Connect with us

KRIMINAL BANJAR

Diintai Empat Jam, Operator Alat Berat Dibekuk Edarkan Sabu

Diterbitkan

pada

AH, seorang operator alat berat yang kedapatan menjual sabu. Foto: polsek sambung Makmur
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, MARTAPURA – Diduga menjadi pengedar narkoba jenis sabu AH (24) ditangkap polisi karena kedapatan menawarkan narkoba di jalan Desa Baliangin Atas, Kecamatan Sambung Makmur, Kabupaten Banjar, pada Rabu (14/10/2020) pukul 22:30 Wita.

Kapolsek Sambung Makmur Ipda Hendra membenarkan kalau ada seorang laki-laki tertangkap tangan saat menawarkan narkoba jenis sabu.
Laki-laki berinisial AH (24) itu adalah warga Desa Pulau Pinang, Kecamatan Binuang Kabupaten Tapin.

Ipda Indra mengatakan, polisi mendapat informasi ada sering terjadi transaksi nakorba di Desa Baliangin Atas, menindak lanjuti informasi tersebut anggota Polsek Sambung Makmur yang dipimpin langsung Ipda Indra, langsung melalukan penyelidikan dan pengintaian.

“Setelah petugas melakukan pengintaian kurang lebih selama empat jam, petugas langsung menangkap AH yang sedang menawarkan barang haram jenis sabu tersebut,” katanya.



Setelah petugas kepolisian menangkap pelaku dan dilakukan pemeriksaan ternyata pelaku selama ini bekerja sebagai operator alat berat.

“Ketika anggota kita melakukan pemeriksaan, ternyata pelaku selama ini bekerja sebagai operator alat berat louder,” ungkapnya.

Selain itu, lanjut Ipda Indra, pelaku juga yang selama ini mengedarkan narkoba jenis sabu di wilayah pegunungan yang ada di Kecamatan Sambung Makmur.

Dari pengakuan pelaku, dirinya baru saja membeli barang haram tersebut, di wilayah Kecamatan Binuang.

Selain mengaman pelaku, petugas kepolisian juga mengamankan beberapa barang bukti milik pelaku.

“Kita mengamankan barang bukti milik pelaku berupa, satu jaket parasut warna hijau tua, satu paket sabu dibungkus klip kecil, satu buah handpone,” katanya.

Pelaku dijerat dengan pasal 114 ayat 1 dan Pasal 112 ayat 1 dengan ancaman penjara minimal 4 tahun. (kanalkalimantan.com/wahyu)

Reporter : Wahyu
Editor : Bie


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
iklan
Komentar

KRIMINAL BANJAR

Pria di Batuah Diserang Pakai Pisau Malam Hari, MT Ngaku Sakit Hati

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

MT, pelaku penusukan yang menyerang RY di rumah ditangkap polisi. Foto: polsek martapura kota
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, MARTAPURA – RY (46), warga jalan Batuah, Kelurahan Jawa, Kecamatan Martapura, Kabupaten Banjar, menjadi korban penganiayaan di rumahnya sendiri, Sabtu (17/10/2020) malam sekitar pukul 23:45 Wita.

Kejadian berawal saat itu RY sedang berada di rumah didatangi MT (26), warga jalan Abadi, Kelurahan Jawa, Kecamatan Martapura.

MT datang mengetuk pintu rumah, setelah dibukakan pintu oleh RY, MT tiba-tiba langsung menyerang menggunakan senjata tajam jenis pisau.

Dari penyerangan tersebut, RY mengalami luka tusuk dam sayatan di pipi kiri, pipi kanan, leher belakang serta telinga sebelah kiri.



Kejadian tersebut langsung membuat warga sekitar heboh, karena mendengar ada keributan. Warga langsung berhamburan keluar rumah untuk menolong RY, dan langsung membawa ke Rumah Sakit Ratu Zalecha Martapura.

Warga kemudian lapor ke polisi, petugas labngsung melakukan penyelidikan, dan akhirnya berhasil menangkap pelaku penganiayaan di kediamannya.

“Setelah pelaku menyerang korban, pelaku langsung melarikan diri,” ujar Kapolsek Martapura Kota AKP Suroto melalui Kanit Reskrim Polsek Martapura Kota, Iptu B Munthe kepada Kanalkalimantan.com, Minggu (18/10/2020) siang.

“Berdasarkan keterangan pelaku, motif melakukan penganiayaan terhadap korban karena pelaku tersinggung dan sakit hati karena difitnah oleh korban,” kata Iptyu Munthe berdasar pengakuan MT setelah ditangkap.

Selain mengamankan pelaku, polisi juga berhasil mengamankan barang bukti yang sempat dibuang di pepohonan pisang dekat rumahnya. Sebuilah pisau panjang 18 cm yang terlepas dari gagang berwarna merah.

Polisi sempat tidak menemukan keberadan pelaku di rumah, tapi kebetulan keluarga korban mengenali pelaku dan menghubungi polisi kalau pelaku sudah berada di rumahnya.

Dari sinilah pihak kepolisian kemudian melakuan penyelidikan, dan akhirnya dapat mengamankan pelaku di tempat tinggalnya.

“Awalnya kita mencari pelaku di kediamanya, namun pelaku tidak ada, selang beberapa jam kemudian, keluarga korban menghubungi kalau pelaku sudah berada di rumahnya, kurang dari 24 jam pelaku bisa ditemukan,” ujar Iptu Munthe.

Sebelum kejadian itu, masih dari keterangan polisi, diduga pelaku sudah menenggak minuman beralkohol. Akibat dari penganiayaan tersebut RY mengalami luka tusuk dan sayat sebanyak 12 jahitan.

“Pelaku sudah kami amankan di Mapolsek Marapura Kota, MT dijerat pasal 351 KUHP, jika perbuatan mengakibatkan luka berat, pelaku diancam dengan pidana penjara paling lama lima tahun,” pungkasnya. (kanalkalimantan.com/wahyu)

Reporter : Wahyu
Editor : Bie


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

KRIMINAL BANJAR

Mancing di Sungai Bawa Peralatan Nyabu, ZA Ketangkap Patroli Polisi di Astambul

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Penangkapan ZA dilakukan anggota Polsek Astambul yang menggelar patroli Cipta Kondisi (Cipkon) di wilayah hukum Polsek Astambul. Foto: polsek astambul
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, MARTAPURA – Lagi mengail ikan bersama istrinya, ZA (39) ditangkap polisi, lantaran kedapatan membawa barang haram narkotika jenis sabu, Jum’at (16/10/2020) pukul 00:30 Wita.

Penangkapan ZA dilakukan anggota Polsek Astambul yang menggelar patroli Cipta Kondisi (Cipkon) di wilayah hukum Polsek Astambul.

Dalam giat patroli Cipkon tersebut dipimpin AKP H Samsu Darsono bersama sepuluh personel anggota Polsek Astambul.

Petugas kepolisian menangkap ZA (39), warga Desa Pasir Putih, Kecamatan Kintap, Kabupaten Tanah Laut ketika dirinya memancing ikan bersama istrinya di jalan Yani Km 50, jembatan Papuyu Desa Sungai Alat, Kecamatan Astambul.



Dari pelaku, petugas kepolisian berhasil menemukan beberapa barang bukti. “Kita dapatkan bong atau pipet alat hisap, sabu 0,43 gram, serta uang tunai sebesar Rp 660 ribu,” ujar Kapolsek Astambul.

Dari tangan tersangka satu buah timbangan digital, satu buah korek api, satu buah serok dari sedotan, satu buah lem batangan, satu buah tas slempang warna hitam, serta dua unit handpone merk Oppo.

“Adapun semua barang bukti tersebut kami dapatkan di dalam tas selempang warna hitam milik pelaku,” tuturnya. Untuk pelaku bersama barang buktinya kita amankan di Mapolsek Astambul untuk proses lebih lanjut.

Sekadar diketahui, patroli cipta kondisi di sekitar jalan Desa Astambul Kota, jalan Desa Jati Baru, jalan Desa Sungai Alat, dan wilayah lain di Kecamatan Astambul.

Patroli Cipkon ini, menyasar kelangkapan surat Ranmor, kelengkapan identitas diri/KTP, Sajam, Narkoba, Miras dan minuman oplosan, komplek perumahan dan objek vital. (kanalkalimantan.com/wahyu)

Reporter : Wahyu
Editor : Bie


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Paling Banyak Dibaca

-->