Connect with us

Kabupaten Kapuas

Cegah Penyebaran Covid-19, Pegawai DPMD Kapuas Ikuti Rapid Test

Diterbitkan

pada

Rapid test yang dilaksanakan jajaran DPMD Kapus Foto: ags
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN. COM, KUALA KAPUAS – Guna memutus mata rantai penyebaran virus Corona, seluruh pegawai pada Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Kapuas menjalani rapid test di aula DPMD Jalan Tambun Bungai, Kuala Kapuas, Selasa (14/7/2020).

Kepala DPMD Kapuas, Yanmarto menyampaikan, rapid test dilaksanakan Pemkab Kapuas melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 dalam hal ini Dinas Kesehatan Kapuas.

“Kegiatan ini diikuti seluruh pegawai di lingkungan DPMD sebanyak 52 orang. Kita bersyukur bahwa hasil rapid test menunjukan semuanya non reaktif,” kata Yanmarto.

Kepala DPMD Kapuas ini menyampaikan ucapan terima kasih kepada Bupati Kapuas Ben Brahim S Bahat, di mana melalui Dinkes sudah memberi perhatian untuk terlaksananya rapid test tersebut.



“Hal ini mengingat keberadaan kantor DPMD yang sehari-harinya harus melayani penyelenggara desa yang mengurus ADD, maupun DD,” ungkap dia.

Menurut Yanmarto, mereka yang rutin berurusan adalah para penyelenggara desa dari 17 Kecamatan dan 214 desa yang juga dikhawatirkan berpotensi menjadi media penularan Covid-19.

“Untuk itu sebagai langkah antisipasi DPMD selama ini telah membuat SOP sesuai protokol Covid-19 yang harus dipatuhi oleh Pemdes dan masyarakat yang berurusan,” terang Yanmarto.

Ia berharap rantai penularan Covid-19 juga dapat diputus melalui gerakan lawan Covid-19 di seluruh desa melalui program program yang dibiayai dari ADD maupun DD serta partisipasi masyarakat desa. (Kanalkalimantan.com/ags)

 

Reporter : Ags
Editor : Cell


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Kabupaten Kapuas

Hari Terakhir Ops Patuh Telabang, Satlantas Polres Kapuas Tilang 26 Pelanggar

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Satlantas Polres Kapuas menjaring 26 pelanggar lalu lintas saat hari terakhir Operasi Patuh Telabang 2020 yang berakhir, Rabu (5/8/2020). foto: ags
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN. COM, KUALA KAPUAS – Jajaran Satlantas Polres Kapuas menjaring 26 pelanggar lalu lintas saat hari terakhir Operasi Patuh Telabang 2020 yang berakhir, Rabu (5/8/2020).

Operasi Patuh Telabang hari ini terakhir digelar depan kantor Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kapuas, jalan Maluku Kabupaten Kapuas, Kalteng.

“Untuk jumlah pelanggaran hari ini ada 26,” sebut Kasatlantas Polres Kapuas AKP Marsono. AKP Marsono mengharapkan agar dari penindakan pelanggaran itu, masyarakat semakin dapat tertib dalam berlalu lintas, sehingga semuanya tetap berjalan aman dan nyaman selama berlalulintas.

“Kami harapkan semuanya dapat terus mengutamakan keselamatan dalam berlalu lintas di jalan umum,” tuturnya.



Selain itu, dia meminta kepada pengendara untuk terus melengkapi kelengkapan kendaraan bermotor, baik itu surat menyurat dan lain sebagainya.

“Karena itu penting sekali, demi keselamatan diri sendiri maupun orang lain dan selalu patuhi protokol kesehatan untuk memutus mata rantai penularan Covid-19,” ucap Kasatlantas. (kanalkalimantan.com/ags)

Reporter: ags
Editor: bie


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Kabupaten Kapuas

Tekan Stunting, Desa Muroi Raya Bikin Pos Gizi

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Pos gizi Desa Muroi Raya upaya menekan angka stunting. Foto : ags
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN. COM, KUALA KAPUAS
Upaya Pemerintah Desa Muroi Raya dan Tim Penggerak PKK desa Muroi Raya menurunkan angka stunting melibatkan masyarakat dengan pemahaman dan pencegahan stunting bagi balita, remaja putri (calon ibu) dan juga ibu hamil. Lewat pos gizi di desa Muroi Raya warga diberi pemahaman agar anak-anak bisa tumbuh menjadi generasi sehat, tinggi dan cerdas.

Ketua TP PKK Desa Muroi Raya Hj Betsi mengatakan, inovasi positif pos gizi ini dilakukan sebagai upaya menekan angka stunting di desa.

“Stunting kan kekurangan gizi kronis ya, masa untuk memperbaiki ada di anak usia 2 tahun. Masih bisa sampai 5 tahun tapi sulit, hanya sedikit (15 persen). Jadi, jangan nunggu anak telanjur stunting. Terlambat itu,” kata Hj Betsi di hadapan warga desa yang rata-rata para ibu, Selasa (4/8/2020).

“Tujuan kami melaksanakan imbauan ini bukan semata-mata untuk pemerintah, tapi mengubah mindset masyarakat. Kegiatan ini kami laksanakan pada awal setiap tahun,” terang Ketua TP PKK Muroi Raya.



Di dalam kegiatan pos gizi, hal pertama yang dilakukan ialah pendataan sasaran melalui pengukuran di Posyandu oleh kader dan divalidasi oleh petugas kesehatan. Bila ditemukan penyakit penyerta, maka dilakukan perawatan terlebih dahulu sampai pulih, baru diikutsertakan dalam pos gizi.

Hasil pendataan ini disampaikan pada musyawarah masyarakat desa yang dipimpin oleh kepala desa, untuk menentukan tempat dan waktu pelaksanaan pos gizi. Peserta pos gizi bayi (6-11 bulan) dan balita (12-59 bulan) beserta ibunya, akan dikumpulkan di pos gizi untuk dipantau penambahan berat badannya.

Kepala Desa Muroi Raya, H Ripansyah mengatakan, di pos gizi ini ibu diajarkan personal hygiene, melakukan permainan, serta diajari kader memasak makanan berat menggunakan bahan pangan lokal. Selain itu, para peserta juga harus datang tepat waktu dan tidak boleh membawa snack, susu dan uang jajan. (kanalkalimantan.com/ags)

Reporter : Ags
Editor : Bie



  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Paling Banyak Dibaca

-->