Connect with us

Pilkada Banjarbaru

Daftar Pemilih Sementara di Banjarbaru 167.039 Orang, Dominasi Kelompok Usia 35-50 Tahun

Diterbitkan

pada

Pleno penetapan DPS Pilkada Banjarbaru yang digelar KPU Banjarbaru, Selasa (15/9/2020). Foto : Rico
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Rapat pleno terbuka Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Banjarbaru menetapkan daftar pemilih sementara (DPS) Pilkada 2020 Kota Banjarbaru.

DPS yang ditetapkan berdasar hasil kegiatan pencocokan dan penelitian (Coklit) Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP) se-Kota Banjarbaru, sejak 15 Juli-13 Agustus lalu.

“Pasca Coklit, PPS melakukan rekapitulasi Daftar Pemilih Hasil Pemutakhiran (DPHP), dan secara berjenjang kemudian rekapitulasi dilakukan oleh PPK se-Kota Banjarbaru pada tanggal 3 September 2020 lalu.

Pada akhirnya DPHP tersebut direkapitulasi di tingkat kota oleh KPU Kota Banjarbaru, dan ditetapkan menjadi DPS,” ujar Hereyanto, Ketua Divisi Perencanaan Data dan Informasi yang membidangi penyusunan daftar pemilih.



Menurut hasil rekapitulasi DPHP dan penetapan DPS tingkat kota Banjarbaru, KPU pada akhirnya menetapkan ada sebanyak 167.039 pemilih untuk Pilkada tahun 2020. Terdiri dari 81.267 pemilih perempuan dan 85.772 pemilih laki-laki.

“Pemilih tersebut tersebar pada 555 TPS di Kota Banjarbaru,” kata Hereyanto.

Rapat pleno penetapan DPS ini dipimpin oleh Ketua KPU Kota Banjarbaru Hegar Wahyu Hidayat dihadiri Ketua Divisi Hukum dan Pengawasan KPU Provinsi Kalimantan Selatan, Bawaslu Kota Banjarbaru, partai politik, SKPD terkait di lingkungan Pemerintah Kota Banjarbaru, serta PPK/PPS di Kota Banjarbaru.

Jika berdasarkan kelompok usia, DPS Kota Banjarbaru didominasi oleh kelompok usia 35-50 tahun, sebanyak 56.705 orang. Lalu kelompok usia 26-35 tahun sebanyak 38.407 orang dan kelompok usia 17-25 tahun sebanyak 33.121 orang. (kanalkalimantan.com/rico)

Reporter : Rico
Editor : Bie


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
iklan
Komentar

Pilkada Banjarbaru

Darmawan Jaya Menyapa Para Relawan di Posko Pemenangan HMJ

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Calon wakil wali kota Banjarbaru Darmawan Jaya saat mengunjungi salah satu posko pemenangan HMJ Foto: ist
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Calon Wakil Wali Kota Banjarbaru Darmawan Jaya Setiawan mendatangi posko pemenangan di beberapa kelurahan di lima kecamatan yang ada Kota Banjarbaru, Minggu (27/9/2020).

Kedatangan pasangan dari Calon Wali Kota Haji Martinus ini, dimulai di posko pemenangan Landasan Ulin Timur, kemudian ke posko Landasan Ulin Utara, lalu posko Loktabat Utara, serta posko Sungai Tiung dan Cempaka ini. Silaturahmi dilakukan untuk 3 hal yakni bersilaturahmi, berkoordinasi dan berkonsulidasi dengan para relawan.

“Sangat berbahagia dan bangga melihat 3 hal yang ditunjukkan para relawan yakni kekompakan, keharmonisan dan kebersamaan untuk HMJ (Haji Martinus – Jaya) dalam pelaksanaan pilkada 2020 ini,” ujar Jaya.

Dengan semangat yang digelorakan para relawan, tambah Jaya, memberikan kebanggan yang tidak bisa dikatakan dengan apa-apa selain berterimakasih dan mengucap syukur atas semangat para relawan.



“Terus semangat dan semakin kompak dalam berjuang melanjutkan amanah menjadikan Banjarbaru Lebih Baik dan Semakin Baik,” pungkas Jaya.

Untuk diketahui, dalam gelaran pesta demokrasi Pilkada 2020 pasangan calon Walikota Banjarbaru Haji Martinus dan calon Wakil Walikota Banjarbaru Haji Darmawan Jaya Setiawan di dukung 3 partai politik di parlemen yakni Partai Nasdem, Partai Amanat Nasional dan Partai Demokrat.

Tidak hanya itu saja, sebanyak 7 partai politik non parlemen sudah menyatakan mengusung seperti Partai Gelora, Partai Hanura, Partai Berkarya, partai Garuda, Partai Bulan Bintang (PBB), Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI), dan Partai Perindo. (Kanalkalimantan.com/fikri)

Reporter: Fikri
Editor: Cell


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Pilkada Banjarbaru

Total Harta Duet Martinus-Jaya Sebesar Rp 15,2 Miliar

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Pasangan Martinus-Jaya tercatat sebagai paslon Pilkada Banjarbaru yang total hartanya mencapai Rp 15,2 miliar. Foto: ist
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Di urutan ketiga, harta paslon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Banjarbaru, Martinus- Darmawan Jaya Setiawan, total mencapai Rp 15,2 miliar tepatnya 15.280.127.370. Jumlah tersebut hasil penjumlahan dari kekayaan Martinus yang mencapai Rp 2,3 miliar dan kekayaan Jaya yang mencapai Rp 12,9 miliar.

Berdasar laporan LHKPN, Haji Martinus diketahui memiliki 3 lahan tanah yang terpusat di Kabupaten Banjar. Ia juga memiliki 2 tanah berisi bangunan. Nilai seluruh tanah dan bangunan miliknya senilai Rp 1,9 miliar.

Penjabat (Pj) Wali Kota Banjarbaru periode 2015-2016 dan juga mantan Kepala Dinas PUPR Provinsi Kasel itu memiliki 2 mobil, yang nilainya ditafsir menyentuh angka Rp 225 juta.

Tak hanya itu, Martinus diketahui memiliki harta bergerak lainnya dengan nilai Rp 53,5 juta dan di kategori kas dan setara kas sebesar Rp 41,8 juta. Ia juga mencatatkan diri sebagai calon kepala daerah yang tak memiliki utang.



Infografis: kanalkalimantan/yuda

Nilai harta kekayaan Haji Martinus seluruhnya mencapai Rp 2,3 miliar. Ia melaporkan seluruh harta kekayaannya tersebut pada 4 September 2020.

Sementara itu, sosok pendamping Martinus yakni calon Wakil Wali Kota Banjarbaru Darmawan Jaya Setiawan, memiliki total harta kekayaan dengan nilai mencapai Rp 12,9 miliar atau rincinya Rp 12.970.119.958.

Hal ini sebagaimana laporan harta kekayaan Jaya pada 31 Desember 2019, saat menjadi Wakil Wali Kota Banjarbaru periode 2016-2020.

Harta kekayaan Jaya didominasi kepemilikan 12 lahan tanah dan 3 di antaranya telah didirikan bangunan.

Seluruh tanah dan bangunan miliknya tersebut menyentuh nilai Rp 12 miliar. Jaya memiliki 2 alat transportasi berupa mobil yakni CR-V Jeep dan Nissan Grand Livina, dengan nilai Rp 400 juta.

Sisa harta kekayaannya berada di kategori kas dan setara kas dengan nilai Rp 1,4 miliar. Terakhir, Jaya juga tercatat memiliki utang sebesar Rp 979 juta.

Memang LHPKN bukanlah instrumen untuk melihat kebersihan ketiga paslon di Pilkada Banjarbaru. Melainkan hanya sebatas tolak ukur ketaatan hukum para paslon dalam menjalankan prosedur yang ditetapkan dalam persyaratan.(Kanalkalimantan.com/rico)

 

Reporter: Rico
Editor: Cell


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Paling Banyak Dibaca

-->