Connect with us

HEADLINE

Duet Martinus-Jaya dan Iskandar-Iwansyah Lolos Pencalonan, Aditya-Wartono Tunggu Verifikasi!

Diterbitkan

pada

KPU Banjarbaru menyampaikan hasil verifikasi dua pasangan bakal calon Pilkada yakni Martinus-Jaya dan Iskandar-Iwansyah dinyatakan lengkap. Sedangkan Aditya-Wartono menunggu hasil verifikasi. Foto: rico
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – KPU Banjarbaru menyatakan dokumen syarat pencalonan 2 pasangan bakal calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Banjarbaru telah memenuhi syarat. Kedua pasangan tersebut yakni Martinus-Darmawan Jaya Setiawan dan Gusti Iskandar Sukma Alamsyah – AR Iwansyah.

Sementara pasangan Aditya-Wartono masih menunggu hasil tes kesehatan. Pasalnya, sebelumnya Aditya sempat terpapar Covid-19. Meski saat ini dari hasil pemeriksaan sudah dinyatakan negatif sehingga akan mengikuti tes kesehatan lanjutan pada tanggal 17 September nanti.

Kelengkapkan dokumen syarat pencalonan kedua pasangan ini, setelah KPU Banjarbaru melakukan verifikasi sejak 6 Juli lalu dan hasilnya disampaikan dalam rapat pleno terbuka, Senin (14/9/2020) sore. Selain verifikasi dokumen, KPU juga telah menerima hasil tes kesehatan kedua bapaslon tersebut dari pihak RSUD Ulin Banjarmasin.

“Setelah melalui verifikasi, kami menyatakan bahwa dokumen syarat pencalonan bapaslon Iskandar – Iwansyah dan Martinus – Jaya, sudah memenuhi syarat. Tidak perlu ada perbaikan,” kata Ketua KPU Banjarbaru, Hegar Wahyu Hidayat.



 

Terkait Aditya-Wartono, Hegar mengatakan bahwa proses verifikasi pasangan ini akan dilakukan, setelah Aditya selesai menjalani tes kesehatan.

“Untuk pasangan Aditya-wartono, pemeriksaan dokumen persyaratan calonnya ditunda dulu. Kita menunggu hasil pemeriksaan kesehatan pak aditya,” terang Ketua KPU.

Sebagaimana diketahui, Aditya tak dapat mengikuti tes kesehatan di RSUD Ulin Banjarmasin lantaran terpapar Covid-19.

Pihak KPU sendiri telah memberikan dispensasi kepada Aditya untuk mengikuti tes kesehatan susulan yang dijadwalkan pada 17 September mendatang.

Kanalkalimantan telah menghubungi Aditya melalui via telepon. Ketua DPW PPP Kalsel itu mengungkapkan bahwa dirinya telah dinyatakan sembuh dari Covid-19 setelah keluarnya hasil swab lanjutan dan memastikan mengikuti tes kesehatan sesuai jadwal yang ditentukan oleh KPU Banjarbaru.

“Kalau menurut jadwal, memang tes kesehatan sudah berakhir 11 September kemarin. Tapi khusus untuk saya yang diberikan dispensasi, saya diizinkan mengikui tes kesehatan susulan pada 17 September mendatang. Insya Allah mudahan tes kesehatan saya nanti berjalan lancar” aku Aditya. (Kanalkalimantan.com/rico)

Reporter : Rico
Editor : Cell


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

HEADLINE

Karton Merah Tanda Out, Sindiran Aksi Mahasiswa Peringati 1 Tahun Jokowi

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Aksi demo mahasiswa membawa kertas karton berwarna merah peringati setahun pemerintahan Jokowi di Banjarmasin, Selasa (20/10/2020). Foto : Fikri
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Pemandangan tak biasa terlihat pada demonstrasi mahasiswa gabungan BEM se Kalsel, Selasa (20/10/2020) siang. Seluruh mahasiswa yang diprediksi berjumlah 250 mahasiswa (sebelumnya diberitakan 150 mahasiswa) membawa karton berwarna merah.

Lalu, apakah alasan mahasiswa membawa kertas karton warna merah?

Koordinator BEM se Kalsel Ahdiat Zairullah mengatakan, demonstrasi hari ini bertepatan dengan 1 tahun berjalannya roda pemerintahan di bawah kendali Joko Widodo-Ma’ruf Amin. Ahdiat menyebut, kertas karton berwarna merah sebagai ungkapan kekecewaan mahasiswa akan pemerintahan Jokowi-Ma’ruf yang masih jauh dari harapan.

“Aksi kita hari ini tidak hanya menolak UU Omnibus Law, tetapi juga mereview kembali pemerintahan Jokowi-Ma’ruf. Banyak kemunduran pemerintahan yang ada,” tutur Ahdiat di sela unjuk rasa.



Ahdiat menyebut kemunduran pemerintahan yang ia maksud, seperti demokrasi yang ia sebut telah dikebiri, pelanggaran hak asasi manusia, dan konflik agraria yang masih saja terjadi di Indonesia.

“Kemudian tindakan represif aparat terhadap peserta demontrasi juga masih sangat masif terjadi di beberapa wilayah di Indonesia,” imbuhnya.

Ditanya sikap terkait UU Omnibus Law Cipta Kerja, Ahdiat menegaskan bahwa mahasiswa menuntut dikeluarkannya Perpu (Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang).

“Hari ini kita selesaikan semua orasi kawan-kawan. Kita juga membacakan narasi satu tahun pemerintahan Jokowi-Ma’ruf dan mengangkat kertas merah ini. Karena aksi ini serentak di seluruh Indonesia,” tandas Ahdiat.

Ahdiat memastikan, mahasiswa tak akan lama bertahan di depan gedung DPRD Provinsi Kalsel. “Selepas siang ini kita balik kanan,” pungkasnya. (kanalkalimantan.com/fikri)

Reporter : Fikri
Editor : Bie


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

HEADLINE

Dua Remaja Dikejar Polisi, Diduga Menyusup Aksi Mahasiswa 1 Tahun Jokowi di Banjarmasin

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Polisi mengamankan dua remaja diduga penyusup ke aksi mahasiswa 1 tahun Jokowi di Banjarmasin, Selasa (20/10/2020). foto: fikri
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN –  Aparat kepolisian mengamankan dua remaja didudga menyusup dalam demonstrasi 1 tahun kepemimpinan Jokowi-Ma’ruf Amin dan UU Cipta Kerja yang digelar oleh BEM se Kalsel, Selasa (20/10/2020) siang.

Awalnya, aparat kepolisian sempat mencurigai dua remaja berpakaian hitam yang terlihat berjalan di area unjuk rasa. Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, petugas segera menginterogasi kedua remaja tersebut.

Setelah selesai diinterogasi, petugas bermaksud untuk menggeledah barang bawaan keduanya.

Alih-alih menunjukkan barang bawaan, keduanya justru lari dari petugas. Sempat terjadi aksi kejar-kejaran antara sejumlah petugas dan dua remaja tersebut.



Polisi mengejar dua remaja yang diduga penyusup di aksi mahasiswa, Selasa (20/10/2020). foto: fikri

Hingga akhirnya petugas berhasil mengamankan keduanya di kawasan Pasar Blauran.

Petugas langsung bergegas memeriksa identitas kedua remaja tersebut, namun hanya salah satu dari mereka yang membawa identitas diri berupa SIM C atas nama Muhammad Pikrianoor. Sedangkan remaja lainnya tidak membawa identitas diri.

Polisi mengamankan dua remaja diduga penyusup ke aksi mahasiswa 1 tahun Jokowi di Banjarmasin, Selasa (20/10/2020). foto: fikri

Petugas juga menggeledah barang bawaan dua remaja tersebut dan menemukan diduga minuman keras yang dikemas dalam botol air mineral. Guna pemerikaaan lebih lanjut, petugas membawa kedua remaja tersebut ke Mapolda Kalsel.

Sampai berita ini diterbitkan, ratusan mahasiswa yang tergabung dalam BEM se Kalsel masih berorasi di Jalan Lambung Mangkurat. (kanalkalimantan.com/fikri)

Reporter : fikri
Editor : bie


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Paling Banyak Dibaca

-->