Connect with us

Kota Banjarmasin

Ciptakan Rasa Aman, Personel Polresta Banjarmasin Standby On Call

Diterbitkan

pada

Polresta Banjarmasin gelar patroli cipta kondisi, Jum’at (31/7/2020) malam. foto: humas polresta banjarmasin
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Mengantisipasi terjadinya gangguan Kamtimbas akhir pekan, Polresta Banjarmasin gelar patroli cipta kondisi, Jum’at (31/7/2020) malam.

Dipimpin Kapolresta Banjarmasin Kombes Pol Rachmat Hendrawan SIK MM bersama Kasat Binmas Kompol Soni Sulardi SH.

Kasat Binmas Polresta Banjarmasin Kompol Soni Suladri SH mengatakan, iat rutin ini dilaksanakan bersama personel  standby on call gabungan jajaran Polresta Banjarmasin guna meminimalisir terjadinya gangguan kamtibmas, serta memonitor kegiatan masyarakat kota seribu sungai pada malam hari.

“Ini merupakan upaya kepolisian dalam menciptakan rasa aman serta wujud penjabaran salah satu program Kapolda Kalsel Irjen Pol Dr Nico Afinta untuk penguatan pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (Harkamtibmas) dengan meningkatkan kepekaan faktual terhadap situasi global, regional, dan lokal dalam upaya pencegahan pandemi Covid-19,” beber Soni Sulardi.



Polresta Banjarmasin gelar patroli cipta kondisi, Jum’at (31/7/2020) malam. foto: humas polresta banjarmasin

Selain menggelar patroli, Kasat Binmas bersama personel juga melakukan kunjungan ke kampung tangguh banua di jalan Garuda Kelurahan Basirih Selatan dan di gang Budaya Kelurahan Telawang.

Kasat Binmas menyampaikan kepada para relawan kampung tangguh agar dalam pelaksanaan tugasnya tetap menerapkan dan mempedomani protokol kesehatan Covid-19.

“Kita sambangi untuk memperkuat hubungan silaturahmi antara personel Polri dengan para relawan. Sekaligus juga kita memberikan memotivasi dan dorongan semangat dalam bertugas,” tutur Soni Sulardi.

Terpisah Kapolresta Banjarmasin Kombes Pol Rachmat Hendrawanmengatakan bahwa kampung tangguh dibuat untuk pencegahan penyebaran  Covid-19 serta merupakan tindak lanjut atensi dari Kapolda Kalsel.

“Harapan kita tentunya peran aktif masyarakat dalam mengelola menjalankan kampung tangguh banua salah satu elemen penting dalam memutus mata rantai Covid-19 di masing-masing wilayah tempat tinggal,” jelas Kapolresta Banjarmasin. (kanalkalimantan.com/rls)

Reporter: rls
Editor: bie


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
iklan
Komentar

Kota Banjarmasin

Ibnu Sina Dua Kali Lakukan Swab, Hasilnya Negatif

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Pengambilan Swab dilakukan kepada Wali Kota Banjarmasin pertama kali setelah sempat kontak erat dengan orang posisif Covid-19. foto: humpro banjarmasin
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Setelah sempat kontak dengan Wali Kota Banjarbaru H Nadjmi Adhani yang belakangan terpapar Covid-19, Wali Kota Banjarmasin H Ibnu Sina melakukan pengambilan swab. Di mana, pengambilan swab pertama dilakukan pada 30 Juli 2020 lalu, dan yang kedua dilakukan pada Senin (3/8/2020) kemarin.

“Di sini ada surat resmi dari RSUD Sultan Suriansyah, yang menyatakan hasilnya swab 1 hasilnya negatif SARS-Cov-2,” kata Ibnu di Balaikota Banjarmasin, Selasa (4/8/2020) sore.

Pun dengan pengambilan swab kedua, hasil swab Ibnu pun juga dinyatakan negatif SARS-Cov-2. Ia menyebut, hasil swab kedua baru ia terima pada siang Selasa (4/8/2020).

Pengambilan swab pertana sendiri dilakukan di rumdin Wali Kota Banjarmasin di jalan Dharma Praja Banjarmasin. Sedangkan pengambilan swab kedua dilakukan di RSUD Sultan Suriansyah Banjarmasin.



Ditambahkan Ibnu, pengambilan swab hanya dilakukan untuk dirinya. Karena, ia mengakui sempat berkontak dengan Nadjmi, saat menghadiri kunjungan kerja Mendagri Tito Karnavian di Gedung Mahligai Pancasila Banjarmasin, pada 18 Juli 2020 lalu.

“Kemarin memang rekomendasinya ke saya saja. Karena yang kontak erat dengan pak Wali (Nadjmi) kan saya saat itu duduk satu meja,” bebernya.

Kendati begitu, Ibnu mengatakan saat menghadiri pengarahan dari Mendagri, seluruh peserta sudah mengenakan alat pelindung diri (APD). Seperti masker dan sarung tangan, guna meminimalisir penularan Covid-19.

“Kalau saya terpapar, semua harus diisolasi. Termasuk tim pendamping, bahkan Pemko ini harus disterilisasi. Tetapi hasilnya saya dinyatakan sehat dan negatif Covid-19,” lugasnya.

Ditanya apakah ajudan Ibnu dan tim humas juga menjalani pengambilan swab, ia menyebutkan bahwa mereka tidak menjalaninya. Karena disebutnya, tidak terjadi kontak langsung dengan Nadjmi saat itu.

“Karena kontaknya ke saya. Kalau misalnya clear, Insyaallah aman. Tapi kami minta saran Kepala Dinkes Banjarmasin selaku otoritas. Karena tidak bisa sembarangan swab, namun jika diperlukan kita persilakan,” tandasnya. (kanalkalimantan.com/fikri)

Reporter : Fikri
Editor : Bie



  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Kota Banjarmasin

Setahun Tak Makan Daging, Sarbini dan Keluarga Bersyukur Terima Daging Kurban Rumah Yatim

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Rumah Yatim menyalurkanhewan kurban kepada anak yatim seperti Sarbini dan dua adiknya Foto : rumah yatim
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN– Idul Adha menjadi salah satu momen untuk berbagi. Ini sebagaimana dilakukan seluruh cabang Rumah Yatim yang menyampaikan amanah dari para donatur untuk menyalurkan daging kurban hingga ke pelosok nusantara.

Di antaranya yaitu Rumah Yatim area Kalimantan Selatan. Tahun ini, sebanyak 500 mustahik di Kota Banjarbaru, Banjarmasin, dan Kabupaten Barito Kuala telah merasakan nikmatnya daging kurban.

Salah satunya, Sarbini (15) beserta kedua adik kembarnya bernama Jala dan Jama. Mereka mengaku begitu senang menerima pemberian daging kurban. Pasalnya, sudah lebih dari satu tahun mereka tidak merasakan daging.

“Kami sudah 1 tahun tidak memakan daging. Tapi Alhamdulillah, berkat Rumah Yatim kami bisa merasakan nikmatnya daging kurban di masa pandemi seperti ini. Terima kasih Rumah Yatim, semoga selalu diberikan keberkahan oleh Allah SWT,” tutur Isar, sapaan akrab Sarbini kepada Rumah Yatim, Jumat (31/7).



Diketahui, Sarbini dan ketiga adiknya merupakan anak yatim yang ditinggal ayahnya kurang lebih 1,5 tahun lalu. Sang ayah mengalami kecelakaan. Sejak kepergian sang Ayah, Sarbini terpaksa harus putus sekolah karena Ibunya yang hanya penjual sayur tak mampu membiayai pendidikan Sarbini dan kedua adiknya.

“Sebenarnya saya ingin sekali melanjutkan sekolah, tapi apalah daya dengan keterbatasan ekonomi terpaksa saya berhenti menuntut ilmu. Ini pula adik kembar saya ini sudah masuk usia sekolah,” tuturnya.

“Saya berdoa, semoga adik saya bisa sekolah dengan kondisi ekonomi keluarga kami seperti ini. Agar kami bisa membahagiakan ibu kami,” harap Sarbini.

Dalam kesempatan ini, tim Rumah Yatim area Kalimantan Selatan mengunjungi kediaman Sarbini di Jl. Trans Kalimantan, Desa Sei Lumbah, Kecamatan Alalak, untuk memberikan daging qurban kepadanya. Sarbini beserta ibu dan adik-adiknya sangat senang menerima bantuan ini.(Kanalkalimantan.com/rls)

Reporter : Rls
Editor : Cell



  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Paling Banyak Dibaca

-->