Connect with us

HEADLINE

EKSKLUSIF. 10 Tahun Rumah Tak Ditinggali, Tiga Sosok Astral Ini Jadi Penghuninya

Diterbitkan

pada

Tim Pemburu Ghaib Borneo dan Singkikih Team menguak misteri dan melakukan ‘pembersihan’ sebuah rumah di kawasan Banjarbaru yang tidak ditempati hampir 10 tahun pada Selasa (17/11/2020) malam. Foto: wahyu
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Tim Pemburu Ghaib Borneo dan Singkikih Team mencoba menguak misteri dan melakukan ‘pembersihan’ sebuah rumah di kawasan Banjarbaru yang tidak ditempati hampir 10 tahun pada Selasa (17/11/2020) malam.
Tim Pemburu Ghaib Borneo bersama Singkikih Team berkolaborasi bersama seorang Youtuber Kamaru Sceror.

Dimana Yotuber Kamaru Sceror ini pernah membuat satu buah video tentang bangkitnya pocong dalam kubur, kanal Youtube milik Kamaru Sceror pun sempat membuat heboh dan viral beberapa waktu lalu.

Beredar kabar dari warga sekitar rumah kosong itu, sering terlihat penampakan sesosok perempuan baju putih berambut panjang, kerap sedang berdiri di atas rumah.

Selain adanya penampakan, di dekat rumah tersebut, kerap kali pengendara sepeda motor yang melintas di depan rumah tersebut tiba-tiba saja terjatuh dari motornya.




Diketahui rumah tersebut tidak ditempati penghuninya hampir 10 tahun lamanya.

Sang pemilik rumah Hafiz pun meminta bantuan Tim Pemburu Ghaib Borneo, Singkikih Team, dan Kamaru Sceror untuk ‘membersihkan’ rumahnya dari makhluk astral.

Hafiz mengaku, rumah ini sudah 10 tahun tidak lagi ditinggali. “Kebetulan saya dan istri saya sedang kerja di luar kota, jadi rumah ini jarang kami tempati. Sering kami mendengar dari warga yang bercerita kalau sering ada penampakan kuntilanak di atas rumah,” ungkap Hafiz kepada Kanalkalimantan.com.

Ia pun tertarik mengundang Tim Pemburu Ghaib Borneo untuk membuktikan apakah memang benar ada makhluk ghaib yang disebut warga sering ada di atas rumahnya, sekaligus melakukan ‘pembersihan’ rumah tersebut.

 

Malam yang sudah disepakati bersama, Riza, Ketua Pemburu Ghaib Borneo di rumah mili Hafiz langsung memasukan energi ghaib di sekitar dalam rumah tersebut ke dalam tubuh Angga sebagai mediator.

Ternyata ada sesosok makhluk gaib bangsa jin masuk ke dalam tubuh mediator. Tubuh nediator tersebut langsung mengamuk. “Ada apa ini, kenapa ramai sekali ini, kalian semua menggangu saja,” ucap makhluk astral melalui tubuh mediator.

Belakangan diketahaui jin tersebut adalah sang penunggu rumah Hafiz yang berada di bagian dapur.

Yotuber Kamaru Sceror mencoba menjelaskan kepada jin di tubu mediator, maksud dan tujuan kedatangan tim ghaib ke rumah milik Hafiz.

“Kami di sini ingin mencari tahu, kenapa di rumah ini sering ada penampakan dan menggangu warga yang sedang melintas rumah ini,” ucap Sceror.

Diberi pertanyaan itu, sang jin terang-terangan mengaku dirinya lah yang kerap menggangu warga yang melintas di depan rumah.
Kamaru Sceror mencoba bertanya kembali, kenapa sering menganggu orang yang ada di rumah ini, sang makhluk ghaib tersebut bilang, “untuk keseruan kami”, sambil tertawa.

Kamaru Sceror pun meminta kepada makhluk astral tersebut untuk pergi dari dalam rumah Hafiz, karena rumah ini mau ditempati pemiliknya.

Ternyata, sang makhluk astral tersebut tidak mau pergi dari rumah, jin tersebut bersikeras tidak mau pergi dari rumah Hafiz. Karena sang makhluk astral tersebut tidak mau pergi dari dalam rumah milik Hafiz, dengan terpaksa tim mengusir jin tersebut secara paksa. Tim Pemburu Ghaib Borneo masih belum puas karena belum mendapat penjelasan dari sosok jin tersebut.

Tim kemudian melanjutkan memasukan energi ghaib ke tubuh mediator lainnya.

Gus Ridha mencoba memasukan sosok kuntilanak yang sering menampakan diri rumah tersebut.

Sosok kuntilak tersebut berhasil masuk ke dalam tubuh mediator, sambil membelai rambut panjangnya, kuntilak tersebut mengeluarkan suara tangisnya yang khas. Sehingga membuat semua yang berada di lokasi rumah merinding, temasuk Kanalkalimantan mengalaminya.
Sejurus kemudian, Gus Ridha menanyakan alasan sosok kuntilanak sering menampakan diri di rumah ini, dan menggangu orang sekitar, kuntilanak tersebut malah tertawa dan bilang saya suka, saja, jawabnya dengan suara lirih.

Tim Pemburu Ghaib Borneo meminta sang kuntilanak agar pindah dari rumah milik Hafiz. Namun, makhluk ghaib tersebut tidak mau pindah, dan mengaku sudah nyaman di sini dan banyak teman. “Pulang kalian pulang, kalian ganggu saja,” ucapnya.

Tiba tiba saja kuntilanak tersebut memanggil teman makhluk astral lainnya, lantas kuntilanak yang berada di tubuh mediator berganti menjadi sesosok jin tinggi hitam, mengamuk dan mengusir tim pemburu mahkhul halus untuk pulang.

“Mau apa kalian di sini, kalian semua menggangu saja,” ucap sang makhluk astal dengan tatapan mata melotot.

Jin yang menurut Gus Ridha bertubuh hitam besar tersebut langsung mengajak duel, lantas tim langsung meladeni ajakan duel tersebut. Dengan perjanjian apabila sang makhluk hitam itu kalah harus meninggalkan rumah Hafiz, dan mengajak semua penghuni untuk pindah dari rumah ini. Bang Rifqi langsung maju meladeni pertarungan alam ghaib tersebut, cukup lama pertarungan Bang Rifqi dengan jin tersebut.

Bang Rifqi mengeluarkan salah satu pedang ghaib, dan langsung menebas leher jin tersebut, namun, pedang tersebut ditahan oleh jin.
Duel ghaib berlangsung kurang lebih 20 menit, hingga jin hitam tersebut kalah. Rifqi langsung memberi dua pilihan kepada makhluk tersebut, pindah atau dipenggal lehernya. Akhirnya, jin tersebut mengambil pilihan pertama dan segera pindah dari rumah Hafiz.
Bang Rifqi mengatakan, apapun yang engkau pandang dengan mata kepala, harus engkau tanggapi dengan mata hati. (kanalkalimantan.com/wahyu)

 

Reporter : Wahyu
Editor : Bie


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
iklan

Komentar

HEADLINE

Kasus Covid-19 Naik di Banjarbaru, Izin Rekomendasi Kegiatan Tak Dikeluarkan

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Upaya Satgas Covid-19 Banjarbaru menegakkan protokol kesehatan di titik-titik keramaian. Foto: rico
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Tren kenaikan kasus Covid-19 di Banjarbaru, Pemerintah Kota (Pemko) Banjarbaru memutuskan menangguhkan seluruh izin rekomendasi kegiatan yang sifatnya mengumpulkan banyak orang.

Sebagaimana diketahui, surat izin rekomendasi dari Satgas Covid-19 menjadi syarat utama dalam menyelenggarakan kegiatan atau membuka usaha yang sifatnya dapat mengumpulkan orang banyak. Namun, kebijakan ini telah ditanggugkan sementara waktu oleh pemerintah.

Pjs Wali Kota Banjarbaru Bernhard E Rondonuwu menyatakan, pihaknya telah melakukan pertimbangan atas keputusan ini. Diakuinya bahwa pemerintah harus memilih aspek kesehatan masyarakat sebagai prioritas yang didahulukan.

“Sebenarnya kita tidak enak hati dengan masyarakat yang sudah mengajukan rekomendasi kegiatan. Namun kita memilih untuk mendahulukan keamanan kesehatan dari 200 ribu masyarakat Banjarbaru,” tegas Bernhard yang juga Ketua Satgas Covid-19 Banjarbaru.




Artinya tanpa adanya surat izin rekomendasi yang dikeluarkan Satgas Covid-19, masyarakat tak lagi bisa menyelenggarakan kegiatan dengan mengumpulkan banyak orang. Contohnya, menggelar resepsi pernikahan.

Termasuk pula bagi para pelaku usaha yang akan membuka kembali tempat usaha mereka, seperti cafe dan tempat hiburan.
Lantas, bagaimana dengan surat izin rekomendasi yang telah dikeluarkan November lalu, namum pelaksanaan acara digelar di Desember ini?

Menjawab hal itu, Koordinator Sekretariat Satgas Covid-19 Banjarbaru Zaini Syahranie, menyatakan kegiatan tetap boleh dilaksanakan. Namun, ditegaskan tetap akan mendapatkan pengawasan ketat dari personel satgas.

“Bagi masyarakat yang sudah mendapatkan izin rekomendasi dari kami, tetap dipersilahkan menggelar kegiatan. Namun saya meminta agar protokol kesehatan harus benar-benar diterapkan. Untuk memastikan itu, personel kami juga akan melakukan monitoring saat hari pelaksanaan kegiatan nanti,” ujar Zaini.

Zaini menerangkan bahwa penangguhan seluruh surat izin rekomendasi ini terus berlaku seiring dengan lajunya kurva angka kasus Covid-19 di Banjarbaru. Bahkan, ia memprediksi kebijakan ini tetap akan diterapakan hingga 2021 mendatang.

“Melihat tren kenaikan angka kasus Covid-19 di Banjarbaru, apalagi menjelang momen libur panjang akhir tahun. Sangat mungkin jika surat izin rekomendasi tidak akan dikeluarkan sampai 30 Desember nanti. Tapi kami dari Satgas Covid-19 tetap membuka ruang bagi masyarkat, untuk konsultasi ke kantor sekretariat Satgas,” lugasnya.

Kasus Covid-19 di Banjarbaru mengalami tren kenaikan sejak 2 pekan terakhir. Penambahan kasus terkonfirmasi dengan belasan hingga puluhan kasus, membuat kota Idaman kembali masuk dalam zona merah.

Misalnya saja pada 1 Desember kemarin, Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Banjarbaru mencatat ada penambahan 19 kasus dalam sehari.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Banjarbaru, Rizana Mirza menjelaskan, salah satu faktor utama terjadinya tren kenaikan kasus Covid-19 disebabkan pasca libur panjang November lalu.

“Lonjakan kasus ini memang sudah kami prediksi. Penyebab utamanya karena libur panjang kemarin dan baru sekarang ditemukan adanya kasus-kasus baru ini,” sebutnya. (kanalkalimantan.com/rico)

 

Reporter : Rico
Editor : Bie


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

HEADLINE

Sudah 9 Bulan, Masih Ada 9 Daerah Belum Terinfeksi Covid-19, Ini Daftarnya

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Ilustrasi sebaran pandemi covid-19. Foto: pexels.com
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, JAKARTA – Satuan Tugas Penanganan Covid-19 mengungkapkan tersisa sembilan daerah di Indonesia yang belum ditemukan kasus Covid-19 setelah pandemi berlangsung selama sembilan bulan. Tercatat sudah 34 provinsi dan 505 kabupaten/kota yang terinfeksi virus corona.

Dilansir dari situs resmi Satgas Covid-19, kesembilan daerah tersebut berada di Indonesia bagian timur. Antara lain: Pegunungan Arfak di Papua Barat; Yahukimo, Dogiyai, Deiyai, Mamberamo Raya, Nduga, Puncak, dan Intan Jaya di Papua, serta Sabu Raijua di Nusa Tenggara Timur.

Kesembilan daerah ini masuk dalam kategori zona hijau yang tidak terdampak atau 1,75 persen.

Zona hijau tidak ada kasus baru juga hanya enam kabupaten/kota atau 1,17 persen, antara lain Tolikara, Yalimo, Boven Digoel, Waropen di Papua; serta Alor dan Manggarai Timur di NTT.



Sementara zona merah bertambah dua kali lipat dari pekan sebelumnya menjadi 50 kabupaten/kota (9,73 persen).

Kemudian zona resiko sedang atau oranye juga meningkat menjadi 374 kabupaten/kota (72,76 persen), dan zona resiko rendah menjadi 75 kabupaten/kota (14,59 persen).

“Keadaan ini harus menjadi cambukan keras bagi kita untuk terus memperbaiki diri, bagi masyarakat jangan pernah abai. Karena cepat atau lambat, anda akan menjadi penderita Covid-19, jika lengah dalam memproteksi diri, lingkungan ataupun keluarga anda,” kata Juru Bicara Satgas Covid-19, Wiku Adisasmito dalam jumpa pers dari Gedung BNPB, Jakarta, Selasa (1/12/2020).

Pemerintah daerah diminta lakukan evaluasi terhadap kedisiplinan 3M yaitu memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan, serta penegakan kedisiplinan protokol kesehatan harus dimasifkan, dan pelaksanaan 3T yaitu testing (pemeriksaan), tracing (pelacakan) dan treatment (perawatan) di berbagai tatanan kesehatan di daerah.(suara)

Editor: Suara.com


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Paling Banyak Dibaca

-->