Connect with us

Kalimantan Selatan

Dilantik Kapolri, Irjen Pol Rikwanto Resmi Jabat Kapolda Kalsel

Diterbitkan

pada

Irjen Pol Rikwanto (kiri) resmi menjabat Kapolda Kalsel setelah dilantik Kapolri Jenderal Idham Aziz (kanan). Foto : humas polri
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, JAKARTA – Irjen Pol Drs Rikwanto SH MHum resmi menjabat Kapolda Kalsel usai dilantik oleh Kapolri Jenderal Polisi Drs Idham Azis MSi di Rupatama Mabes Polri, Jakarta, Jumat (20/11/2020).

Irjen Pol Rikwanto menggantikan Irjen Pol Nico Afinta yang kurang lebih 6 bulan 19 hari memimpin di Polda Kalsel.

Selain melantik Irjen Pol Rikwanto, Kapolri juga resmi melantik dan sekaligus memimpin serah terima jabatan beberapa Kapolda. Pergeseran posisi tersebut berdasarkan Surat Telegram Rahasia Nomor ST/3222/XI/KEP./2020 tanggal 16 November 2020.

Untuk Jabatan yang ditinggalkan Irjen Pol Rikwanto, Kapolri melantik Irjen Pol Risyapudin Nursin sebagai Kapolda Maluku Utara (Malut).



Pada kesempatan itu, Kapolri melantik Irjen Pol Mohammad Fadil Imran sebagai Kapolda Metro Jaya menggantikan Irjen Pol Nana Sujana yang dimutasi sebagai Koorsahli Kapolri.

Sementara jabatan Kapolda Jawa Timur (Jatim) yang ditinggalkan Irjen Pol Mohammad Fadil Imran, dipercayakan kepada Irjen Pol Nico Afinta.

Selain itu, Kapolda Bali juga resmi berpindah dari Irjen Pol Petrus R Golose ke Irjen Pol Putu Jayan Danu Putra, Kapolri juga melantik Irjen Pol Refri Andri sebagai Kapolda Maluku menggantikan Irjen Pol Baharudin Djafar.

Tidak hanya itu, Kapolda Jawa Barat (Jabar) yang sebelumnya dijabat Irjen Pol Rudy Sufahriadi kini digantikan Irjen Pol Ahmad Dofiri.

Tak hanya Kapolda Jabar, Kapolda Jambi yang sebelumnya dijabat Irjen Pol Firman Shantyabudi digantikan oleh Irjen Pol Albertus Rachmad Wibowo.

Pada kesempatan yang sama, Kapolri juga melantik Brigjen Pol Ferdy Sambo sebagai Kadiv Propam Polri. (kanalkalimantan.com/rls)

 

Reporter : Rls
Editor : Kk


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
iklan

Komentar

Kalimantan Selatan

Kalsel Terima Kucuran Anggaran Rp 25,85 Triliun dari APBN 2021

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Plt Gubernur Kalsel Rudy Resnawan. foto: humpro banjarbaru
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Kalimantan Selatan Rudy Resnawan menyerahkan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) dan Alokasi Transfer Ke Daerah dan Dana Desa (TKDD) secara simbolis, di gedung KH Idham Chalid, Selasa (1/12/2020).

Untuk Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan total anggaran APBN 2021 berjumlah Rp 25,85 triliun. Terdiri dari Rp 9,27 triliun untuk Kementerian Lembaga dan Rp 16,58 triliun untuk alokasi transfer ke daerah dan dana desa.

Plt Gubernur Kalsel Rudy Resnawan mengatakan, setelah anggaran APBN 2021 diserahkan, maka langkah selanjutnya mempersiapkan sedini mungkin pelaksanaan anggaran, sehingga realisasi anggaran tahun depan bisa lebih awal dan lebih cepat.

“APBN dimanfaatkan secara cermat, efektif, tepat sasaran serta memastikan seluruh rupiah yang ada di APBN maupun APBD betul-betul dibelanjakan untuk kepentingan rakyat. Kehati-hatian, transparansi dan akuntabilitas jangan sampai terlupakan dalam pelaksanaan anggaran,” kata Rudy Resnawan.



Sesuai arahan Presiden Jokowi, lanjut Rudy, APBN 2021 akan difokuskan pada empat hal yaitu penanganan kesehatan, perlindungan sosial, program pemulihan ekonomi, serta membangun fondasi yang lebih kuat dalam melakukan reformasi struktural, baik di bidang kesehatan, pendidikan, perlindungan sosial maupun yang lainya.

Sementara itu, Plt Kakanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Kalsel, Dedi Sophandi mengatakan, total belanja negara tahun 2021 sebesar Rp 2.750 triliun. Dimana fokus utama mendukung kelanjutan penanganan pandemi Covid-19 melalui program pencegahan melalui penerapan disiplin kesehatan 3M (memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak) dan 3T (tracing, Tmtesting, treatmen) serta program pengadaan vaksin dan vaksinasi.

Disampaikanya, anggaran pendidikan tetap menjadi yang terbesar Rp 550 triliun atau 20 persen dari belanja negara ditujukan untuk mendukung reformasi pendidikan termasuk perekrutan 1 juta guru honorer menjadi pegawai pemerintah dengan perjanjian kinerja.

Untuk realisasi DIPA Provinsi Kalimantan Selatan tahun 2020 yang dicairkan oleh KPPN per 26 November 2020 mencapai 83 persen dari jumlah pagu sebesar Rp 11 triliun. Ia berharap realisasi anggaran mampu melebihi realisasi DIPA tahun sebelumnya yang mencapai 93 persen.

Menurutnya, diperlukan langkah persiapan pelaksanaan anggaran tahun 2021 diantaranya percepatan proses pengadaan barang dan jasa, percepatan pemenuhan dokumen persyaratan penyaluran DAK fisik dan dana desa. Penetapan pejabat perbendaharaan seperti KPA, PPK, bendahara, PPSPM. (kanalkalimantan.com/rico)

 

Reporter : Rico
Editor : Bie


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Kalimantan Selatan

Terus Dikebut, Akses Jalan Banjarbaru-Batulicin Sudah Hampir Siap Difungsikan

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Pembangunan jalan bebas hambatan dari Banjarbaru - Batu Licin terus dikebut foto: ist
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Mimpi untuk memiliki akses jalan bebas hambatan dari Banjarbaru-Batuliicin, kian mendekati kenyataan. Pasalnya kini semua ruas jalan sudah hampir terhubung menyusul mendekati rampungnya pembangunan sejumlah jembatan.

Sebagaimana diketahui, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas PUPR kini tengah membangun 3 jembatan sebagai akses penghubung ruas jalan Banjarbaru-Batulicin.

Ketiganya ialah, Jembatan Aranio di wilayah Kabupaten Banjar, serta Jembatan Kusan II dan Jembatan Temunih II, yang lokasinya berada di wilayah Kabupaten Tanah Bumbu.

Apabila ketiga jembatan ini rampung, maka jalan lintas dari Banjarbaru ke Batu Licin yang memiliki panjang mencapai 160 kilometer itu, tentunya sudah dapat digunakan oleh masyarakat.



Kabid Bina Marga Dinas PUPR Kalsel, Yasin Toyib, menerangkan bahwa progres pembangunan ketiga jembatan pada pekan ini sudah mencapai 60 persen. Pengerjaan saat ini ialah pemasangan pondasi dan balok penyangga atau biasa disebut girder.

“Untuk progres pembangunan 3 jembatan saat ini masih sesuai target. Mudah-mudahan ke depannya tidak ada yang meleset,” ujarnya, saat ditemui, Rabu (25/11/2020).

Ditanya apakah ada kendala pekerjaan selama memasuki musim penghujan, Yasin membantah. Menurutnya kendala yang ditemui justru pada teknis pekerjaannya jembatan.
“Sementara di musim hujan ini belum ada kendala. Lebih ke teknis pekerjaan yang memang lebih kompleks,” akunya.

Adapun Dinas PUPR Kalsel menargetkan rampunya pembangunan 3 jembatan itu pada akhir tahun ini. Sehingga akses jalan Banjarbaru – Batu Licin sudah bisa digunakan pada 2021 mendatang. “Semakin cepat selesainya jembatan, semakin cepat juga akses jalan Banjarbaru-Batulicin bisa digunakan masyarakat,” lugasnya.

Sebagai informasi, Jembatan Kusan II memiliki panjang 120 meter dan lebar sembilan meter. Anggaran yang dikucurkan untuk pembangunan jembatan ini sebesar Rp 24 miliar.

Lalu, untuk Jembatan Aranio dibangun dengan panjang 120 meter dan lebar 9 meter. Pagu anggarannya sekitar Rp 34 miliar.

Dan terakhir, Jembatan Temunih II dengan panjang 35 meter dan lebar 9 meter. Pembangunan jembatan ini merupakan pekerjaan yang ongkos biayanya paling rendah, yakni Rp 14 miliar.

Perlu diketahui juga, bahwa pembangunan akses jalan Banjarbaru – Batu Licin masuk dalam proyek prioritas Kalimantan Sekatan tahun 2020. Meski sejumlah anggaran banyak dialihkan untuk penanganan Covid-19, namun Pemprov Kalsel tetap berupaya merealisasikan rencana pembangunan akses jalan lintas wilayah ini. (Kanalkalimantan.com/rico)

 

Reporter : Rico
Editor : Cell


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Paling Banyak Dibaca

-->