinda Kalteng Brigjen Pol Urip ikut langsung memantau sampai selesai. (kanalkalimantan.com/tri)

Reporter : Tri
Editor : Bie


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Kalimantan Tengah

Presiden Jokowi Serahkan Bantuan Produktif untuk Usaha Mikro di Pulang Pisau

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Presiden Jokowi saat serahkan bantuan produktif usaha mikro kepada 30 pelaku usaha, di Gedung Pertemuan Umum Handep Hapakat, Kabupaten Pulang Pisau. Foto: ist
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, PALANGKA RAYA — Presiden Joko Widodo menyerahkan bantuan produktif usaha mikro kepada 30 pelaku usaha, di Gedung Pertemuan Umum Handep Hapakat, Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah, Kamis (8/10/2020).

Bantuan hibah sebesar Rp 2,4 juta diberikan sebagai tambahan modal agar mereka dapat segera bangkit dari dampak ekonomi yang ditimbulkan pandemi Covid-19.

“Kita tahu semuanya bahwa keadaan ekonomi sekarang memang tidak mudah dan itu dialami oleh semua segmen lapisan pengusaha. Baik yang besar, yang menengah, yang kecil dan mikro juga sulit,” ujar Jokowi.

Hingga saat ini, realisasi penyaluran banpres produktif secara nasional telah mencapai 99,41 persen yang diberikan kepada 9.108.780 pelaku usaha mikro dengan nilai mencapai Rp 21,86 triliun.



Sementara realisasi program tersebut khusus di Kalimantan Tengah telah disalurkan kepada 49.868 pelaku usaha mikro dengan nilai mencapai Rp 119,6 miliar.

Diakuinya, pandemi Covid-19 yang melanda 215 negara di dunia, memberikan dampak besar bagi aktivitas perekonomian, tak hanya di Indonesia tapi juga di sebagian besar negara lainnya.

Untuk itu, kepala negara mengajak para pelaku usaha untuk tetap menjaga asa. Dengan banpres yang dialokasikan pemerintah ini diharapkan dapat meringankan beban usaha bagi mereka, pelaku usaha mikro, yang terdampak pandemi.

“Jangan sampai kendur. Jangan sampai menyerah. Jangan sampai usaha kita ini tutup, enggak. Semua bekerjanya harus lebih giat lagi. Bertahan sampai nanti keadaan menjadi normal kembali,” ucapnya.

Mukayyah, seorang pedagang yang sehari-harinya biasa berjualan lontong sayur dan sejumlah makanan lainnya, mengaku telah menjalani usahanya selama 6 tahun belakangan. Ia menjelaskan bahwa omzet yang biasa diperoleh sebelum pandemi dapat mencapai Rp 900 ribu per harinya.

Meski mengalami penurunan jauh, ia masih tetap dapat omset sebesar Rp300 ribu. Mukayyah menyampaikan ucapan terima kasihnya secara langsung kepada presiden. Bantuan tersebut nantinya digunakan untuk melanjutkan dan tetap mempertahankan usahanya di tengah pandemi. (kanalkalimantan.com/tri)

 

Reporter: Tri
Editor: Cell


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Paling Banyak Dibaca

-->