Connect with us

Kanal

Ditinggal Istri Jadi TKI, AE Malah Hamili Anak Sendiri

Diterbitkan

pada

Polres Tanah Laut berhasil mengamankan tersangka persetubuhan anak di bawah umur. Foto : polres tanah laut
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

PELAIHARI, Polres Tanah Laut berhasil mengamankan tersangka persetubuhan anak di bawah umur yang telah terjadi pada tahun 2017 lalu. Hal ini disampaikan dalam pers release yang diadakan di lobby Polres Tanah Laut, Rabu (9/5) 15.30 Wita

Adalah AE (40), ayah kandung dari SM yang tega menggauli buah hati sendiri. Polres Tala menerima laporan dari P2TP2A Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Tanah Laut adanya tindak pidana persetubuhan terhadap anak di bawah umur.

Sekitar tahun 2017 suatu malam pukul 02.00 Wita, berawal dari korban yang mendapati SMS dari ayahnya saat sedang bekerja ingin didatangi segera ke rumah. Melihat dari SMS sang ayah tersebut, SM yang telah pulang kerja langsung naik ke atas, tepatnya ke kamar ayahnya. Awalnya AE hanya mengajak anaknya untuk tidur di kamar, namun ternyata berlanjut melakukan persetubuhan layaknya suami istri dan kini korban hamil 6 bulan.

Melihat anaknya dalam kondisi hamil, tersangka berpikiran untuk mengantar ke P2TP2A, dengan beralasan tidak mempunyai uang untuk biaya persalinan dan malu kejadian tersebut diketahui oleh warga sekitar. Tidak langsung percaya dengan dalil tersangka AE, penanggung jawab rumah perlindungan sementara Nelly Ariani SH menaruh curiga terhadap kondisi korban, akhirnya Nelly Ariani SH melaporkan hal tersebut ke Polres Tanah Laut.



Menerima laporan tersebut Satreskrim Polres Tanah Laut langsung melakukan penangkapan pada Rabu (25/4) sekitar pukul 18.00 Wita di kediaman tersangka jalan A Yani Km 93, Desa Alur Kecamatan Jorong, Tanah Laut. Tersangka mengaku, kejadian memilukan tersebut sangat dia sesali. AE mengungkap, ia nekad mempreteli sang anak karena tak tahan ditinggal oleh sang istri yang bekerja sebagai TKI di Taiwan. AE tak kuasa menahan nafsunya terhadap korban yang buah hatinya sendiri.

“Saya sangat menyesali telah tidur dengan anak saya, saya tidak bisa menahan nafsu birahi saya, karena istri saya pergi ke Taiwan untuk bekerja,” ungkapnya.

Kasatreskrim Polres Tanahlaut AKP Agus Rusdi Sukandar mengungkapkan, saat melakukan penangkapan pelaku sempat bersembunyi, namun hal tersebut diketahui pemerintah dan pihak Kepolisian.

“Pelaku sempat bersembunyi, setelah mendapat laporan dari Pemkab Tanah Laut, baru ini kami tangkap,” ungkap Kasatreskrim.

Dari penangkapan tersebut Polres Tanah Laut mengamankan barang bukti berupa 1 lembar baju kemeja bermotif garis warna merah hitam dan selembar celana jeans warna biru muda.

Waka Polres Tanah Laut Kompol Ade Nuramdani SH SIK MM menjelaskan, tersangka akan dikenakan pasal berlapis dengan hukuman maksimal 15 tahun penjara ditambah PKDRT 12 tahun penjara.

“Tersangka dikenakan Pasal 81 ayat 1 UU RI No 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI No 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak dan pasal 46 UU RI no 23 Tahun 2004 tentang penghapusan kekerasan rumah tangga, paling rendah minimal 5 tahun, maksimal 15 tahun, ditambah 1/3 tahun karena peakunya orang tua korban, selain itu dari UU PDKRT (Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga) yang ancamannya 12 tahun penjara,” pungkasnya. (rico)

Reporter : Rico
Editor : Abi Zarrin Al Ghifari


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Kanal

Bupati Batola Raih Anugerah Dwija Praja Nugraha

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

foto : ist
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM,MARABAHAN – Peringatan Hari Ulang Tahun ke-75 PGRI dan Hari Guru Nasional (HGN) tahun 2020 memberi makna tersendiri bagi Bupati Barito Kuala (Batola) Hj Noormiliyani AS. Pasalnya di puncak peringatan yang digelar secara virtual, Sabtu (28/11/2020), ia mendapatkan anugerah Dwija Praja Nugraha.

Penghargaan diberikan kepada kepala daerah wanita satu-satunya di Kalsel ini karena dinilai memiliki perhatian dan komitmen sangat tinggi terhadap pembangunan pendidikan, profesionalitas dan kesejahteraan guru serta PGRI.

Anugerah diberikan berdasarkan hasil penilaian dan verifikasi yang dilakukan Pengurus Besar PGRI dan berdasarkan usulan dari Pengurus PGRI Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) serta Kabupaten Barito Kuala.

“Saya mengucapkan terima kasih dan apresiasi atas penghargaan yang diberikan terutama bagi PGRI Batola dan Provinsi yang telah mengusulkan sehingga tahun 2020 ini kita juga mendapatkan kesempatan,” ucapnya usai mengikuti upacara secara virtual di ruang Monitoring Center Setara Network, Diskominfo Batola.
Noormiliyani mengharapkan, anugerah yang diraih di samping semakin membawa kebaikan terhadap dunia pendidikan serta lebih memotivasi para pengajar dalam meningkatkan kualitas pembelajaran.



“Penghargaan ini bukan hanya untuk saya pribadi tapi juga buat guru-guru pengajar terutama yang berada di daerah terpencil,” paparnya sembari mengharapkan kesadaran para pengajar bahwa guru merupakan pahlawan tanpa tanda jasa.

Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Batola, Sumarji menyatakan, terlepas adanya usulan PGRI Batola dan Provinsi Kalsel, penghargaan yang diberikan kepada Bupati Hj Noormiliyani AS sangat layak karena memiliki kepedulian terhadap kompentensi dan kesejahteraan guru.
Karena itu, sebutnya, selaku masyarakat Barito Kuala sudah sepatutnya bersyukur dan berterima kasih atas anugerah Dwija Praja Nugraha yang satu-satunya diterima kepala daerah di Kalsel.

Ketua PGRI Batola Rusmin menerangkan, anugerah Dwipa Praja Nugraha diberikan kepada kepala daerah tidak terlepas dari berbagai ketentuan indikator seperti tingginya komitmen dan perhatian yang diberikan terhadap kemajuan dunia pendidikan.
Bentuk perhatian tersebut seperti memberikan semacam layanan, bantuan, serta kebutuhan anggaran yang cukup banyak. Di samping juga peduli terhadap kesejahteraan guru terutama yang non PNS, termasuk fasilitas yang diperlukan.

“Terkait fasilitas ini di Batola kita ada mendapatkan hibah gedung, tanah PGRI, rencana diberikannya mobil operasional PGRI, dan lain-lain,” katanya.
Menyangkut anugerah yang diberikan kepala Bupati Batola, Ketua PGRI Batola itu menerangkan, awalnya PB PGRI Provinsi menawarkan ke setiap daerah setelah itu dilakukan seleksi dan penyaringan untuk diambil yang paling memenuhi standar ketentuan sehingga terpilihlah Kabupaten Batola.

Mengingat, lanjut, setiap provinsi hanya diperbolehnya menyampaikan usulan ke PB PGRI Pusat hanya 1 daerah perwakilan. Sedangkan bagi Provinsi Kalsel diwakili Batola.(kanalkalimantan.com/rdy)


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Kanal

Bocah Penderita Jantung Bocor Asal Tabunganen Akan di Operasi

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

foto : ist
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM,MARABAHAN– Fitria Afizza (5), bocah dari Kecamayan Tabunganen Barito Kuala, akhirnya memiliki kesempatan menjalani operasi jantung bocor.
Puteri kedua dari pasangan Muhammad Nanda (41) dan Martini (36) ini mengalami jantung bocor bawaan. Namun baru diketahui setelah bocah kelahiran 16 Juli 2015 itu berusia 2 tahun.

“Ketahuan terdapat kelainan pasca berperiksa di RS Sari Mulia, dilanjutkan ke RSUD Ulin. Tidak dilakukan perawatan intensif, karena semua dokter menganjurkan operasi,” papar Muhammad, Jumat (27/11/2020).
Setelah dianjurkan menjalani operasi, Fitria tak pernah lagi dibawa ke rumah sakit. Kendala biaya menjadi faktor utama, kendati Muhammad sekeluarga sudah terdaftar sebagai peserta mandiri BPJS Kesehatan.

“Kami sedih melihat Fitria yang kadang-kadang kesulitan bernapas. Kemudian badan dan kuku-kuku membiru, terutama kalau kedinginan,” lirih Muhammad.
Sekarang dalam usia 5 tahun, kondisi Fitria sedikit lebih baik. Setidaknya selama setengah tahun terakhir, sudah bisa bermain-main di rumah dan bahkan bersekolah di TK/Paud.

“Tapi kalau sedang drop, Fitria seperti mau pingsan. Sementara pembengkakan kuku-kuku jari bertambah besar dan membiru,” jelas Muhammad.
Penderitaan Fitria sudah direspon Bupati Barito Kuala, Hj Noormiliyani AS, melalui Yayasan Dompet Sedekah Peduli Batola.
Beberapa bantuan pun sudah diberikan, di antaranya pelunasan tunggakan BPJS selama 7 bulan. Selanjutnya status mereka dalam proses migrasi dari peserta mandiri menjadi Penerima Bantuan Iuran (PBI).



“Kami memang menunggak 7 bulan, karena tak lagi mampu membayar iuran BPJS. Penghasilan sebagai petani dan kios kecil-kecilan belum mencukupi,” beber Muhammad.
“Alhamdulillah Bupati berkenan melunasi tunggakan tersebut. Sebelumnya akibat tunggakan iuran, kami tidak bisa lagi membawa Fitria ke rumah sakit,” sambungnya.

Setelah tunggakan dilunasi, Fitria akhirnya kembali diperiksa di RS Ulin. Dijadwalkan dalam beberapa hari kedepan, bocah berambut sebahu ini menjalani echocardiography.
“Seandainya hasil echocardiography mengharuskan Fitria menjalani operasi di Jakarta, kami siap membantu hingga sembuh,” sahut Hery Sasmita, Sekretaris Yayasan Dompet Sedekah Peduli Batola.

Selain dari Yayasan Dompet Sedekah Peduli Batola, kondisi Fitria juga mengundang simpati warga Tabunganen. Atas inisiatif salah seorang warga, mereka mulai menggalang donasi.
Setiap bantuan diarahkan ke nomor rekening BRI 453201014395537 milik Muhammad. Nomor rekening itu lantas disebarkan ke sejumlah WhatsApp Group dan media sosial lain.

Sama seperti kasus Aliqa Azzahra yang mengalami jantung bocor bawaan, Fitria berkemungkinan dirujuk ke Rumah Sakit Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita (RSJPDHK) Jakarta.(kanalkalimantan.com/rdy)


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Paling Banyak Dibaca

-->