Connect with us

Kota Banjarmasin

Cerita BPK di Banjarmasin, Habib Salim: Safety Diri Dulu, Baru Menolong Orang Lain

Diterbitkan

pada

Ketua BPK Masjid Noor Banjarmasin, Habib Salim Muhammad Alkaff. Foto : Mario
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

BANJARMASIN, Sejak kecil menantang api, tentu sudah banyak pengalaman yang dilalui oleh Habib Salim Muhammad Alkaff. Pria yang kini menjadi ketua BPK Masjid Noor Banjarmasin berbagi cerita lapangan yang ia alami langsung ketika bertugas menaklukan api bersama rekan-rekannya.  Ditemui di pos BPK Masjid Noor jalan Pangeran Samudera, Banjarmasin, Rabu (18/9) siang, ia tengah bersantai sembari mempersiapkan diri untuk memberikan sumbangan kepada korban kebakaran di Kampung Melayu, beberapa waktu lalu.

Sembari sedikit memutar memori ke belakang, ia mengingat satu momen yang seingatnya terjadi sekitar tahun 89-an. Ia menyaksikan langsung seorang rekannya yang terseret oleh mobil BPK yang akan menorobos api.

“Tidak robek lagi, hancur (punggung belakang). Tapi Alhamdulillah sampai sekarang orangnya masih sehat,” kenangnya.

Lain cerita, Habib Salim juga pernah mengalami kejadian dimana harus memadamkan api di sebuah perusahaan. Di dalam sebuah gudang terkurung 8 orang, di dalam ruangan itu banyak bahan-bahan kimia yang mudah terbakar, kenangnya. Namun berkat keberanian para anggota BPK, api berhasil dijinakan dan 8 orang tersebut keluar dengan selamat. Meski mesin pemadam harus menjadi korban.



“Selain itu kecelakaan juga ada lah, tapi syukur tidak sampai parah,” ceritanya santai.

Sembari mencoba mengingat puluhan pengalaman menantang bahaya, Habib Salim tiba-tiba tertawa pelan akibat teringat pernah menyaksikan salah satu anggotanya tiba-tiba pingsan akibat kehabisan nafas ketika memadamkan api.

 Baca: Dibalik Heroiknya BPK di Banjarmasin, Banyak Aksi Minim Dana, Kadang Urunan Sendiri

“Aduh, mati pikir saya. Harus tanggung jawab ke orangtuanya. Tapi setelah diturunkan dan diperiksa anggota lain, dia sadar,” cerita Habib Salim sembari tertawa.

Alhasil, kini bagi siapa saja yang ingin menjadi anggota BPK, selain harus di atas 17 tahun, mereka juga harus membuat surat persetujuan orang tua, terang Salim. Meski di lapangan ia masih melihat banyak anak di bawah umur yang ikut bergabung dengan para BPK, ia sangat menganjurkan agar para BPK lainnya bisa memperhatikan anggota masing-masing.

Dari ratusan pengalaman yang telah ia lalui, menurutnya sangat penting jika para anggota BPK ini dibenahi dengan ilmu pertolongan pertama dan ilmu dasar medis agar mampu tidak hanya memadamkan api saat bertugas di lapangan. Dulu, bahkan BPK pernah kedatangan Japan Paramedical Rescue yang membagi ilmunya kepada para BPK di Banjarmasin. “Kita lupa mereka datang sendiri atau kerja sama dengan pemerintah waktu itu,” bebernya.

Di tengah teriknya udara kota Banjarmasin, mengakhiri ceritanya, Habib Salim berpesan kepada anggota BPK yang bertugas di Banjarmasin selalu mengutamakan keselamatan diri dan orang lain. “Jangan sampai BPK yang ingin membantu masyarakat justru malah dibantu oleh masyarakat,” ingatnya.

Pun saat bergegas menuju lokasi kejadian, BPK harus memperhatikan kondisi jalan yang dilalui dan jangan semena-mena. “Apalagi mengingat tidak sedikit kasus kecelakaan lalu lintas akibat BPK yang berkendara sangat cepat di jalan raya,” tutupnya. (mario)

Reporter : Mario
Editor : Bie

 


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Kota Banjarmasin

Besok Berakhir, Pemko Banjarmasin Belum Putuskan Status Tanggap Darurat Turun jadi Siaga!

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Genangan air masih di temukan di sejumlah lokasi di Banjarmasin Foto: putra
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN– Pemberlakuan status tanggap darurat di Banjarmasin akan berakhir besok, Kamis (27/1/2021). Namun belum dipastikan, apakah statusnya turun jadi siaga darurat atau tidak.

Hal itu disampaikan Plt Kepala BPBD Kota Banjarmasin Budian Noor. Menurutnya, pemko masih menganalisa apakah akan menurunkan status.

“Mengingat masih ada kawasan tergenang banjir dan masih adanya pengungsi. Kita lihat perkembangannya besok apakah dihapuskan atau ke status siaga darurat,” tuturnya, Rabu (27/1/2021).

Menurutnya sendiri, patokan penetapan status bencana di Kota Seribu Sungai sekarang ini tergantung kondisi genangan di dua kecamatan yang dianggap paling parah,
Seperti di wilayah Kecamatan Banjarmasin Timur meliputi Sungai Lulut, Pramuka, Ahmad Yani, Manggis, Gatot Subroto, dan Banjarmasin Selatan. Sedangkan wilayah lain, kondisinya sudah kondusif, dengan klasifikasi ketinggian air kawasan tersebut berbeda, tergantung lokasinya.



Ia menegaskan beberapa kebijakan masih berlaku. Mulai dari posko dapur umum dan distribusi bantuan kepada warga terdampak banjir.

“Sekarang kan tinggal di Kecamatan Banjarmasin Timur dan Selatan saja. Paling parah ketinggian banjir terjadi di kawasan Simpang Limau, di sana masih selutut airnya. Kalau yang lain kan sudah surut secara drastis,” imbuhnya.

Di tambahkannya juga bahwa dengan adanya pembongkaran bangunan yang menutupi saluran air atau drainase untuk mengalirkan air ke sungai yang lebih besar, yakni Sungai Martapura. “Karenanya saat ini di kawasan Banjarmasin Timur khususnya di wilayah Jalan Pramuka dan Dharma Praja sudah mulai berangsur-angsur turun,” pungkasnya.

Ia juga mengatakan untuk penanganan Pasca Banjir, pihak Pemko Banjarmasin akan fokus pada proses rehabilitasi dan pembersihan sampah, bangunan-bangunan yang terdampak. (Kanalkalimantan.com/putra)

 

Reporter : Putra
Editor : Cell

 

 

 

 


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Kota Banjarmasin

Donasi Masohi Peduli Bantu Korban Banjir Kalsel  

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Lewat Purna Anggota Dewan Kerja (PADK) Pramuka Indonesia, warga Masohi mengamanahkan bantuan sebesar Rp 8.251.500 untuk korban banjir di Kalsel. Foto: ist
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Bencana banjir di Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) menggugah warga Masohi, Kabupaten Maluku Tengah, Provinsi Maluku, memberikan bantuan sebagai bentuk kepedulian dan ikut meringankan beban korban banjir.

Melalui pengumpulan donasi yang dibuka oleh Purna Anggota Dewan Kerja (PADK) Pramuka Indonesia, warga Masohi mengamanahkan sebesar Rp 8.251.500 untuk korban banjir di Kalsel.

“Melalui Masohi Peduli mewakili masyarakat Masohi, Kabupaten Maluku Tengah,  Provinsi Maluku, kami melakukan aksi penggalangan dana guna sedikit membantu saudara saudara kami yang ada di Kalimantan Selatan dan Sulawesi Barat,” ungkap Ketua Komunitas, Latifah Hanum.

“Masohi Peduli merupakan gerakan relawan yang terdiri dari pemuda pemudi Masohi yang memiliki niat turut membantu meringankan beban saudara di Kalimantan Selatan dan Sulawesi Barat,” lanjutnya.



 

Sementara itu, Sugianto anggota PADK Kalsel masih membuka donasi yang akan menyalurkan bantuan untuk korban terdampak banjir Kalsel.

“Kami ucapkan terimakasih kepada warga Masohi yang turut membantu meringankan beban kami, amanah ini segara kami sampaikan kepada korban terdampak banjir yang memerlukan,” ungkapnya.

“Semoga amal ibadah warga Masohi mendapat balasan yang berlipat ganda dari Allah SWT dan kesejahteraan,  lindungan serta rahmat-Nya. Tidak lupa kami juga mengimbau kepada purna, aktifis dewan kerja Pramuka Indonesia untuk dapat berpartisipasi dalam menanggulangi musibah yang banyak terjadi pada akhir-akhir ini,” pungkasnya. (kanalkalimantan.com/rls)
Reporter: rls
Editor: kk


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Paling Banyak Dibaca

-->