Connect with us

Kota Banjarbaru

Disdukcapil Belum Agendakan Rekam Ulang KTP Napi untuk Pencoblosan di Pilkada

Diterbitkan

pada

Ratusan napi terancam tak bisa gunakan hak pilihnya di Pilkada Foto: Rico
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Sedikitnya ada sekitar 600 napi di Lapas Kelas IIB Banjarbaru yang saat ini masih terancam tak bisa menggunakan hak suara di Pilkada 2020.

Penyebabnya ialah tidak adanya kepemilikan identitas diri, seperti KTP dan Kartu Keluarga, sebagai syarat utama untuk ditetapkan dalam daftar pemilih tetap (DPT). Banyak dari mereka mengaku kehilangan dan adapula yang selama ini memang tak memproses pembuatannya.

Persoalan itu sendiri telah mendapat atensi khusus dari pihak Lapas. Dalam hal ini, Kepala Lapas Kelas IIB Banajarbaru Amico Balalembang, telah meminta Dinas Kependudukan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Banjarbaru untuk melakukan perekaman ulang KTP kepada para napi di tempatnya.

“Kita sudah menyarankannya ke Disdukcapil untuk melakukan perekaman ini. Memang 600 napi yang tidak mempunyai identitas diri itu, tidaklah semuanya warga asli Banjarbaru. Ada dari Kota Banjarmasin dan Kabupaten Banjar juga. Nah, data para napi ini berserta alamatnya, sudah kita serahkan ke Disdukcapil,” kata Amico, beberapa waktu lalu.



Lantas, sudah sejauh mana wacana perekaman ulang KTP di Lapas Banjarbaru? Untuk menjawab hal tersebut, Kanalkalimantan.com menghubungi Kepala Disdukcapil Banjarbaru, Sri Fatma Karmailita, Jumat (30/10/2020).

Diakui Fatma, bahwa pihaknya belum dapat memastikan jadwal perekaman ulang KTP terhadap para napi. Sebab, Disdukcapil Banjarbaru sendiri tengah fokus menyusun jadwal rutin perekaman di 20 kelurahan se Kota Banjarbaru.

“Benar, kita sudah menerima data para napi, baik itu yang warga asli Banjarbaru dan warga daerah tetangga. Tapi, kita belum bisa memastikan kapan jadwal perekaman ulang KTP mereka. Kita juga dipacu waktu sebelum hari pencoblosan, yang hanya tinggal lebih satu bulan lagi,” akunya.

Kendati demikian, Fatma menyakinkan bahwa pihaknya selalu berusaha mengakomodir perekaman KTP ini kepada warga Banjarbaru, termasuk yang kini menjalani masa hukuman. Sebab, persoalan ini seraya dengan penyelanggaran pesta demokrasi di tahun-tahun sebelumnya.

“Sebenarnya perekaman ulang KTP seperti ini selalu terjadi setiap Pemilu. Termasuk pada Pemilu 2019 kemarin. Kami selalu berusaha semaksimal mungkin mengakomodir persyaratan masyarakat untuk dapat menggunakan hak suaranya, termasuk yang ada di dalam Lapas. Untuk saat ini, kita masih akan terus berkoordinas dengan pihak Lapas. Semoga bisa terealisasikan,” tegasnya.

Di luar dari 600 napi yang belum memiliki identitas, KPU Banjarbaru lebih dulu menetapkan ratusan napi yang berhak mengikuti pencoblosan pada puncak Pilkada 2020, 9 Desember mendatang.

Setidaknya, ada 833 napi di Lapas Banjarbaru yang sudah masuk dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) pada kontestasi Pilgub Kalimantan Selatan. Sementara untuk Pilwali Banjarbaru, DPT yang ditetapkan ada sekitar 250 napi.

“Penetapan DPT itu berdasarkan alamat tempat tinggal yang tertera di KTP mereka. Jadi 250 napi yang ditetapkan dalam DPT di Pilwali Banjarbaru itu memang sudah diverifikasi adalah warga Banjarbaru. Napi asal Banjarbaru itu juga termasuk dalam 833 napi yang ditetapkan dalam DPT Pilgub Kalsel,” terang Kepala Lapas Banjarbaru. (Kanalkalimantan.com/rico)

Reporter : Rico
Editor : Cell


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
iklan

Komentar

Kota Banjarbaru

Pelaku Pencabulan Anak Didik Ternyata Guru Honorer di SD, Disdik Banjarbaru: Sudah Dipecat!

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Pelaku pencabulan ternyata seorang guru honorer foto: ist/polres bjb
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Kasus pencabulan yang dilakukan oleh seorang pelatih badminton terhadap anak didiknya sendiri, memunculkan fakta baru. Pelaku yang diketahui bernisial WR (40) itu rupanya adalah tenaga honorer di salah satu SD di kota Banjarbaru.

Sebagaimana yang sudah diberitakan, WR diduga telah melakukan aksi pencabulan terhadap anak didiknya yang masih berusia dibawah umur. Atas perbuatan itu, pelaku kini diamankan oleh Polres Banjarbaru.

Terbaru, dari hasil penelusuran Kanalkalimantan.com, selain menjadi pelatih badminton, WR juga merupakan seorang guru honorer olahraga. Ia terikat kontrak kerja dengan salah satu SD yang ada di Banjarbaru.

Informasi ini sendiri dibenarkan oleh Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Banjarbaru, yang dalam hal ini melalui Kasi PTK Sekolah Dasar, Dewita. “Benar, yang bersangkutan adalah guru honorer olahraga,” katanya, Kamis (26/11/2020).



Atas tersandungnya kasus pencabulan itu, ujar Dewita, membuat WR secara langsung diberhentikan secara tidak hormat. Dijelaskannya bahwa pemecatan itu dilakukan pada September lalu, tepatnya saat pelaku mengakui seluruh perbuatannya dihadapan kepala sekolah.

“Saat kasus ini mulai terdengar, kami langsung menghubungi pihak sekolah. Yang bersangkutan dipanggil dan mengakui perbuatannya dihadapan Kepsek. Karena statusnya bukan ASN, jadi pemberhentiannya langsung dilakukan oleh pihak sekolah,” tambahnya.

Sebagaimana yang sudah diberitakan, WR, warga Kecamatan Banjarbaru Selatan, Banjarbaru, melancarkan aksi bejat saat melatih anak didiknya bermain badminton. Seluruh aksinya itu dilakukan sebanyak 3 kali, dari periode April hingga Juni 2020.

Kapolres Banjarbaru AKBP Doni Hadi Santoso melalui Kassubag Humas Polres Banjarbaru, Iptu Tajuddin Noor, menerangkan bahwa seluruh aksi pencabulan dilakukan pelaku di salah satu tempat fasilitas olahraga di wilayah Banjarbaru.

Kejadian pertama terjadi pada April lalu, dimana korban yang merupakan anak didik pelaku mengalami cidera di bagian kaki saat menjalani latihan. Kala itu pelaku menawarkan diri untuk melakukan pemijatan terhadap korban.

“Pijatan yang ditawarkan itu ternyata mengarah ke tindakan pencabulan. Bagian intim korban dipegang oleh pelaku. Lalu pada Juni 2020, pelaku melakukan hal yang sama. Atas kejadian tersebut orang tua korban melapor ke Polres Banjarbaru,” kata Iptu Tajuddin.

Sampai saat ini, diketahui satu orang saja yang merupakan korban dari ganasnya nafsu bejat WR. Berkas perkara kasus ini sendiri telah dilimpahkan pihak kepolisian ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Banjarbaru, pada 11 November 2020. (Kanalkalimantan.com/rico)

 

Reporter : Rico
Editor : Cell


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Kota Banjarbaru

Kado Hari Guru, Disdik Banjarbaru Berikan Penghargaan kepada Guru Berdedikasi

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Disdik Banjarbaru akan memberikan penghargaan guru berdedikasi Foto: rico
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Memperingat hari Guru Nasional yang jatuh pada 25 November 2020, Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Banjarbaru akan memberikan apresiasi penghargaan kepada sejumlah guru atas pengabdiannya memajukan dunia pendidikan di Kota Idaman.

Ketua Panitia HUT PGRI Banjarbaru, Ridho Amalia, menerangkan bahwa apresasi pihaknya dibagi dalam 3 kategori. Pertama ialah penghargaan kepada guru yang berdedikasi dan memberikan sumbangsih tak hanya untuk sektor pendidikan, melainkan juga untuk daerah.

Adapun dalam kategori, ini ada dua guru yang mendapatkan penghargaan dari Disdik Banjarbarumm Yakni, Muslim Anang Abdullah dari SDN 1 Guntung Paikat dan Ali Syamsudin Asri yang merupakan guru di SMPN 11 Banjarbaru.

“Keduanya memajukan Banjarbaru, sesuai keahlian di bidangnya masing-masing. Untuk pak Muslim sendiri, beliau aktif di bidang seni rupa. Sementara, pak Ali memiliki kindai sastra, yang mana karya-karyanya telah dipamerkan hingga luar daerah,” katanya, Kamis (26/11/2020).



Untuk kategori penghargaan kedua, diberikan kepada para guru yang telah mencapai masa purna tugas. Dalam hal ini, Disdik Banjarbaru memberikan penghargaan kepada para guru yang telah pensiun baik dari jenjang TK sampai SMA yang ada di Banjarbaru.

Di kategori terakhir, ialah penghargaan sekolah berhias. Dimana dalam kategori ini, mengangkat tema kreatifitas dan dedikasi guru menuju indonesia maju. Hanya saja, untuk kategori ini berlaku untuk jenjang SD sampai SMP.

Acara pemberian seluruh penghargaan, ujar Amalia, akan dilaksanakan pada tanggal 2 Desember mendatang. Diterangkannya juga bahwa dalam pelaksanaan acara, undangan akan kita batasi, karena mengingat saat ini masih dalam kondisi pandemi Covid-19.

“Tentu protokol kesehatan juga sangat ketat diterapkan. Rencananya, penghargaan kepada para guru diberikan secara langsung oleh pak Bernhard selaku Pjs Wali Kota Banjarbaru,” lugas Amalia.

Pemilihan guru dan tenaga kependidikan berprestasi dan berdedikasi, merupakan bukti kepedulian Disdik Kota Banjarbau kepada mereka yang menunjukkan kinerja lebih dalam bidangnya masing-masing.

Muhammad Aswan, selaku Kepala Disdik Banjarbaru, berharap kegiatan ini dapat memotivasi dan meningkatkan profesionalisme guru serta tenaga kependidikan, hingga berujung pada peningkatan kualitas pendidikan nasional.

“Penghargaan terhadap guru dan tenaga kependidikan adalah bukti pemerintah sangat peduli terhadap jerih payah mereka yang menunjukkan kinerja lebih dari pada yang lain,” lugasnya. (Kanalkalimantan.com/rico)

 

Reporter : Rico
Editor : Cell


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Paling Banyak Dibaca

-->