Connect with us

Kota Banjarbaru

Duh, di SMPN 10, Ada Pelajar Bertato, Pernah ke THM, Hingga Terduga Masuk Prostitusi

Diterbitkan

pada

Pelajar SMPN 10 Banjarbaru dikumpulkan anggota Polres Banjarbaru. Foto : polres banjarbaru
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

BANJARBARU, Entah sudah sejauh mana pergaulan para pelajar saat ini. Masa-masa di sekolah seharusnya menjadi kesempatan mendapatkan ilmu sebanyak mungkin. Mirisnya, saat personil Polisi Mengajar Polres Banjarbaru yakni Aipda Kursusianto menemukan sejumlah anak didiknya mempunyai tato di badan, saat melakukan pemeriksaan secara mendadak di SMPN 10 Banjarbaru, Kamis (27/9).

Sebelum melakukan pemeriksaan, Aipda Kursusianto, anggota Bhabinkamtibmas di desa Kampung Baru, Beruntung Baru, terlebih dahulu melakukan koordinasi dengan kepala sekolah serta guru Bimbingan Konseling (BK) SMPN 10 Banjarbaru.

“Saat dilakukan pemeriksaan, kami temukan pelajar yang telah bertato dan menggores gores lengannya seperti layaknya pecandu narkoba,” kata Aipda Kursusianto.

Selain itu, Aipda Aipda Kursusianto juga menemukan adanya pelajar SMPN 10 Banjarbaru yang pernah pergi  ke THM dan ada yang terindikasi mengarah ke prostitusi.

Menyikapi temuan tersebut, anggota polisi mengajar dan pihak SMPN 10 Banjarbaru mengambil langkah akan mengundang orang tua wali murid serta murid yang melanggar untuk menandatangani fakta integritas.



“Selain itu kami juga akan melakukan revolusi mental yang nantinya akan diadakan di Polres Banjarbaru maupun di sekolah, seperti wajib mengikuti kegiatan Paskibra setiap hari jam 09.00 hingga jam 10.00 Wita di halaman sekolah,” ucap Riswan, Plt Kepala Sekolah SMPN 10 Banjarbaru.

Hal ini ditujukan untuk menanamkan kedisiplinan serta ketaatan pada aturan yang ada di sekolah. Dengan harapan adanya perubahan perilaku dari pelajar yang bersangkutan untu menjadi lebih tertib dan taat dengan aturan di sekolah dan lingkungan keluarga. (rico)

Reporter : Rico
Editor : Abi Zarrin Al Ghifari


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Advertisement

Kota Banjarbaru

Tempat Hiburan di Banjarbaru Kembali Dibuka, Pengelola Wajib Batasi Pengunjung

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Pemko Banjarbaru telah mengambil kebijakan mengizinkan tempat Usaha Jasa Pariwisata (UJP) termasuk tempat hiburan kembali beroperasi. Foto: Polres Banjarbaru
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Pemerintah Kota (Pemko) Banjarbaru telah mengambil kebijakan untuk mengizinkan tempat Usaha Jasa Pariwisata (UJP) termasuk tempat hiburan, untuk kembali beroperasi. Hal ini sebagaimana, surat edaran yang dikeluarkan Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata (Disporabudpar) Kota Banjarbaru, pada 1 Juli lalu.

Meskipun telah diizinkan beroperasi, tempat hiburan tetap wajib menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19, baik tempat cuci tangan, psyical distancing, serta pengunjung diwajibkan menggunakan masker. Terkhusus, pihak pengelola tempat hiburan juga diharuskan membatasi jumlah pengunjung.

“Phyicial distancing harus diterapkan, dengan jarak kursi minimal satu meter. Tempatnya juga wajib disterilkan secara berkala,” kata Kabid Pariwisata Disporabudpar Banjarbaru, Diah, Senin (6/7/2020) siang.

Ihwal pembatasan jumlah pengunjung, Disporabudpar menetapkan ketentuan sebagaimana Keputusan Kemenkes pada 19 Juni lalu. Yakni, jumlah pengunjung di tempat hiburan bersifat indoor hanya diperbolehkan 35% dari kapasitas normal. Sementara, khusus di tempat hiburan bersifat outdoor,  jumlah pengunjungan diperbolehkan yakni 50% dari kapasitas normal.

Jika ada pihak pengelola tempat hiburan tidak mengindahkan aturan yang telah ditetapkan, kata Diah, maka akan ada sanksi tegas yang menanti. Namun, untuk sementara ini pihaknya terlebih dulu akan melakukan sosialisasi dan pengawasan.

Pemko Banjarbaru telah mengambil kebijakan mengizinkan tempat Usaha Jasa Pariwisata (UJP) termasuk tempat hiburan kembali beroperasi. Foto: Polres Banjarbaru

“Kita bersama tim Gugus akan gencar melakukan sosialisi dulu, jadi untuk saat ini mungkin teguran dulu. Tapi, jika kedepannya masih ngeyel, maka kita tidak segan memberikan sanksi dan yang paling berat adalah pencabutan izin operasional,” pungkasnya

Sebagaimana diketahui, merebaknya pandemi Covid-19, pada Maret lalu, berimbas pada penutupan seluruh tempat wisata maupun hiburan di Kota Banjarbaru. Walhasil, dampak selanjutnya dari penutupan tersebut ialah menurunnya pendapatan pajak kota Banjarbaru.

Data Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah (BP2RD) Kota Banjarbaru mencatat penuruan drastis di sektor pajak tempat hiburan. “Kalau data pada akhir Mei tadi, setoran pajak hotel yang kita terima turun sampai 97%, hiburan 98%, resto 75%, dan reklame 70%,” kata Rustan Effendi, Kepala BP2RD Kota Banjarbaru. (kanalkalimantan.com/rico)

Reporter : rico
Editor : chell



  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Kota Banjarbaru

Aktivitas Penambang Ilegal Sebabkan Sungai Keruh, Dishut Kalsel Usir Para Pelaku

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Dishut Kalsel mengamakan sejumlah orang tang melakukan aktivitas penambangan liar di kawasan Kiram, Kecamatan Karang Intan, Kabupaten Banjar. Foto: dishut
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Dinas Kehutanan (Dishut) Kalsel kembali melakukan giat pengamanan atas adanya aktivitas penambangan liar di kawasan Kiram, Kecamatan Karang Intan, Kabupaten Banjar.

Temuan aktivitas penambangan liar ini merupakan laporan dari masyarakat sekitar dan ditindaklanjuti oleh Kadishut Prov Kalsel Hanif Faisol Nurofiq. Giat pengamanan dipimpin langsung oleh Kepala Bidang PKSDAE Pantja Satata didampingi Kepala Seksi Pengamanan Haris, beserta tim Polhut dan TKPH.

Dari hasil giat pengamanan, ditemukan para penambang ilegal yang tengah beraktivitas di dua titik lokasi sepanjang sungai di kawasan Kiram. Yakni, di Sungai Tapus dan Sungai Matang Kanas.  “Kita mendapati para penambang ilegal, dengan jumlah di Sungai Tapus sebanyak 13 orang dan di Sungai Matang Kanas sebanyak 15 orang. Kita juga menemukan mesin penambang yang digunakan mereka,” kata Kepala Seksi Pengamanan, Haris, Senin (6/7/2020) siang.

Setelah ditelusuri lebih lanjut, para penambang merupakan warga Cempaka, Kota Banjarbaru dan Banyu Irang, Kabupaten Tanah Laut. Mereka berdalih melakukan aktivitas penambangan lantaran tak memiliki perkejaan.

Dampak aktivitas penambangan ilegal ini, kata Haris, mengakibatkan aliran air sungai di sepanjang kawasan Kiram menjadi keruh. Termasuk juga banyak pepohonan yang menjadi korban asal tebang.

Atas masifnya kerusakan lingkungan, petugas Dishut Prov Kalsel melakukan tindakan tegas yakni dengan menghentikan aktivitas penambangan ilegal tersebut. Hanya saja, dalam hal ini para penambang tidak diamankan.

“Di dua lokasi itu adalah kawasan APL -areal bukan kawasan hutan-. Bukan ranah Polhut, tapi lebih kepada pihak Kepolisian dan Dinas Lingkungan Hidup. Kita hanya meminta mereka untuk angkat kaki dan menghentikan aktivitas penambangan,” pungkas Haris.

Kini, disekitar area penambangan tersebut telah terpasang garis police line. Sejumlah tenda yang sebelumbya terpasang juga telah dibongkar dengan inisiatif sendiri oleh para penambang. (Kanalkalimantan.com/rico)

 

Reporter : Rico
Editor : Cell



  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Kota Banjarbaru

10 Nakes di Dua Puskemas Banjarbaru Terpapar Covid-19, dari Perawat hingga Dokter

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Nakes terpapar Covid-19 di 2 puskesmas di Banjarbaru mulai dari dokter hingga tenaga administrasi Foto: rico
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU –  Pemko Banjarbaru memutuskan menutup layanan kesehatan di Puskemas Guntung Payung dan Puskemas Guntung Manggis, selama 2 hari. Terhitung mulai tanggal 6-7 Juli nanti. Keputusan tersebut diambil menyusul adanya 10 tenaga kesehatan (Nakes) yang dinyatakan terpapar Covid-19.

Informasi yang disampaikan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Banjarbaru, Rizana Mirza, Minggu (5/7/2020) sore, tercatat ada 10 tenaga kesehatan yang telah dinyatakan terpapar. Diantaranya, 7 orang tenaga kesehatan dari Puskemas Guntung Manggis dan 3 orang tenaga kesehatan dari Puskemas Guntung Payung.

Adapun mereka yang terpapar Covid-19 memiliki posisi yang berbeda-beda. Untuk 3 tenaga kesehatan di Puskemas Guntung Payung, diantaranya 1 pegawai sanitarian -Praktisi Kesehatan Lingkungan-, 1 perawat, dan 1 tenaga analis kesehatan.

Sementara, 7 tenaga kesehatan di Puskemas Guntung Manggis yang terpapar Covid-19, yakni 1 dokter, 1 apoteker, 1 bidan, 1 perawat, 1 tenaga rekam medis, serta 2 tenaga adminisitrasi yang juga merupakan seorang bidan.

“Saat ini mereka semua sudah menjalani isolasi. Ada beberapa dari mereka menjalani isolasi di Balai Palatihan Kesehatan (Bapelkes) dan ada juga isolasi mandiri di rumah dinas maupun rumah pribadi,” kata Rizana.

Awal kasus pertama temuan di Puskesmas Guntung Manggis dan Puskemas Guntung Payung, terjadi pada pertengahan Juni lalu. Kala itu, hasil swab menyatakan seorang tenaga analis kesehehatan lebih dulu dinyatakan terpapar Covid-19.

Temuan kasus ini pun menjadi pemicu dilakukannya pemeriksaan rapid test dan swab oleh pihak Puskesmas. Selang waktu 10 hari pasca pemeriksaan, hasil swab menyatakan 10 tenaga kesehatan dinyatakan terpapar.

“Atas temuan kasus ini, kita menutup layanan di Puskemas Guntung Manggis dan Puskemas Landasan Ulin, dari tanggal 6 – 7 Juli. Insya Allah, Rabu sudah normal. Sembari itu, kita akan melakukan sterilsasi dengan penyemprotan disinfektan,” ujarnya. (Kanalkalimantan.com/rico)

Reporter : rico
Editor : cell

 


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Paling Banyak Dibaca

-->