Connect with us

ACT KALSEL

Daging Global Qurban-ACT Kalsel Sampai ke Pulau Bromo, Besek Jadi Pengganti Kantong Plastik

Diterbitkan

pada

Dermawan Berqurban dari Global Qurban-ACT Kalsel di Pulau Bromo, Kelurahan Mantuil, Kota Banjarmasin. Foto : act kalsel
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

BANJARMASIN, Kebahagiaan warga Pulau Bromo merekah saat daging kurban mulai dipotong. Pemotongan daging kurban tersebut merupakan bagian dari rangkaian program Dermawan Berqurban dari Global Qurban-Aksi Cepat Tanggap (ACT) Kalimantan Selatan bekerjasama dengan Pemerintah Kota Banjarmasin. Penyembelihan dan pemotongan dilaksanakan  Minggu (11/8) di depan Mesjid Byna Taqwa, Kelurahan Mantuil, Banjarmasin. Warga sekitar melakukan penyembelihan hingga pembagian daging secara gotong royong.

Daging kurban didistribusikan dengan wadah besek dari bambu sebagai pengganti kantong plastik. Besek tersebut dinilai lebih ramah lingkungan.

Fathurrahman, anggota Tagana Dinas Sosial Kota Banjarmasin, total hewan kurban yang disembelih berjumlah 2 ekor sapi dan 4 ekor kambing. Proses penyembelihan hingga distribusi dibantu oleh warga sekitar.

“Kami menyembelih dibantu oleh relawan MRI ACT Kalsel dan TNI ikut membantu. Yang susah itu jalan ke sini gak ada soalnya daerah terisolir, walaupun masih dalam wilayah kota Banjarmasin. Jadi hewan kurban harus naik kapal ferry dulu untuk menyeberang kesini,” tutur Fathur.

Antusias masyarakat membantu pelaksanaan juga mewarnai kegiatan dermawan berkurban tahun ini. Hal ini diungkapkan Atap, salah satu warga yang tinggal di pulau Bromo. Selain merasa bahagia, ia juga mengharapkan bahwa kegiatan serupa bisa dilaksanakan setiap tahun. “Bagus sekali, akhirnya kampung jadi ramai, sudah bertahun-tahun kampung kami tidak dapat kurban seperti ini,” ungkapnya.

Penanggung jawab program ACT Kalsel, Muhammad Budi Rahman mengatakan, dipilihnya Pulau Bromo sebagai target sasaran, selain sudah bertahun-tahun warga pulau Bromo tidak mendapatkan daging kurban, saat ini juga sedang dilanda bencana krisis air bersih. “Masyarakat sekitar hanya makan daging apabila ada acara tertentu. Terlebih saat ini beberapa sumber air sudah mulai asin. Semoga hangatnya daging kurban jadi pelipur lara untuk mereka,” ucapnya. (act)

Reporter : act
Editor : bie


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Advertisement

ACT KALSEL

Ibu Dua Anak Penjual Sayur Pakis Tersenyum, Terima Operasi Pangan Gratis  

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Di rumah sederhana dari bahan kayu inilah ibu Erni tinggal bersama dua anaknya. foto: actkalsel for kanalkalimantan
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Aksi Cepat Tanggap (ACT) Kalsel menerima laporan seorang ibu penjual sayur pakis mengendarai sepeda sambil membawa 2 anak pada Rabu (17/6/2020).

Tim Program ACT Kalsel Retno Sulisetiyani pun segera melakukan survei ke lokasi ibu penjual sayur pakis yang ternyata bernama Erni itu. Ia tinggal di Jalan Manunggal, Desa Tinggiran Baru, Kecamatan Mekar Sari, Kabupaten Barito Kuala, Provinidi Kalimantan Selatan.

“Namanya ialah Erni, seorang janda yang bertahan hidup dengan menjual sayur pakis. Erni berjualan pakis setiap hari di kota Banjarmasin dengan membawa 2 orang anaknya yang masih kecil,” ujar Retno.

Ibu Erni bersama dua anaknya. foto: actkalsel for kanalkalimantan

Perjalanan menuju rumah Erni dilakukan dengan menyeberang sungai Barito, lalu melintasi jalan setapak sepanjang 1 Km dengan berjalan kaki.

“Ketika sampai tim harus menunggu beberapa saat karena Erni masih belum pulang dari menjajakan sayur pakis,” kata Retno.

Tak selang berapa lama, Erni datang dengan sepeda pancal dan anaknya yang bernama Refa dan Rendi, tim langsung menyerahkan bantuan operasi pangan gratis.

“Akhirnya kami bisa memberikan bantuan berupa sembako dan santunan biaya hidup.

Ibu Erni menerima bantuan operasi pangan gratis dari ACT Kalsel. foto: actkalsel for kanalkalimantan

Setelah menerima bantuan Eni dengan raut muka penuh senyum menyampaikan terimah kasih banyak kepada para donatur.  “Terima kasih banyak sudah membantu keluarga saya,” ucap Erni.

Menurut Erni bantuan yang diterima akan dipergunakan untuk kebutuhan sehari-hari ia dan kedua anakanya. “Semoga ini menjadi berkah buat saya dan keluarga,” tuturnya. (actkalsel)

Reporter : actkalsel
Editor : kk

 


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

ACT KALSEL

ACT Kalsel Bantu ‘Sambung Hidup’ Penjual Wadai di Banjarmasin Lewat Program SUMI

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Ida Mahrati (47) pemilik usaha wadai di jl Pramuka, Banjarmasin. Foto: act
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Sektor usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) ikut terpukul seiring penjualan produk yang melemah. Menurunnya penjualan sebagai imbas wabah Covid 19 juga dirasakan oleh salah satu pelaku usaha mikro yakni Ida Mahrati yang memiliki usaha wadai atau kue tradisional di Kota Banjarmasin.

Ida Mahrati (47) merupakan pemilik usaha wadai kecil-kecilan di jl Pramuka, Banjarmasin. Usaha berjualan wadai dilakoni Ida sejak tahun 2016 lalu semenjak suaminya meninggal karena sakit. Dia mengaku, pandemi saat ini mempengaruhi kelangsungan jualannya, karena pendapatan yang diperoleh dari usaha wadai tersebut terus merosot.

“Dalam sehari saya hanya mendapatkan keuntungan rata-rata Rp 50 ribu. Dari keuntungan tersebut Rp 15 ribu harus dibayarkan ke cicilan utang harian,” ucapnya.

Saat usaha wadai sedang lesu, Ida juga harus memikirkan biaya sekolah anak-anaknya yang menunggak untuk pembayaran SPP. Hal ini membuat dirinya dirinya berhutang agar bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari keluarganya. “Ini semua demi anak-anak saya, yang penting mereka bisa sekolah” ujarnya.

Dalam keseharian Ida memulai usahanya dalam berjulan wadai dari pagi hari pukul 03.00 pagi. Ia harus ke pasar untuk mendapatkan jajanan dengan harga murah yang akan dia jual kembali. “Per biji saya dapat untung Rp 200 rupiah dan saya biasanya bawa uang Rp 200 ribu ke pasar,” terangnya.

Mendegar cerita itu, Aksi Cepat Tanggap (ACT) Kalimantan Selatan memberikan bantuan modal untuk usaha melalui program Sahabat Usaha Mikro Indonesia (SUMI) kepada Ida. Ini dilakukan agar tetap semengat berjualan di tengah pandemi Covid-19 di Banjarmasin. “Terima kasih banyak atas bantuannya, semoga ACT dan para donatur mendapat berkah atas kebaikan ini,” ucapnya haru.

Program SUMI ini menurut Koordinator Program ACT Kalsel, Retno Sulistiyani bertujuan mendampingi para ibu yang berjuang mencari nafkah di tengah pandemi corona dan merangkul berbagai pihak termasuk para UKM yang sudah mulai bertumbuh atau ibu rumah tangga yang belum memiliki usaha. “Kami mendorong para ibu memulai dari olahan sehari-hari. Misal, sering membuat cemilan untuk anak-anaknya bisa inovasi lagi sehingga layak untuk ditawarkan kepada warga sekitar,” ujarnya. (Kanalkalimantan.com/act)

 

Reporter : Act
Editor : Cell

 


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

ACT KALSEL

Berkah Paket Lebaran dari Pertamina Bersama ACT Kalsel untuk Jurnalis

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Bingkisan lebaran dari Pertamina-ACT kepada jurnalis Foto: act
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Menyambut Idul Fitri 1441 H, Pertamina Integrated Terminal Banjarmasin bersama ACT Kalsel memberikan paket lebaran kepada jurnalis se-Kalimantan Selatan yang terkena dampak Covid-19, Selasa (19/20).

Bantuan paket ini menurut Integrated Terminal Manager Banjarmasin F Moris Wungubelen, merupakan wujud kepedulian Pertamina terhadap jurnalis yang harus berjuang di luar rumah untuk memberikan informasi kepada masyarakat.

“Dengan bantuan yang diberikan ini semoga sa dimanfaatkan untuk keperluan keluarga para jurnalis di momen Idul Fitri nanti,” Ujarnya

Sementara Kepala Cabang ACT Kalsel, Zainal Arifin mengatakan ini merupakan kolaborasi ACT bersama Pertamina yang kesekian kalinya dalam dunia kemanusian. Apalagi di tengah wabah pandemi yang tengah melanda kita semua.

“Kerjasama ini akan terus dilakukan karena kita terus bersama-sama membantu saudara-saudara yang membutuhkan bantuan kita di Kalsel ini,” imbuhnya.

Di sisi lain, Nisa, jurnalis media cetak mengatakan saat ini semua orang terdampak termasuk jurnalis yang tiap hari mencari berita. “Terima kasih dengan bantuan ini akan membantu kebutuhan kami jurnalis di masa pandemi,” ujarnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Faisal dari media online, ia mengatakan ucapan terima kasih karena sudah peduli dengan para jurnalis dengan paket Idul Fitri ini. “Semoga bantuan ini menjadi penyemangat para jurnalis untuk tetap semangat di tengah pandemi ini,” tuturnya.(Kanalkalimantan.com/act)

 

Reporter : Act
Editor : Cell

 


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Paling Banyak Dibaca

-->