Connect with us

Pendidikan

Dies Natalis PMTK UIN Antasari, Mahasiswa Unjuk Gigi Tak Sekadar ‘Jago Hitung’ Saja!

Diterbitkan

pada

Dies Natalis Jurusan PMTK UIN Antasari yang berlangsung meriah Foto : Ist
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

BANJARMASIN, Dies Natalis Pendidikan Matematika (PMTK) 2019 digelar Himpunan Mahasiswa Jurusan PMTK Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Antsari Banjarmasin, pada Senin (29/10) hingga Kamis (31/10) di Auditorium Mastur Jahir UIN Antsari, Banjarmasin. Selain untuk memeriahkan ulang tahun jurusan PMTK yang telah memasuki usia ke-20, kegiatan ini juga menjadi ajang pembuktian mahasiswa jurusan PMTK UIN Antasari mematahkan stigma ‘mahasiswa eksak’ yang kerap jadi stempel bagi mereka.

Ketua Pelaksanan, Rizha Akhmad Rifany mengatakan agenda ini merupakan program kerja terbesar di himpunan mahasiswa jururusan Pendidikan Matematika UIN Antasari.  Pemilihan putra-putri merupakan salah satu ajang unggulan yang coba mereka berikan. Ajang ini merupakan hal baru dalam rangka perayaan ulang tahun jurusan PMTK. Pemilihan ini merupakan kali ke-dua. Ada total 40 peserta yang turut mendaftar.

“Orang-orang kan biasanya mengira bahwa mahasiswa PMTK itu adalah orang-orang yang ya mereka pikir eksak, hanya hitung-hitungan saja yang mereka pikirkan. Tapi kami ingin menunjukan dengan adanya pemilihan putra-putri PMTK ini bahwasanya mahasiswa PMTK bukanlah mahasiswa yang monoton. Tapi mereka juga memiliki berbagai macam bakat dan potensi,” tutur Rizha yang juga merupakan mahasiswa jurusnan PMTK C 2017.



Penyeleksian putra-putri PMTK pun unik. Selain unjuk kebolehan seperti menari, bernyanyi, dan lain-lain, proses seleksi PMTK ini juga menguji sisi wawasan dan intelektualnya dari proses tes seperti menjawab soal-soal pilihan ganda dan esai yang terdiri dari berbagai macam tema yang mencakup pengetahuan tentang UIN, organisasi, kebangsaan,serta kepribadian. Pun etika dan cara berbicara ketika proses wawancara menjadi penilaian.

Para putra-putri tersebut haruslah juga mencakup standar behaviour, brand, dan beauty. Sehingga para putra-putri terpilih dengan standar tersebut bisa berkontribusi lebih lagi baik dalam acara HMJ PMTK, seminar, ikon jurusan, pun juga untuk bersaing dalam perlombaan putra-putri lainnya di kancah niversitas hingga universal. Putra-putri yang terpilih diumumkan pada acara malam puncak, Rabu (30/10), yang juga dihadiri oleh para duta-duta mahasiswa kampus UIN Antasari dan Ketua Jurusan PMTK, Analisa Fitria. Putra-putri yang terpilih adalah Angga Reksa Hermawan (C 2018) dan Fenty Nor Safitri (B2017).

Selain pemilihan putra-putri, di Dies Natalis PMTK ini mengadakan Olimpiade Matematika Kalse-Teng. Olimpiade ini juga merupakan gebrakan baru bagi mahasiswa jurusan PMTK. Olimpiade yang diikuti oleh 200 lebih pesert ini tidak seperti tahun lalu di mana olimpiade ini hanya mencakup tingkat SMA dan kisaran Kalsel. Olimpiade kali ini mencakup peserta lomba dari tingkat SMP dan SMA hingga merangkul ke provinsi tetangga, Kalteng.

Di hari terkahir mahasiswa jurusan PMTK melakukan karnaval keliling kampus dan dipimpin oleh putra-putri yang baru saja terpilih. Karnaval ini diikuti oleh 350 lebih mahasiswa jurusan PMTK dari angkatan 2017 hingga 2019. Dengan tema seragam hitam-putih, karnaval ini mencoba menyampaikan pesan keselarasan, keseragaman, dan kesatuan mahasiswa PMTK itu sendiri.(mario)

Reporter : Mario
Editor : Chell


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Pendidikan

Gubernur Kalsel Serahkan Bantuan Internet Gratis kepada 24.000 Siswa SMA dan SMK

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Gubernur Sahbirin menyerahkan bantuan internet gratis kepada 24.000 Siswa SMA dan SMK. Foto: rico
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Selatan memberikan bantuan internet gratis bagi para pelajar SMA dan SMK yang terdampak Covid-19. Adapun bantuan yang diberikan tersebut berupa kartu perdana yang berisi kuota internet, dengan jumlah sebanyak 24.000 paket.

Bantuan tersebut secara simbolis oleh Gubernur Kalsel Sahbirin Noor didampingi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Selatan Yusuf Effendi, kepada perwakilan pelajar, di Gedung Idham Chalid, Senin (21/9/2020) siang.

Yusuf mengungkapkan bahwa tersalurkannya bantuan internet gratis ini merupakan hasil kerjasama antara Pemerintah Daerah dan PT Telkom Banjarmasin. Tentunya hal ini dalam rangka mendukung kelancaran proses belajar mengajar bagi siswa dan guru yang ada di Kalsel selama pandemi Covid-19 berlangsung.

“24.000 paket kartu internet ini kita bagikan kepada seluruh pelajar SMA dan SMK yang tersebar di 13 kabupaten kota.



Kartu internet yang kita bagikan ini dapat digunakan pelajar selama 3 bulan,” katanya.

Bantuan internet gratis ini nantinya akan didistribusikan oleh setiap kepala sekolah terhadap siswa siswinya. Dalam merealisikan bantuan ini, Pemprov Kalsel melalui Balai Pengembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi Pendidikan dan Kebudayaan (BPTIKP) telag mengalokasi anggaran sebesar Rp 6,7 miliar melalui APBD Perubahan 2020.

Sementara itu, Gubernur Kalsel Sahbirin Noor, berharap bahwa bantuan internet gratis tersebut dapat membantu pelaksanaan belajar secara online lebih maksimal. Ia juga meminta agar pembagian kuota gratis ini harus benar-benar menyasar kepada siswa atau siswi yang sangat membutuhkan.

“Kita ingin lebih memaksimalkan proses belajar mengajar melalui sistem daring.

Dengan adanya bantuan internet gratis ini semoga dapat bermanfaat dan menjadi motivasi bagi anak-anak kita dalam mengenyam bangku pendidikan meskipun tengah dalam kondisi pandemi,” harap.

Tak lupa, Paman Birin -sapaan akrab Gubernur- juga menyampaikan apresiasinya kepada seluruh guru yang selalu memperhatikan para siswa siswinya untuk terus belajar meskipun tak bisa bertatap muka. “Semoga kondisi pandemi Covid-19 bisa cepat berakhir dan aktivitas belajar mengajar bisa kembali seperti normal,” tungkas Gubernur. (Kanalkalimantan.com/rico)

Reporter : Rico
Editor : Cell


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Pendidikan

Cara Inspiratif Mushaffa Zakir Bentuk Karakter Anak Tanpa Televisi

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Mushaffa mendidik anaknya dengan lebih banyak melakukan interaksi dengan teman sebaya dan belajar. Foto: ist
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Di era digital, keterbukaan informasi menjadi hal yang lumrah. Bahkan saking terbukanya akses informasi, anak-anak bisa mendapatkan informasi yang sebenarnya malah dapat merusak perkembangan karakter dan kepribadian.

Karena itulah sebagai seorang ayah yang tidak ingin tumbuh kembang anaknya terganggu oleh informasi negatif, Calon Wakil Wali Kota Banjarmasin Mushaffa Zakir mengaku sejak dini menyampaikan kepada tiga anaknya untuk tidak menerima informasi dari media Televisi yang ditonton secara langsung.

“Saya dan istri memilih untuk tidak ada televisi di rumah. Ini masalah pilihan aja sih. Bagi orang tua yang merasa mampu mengontrol dan menyeleksi apa yang menjadi tontonan anaknya, ya tidak masalah nonton Televisi. Kami hanya menginginkan bahwa yang berperan membentuk karakter anak-anak tidak hanya guru dan lingkungan, tapi juga ada keterlibatan orang tua di sana,” ungkap Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Banjarmasin itu.

Sebagai alternatif pengganti, Mushaffa mengaku lebih cenderung mengizinkan anak-anaknya menonton aneka acara televisi dengan mengunduhnya terlebih dahulu, baik di smartphone atau pun laptop.



“Jadi anak-anak saya sejak kecil dibiasakan untuk tidak menonton Televisi secara langsung. Ini maksudnya agar saya dan isteri bisa memfilter terlebih dahulu mana informasi yang sebenarnya bermanfaat bagi mereka dan mana yang berdampak negatif bagi karakter diri dan mentalnya,” jelasnya.

Selain itu cara lain dirinya mendidik anak adalah dengan mendorong ketiga buah hatinya lebih banyak melakukan aktivitas interaksi langsung dengan teman sebayanya, ketimbang memberikan waktu banyak untuk menonton televisi di media smartphone dan laptop.

“Jadi waktu bermain mereka di dekat rumah bersama teman-temannya saya berikan lebih banyak ketimbang berinteraksi dengan smartphone dan laptop,” tambah Alumni Universitas Al Azhar Kairo Mesir ini.

Cara ini sendiri dilakukan agar ketiga anaknya bisa memiliki karakter yang mudah bergaul dengan orang lain dan lebih peduli terhadap sesamanya.

“Alhamdulillah ketiga anak saya, meski masih banyak kekurangan, relatif memiliki karakter yang baik. Bahkan yang pertama, meski baru berusia 9 tahun, atas keinginannya sendiri, sudah berani untuk mondok di Pesantren Tahfizhul Quran dan berpisah dengan orangtuanya,” ucapnya.

Baginya memang masing-masing keluarga punya cara sendiri untuk mendidik anaknya agar dapat tumbuh dengan karakter dan kepribadian yang baik.

“Semua keluarga punya cara masing-masing. Namun yang pasti hendaknya ditengah mudahnya akses informasi sekarang, kita sebagai orang tua harus betul-betul dapat mengawasi masuknya informasi kepada anak agar mereka bisa betul-betul tumbuh menjadi anak yang dapat menjadi kebanggan bagi agama dan negara,” tukasnya.(Kanalkalimantan.com/ril)

Reporter : Ril
Editor : Cell


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Paling Banyak Dibaca

-->