Connect with us

HEADLINE

Covid-19 di Kalsel Terus Bertambah Capai 3.818 Kasus, Lebih 96 Persen Hasil Tracing

Diterbitkan

pada

Jubir GTPP Covid-19 Kalsel Muhamad Muslim membeberkan perkembangan terbaru kasus Covid-19 di Kalsel, Rabu (8/7/2020) sore. Foto : Diskominfo Kalsel
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Tren kasus positif Covid-19 di Kalimantan Selatan terus bertambah. Hingga Rabu (8/7/2020) sore, Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kalsel mencatat, total kasus keseluruhan mencapai 3.818 kasus.

Menurut Juru Bicara GTPP Covid-19 Kalsel Muhamad Muslim, tercatat ada penambahan kasus positif Covid-19 sebanyak 123 kasus. Di mana, dari jumlah tersebut, 4 kasus berasal dari pasien dalam pengawasan (PDP) yang statusnya berubah menjadi pasien terkonfirmasi positif Covid-19. Terdiri dari masing-masing 2 pasien dari RSUD Ulin Banjarmasin dan RSUD Sultan Suriansyah Banjarmasin.

“Sedangkan 119 kasus merupakan hasil tracing kontak. Oleh karena itu, kasus baru yang kami laporkan pada sore hari ini, sebesar 96,7 persen berasal dari tracing kontak,” beber Muslim di Banjarbaru, Rabu (8/7/2020) sore.

Hasil tracing kali ini, mayoritas disumbang dari Kabupaten Balangan sebanyak 51 kasus. Disusul dari Kabupaten Tabalong sebanyak 33 kasus, Kota Banjarmasin sebanyak 15 kasus, Kabupaten Tanah Laut sebanyak 8 kasus dan Kabupaten Hulu Sungai Selatan sebanyak 6 kasus.



Kemudian, kasus positif Covid-19 lainnya disumbang dari Kota Banjarbaru dan Kabupaten Banjar yang masing-masing berjumlah 3 kasus, Kabupaten Barito Kuala sebanyak 2 kasus dan Kabupaten Hulu Sungai Tengah sebanyak 1 kasus.

Saat ini, dari total 2.470 kasus positif Covid-19 yang menjalani perawatan, sebanyak 320 kasus menjalani perawatan di beberapa rumah sakit, atau sebesar 13 persen dari jumlah kasus yang dirawat. Sedangkan 2.157 kasus lainnya menjalani perawatan di karantina khusus maupun isolasi mandiri.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalsel ini juga memastikan, kasus positif Covid-19 yang sembuh juga mengalami penambahan. Tercatat, hingga saat ini sebanyak 1.139 kasus positif Covid-19 yang telah dinyatakan sembuh atau 29,8 persen dari total kasus keseluruhan.

“Ada 53 orang yang dirawat dan dinyatakan sembuh. Berasal dari 15 orang di Balai Pelatihan Kesehatan (Bepelkes) Kalsel di Banjarbaru, berasal dari Kabupaten Banjar sebanyak 3 orang, 7 orang dari Banjarmasin, satu orang dari Balangan, satu orang dari Tapin, dua orang dari Banjarbaru, dan satu orang dari Barito Kuala,” tutur Muslim.

Disusul sebanyak 6 orang yang sembuh dari karantina khusus di Kabupaten Tanah Bumbu, 9 orang dari karantina khusus di Kabupaten Kotabaru dan 7 orang dari karantina khusus di Kabupaten Balangan.

Selanjutnya, 10 orang juga dinyatakan sembuh dari karantina khusus di eks RSUD H Boejasin lama Pelaihari Kabupaten Tanah Laut, 4 orang dari karantina khusus di Kabupaten Hulu Sungai Tengah, dan satu orang dari karantina khusus di Kabupaten Banjar. “Ada satu pasien dari RSUD Ulin yang dinyatakan sembuh,” lugas Muslim.

Kendati begitu, kasus kematian akibat Covid-19 juga bertambah, hingga mencapai angka 209 kasus. Penambahan sebanyak 4 kasus baru kematian akibat Covid-19 ini, berasal dari PDP yang meninggal dunia dan terkonfirmasi positif Covid-19.
“Diantaranya yang dirawat di RSUD Ulin Banjarmasin sebanyak 2 kasus, warga Banjarmasin.

Ini meninggal dunia di tanggal 3 Juni dan 4 Juli 2020. Kemudian dari RS Bhayangkara asal Barito Kuala, yang meninggal dunia pada 22 Juni 2020 dan satu dari RSUD H Boejasin Pelaihari, yang meninggal dunia pada 3 Juli 2020,” pungkas Muslim. (Kanalkalimantan.com/fikri)

Reporter : Fikri
Editor : Chell


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
iklan
Komentar

HEADLINE

WHO: Mungkin Tak Akan Pernah Ada Obat untuk Covid-19

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Dirjen Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus. Foto : Reuters/Dennis Balibouse
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTA.COM, JENEWA – Harapan dunia untuk memutus siklus penularan dan penutupan wilayah kini bertumpu pada vaksin. Tetapi dalam konferensi pers secara virtual hari Selasa, Dirjen Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus di Jenewa mengatakan pemerintah dan warga seharusnya berfokus pada apa yang diketahui ampuh yaitu testing, pelacakan kontak, jaga jarak fisik dan pemakaian masker.

“Kita semua berharap memiliki sejumlah vaksin ampuh yang bisa membantu mencegah orang tertular. Namun, tidak ada obat yang manjur saat ini – dan mungkin tidak akan pernah ada. Jadi, yang bisa dilakukan saat ini untuk menghentikan wabah adalah menerapkan dasar-dasar kesehatan masyarakat dan pengendalian penyakit,” ujar Tedros.

Meskipun sudah memberlakukan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) selama berbulan-bulan sehingga melumpuhkan ekonomi, pandemi virus corona terus meluas. Kini tercatat hampir 700.000 kematian di seluruh dunia. Di Amerika, penasihat Gedung Putih memperingatkan, virus itu “menyebar sangat luas.”

Di negara-negara yang sebelumnya berhasil mengendalikan, wabah kembali merebak, misalnya Australia. Hari Senin, PSBB baru kembali diterapkan di negara bagian Victoria yang terimbas keras. Jam malam juga diberlakukan di Melbourne, ibu kota negara bagian itu, selama enam minggu ke depan. Semua bisnis yang dinilai non-esensial ditutup, dan pesta pernikahan dilarang.



Di Filipina, pemerintah juga menerapkan kembali penutupan wilayah atau lockdown setelah jumlah penularan melampaui 100 ribu. Lebih dari 27 juta orang – termasuk di ibukota negara itu, Manila, kembali harus diam di rumah selama dua minggu mulai Selasa.

Iran, negara yang paling terimbas pandemi di Timur Tengah, melaporkan jumlah penularan tertinggi dalam satu hari dalam hampir sebulan. Pemerintah memperingatkan, sebagian besar provinsi di sana menghadapi perebakan kembali virus corona.

Tetapi, Amerika masih menjadi negara yang paling terimbas pandemi. Sejauh ini, dilaporkan 4,6 juta kasus dan hampir 155.000 kematian di Amerika.

Deborah Birx, kepala gugus tugas virus corona Gedung Putih, memperingatkan negara itu telah memasuki “fase baru”. “Apa yang kita saksikan sekarang berbeda dari apa yang terjadi pada Maret dan April,” kata Birx kepada stasiun televisi CNN. Ia menambahkan, virus ini “menyebar sangat luas.”

Kepala teknis WHO untuk tanggap COVID-19 Maria Van Kerkhove mengatakan kajian baru-baru ini memperkirakan tingkat kematian akibat virus corona adalah 0,6 persen. “Mungkin angka itu terdengar tidak besar, tetapi cukup tinggi jika memperhitungkan virus yang mudah menular, yang bisa menular dengan cepat,” katanya.

Pandemi mendorong banyak pihak bergegas membuat vaksin. Rusia hari Senin menyatakan akan meluncurkan vaksin secara massal pada September dan memproduksi “jutaan” dosis vaksin setiap bulan sebelum tahun depan. (ka/jm)

 


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

HEADLINE

Jalan Panjang Denny Raih ‘Tiket’ Gerindra-Demokrat, Politik Tanpa Fulus Berakhir Mulus!

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Jalan panjang dilakukan Denny-Difriadi mendapatkan dukungan Gerindra dan Demokrat di Pilgub Kalsel. Foto : ilustrasi yuda
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU– Perjalanan panjang ‘hijrah gasan Banua’ Denny Indrayana di Pilgub Kalsel akhirnya sampai pada level pertama untuk mengantongi tiket rekomendasi parpol. Setelah lebih sembilan bulan berjuang meyakinkan Gerindra dan Demokrat, akhirnya kedua parpol tersebut memutuskan memberikan mandat. Terpenting, Denny membuktikan komitmennya bahwa dukungan tersebut diraih tanpa mahar politik uang!

Berawal dari tekadnya maju melawan incumbent Sahbirin Noor, langkah mantan Wamenkum HAM era Presiden SBY ini terasa musykil pertamanya. Betapa tidak, tanpa dukungan apapun dan hanya bermodal niat, ia bertekad maju.

Kepada Kanalkalimantan.com, pegiat anti korupsi ini menceritakan awal mula langkahnya mencebur ke pertarungan Pilgub Kalsel.

“Saya ketika itu gelisah. Masak tidak ada yang berani melawan incumbent? Dengan membaca Bismillah, setelah saya melaksankan sholat malam ketika itu, saya tegaskan untuk maju!” katanya.



Lalu, pada Minggu (13/10/2019) Denny mendeklarasikan pencalonannya sebagai Gubernur Kalsel di hadapan puluhan jurnalis di Kalsel, yang hadir dalam jumpa pers di Varras Resto, Jl A Yani Km 36,6 Banjarbaru, Kalsel.

Dari situlah, langkah demi langkah mulai ditapaki Denny Indrayana. Hanya bermodal solidaritas rekan dan koleganya saat itu, ia mulai mendaftar ke sejumlah partai yang mulai membuka penjaringan kandidat. Hampir semua parpol didatangi, termasuk Gerindra dan Demokrat.

Termasuk, ia menggalang dukungan relawan untuk menyetor KTP sebagai cadangan jika tak ada parpol yang meminangnya. Sehingga ia akan menggunakan jalur independen. Tapi seiring waktu, jalur independen ia tinggalkan. Denny pun fokus kepada dukungan partai.

Denny mengatakan, ia memiliki kedekatan emosional dengan sejumlah partai. “Ya, khususnya dengan Partai Demokrat dan Gerindra. Karena memang secara pribadi kenal dan pernah bersama dengan ketua umumnya,” katanya.

Ia menceritkan, perlu waktu dan kesabaran berjuang di jalur parpol. Terlebih, ia menegaskan bahwa tak menggunakan politik uang. Baginya, terwujudnya good governance harus dimulai dari langkah pertamanya.

“Ibaratnya, wudhu kita harus sah sebelum kita sholat. Kalau langkah pertamanya saja sudah batal dengan melakukan politik uang, maka otomatis semua yang kita idealkan untuk membangun politik yang bersih juga akan batal,” katanya.

Grafis : yuda kanalkalimantan

Hal itu juga yang ia tegaskan, saat diwawancara koleganya, Pakar Hukum Tata Negara Refly Harun dalam video yang diunggah lewat saluran Youtube, Selasa (21/7/2020) malam. Dalam video berjudul “Optimisme Denny Indrayana, Bisa Menang Tanpa Mahar dan Politik Uang”, Refly menyinggung soal pandangan umum soal money politics pada kontestasi politik, termasuk pemilihan kepala daerah (pilkada).

“Orang bilang no money no candidacy. Itu bagaimana mau ngomong anti korupsi? Bagaimana menjawab rumor seperti itu?” tanya Refly kepada juniornya di Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (UGM) itu.

Denny mengatakan, justru di situlah letak tantangannya. Sejauh ini Denny mengaku mendapatkan surat tugas dari Partai Demokrat tanpa sepeser rupiah pun. Begitu juga dengan surat rekomendasi sementara dari Partai Gerindra. Ada juga relawan-relawan yang dinilainya luar biasa militan.

“Jangankan saya kasih uang, malah mereka yang menyumbang membuat kaos, masker dan lain-lain. Jadi tidak ada yang impossible, tapi memang agak ekstra kerjanya,” ujar mantan Stafsus Presiden SBY ini.

Kini, dengan dukungan 8 kursi Gerindra dan 3 kursi Demokrat, sudah pas untuk menjadikan Haji Denny sebagai Cagub Pilgub Kalsel 2020. Dengan total 55 kursi DPRD Provinsi Kalsel, maka 11 kursi Gerindra-Demokrat sudah memenuhi syarat minimal 20% kursi pencalonan.

Namun, Denny rupanya tidak hanya memastikan 11 kursi DPRD Provinsi. Sedang berada di Jakarta, Denny terus berkeliling dan memastikan mendapatkan dukungan partai lainnya. Ketika ditanya, ia tidak mau mengungkapkan partai mana saja yang ditemuinya. “Saya terus membangun komunikasi dengan partai lain untuk berkoalisi. Insya Allah dalam waktu dekat partai koalisi kami akan mendeklarasikan dukungannya,” katanya. (kanalkalimantan.com/cel)

Reporter : Cel
Editor : Cell



  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Paling Banyak Dibaca

-->