Connect with us

HEADLINE

Di-PHP Incumbent Sahbirin, PDIP Loncat Pagar Bentuk ‘Poros Ketiga’ Gandeng PPP di Pilgub Kalsel?

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Pertemuan Rosehan-Aditya Jadi Sinyal Koalisi


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Diterbitkan

pada

pertemuan antara Rosehan dengan Afitya Mufti Ariifin di sebuah rumah makan di Jakarta, Minggu (5/7/2020) malam Foto: istimewa
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Peta politik di Pilgub Kalsel masih cukup cair. Head to had antara pasangan incumbent Sahbirin Noor-H Muhidin melawan kubu Denny Indrayana-Difriadi Darjat yang disokong Partai Demokrat dan Gerindra, bisa jadi akan mendapatkan penantang baru. Poros ketiga Pilgub Kalsel bisa terjadi dengan duet antara PDIP-PPP. Akankah?

Keputusan Sahbirin menggandeng Muhidin di Pilgub Kalsel memang bukan tanpa resiko. Masuknya PAN yang ‘potong kompas’ ditengah proses penggodokan partai koalisi incumbent, membuat PDIP seperti di PHP (Putus Hubungan Pacar). Padahal sejak awal saat Golkar belum mendapatkan teman koalisi, PDIP partai pertama yang menyodorkan diri sebagai pendukung.

Tapi, keluarnya nama pasangan Sahbirin-Muhidin dalam surat No A-054/GOLKAR-KS/V1/2020 tentang Laporan Hasil Pelaksanaan Tahapan Seleksi Bakal Calon Kepala Daerah Partai Golkar di Pilkada 2020 yang disetor ke DPP Golkar untuk dimintakan rekomendasi, membuat harapan banteng bersanding dengan incumbent terhempas di pertarungan politik Pilgub 2020.

Tapi harus disadari, yang terjadi saat ini masih dinamika politik di level provinsi. Karena pada akhirnya, DPP partai lah yang memainkan jurusnya. Rajutan koalisi antara Partai Golkar dan PDIP bisa saja lepas, jika Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarno Putri ternyata tak berkenan dengan pilihan incumbent atas Ketua DPW PAN Kalsel H Muhidin.



Kemenangan kandidat dalam Pilgub maupun Pilkada Kabupaten/Kota, tidak sekadar menjadi adu gengsi partai, tapi juga terkait strategi pemenangan suara dalam Pemilu selanjutnya. Maka dalam menentukan sosok yang ditarungkan di Pilkada, para ketua umum parpol akan melihat sejauh mana kadernya bisa terlibat dan mendulang kemenangan.

Sebagaimana diketahui, PDIP Kalsel sebelumnya telah menyodorkan dua kader terbaiknya sebagai pendamping incumbent Sahbirin yakni H Rosehan NB. Meski memiliki suara signifikan (PDIP Kalsel meraih 8 kursi di DPRD) — peringkat dua bersama Gerindra yang juga memperoleh kursi sama, mereka tidak serta merta mengusung calon sendiri. Tapi, memilih hanya menyodorkan wakil gubernur atas dasar komitmen menyokong pencalonan incumbent Sahbirin.

Ditinggal Sahbirin, Rosehan pada sebuah kesempatan kepada wartawan menegaskan bahwa dirinya adalah seorang petarung. “Saya ini petarung dan harus siap, apalagi jika mendapat kepercayaan dari DPP PDIP,” katanya.

Statemen tersebut semakin terbukti, ketika tokoh PDIP Kalsel tersebut bertemu dengan Ketua DPW PPP Kalsel Aditya Mufti Ariifin di sebuah rumah makan di Jakarta, Minggu (5/7/2020) malam. Meski Rosehan belum berhasil dimintai keterangan terkait pertemuan tersebut, namun Ovi—panggilan Aditya yang sebelumnya menyatakan mundur di Pilkada Banjarbaru ini membenarkan pertemuan tersebut.

Ovi, kepada Kanalkalimantan.com mengatakan, pertemuan tersebut hanya sebatas makan dengan sahabat lama. “Ya, kita bicara bicara biasa aja, masalah politik banua dan banyak lagi,” katanya.

Disinggung apakah pertemuan tersebut membahas wacana koalisi PDIP-PPP, Ovi mengatakan hingga saat ini partainya dan PDIP belum mengeluarkan sikap politik terkait Pilgub Kalsel. Karena ia sebagai Ketua DPW PPP Kalsel masih menunggu arahan DPP.

Soal wacana pasangan Rosehan-Ovi maju di Pilgub Kalsel, putra mantan Gubernur Kalsel ini balik memuji shabatnya itu sebagai orang yang berpengalaman. “Kalau Pak Rosehan kan sudah pengalaman baik sebagai wagub dan legisator. Jadi sudah mengusailah. Dan beliau juga sebagai petarung,” tegas Ovi.

Tapi bagaimana jika DPP PPP menghendaki berpasangan dengan PDIP?

“Kalau ulun (saya) sendiri belum terpikirkan maju di tengah pandemi covid ini. Tapi liat aja penugasan partai. DPP pasti punya pertimbangan. Walaupun sebagai kader wajib patuh perintah partai tapi harus mempertimbangan situasi dan kondisi juga sehingga bisa juga kader menolak apabila situasi dan kondisi tidak mengizinkan,” pungkasnya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, koalisi parti pengusung Sahbirin-Muhidin di Pilgub Kalsel saat ini terdiri dari Partai Golkar dengan 12 kursi, PDIP dengan 8 kursi, PAN 6 kursi, PKS 5 Kursi, dan Nasdem 4 kursi. Total jumlah kursi pengusung berjumlah 35 kursi. Tentu saja, jumlah tersebut lebih dari cukup untuk mengusung jago sebagai syarat pendaftaran Cagub/Cawagub Kalsel di KPU nanti.

Tapi, dengan kondisi saat ini bisa saja koalisi tersebut memang belum solid. Peluang PDIP untuk loncat pagar menggandeng PPP masih cukup terbuka. (Kanalkalimantan.com/rico)

 

Reporter : Rico
Editor : Cell

 


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

HEADLINE

WHO: Mungkin Tak Akan Pernah Ada Obat untuk Covid-19

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Dirjen Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus. Foto : Reuters/Dennis Balibouse
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTA.COM, JENEWA – Harapan dunia untuk memutus siklus penularan dan penutupan wilayah kini bertumpu pada vaksin. Tetapi dalam konferensi pers secara virtual hari Selasa, Dirjen Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus di Jenewa mengatakan pemerintah dan warga seharusnya berfokus pada apa yang diketahui ampuh yaitu testing, pelacakan kontak, jaga jarak fisik dan pemakaian masker.

“Kita semua berharap memiliki sejumlah vaksin ampuh yang bisa membantu mencegah orang tertular. Namun, tidak ada obat yang manjur saat ini – dan mungkin tidak akan pernah ada. Jadi, yang bisa dilakukan saat ini untuk menghentikan wabah adalah menerapkan dasar-dasar kesehatan masyarakat dan pengendalian penyakit,” ujar Tedros.

Meskipun sudah memberlakukan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) selama berbulan-bulan sehingga melumpuhkan ekonomi, pandemi virus corona terus meluas. Kini tercatat hampir 700.000 kematian di seluruh dunia. Di Amerika, penasihat Gedung Putih memperingatkan, virus itu “menyebar sangat luas.”

Di negara-negara yang sebelumnya berhasil mengendalikan, wabah kembali merebak, misalnya Australia. Hari Senin, PSBB baru kembali diterapkan di negara bagian Victoria yang terimbas keras. Jam malam juga diberlakukan di Melbourne, ibu kota negara bagian itu, selama enam minggu ke depan. Semua bisnis yang dinilai non-esensial ditutup, dan pesta pernikahan dilarang.



Di Filipina, pemerintah juga menerapkan kembali penutupan wilayah atau lockdown setelah jumlah penularan melampaui 100 ribu. Lebih dari 27 juta orang – termasuk di ibukota negara itu, Manila, kembali harus diam di rumah selama dua minggu mulai Selasa.

Iran, negara yang paling terimbas pandemi di Timur Tengah, melaporkan jumlah penularan tertinggi dalam satu hari dalam hampir sebulan. Pemerintah memperingatkan, sebagian besar provinsi di sana menghadapi perebakan kembali virus corona.

Tetapi, Amerika masih menjadi negara yang paling terimbas pandemi. Sejauh ini, dilaporkan 4,6 juta kasus dan hampir 155.000 kematian di Amerika.

Deborah Birx, kepala gugus tugas virus corona Gedung Putih, memperingatkan negara itu telah memasuki “fase baru”. “Apa yang kita saksikan sekarang berbeda dari apa yang terjadi pada Maret dan April,” kata Birx kepada stasiun televisi CNN. Ia menambahkan, virus ini “menyebar sangat luas.”

Kepala teknis WHO untuk tanggap COVID-19 Maria Van Kerkhove mengatakan kajian baru-baru ini memperkirakan tingkat kematian akibat virus corona adalah 0,6 persen. “Mungkin angka itu terdengar tidak besar, tetapi cukup tinggi jika memperhitungkan virus yang mudah menular, yang bisa menular dengan cepat,” katanya.

Pandemi mendorong banyak pihak bergegas membuat vaksin. Rusia hari Senin menyatakan akan meluncurkan vaksin secara massal pada September dan memproduksi “jutaan” dosis vaksin setiap bulan sebelum tahun depan. (ka/jm)

 


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

HEADLINE

Jalan Panjang Denny Raih ‘Tiket’ Gerindra-Demokrat, Politik Tanpa Fulus Berakhir Mulus!

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Jalan panjang dilakukan Denny-Difriadi mendapatkan dukungan Gerindra dan Demokrat di Pilgub Kalsel. Foto : ilustrasi yuda
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU– Perjalanan panjang ‘hijrah gasan Banua’ Denny Indrayana di Pilgub Kalsel akhirnya sampai pada level pertama untuk mengantongi tiket rekomendasi parpol. Setelah lebih sembilan bulan berjuang meyakinkan Gerindra dan Demokrat, akhirnya kedua parpol tersebut memutuskan memberikan mandat. Terpenting, Denny membuktikan komitmennya bahwa dukungan tersebut diraih tanpa mahar politik uang!

Berawal dari tekadnya maju melawan incumbent Sahbirin Noor, langkah mantan Wamenkum HAM era Presiden SBY ini terasa musykil pertamanya. Betapa tidak, tanpa dukungan apapun dan hanya bermodal niat, ia bertekad maju.

Kepada Kanalkalimantan.com, pegiat anti korupsi ini menceritakan awal mula langkahnya mencebur ke pertarungan Pilgub Kalsel.

“Saya ketika itu gelisah. Masak tidak ada yang berani melawan incumbent? Dengan membaca Bismillah, setelah saya melaksankan sholat malam ketika itu, saya tegaskan untuk maju!” katanya.



Lalu, pada Minggu (13/10/2019) Denny mendeklarasikan pencalonannya sebagai Gubernur Kalsel di hadapan puluhan jurnalis di Kalsel, yang hadir dalam jumpa pers di Varras Resto, Jl A Yani Km 36,6 Banjarbaru, Kalsel.

Dari situlah, langkah demi langkah mulai ditapaki Denny Indrayana. Hanya bermodal solidaritas rekan dan koleganya saat itu, ia mulai mendaftar ke sejumlah partai yang mulai membuka penjaringan kandidat. Hampir semua parpol didatangi, termasuk Gerindra dan Demokrat.

Termasuk, ia menggalang dukungan relawan untuk menyetor KTP sebagai cadangan jika tak ada parpol yang meminangnya. Sehingga ia akan menggunakan jalur independen. Tapi seiring waktu, jalur independen ia tinggalkan. Denny pun fokus kepada dukungan partai.

Denny mengatakan, ia memiliki kedekatan emosional dengan sejumlah partai. “Ya, khususnya dengan Partai Demokrat dan Gerindra. Karena memang secara pribadi kenal dan pernah bersama dengan ketua umumnya,” katanya.

Ia menceritkan, perlu waktu dan kesabaran berjuang di jalur parpol. Terlebih, ia menegaskan bahwa tak menggunakan politik uang. Baginya, terwujudnya good governance harus dimulai dari langkah pertamanya.

“Ibaratnya, wudhu kita harus sah sebelum kita sholat. Kalau langkah pertamanya saja sudah batal dengan melakukan politik uang, maka otomatis semua yang kita idealkan untuk membangun politik yang bersih juga akan batal,” katanya.

Grafis : yuda kanalkalimantan

Hal itu juga yang ia tegaskan, saat diwawancara koleganya, Pakar Hukum Tata Negara Refly Harun dalam video yang diunggah lewat saluran Youtube, Selasa (21/7/2020) malam. Dalam video berjudul “Optimisme Denny Indrayana, Bisa Menang Tanpa Mahar dan Politik Uang”, Refly menyinggung soal pandangan umum soal money politics pada kontestasi politik, termasuk pemilihan kepala daerah (pilkada).

“Orang bilang no money no candidacy. Itu bagaimana mau ngomong anti korupsi? Bagaimana menjawab rumor seperti itu?” tanya Refly kepada juniornya di Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (UGM) itu.

Denny mengatakan, justru di situlah letak tantangannya. Sejauh ini Denny mengaku mendapatkan surat tugas dari Partai Demokrat tanpa sepeser rupiah pun. Begitu juga dengan surat rekomendasi sementara dari Partai Gerindra. Ada juga relawan-relawan yang dinilainya luar biasa militan.

“Jangankan saya kasih uang, malah mereka yang menyumbang membuat kaos, masker dan lain-lain. Jadi tidak ada yang impossible, tapi memang agak ekstra kerjanya,” ujar mantan Stafsus Presiden SBY ini.

Kini, dengan dukungan 8 kursi Gerindra dan 3 kursi Demokrat, sudah pas untuk menjadikan Haji Denny sebagai Cagub Pilgub Kalsel 2020. Dengan total 55 kursi DPRD Provinsi Kalsel, maka 11 kursi Gerindra-Demokrat sudah memenuhi syarat minimal 20% kursi pencalonan.

Namun, Denny rupanya tidak hanya memastikan 11 kursi DPRD Provinsi. Sedang berada di Jakarta, Denny terus berkeliling dan memastikan mendapatkan dukungan partai lainnya. Ketika ditanya, ia tidak mau mengungkapkan partai mana saja yang ditemuinya. “Saya terus membangun komunikasi dengan partai lain untuk berkoalisi. Insya Allah dalam waktu dekat partai koalisi kami akan mendeklarasikan dukungannya,” katanya. (kanalkalimantan.com/cel)

Reporter : Cel
Editor : Cell



  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Paling Banyak Dibaca

-->