Connect with us

DISHUT PROV KALSEL

Dirjen PKSL Apresiasi Program Revolusi Hijau di Kalsel

Diterbitkan

pada

Program penghijauan Kalsel mendapat apresiasi Dirjen Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan (PSKL) KemenLHK Bambang Suprianto. Foto: ist
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

BANJARBARU, Program penghijauan yang terus dilakukan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Selatan mendapat sorotan dari Direktoran Jenderal Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan (PSKL) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Bambang Suprianto.

Hadir di acara launching penanaman pohon dan launching Forest City di kawasan Sekda Prov Kalsel, Jumat (6/12), Bambang mengapresiasi kinerja Gubernur Kalsel Sahbirin Noor dalam mengelorakan program Revolusi Hijau yang dicanangkan Presiden Joko Widodo.

“Terobosan Pemprov Kalsel dalam mengembangkan Forest City merupakan hal yang patut diapersiasi. Tentunya, hal ini tidak terlepas dari sosok Gubenur Kalsel yang menginspirasi dan menjadi teladan masyarakat,” katanya.

Bambang menuturkan bahwa penanaman pohon untuk mewujudkan Forest City telah dilaunching secara nasional pada Desember di Malang. Menurutnya, apa yang dilakukan Pemprov Kalsel selaras dengan yang pihaknya kerjakan.

“Saya berharap, gerakan ini bisa diikuti sampai ke pedesaan sehingga gerakan ini betul-betul bisa memasyarakat. Jadi, dari hal yang kecil ini memberikan hal yang besar untuk Indonesia dan Dunia,” pungkasnya.

Pada kegiatan ini Pemprov Kalsel turut menggandeng para kaum milenial yang turut ikut melakukan penanaman. Adapun dalam Launching Forest City ini dilakukan penanaman sebanyak 1.000 pohon bungur di atas lahan 4,2 hektare di depan Kantor Bappeda Pemprov Kalsel.

Gubernur Kalsel mengatakan, program penghijauan melalui Revolusi Hijau telah berjalan dengan baik, berkelanjutan, dan bahkan mendapat apresiasi dari dari Presiden sebagai provinsi dengan penghijauan terbaik di Indonesia.

Ia bertekad ingin mengembangkan lebih jauh penghijauan di Kalimantan Selatan, dengan konsep Forest City yaitu kota berdimensi hutan.

“Saya bangga hari ini dapat menanam bersama kaum milenial yakni mahasiswa Uniska. Kita menanam adalah semangat Banua, Banua bergerak untuk Indonesia yang lebih hijau dan menyejukkan lagi buat kita dan dunia,” ucap Paman Birin -sapaan akrabnya yang juga merupakan Alumni Uniska. (Rico)

Reporter : Rico
Editor : Chell

 


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Kepala Cyber Kanal Kalimantan

Advertisement

DISHUT PROV KALSEL

KPH Tabalong Serahkan Satwa Dilindungi Jenis Kukang ke BKSDA

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

KPH Tabalong menyerahkan kukang ke BKSDA Banjarbaru Foto : antara
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU– Tim Perlindungan Hutan Kantor Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Kabupaten Tabalong menyerahkan salah satu jenis primata dilindungi jenis Kukang (nycticebus menagensis) ke Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Banjarbaru untuk direhabilitasi.

Satwa langka ini diperoleh dari warga Kelurahan Belimbing Raya Kecamatan Murung Pudak dan secara sukarela diserahkan ke KPH setempat. “Kita sudah koordinasi dengan BKSDA dan satwa ini akan direhabilitasi serta dilepasliarkan ke habitatnya,” jelas Kepala Seksi Perlindungan Hutan Zainal Abidin di Tanjung, Sabtu (14/3/2020).

Karena semua jenis Kukang telah terancam kepunahan ungkap Zainal satwa berpenampilan lucu ini dilindungi oleh hukum Indonesia sehingga memperdagangkannya tergolong melanggar hukum (ilegal) dan kriminal.

Sebagai informasi dari delapan spesies Kukang yang masih ada, enam diantaranya dapat ditemukan di Sumatra, Jawa dan Kalimantan.(antara)

Reporter : Antara
Editor : Antara


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

DISHUT PROV KALSEL

Dishut Targetkan Ribuan Hektare Perhutanan Sosial Tahun Ini

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Kasi Perhutanan Sosial Dishut Kalsel Kinta Ambarwati beserta jajaran mengunjungi KPH Hulu Sungai. Foto : Dishut
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU– Kepala Seksi Perhutanan Sosial Dishut Kalsel Kinta Ambarwati beserta jajaran mengunjungi KPH Hulu Sungai. Mereka menghelat sosialisasi perhutanan sosial untuk kelompok tani pelaksana kegiatan rehabilitasi hutan dan lahan kerjasama dengan IPPKH pada pemeliharaan tahun kedua.

“Target luasan perhutanan sosial di KPH Hulu Sungai untuk tahun 2020 ini sebesar 1300 hektare dan terbagi dalam dua RPH,” ucap Kinta membuka pertemuan terbatas tersebut.

Kinta menambahkan saat ini program RHL BPDAS APBN 2019 di KPH Hulu Sungai tercatat seluas 2075 hektare. Sementara  luasan program Rehabdas IPPKH PT. AGM tahap pemeliharaan tahun kedua seluas 190 hektar, serta PT. KPP yang sudah melewati tahap pemeliharaan seluas 86 hektare.

“Dari total luasan program RHL BPDAS HL dan Rehabdas sudah melebihi target. Tinggal para penyuluh turun ke lapangan dan memfasilitasi usulan perhutanan sosial. Kita bantu petani memiliki akses kelola lahan garapannya,” ujar Kinta.

Ia berpesan agar terus berkoordinasi dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa di tiap kabupaten masing – masing. Termasuk Bumdes dan pihak desa untuk operasionalisasi perhutanan sosial.

Sejalan dengan Kinta, Kepala Seksi Pemanfaatan Hutan KPH Hulu Sungai, Priyadi mengatakan penyuluh sekarang harus lebih gesit karena penyuluh benar – benar diperlukan di garis depan. “Ini menjadi angin segar bagi para kelompok yang mengajukan perhutanan sosial. Maret ini kemungkinan besar terbit lagi SK perhutanan sosial yang baru,” pungkasnya. (Kanalkalimantan.com/dishut)

Reporter : Dishut
Editor : Chell


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

DISHUT PROV KALSEL

Anggota DPRD Kabupaten Asahan Sumatera Utara Kunjungi Tahura SA

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Anggota DPRD Asahan saat mengunjungi Tahura Foto : Dishut
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU -Rabu, (26/3/2020), disela – sela kunjungan kerjanya ke Provinsi Kalimantan Selatan, anggota DPRD Kabupaten Asahan Sumatera Utara menyempatkan diri berkunjung ke Ekowisata Tahura SA Mandiangin.

Beberapa Spot Wisata yang dilihat yaitu Penangkaran Satwa, Puncak Tengger, Pesanggrahan Belanda dan yang terakhir Galeri Hasil Hutan Kalimantan. Di Galeri mereka memborong Madu Kelulut, Teh Kayu Bajakah, Kopi Aranio, Kain Sasirangan dan Gelang Kayu Pukah. Anggota DPRD tersebut sangat terkesan dengan pemandangan alam yang tersaji berupa barisan Pegunungan Meratus yang membentang luas.

Salah seorang anggota dewan menyatakan kekagumannya akan obyek wisata Tahura. Selain sebagai lokasi perlindungan hutan, juga bisa menjadi tempat rekreasi yang menarik. “Ini bisa menjadi isnpirasi di daerah kita nantinya. Terutama bagaimana model pengelolaan hutan wisata,” katanya. (Kanalkalimantan.com/dishut)

Reporter : Dishut
Editor : Chell


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Paling Banyak Dibaca

-->