Connect with us

Kabupaten Kapuas

Ditangkap di Kapuas, GL Pelaku Fetish Kain Jarik Langsung Dibawa ke Surabaya

Diterbitkan

pada

Tersangka GL saat diamankan polisi di rumahnya Foto : ist
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, KAPUAS– Polisi menangkap terduga pelaku pelecehan seksual fetish kain jarik GL yang sebelumnya menghebohkan dunia maya. Pria 22 tahun itu ditangkap di Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah, tanpa melakukan perlawanan pada Kamis (6/8/2020) lalu.

Penangkapan tersebut atas kerjasama Polda Jawa Timur (Jatim) dan Polres Kapuas, yang menangkap tersangka di rumahnya.

Menurut Kabid Humas Polda Jatim Kombes Trunoyudo Wisnu Andika, sejauh ini Polrestabes Surabaya dan Polda Jawa Timur telah melakukan tindakan proses penyidikan dari langkah awal.

Setelah ditangkap, GL langsung dibawa ke RSUD Kapuas untuk rapid test, dan hasilnya non-reaktif. Ia pun kemudian segera diterbangkan ke Surabaya.



“Kami sampaikan dan kemudian pada pada tempatnya kemarin tim sudah turun langsung berkoordinasi dengan Polda setempat yakni Polres Kapuas ini tepatnya pada tanggal 6 Agustus 2020 saudara GL terduga sudah kami lakukan penangkapan,” ungkap Kombes Trunoyudo, Jumat (7/8/2020).

“Saat ini yang bersangkutan tentunya sedang menuju perjalanan ke Surabaya untuk alat bukti tentu berkaitan dengan ITE pengunggahan yaitu ada 1 device handphone milik terduga dan kemudian nanti secara teknis akan dilakukan penelitian dalam proses penyidikan,” urainya.

Ketika disinggung adanya korban yang kembali melapor, Truno menjelaskan hingga saat ini posko pengaduan masih dibuka. Ia mempersilahkkan korban terkait GL fetish Jarik untuk melapor. “Saksi ada 8 saksi kemarin ada 8 untuk saksi korban ada 3 orang, dan demikian tentu akan bertambah,” pungkasnya.

GL dicari karena munculnya pengakuan sejumlah orang di media sosial soal aksi fetish pocong yang diskenariokannya. Ia diduga mendapat kepuasan seksual dari foto-video orang lain dibungkus kain jarik.(Kanalkalimantan.com/detik)

Reporter : Detik
Editor : Cell



  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Kabupaten Kapuas

Warga Bukit Batu Berharap Air Bersih dan Sanitasi Layak

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Sosialisasi pembelajaran perencanaan, pelaksanaan dan perawatan program Pamsimas tahun 2021, Rabu (30/9/2020). Foto: ags
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN. COM, KUALA KAPUAS – Masyarakat desa Bukit Batu berharap program penyediaan air minum dan sanitasi berbasis masyarakat (Pamsimas) bisa terwujud dan dinikmati dalam waktu segera.

Hal itu diutarakan Kepala Desa Bukit Batu, Edi Susanto saat sosialisasi pembelajaran perencanaan, pelaksanaan dan perawatan program Pamsimas tahun 2021, Rabu (30/9/2020) di kantor Desa Bukit Batu, Kecamatan Mantangai, Kabupaten Kapuas.

“Semoga pembangunan Pamsimas di desa Bukit Batu terwujud, keberlanjutan penyediaan air minum dan sanitasi sampai anak dan cucu kami,” kata Edi Susanto. Karena kebutuhan air bersih dan sanitasi yang baik menjadi hajat standar kebutuhan dasar masyarakat dalam mewujudkan hidup sehat.

Sosialisasi ini dihadiri unsur masyarakat di antaranya bidan desa, perangkat desa, tokoh masyarakat, dan BPD, LPMD dan Karang Taruna, bersama fasilitator dari Dinas PUPR Kabupaten Kapuas. (kanalkalimantan.com/ags)



 

Reporter: Ags
Editor : Bie


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Kabupaten Kapuas

Deadline 18 Oktober, Ketua DPRD: Pembahasan RAPBD 2021 Jangan Molor

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Ketua DPRD Kapuas Ardiansah. Foto: ags
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN. COM, KUALA KAPUAS – DPRD Kabupaten Kapuas minta pembahasan Kebijakan Umum Anggaran Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) tahun 2021 dan RAPBD Kabupaten Kapuas 2021 bisa tepat waktu, sesuai dengan jadwal yang telah disusun.

“Saya minta komitmen dengan eksekutif pembahasan jangan sampai molor lagi.

Sehingga deadline kita tanggal 18 Oktober sudah selesai,” kata Ardiansah, Ketua DPRD Kapuas, Selasa (29/9/2020).

Menurutnya, saat ini pembahasan KUA PPAS dan RAPBD 2021 menjadi sangat krusial karena pembahasan dijadwalkan harus tuntas pada pertengahan Oktober 2020 ini.



“Kita sambil menunggu naskah KUA PPAS. Karena sampai saat ini belum ada penyerahan dari eksekutif, penjelasan dari eksekutif ada perubahan KUA PPAS tahun 2021,” jelas Ardiansah
Untuk itu, diharapkan secepatnya naskah KUA PPAS tersebut dipersiapkan untuk dibahas bersama antara eksekutif dan legislatif. (kanalkalimantan.com/ags)

Reporter : Ags
Editor : Bie


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Paling Banyak Dibaca

-->