Pemilu 2024
Dilaporkan Bagi Sembako saat Kampanye, Said Abdullah Klarifikasi ke Bawaslu Banjarbaru

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Laporan dugaan pelanggaran pada masa kampanye Pilkada Serentak 2024 di Kota Banjarbaru tertuju pada pasangan calon (Paslon) nomor urut 2 Aditya Mufti Ariffin dan Said Abdullah.
Laporan resgister dengan nomor 003, dimana seorang pelapor yang belum diketahui namanya langsung mendatangi Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Banjarbaru beberapa waktu lalu.
Pelapor menyebutkan bahwa paslon nomor 2 diduga melakukan pelanggaran pembagian sembako saat kampanye di Kelurahan Guntung Manggis Landasan Ulin pada 30 September 2024.
Buntut pelaporan itu, Calon Wakil Wali Kota dari nomor urut 2, Said Abdullah diminta datang ke kantor Bawaslu Kota Banjarbaru untuk memberikan klarifikasi, Rabu (9/10/2024) sore.
Hampir satu jam Said Abdullah masuk ke dalam salah satu ruangan di kantor Bawaslu untuk mengklarifikasi, setelah itu ia keluar memberikan keterangan pada awak media.
“Ada pelaporan dari yang membuka akun media sosialku, dan melaporkan bahwa pada saat kampanye di Guntung Manggis ada diduga pelanggaran pembagian sembako,” ujar Said Abdullah di hadapan awak media, Rabu (9/10/2024) sore.
Baca juga: Soal Tren Pengangguran di Banjarmasin, Arifin Noor : Prioritas Program Kerja Kami
“Dan hari ini aku diminta klarifikasi oleh Bawaslu, dan tadi sudah kita berikan jawaban,” sambungnya.
Said Abdullah menjelaskan bahwa kampanye tersebut dilakukan pada tanggal 30 September 2024 tepatnya di Gang Teratai, Jalan Sampurna, Kelurahan Guntung Manggis.
Saat kampanye berlangsung, kata dia, yang pihaknya bagikan saat itu adalah gula, minyak goreng dan sabun dengan harga per Rp18 ribu.
“Yang dapat itu hanya enam orang, sebagai penyemangat hadiah menjawab kuis jadi bukan semua undangan dapat itu hadiah, tidak,” ungkapnya.
Baca juga: Tarif Listrik Triwulan IV Tidak Naik, PLN Jaga Pelayanan Listrik Tetap Andal
Dirinya menegaskan bahwa hadiah berupa gula, minyak goreng hingga sabun itu diberikan masing-masing satu kepada setiap peserta kampanye yang menjawab kuis atau pertanyaan.
Dimana pada saat kampanye hari itu, ada sekitar enam warga yang berhasil menjawab kuis tersebut.
“Jadi hanya yang bisa menjawab pertanyaan kuis yang diberikan hadiah itu, jumlahnya yang menerima itu hanya enam orang dan harganya satu item Rp18 ribu,” tegas dia.
Setelah melakukan klarifikasi ini, dirinya mengatakan akan menunggu hasil atau jawaban dari Bawaslu yang akan disampaikan dalam beberapa hari ke depan.
Baca juga: Pengucapan Sumpah Janji 30 Anggota DPRD Banjarbaru 2024-2029
“Setelah klarifikasi ini akan kembali diberikan jawaban kemudian hari oleh Bawaslu jadi kami tetap jalani aja, tetap ada pembagian hadiah untuk yang bisa menjawab kuis,” bebernya.
Soal bagaimana hasilnya, Said menjawab sebagai warga Indonesia yang taat, sekaligus juga peserta Pilkada yang baik, dirinya akan tetap mengikuti aturan dari setiap penyelenggara.
“Ketika diminta klarifikasi kita datang ke Bawaslu memberikan keterangan, sudah disumpah juga, tetap kita jalani karena sudah aturan maka kita ikuti,” tandas Said Abdullah. (Kanalkalimantan.com/wanda)
Reporter : wanda
Editor : bie

-
HEADLINE3 hari yang lalu
Selain Dibunuh, Juwita Diduga Dirudapaksa J
-
Kota Banjarbaru2 hari yang lalu
Kuasa Hukum Ungkap Kronologi Indikasi Rudapaksa hingga Terbunuhnya Juwita di Tangan Jumran
-
Kota Banjarbaru2 hari yang lalu
Aksi Solidaritas untuk Juwita Gaungkan Dukungan Keadilan bagi Korban Femisida
-
Hukum3 hari yang lalu
Aksi Solidaritas untuk Juwita, Kawal Pengadilan Terbuka Terhadap Tersangka J
-
DPRD BANJARBARU2 hari yang lalu
DPRD Banjarbaru Beri Atensi pada Proses Hukum yang Adil bagi Tersangka Jumran
-
PLN UIP3B KALIMANTAN2 hari yang lalu
Terobos Cuaca Ekstrem di Muara Teweh, PLN Gerak Cepat Pulihkan Gangguan Jaringan Transmisi saat Idulfitri