Connect with us

Pilkada Banjarbaru

Ditemui KNPI dan Masyarakat Minang, Paslon Iskandar-Iwansyah Serap Aspirasi

Diterbitkan

pada

Paslon Iskandar-Iwansyah menerima komunitas dan serap aspirasi masyarakat Minang. Foto: rico
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Gerilya kampanye pasangan calon (paslon) nomor urut 1 Pilkada Banjarbaru, Gusti Iskandar Sukma Alamsyah – AR Iwansyah, tak terbendung. Hanya dalam kurun satu hari, duet berjargon “Kawan Kita” itu setidaknya menemui hampir ratusan orang beratasnamakan organisasi maupun kelompok.

Seperti halnya Sabtu (17/10/2020) siang, dimana puluhan anggota DPD Komisi Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Banjarbaru menyambangi posko Iskandar – Iwansyah yang berada di kediaman Iskandar sendiri, yakni di Kecamatan Landasan Ulin, Banjarbaru.

Dalam persamuhan itu, Iskandar-Iwansyah menyerap secara langsung aspirasi yang disampaikan para anggota KNPI. Termasuk mensinegritaskan peran KNPI ke dalam program yang menjadi visi misi paslon ketika nantinya terpilih menduduki kursi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Banjarbaru.

“Di KNPI, seluruh anggotanya memiliki inovasi dan kreativitas. Mereka ke sini ingin mendapat masukan dan menyamakan apa yang menjadi program visi misi kami ketika mengemban tugas sebagai kepala daerah,” kata Iskandar, kepada Kanalkalimantan.com.



Faktanya, Iskandar sendiri memiliki ikatan emosional yang sangat kuat dengan organisasi kepemudaan tersebut. Ia tercatat sebagai Ketua DPD KNPI Kalimantan Selatan periode 1994-1997. Hal inilah yang membuat Iskandar yakin bahwa dirinya dapat membawa para pemuda di Banjarbaru lebih dapat berkembang.

“Tentu saya yang pernah berada dalam naungan KNPI, punya konsep-konsep pemikiran bagaimana pemberdayaan orang-orang muda itu ke depannya menjadi salah satu ujung tombak, khusunya mengembangkan ekonomi kreatif,” tuturnya.

Usai mendengarkan berbagai aspirasi, mantan anggota DPR RI itu menilai bahwa perhatian pemerintah terhadap KNPI di Banjarbaru belumlah optimal. Untuk itu, Iskandar menegaskan bahwa jika telah terpilih sebagai Wali Kota, dirinya siap mengakomodir seluruh kegiatan KNPI, serta mensinergikannya dengan SKPD terkait.

“Mereka ingin diberi peranan. Berbuat sesuatu dan meninggalkan legacy -warisan- di masyarakat. Itu untuk menunjukan bahwa peran kepemudaan itu ada. Bagi saya, keinginan mereka itu patut diapresiasi dan wujud dukungan kita sebagai kepala daerah adalah mengakomodir seluruh kegiatan mereka” lugas Iskandar.

Masih di hari yang sama, Iskandar-Iwansyah juga turut menerima kunjungan dari kelompok masyarakat Banjarbaru yang tergabung dalam keluarga Minang. Dalam acara bertajuk silahturahmi itu, kelompok keluarga minang menyampaikan dukungan mereka kepada paslon nomor urut 1.

“Prinsip sosiologi orang Minang itu dimana bumi dipijak di situ langit dijunjung. Mereka sebagai masyarakat Banjarbaru walaupun pendatang, juga ingin eksistensinya mendapat perhatian. Mereka ingin budaya Minang itu juga ditampilkan di Banjarbaru,” kata Iskandar.

Bagi Iskandar, Banjarbaru memiliki kebanggaan terhadap masyarakatnya yang hetrogen. Menurutnya para pendatang yang bertempat tinggal di Banjarbaru, sudah sepatutnya mendapat perhatian, dengan menonjolkannya keragaman etniknya budaya masing-masing.

“Maka dari itu, kita ingin menyiapkan satu tempat di Banjarbaru yang memuat miniatur Indonesia. Jadi masyarakat pendatang yang belum ke kampung, dapat melihat miniatur itu. Keragaman ini yang harus kita tonjolkan. Sekaligus saling mengeratkan kekerabatan antar etnik,” tuntasnya. (Kanalkalimantan.com/rico)

Reporter : Rico
Editor : Cell


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
iklan
Komentar

Pilkada Banjarbaru

Berbagi Pengalaman ala Vivi Zubedi, UMKM di Banjarbaru Belum Tergarap Maksimal

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Vivi Zubedi, Founder dan Head Director Industri Kreatif Syariah Indonesia, saat menggelar kegiatan seminar “Creativepreneurtalk”, Kamis (15/10/2020). Foto: rico
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – UMKM alias Usaha Mikro Kecil Menengah merupakan salah satu bisnis yang paling banyak digeluti, termasuk kelompok masyarakat di kota Banjarbaru.

Bahkan, produk-produk hasil UMKM di kota berjuluk Idaman memiliki potensi besar untuk menembus pasar ekspor.

Hal itu diungkapkan Vivi Zubedi, Founder dan Head Director Industri Kreatif Syariah Indonesia, saat menggelar kegiatan seminar “Creativepreneurtalk”, di Posko Kemenangan pasangan calon (paslon) Aditya Mufti Ariffin-Wartono, Kamis (15/10/2020) siang.

Vivi desainer di kancah internasional ini membagikan pengetahuan dan pengalamannya kepada para pelaku UMKM di Banjarbaru, khususnya kaum ibu dan milenial putri. Baginya, penguatan dan pengembangan UMKM harus menjadi prioritas para calon yang akan menduduki kursi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Banjarbaru selama 4 tahun ke depan.



Vivi Zubedi, Founder dan Head Director Industri Kreatif Syariah Indonesia. foto: rico

“Di sini saya ingin menyampaikan sedikit visi dan misi program yang diusung paslon nomor 2, Aditya-Wartono. Saya sebagai istri Aditya mendukung program yang diusung paslon nomor 2 yang berfokus pada persoalan UMKM di Banjarbaru yang belum berkembang,” katanya.

Wanita berdarah Timur Tengah ini menceritakan pengalaman dirinya yang sudah pernah membawa beberapa produk UMKM asal Banjarbaru untuk masuk pasar nasional, tepatnya pada 2018 silam. Hasilnya kala itu bahkan dinilai sukses dan tergolong stabil.

Kendati demikian, Vivi menilai bahwa saat ini masih banyak produk UMKM di Banjarbaru yang belum digarap sehingga tak tergaungkan ke luar daerah. “Untuk itu, Insyaallah ke depannya yang saya pikirkan adalah bagaimana menciptakan sebuah program secara holistik untuk UMKM Banjarbaru,” harapnya.

Selain itu, Vivi juga menyoroti belum adanya wadah untuk mengembangkan UMKM di Banjarbaru secara holistik.

Maksudnya, ialah wadah untuk mengembangkan UMKM dari dasar sampai pada tahap atas. Apalagi, menurutnya produk UMKM di Banjarbaru, khususnya fashion dan food, sangat berpotensi untuk dipasarkan ke luar daerah.

“Jadi, memang UMKM di Banjarbaru hingga saat ini masih produk lokal. Benar-benar hanya local people. Nah, program yang saya pikirkan yang sifatnya masih rahasia dan krusial, Insyaallah ke depannya bisa memasarkan produk ke luar daerah. Potensi itu ada, tinggal dikelola aja,” lugasnya.

Seminar yang diselenggarakandesainer modest-wear ini, mendapatkan antusias dari kalangan kaum hawa di Banjarbaru. Tentunya, kegiatan ini sendiri dilaksanakan dengan penerapan protokol kesehatan Covid-19 yang ketat. (kanalkalimantan.com/rico)

Reporter : Rico
Editor : Bie


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Pilkada Banjarbaru

KPU Banjarbaru Tambah TPS, Ini Lokasinya

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Ketua KPU Banjarbaru Hegar Wahyu Hidayat. Foto : Rico
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Banjarbaru akan menambah tempat pemungutan suara (TPS) Pilkada Banjarbaru, 9 Desember mendatang.

Rencananya, ada penambahan dua TPS baru dari jumlah yang sebelumnya ditetapkan sebanyak 555 TPS. Penambahan dua TPS itu terjadi di Lapas Kelas IIB Banjarbaru, Kecamatan Cempaka.

Ketua KPU Banjarbaru Hegar Wahyu Hidayat, mengungkapkan adanya penambahan TPS itu lantaran banyaknya jumlah napi yang berada di Lapas Banjarbaru. Laporan terakhir, totalnya mencapai 1.500 orang.

“Kita sebenarnya sudah menyiapkan satu TPS di Lapas Banjarbaru. Tapi, saat tahu jumlah napi di sana mencapai 1.500 orang, maka kita akan usulkan untuk menambah TPS lagi,” katanya.



Memang berdasarkan aturan baru penyelenggaraan Pilkada 2020 yang berlangsung di tengah pandemi Covid-19, setiap TPS hanya diperbolehkan menampung 500 pemilih. Berbeda pada pesta demokrasi di situasi normal yang bisa melayani 800 pemilih.

“Dengan melihat jumlah penghuni Lapas Banjarbaru yang mencapai 1.500 orang itu, maka setidaknya harus ada 3 TPS yang disediakan di sana,” papar Hegar.

Kendati demikian, penambahan dua TPS di Lapas Banjarbaru belum mencapai final. Sebab, pihak KPU Banjarbaru sendiri masih memproses identitas napi sesuai domisili daerah untuk selanjutnya ditetapkan sebagai daftar pemilih tetap (DPT).

Hegar mengakui dalam proses pendataan napi untuk ditetapkan sebagai DPT, pihaknya selalu terkendala elemen identitas yakni KTP. Diterangkannya bahwa napi di Lapas Banjarbaru kebanyakan tak memiliki KTP, lantaran ada yang hilang maupun tertinggal saat proses pemeriksaan hukum di kepolisian.

“Untuk persoalan ini, kita sudah koordinasi dengan pihak petugas Lapas agar bisa meminta keluarga napi membawakan foto copy KTP mereka. Ya, mudahan bisa rampung sebelum rapat pleno penetapan DPT tanggal 15 Oktober nanti. Kalau DPT ini sudah selesai, baru bisa kita usulkan penambahan TPS,” lugas Hegar.

Adapun dengan rencana penambahan TPS ini, mengharuskan KPU Banjarbaru merevisi kembali anggaran mereka. Sebab, penambahan TPS secara otomatis menambah pula logisitik dan petugas yang berjaga di TPS. (kanalkalimantan.com/rico)

Reporter : Rico
Editor : Bie


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Paling Banyak Dibaca

-->