Connect with us

Bisnis

Bulog Targetkan Bangun 1.000 RPK di Kalsel

Diterbitkan

pada

Kepala Bulog Divre Kalsel Awaluddin Iqbal Foto : Arief Rahman
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

BANJARMASIN, Bulog (Badan Urusan Logistik) Divisi Regional (Divre) Kalsel berkomitmen pada tahun 2019 bisa mendorong lebih banyak kehadiran Rumah Pangan Kita (RPK) di Kalsel.

Kehadiran RPK, menurut Kepala Bulog Divre Kalsel Awaluddin Iqbal sebagai salah satu upaya pihaknya bisa mendorong stabilisasi harga pangan di Kalsel agar lebih baik lagi kedepannya melalui RPK.

“Dengan banyaknya RPK, maka Bulog akan lebih mudah dalam mendistribusikan berbagai produk sembako dari Bulog untuk dijual ke masyarakat dengan harga yang kompetitif,” ujarnya, Minggu (6/1/2019).

Saat ini Bulog Divre Kalsel sendiri hanya memiliki kurang lebih 450 RPK se-Kalsel. Padahal idealnya jumlah RPK minimal harus mencapai 1.000 RPK.



“Kita terus sosialisasikan kepada masyarakat tentang keberadaan RPK dari Bulog Kalsel. Bagi yang berminat kami akan support agar mereka bisa berjualan berbagai sembako dari Bulog, baik itu beras medium, gula, minyak goreng hingga tepung terigu dengan harga miring,” jelasnya.

Untuk membuat RPK bekerjasama dengan Bulog sendiri sebenarnya tidak ada persyaratan khusus atau modal minimal tertentu. Mereka yang ingin memanfaatkan pekarangan rumah untuk membuat RPK juga diperkenankan oleh Bulog.

Bahkan jika ada produk sembako yang sifatnya insidentil untuk menekan harga dipasaran selain produk yang disebutkan tadi, RPK juga diberikan jatah untuk menjualnya kepada masyarakat.

“Misalnya jika dipasaran ada kenaikan harga untuk komoditas bawang merah atau daging. RPK juga kita suplai untuk menjual produk tersebut agar bisa dijual ke masyarakat disekitar usaha RPK milik mereka,” pungkasnya. (arief)

Reporter: Arief Rahman
Editor: Abi Zarrin Al Ghifari


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
iklan

Bisnis

Besek Purun Ramah Lingkungan, Pengrajin Kebanjiran Order Jelang Idul Kurban

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Kelompok Pengrajin Purun “Berkat Ilahi” Desa Pulantani, Kecamatan Haur Gading, Kabupaten HSU kebanjiran order pembuatan tempat besek untuk daging kurban. foto: dew
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, AMUNTAI – Kelompok Pengrajin Purun “Berkat Ilahi” Desa Pulantani, Kecamatan Haur Gading, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) kebanjiran order pembuatan tempat besek untuk daging kurban.

Pengemasan daging kurban harus menggunakan bahan yang ramah lingkungan tanpa menggunakan kantong plastik.

Pengrajin “Berkat Ilahi” mendapatkan pesanan sebanyak 2.000 buah, besek merupakan tempat berbentuk kotak setinggi sekitar 10 hingga 15 cm, terbuat dari anyaman purun dilengkapi dengan tutup.

Untuk panitia penyelenggara penyembelihan hewan kurban yang ingin lebih ramah lingkungan, biasanya menggunakan besek ini untuk mengurangi penggunaan kantong plastik.



 

“Pembuatan besek hampir sama dengan pembuatan bakul hanya saja berbeda dalam bentuk dan ukuran menggunakan cara disusuk,”  ungkap Sekretaris Kelompok Kerajinan Berkat Ilahi, Siti Rahmah kepada Kanalkalimantan.com, Kamis (30/7/2020). Untuk pembuatan satu besek bisa dikerjakan antara 1 hingga 1,5 jam dengan bahan yang sudah tersedia.

“Dalam 1 hari pengrajin biasanya bisa mengerjakan antara 5 hingga 6 buah besek, tergantung kecepatan pengrajinnya, kelompok kerajinan ini juga menerima berbagai jenis macam kerajinan seperti bakul dan tas,”kata Siti Rahmah.

Sementara itu, Ketua Kelompok Kerajinan Ahmad Baihaqi mengatakan, kelompok usaha bersama “Berkat Ilahi” ini awalnya hanya diikuti sekitar 20 pengrajin, saat ini sudah sekitar 50 pengrajin.

Kelompok kerajinan “Berkat Ilahi” saat ini sudah berusia hampir 2 tahun dan akan terus dikembangkan dengan membangun jaringan ke desa sekitar. “Untuk memaksimalkan hasil hasil kerajinan baik secara jumlah maupun kualitas,” kata Baihaqi.

Ia mengharapankan semakin banyaknya pengrajin yang ikut terlibat, maka semakin banyak pula warga yang mendapatkan keuntungan dan mampu meningkatkan perekonomian keluarga.

Jelang Idul Adha 1441 H Bupati HSU H Abdul Wahid HK sendiri mengeluarkan surat edaran nomor 660/431/DISPERKIM-LH/2020 tentang imbauan pelaksanaan Idul Adha tanpa kantong plastik di Kabupaten HSU. Ini juga merupakan tindak lanjut Surat Edaran yang dikeluarkan tahun 2018 dengan nomor 660/496/Disperkim-LH/2020 tentang Himbauan untuk Mengurangi Penggunaan Kantong Plastik yang Tidak Ramah Lingkungan.  Ditambah dengan Fatwa Majelis Ulama Indonesia MUI Nomor 41 Tahun 2014 terkait tentang pengelolaan sampah untuk mencegah kerusakan lingkungan. (kanalkalimantan.com/dew)

Reporter : dew
Editor : bie


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Bisnis

Pengamat Ekonomi: RUU Cipta Kerja Salah Satu Cara Mengantisipasi Bonus Demografi

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Ilustrasi pekerja. foto: pexels
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, JAKARTA – Pengamat ekonomi dari Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi (STIA) Bagasasi Bandung, Santo Dewatmoko menyebut RUU Cipta Kerja dapat menjadi solusi percepatan pengurangan pengangguran jika disahkan.

Hal tersebut dikemukakan Santo Dewatmoko dalam acara webinar bertajuk Memadankan RUU Cipta Kerja : Antisipasi-Solusi Ketenagakerjaan yang diselenggarakan Pusat Studi Humaniora dan Kemasyarakatan STIA Bagasasi, Kamis (23/7/2020).

“RUU Cipta Kerja jika disahkan dapat menjadi salah satu solusi untuk percepatan mengurangi pengangguran,” ujar Santo Dewatmoko di acara yang digelar secara virtual tersebut.

Santo Dewatmoko, dosen Ekonomi Bisnis STIA Bagasasi Bandung. foto: ist

Lebih lanjut, dosen Ekonomi Bisnis STIA Bagasasi ini menjelaskan, saat ini masih terdapat 7,05 juta pengangguran; 2,24 juta angkatan kerja baru; 8,14 juta; setengah penganggur, dan 28,41 juta pekerja paruh waktu (45,84 juta angkatan kerja yang bekerja tidak penuh). Penciptaan lapangan kerja masih berkisar 2-2,5 juta per tahunnya. Tingginya angka pengangguran, diperparah dengan adanya wabah pandemi Covid-19.



 

Baca juga: Setu Curi Ribuan ‘CD’ Wanita, Dipasangkan ke Boneka untuk Fantasi

“Pada masa Covid 19 ini, memaksa sebagian besar pengusaha melakukan PHK pekerjanya, sehingga banyak terjadi pengangguran. Kejadian ini bisa menjadi bahan pertimbangan kajian untuk pengusaha dan serikat pekerja, agar dapat duduk bersama dalam mencari titik temu untuk segera menuntaskan RUU Cipta Kerja bersama DPR dan pemerintah,” tambah Santo.

Menurutnya, RUU Cipta Kerja memiliki nilai positif yakni bisa menyerap tenaga kerja lebih banyak Sehingga pengangguran bisa ditekan dan berkurang.

Baca juga: Dua Hari Berturut-turut, Kasus Sembuh Covid-19 Kalsel Lampaui Temuan Kasus Baru

Selain itu, Santo juga menilai RUU Cipta Kerja dapat menjadi salah satu cara untuk mengantisipasi bonus demografi yang dialami Indonesia. Karena menurutnya, bonus demografi ini bisa menjadi peluang atau ancaman.

“Lebih dari 68% penduduk Indonesia berada di usia produktif. Kelompok usia produktif ini harus disiapkan lapangan pekerjaan agar bonus demografi tidak menjadi bencana demografi,” kata Santo. (kanalkalimantan.com/rls)

Reporter : rls
Editor : kk


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Paling Banyak Dibaca

-->