Connect with us

Dispersip Kalsel

Dispersip Kalsel Dorong Standar Nasioanal Pengelolaan Perpustakaan

Diterbitkan

pada

Dispersip Kalsel juga berupaya untuk mengoptimalkan peran perpustakaan yang ada di Kalsel, agar dapat memenuhi standar Foto: putra
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, terus melakukan berbagai gebrakan untuk meningkatkan minat baca, dengan mengenalkan perpustakaan dan mendekatkan buku hingga ke berbagai pelosok.

Dispersip Kalsel juga berupaya untuk mengoptimalkan peran perpustakaan yang ada di Kalsel, agar dapat memenuhi standar, sehingga bisa lebih menarik minat masyarakat untuk membaca.

Dengan bekerjasama dengan Perpusnas RI, Dispersip Kalsel menggelar sosialisasi akreditasi perpustakaan kepada Perwakilan 13 Dispersip kabupaten/kota. Di antaranya perpustakaan umum, perpustakaan sekolah menengah pertama dan atas, perguruan tinggi, perpustakaan khusus, dan perpustakaan desa. Kegiatan berlangsung dua hari, di Banjarmasin, yang dimulai sejak Kamis (19/11/2020).

Dalam acara itu, Kepala Dispersip Kalsel, Hj Nurliani Dardie, menyampaikan, dalam pengelolaan perpusatakaan di Kalsel terhalangi dengan beberapa kendala.



“Kendala berbagai jenis perpustakaan di Kalsel dalam hal akreditasi, seperti keterbatasan jumlah SDM yang memenuhi standar kompetensi dan profesional,” kata
Nurliani Dardie yang akrab disapa Bunda Nunung, Sabtu (21/11/2020).

Selain itu, ia menyebut anggaran perpustakaan yang terbatas berimplikasi terhadap pengadaan koleksi, sarana dan prasarana.Termasuk masih rendahnya pemahaman arti dan manfaat penerapan Standar Nasional Pendidikan (SNP) dan akreditasi perpusatakaan oleh pimpinan induk perpustakaan.

Dari berbagai jenis perpustakaan di Kalsel, menurut dia, perpustakaan yang sudah terakreditasi jumlahnya sedikit.

“Hanya ada 64 buah perpustakaan sejak 2011 sampai 2020. Rinciannya perpustakaan sekolah 38 buah, 10 perpustakaan perguruan tinggi, 9 perpustakaan umum, dan 7 perpustakaan khusus,” kata Nurliani Dardie.

Dan mengacu dengan UU Nomor 43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan, pengelolaan perpustakaan mesti memenuhi standar. Seperti standar koleksi, standar sarana prasarana, standar pelayanan, standar tenaga perpustakaan, standar pengelolaan, dan standar penyelenggaraan.

Untuk memenuhi standar tersebut, Bunda Nunung menyebut setiap perpustakaan harus lolos akreditasi yang dilaksanakan oleh Badan Akreditasi Nasional.

Dijelaskannya, akreditasi sebagai pengakuan formal yang diberikan Badan Akreditasi Nasional terhadap kompetensi suatu lembaga dalam pengelolaan perpustakaan sesuai ketentuan.
(Kanalkalimantan.com/putra)

 

 

Reporter : Putra
Editor : Cell


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
iklan

Komentar

Dispersip Kalsel

Tak Berdiam Diri Saat Pandemi Covid-19, Dispersip Kalsel Peringati Hari Dongeng Nasional

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Dispersip Kalsel memperingati hari dongeng dengan kunjungi panti asuhan Foto: putra
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Merayakan Hari Dongeng Nasional yang diperingati setiap tanggal 28 November, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) memperingati dengan cara berbeda.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kalsel, Dra. Hj. Nurliani, M.AP. mengatakan momentum peringatan hari dongeng tahun ini dilaksanakan berbeda dikarenakan masa pandemi covid-19 yang tidak bisa mengumpulkan orang banyak

Jika tahun-tahun sebelumnya selalu mendatangkan pendongeng maupun juru kisah Nasional ke Perpustakaan Palnam yang dihadiri oleh ratusan pengunjung anak-anak memenuhi ruang Kids Library maupun di panggung outdor.

Ditekankan, saat masa pandemi COVID-19 tidak membuat Dispersip Kalsel diam diri tetapi tetap menggelar kegiatan dengan menerapkan aturan sesuai protokol kesehatan.



 

“Walaupun kondisi terpaan Covid-19 , kita tidak lantas berdiam diri, kita harus tetap kreatif dengan cara yang berbeda, makanya tahun ini Dispersip tetap merayakan hari Dongeng Nasional namun dengan cara yang berbeda,” tuturnya, Sabtu (28/11/2020).

Ia mengatakan kegiatan ini hanya menghadirkan maksimal 20 orang anak karena mereka tidak datang ke sekolah dan acaranya diselenggarakan tidak terlalu lama dikarenakan masa pandemi dan dengan menerapkan protokol kesehatan.

Dalam acara peringati Hari Dogeng Nasional, Dispersib Kalsel mengunjungi Panti Asuhan Al- Aqsho di bawah naungan Pondok Pesantren Hidayatullah Banjarbaru.

Dalam kunjungannya tersebut Dispersip Kalsel membawa Mobil Perpustakaan Keliling, dan diisi Hiburan Badut, serta menghadirkan Pendongeng Novia Eka Saputri (Guru PAUD) asal Banjarbaru.

Bunda Nunung menyampaikan mendongeng dapat membangun imajinasi anak yang akan menentukan kesuksesan mereka di masa depan.

“Makna mendongeng adalah agar anak-anak senang dan mencintai cerita dari buku, cerita–cerita itu lah dapat menciptakan imajinasi di dalam otak. Kemampuan dalam berpikir dan membayangkan hal–hal di otak adalah kunci kesuksesan di masa depan,” lanjutnya.

Dalam rangka peringatan Hari Dongeng Nasional ini pula, Bunda Nunung mengajak seluruh orang tua, tidak hanya ibu tetapi juga bapak untuk aktif membacakan cerita atau buku kepada anaknya setiap malam secara rutin.

Dijelaskannya juga bahwa mendongeng (story telling) merupakan kegiatan yang positif yang bisa dilakukan oleh orangtua dan anak agar menjadi lebih dekat.

“Saya mengajak seluruh orangtua, tidak hanya ibu tetapi juga bapak untuk aktif membacakan cerita atau buku kepada anaknya setiap malam secara rutin. Hal ini dikarenakan pendidikan anaknya sendiri adalah tugas kedua orangtua selain menjalin rasa kekeluargaan dengan berkumpul bersama dan saling bersenda gurau penuh keakraban,” ungkapnya.

Sekretaris Yayasan Pondok Pesantren Hidayatullah Banjarbaru, Ichra Diyono menyampaikan kekenalkalimantan.com mengucapkan terima kasih atas kunjungan dari Dispersip Kalsel, semoga menjadi manfaat bagi anak-anak.

“Kegiatan ini sangat baik untuk menumbuhkan karakter anak-anak dalam membaca dan berdongeng,” harapnya.

Dengan diisi berbagai hiburan yang menghibur anak-anak, Andi menyampaikan sangat senang dan terhibur acara yang di selenggarakan Dispersib Kalsel.

“Acaranya rame, ada cerita dongeng, ada badut sama buku yang bagus untuk di baca” tuturnya.(Kanalkalimantan.com/putra)

Reporter : Putra
Editor : Cell


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Dispersip Kalsel

Cara Dispersip Kalsel Peringati Hari Dongeng Nasional di Tengah Pandemi

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Hari Dongeng Nasional tahun 2020. Foto : Dispersip Kalsel
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Hari Dongeng Nasional diperingati setiap 28 November. Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Kalsel memperingatinya dengan cara yang berbeda dari biasanya, seperti tahun-tahun sebelumnya selalu mendatangkan pendongeng maupun juru kisah nasional ke Perpustakaan Palnam dihadiri anak-anak yang memenuhi ruang Kids Library Perpustakaan Palnam maupun panggung outdoor.

Di tengah masa pandemi Covid-19, Dispersip Kalsel tidak bisa mengumpulkan orang banyak dalam memperingai Hari Dongeng Nasional pada 28 November 2020 besok. Meski demikian pandemi tidak lantas membuat Dispersip Kalsel berdiam diri. Dispersip Kalsel tetap kreatif dengan cara yang berbeda, masih bisa merayakan Hari Dongeng Nasional dengan cara yang berbeda.

“Insyaallah besok Dispersip Kalsel akan merayakan Hari Dongeng Nasional dengan berkunjung ke Panti Asuhan Al Aqsho di Pondok Pesantren Hidayatullah Banjarbaru membawa mobil perpustakaan keliling, hiburan badut, serta menghadirkan pendongeng Novia Eka Saputri, seorang guru PAUD asal Banjarbaru. Kami hanya menghadirkan maksimal 20 anak-anak,” ujar Kadispersip Kalsel Dra Hj Nurliani Dardie. Karena anak-anak tidak turun ke sekolah dan acaranya diselenggarakan tidak terlalu lama dengan menerapkan protokol kesehatan.

Menurut Bunda Nunung, dari mendongeng dapat membangun imajinasi anak yang akan menentukan kesuksesan mereka di masa depan. “Makna mendongeng adalah agar anak-anak senang dan mencintai cerita dari buku, cerita-cerita itu lah dapat menciptakan imajinasi di dalam otak. Kemampuan dalam berpikir dan membayangkan hal-hal di otak adalah kunci kesuksesan di masa depan,” beber Bunda Nunung.



Mendongeng atau story telling merupakan kegiatan positif yang bisa dilakukan oleh orangtua dan anak, agar menjadi lebih dekat. Bunda Nunung mengajak seluruh orangtua, tidak hanya ibu tetapi juga ayah untuk aktif membacakan cerita atau buku kepada anaknya setiap malam secara rutin.
“Pendidikan anak sendiri adalah tugas kedua orangtua selain menjalin rasa kekeluargaan dengan berkumpul bersama dan saling bersenda gurau penuh keakraban,” pungkas Bunda Nunung. (kanalkalimantan.com/bie)

 

Reporter : Bie
Editor : Bie


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Paling Banyak Dibaca

-->