Connect with us

HEADLINE

EKSKLUSIF. Dengan Infus Terpasang di Tangan Kiri, Aditya Ungkapkan Alasan Absen di Debat Pilwali Banjarbaru

Diterbitkan

pada

Terpasang infus Aditya Mufti Ariffin absen dari debat Pilwali Banjarbaru, Jumat (20/11/2020) malam. Foto : Rico
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Aditya Mufti Ariffin kekinian menjadi perbincangan hangat di kalangan masyarakat Banjarbaru.

Menyusul atas kabar kondisi kesehatannya yang menurun hingga mengharuskan calon Wali Kota Banjarbaru nomor urut 2 itu absen dalam agenda debat perdana Pilwali Banjarbaru, Jumat (20/11/2020) malam.

Kabar mengejutkan itu pun menyebar begitu cepat hingga ke telinga para relawan pendukungnya. Banyak yang mempertanyakan ihwal apa sakit yang diderita oleh sosok calon Wali Kota itu.

Kanalkalimantan.com berkesempatan melihat secara langsung kondisi Aditya di kediaman jalan Garuda, Kelurahan Komet, Banjarbaru. Dengan raut wajah yang lesu dan tak jarang melemparkan senyum, Aditya memberanikan diri untuk buka suara.



Diakui Aditya bahwa kondisinya ini telah dialami sejak dua pekan terakhir. Kelelahan atas padatnya agenda kegiatan kampanye yang selama ini dijalani, menjadi faktor utama yang diklaim oleh pihak medis.

“Kelelahan kronis dan memang sudah dari dua minggu yang lalu diminta dokter untuk istirahat. Tapi karena jadwal cukup padat, akhirnya tidak sempat,” ujarnya.

Sampai pada puncaknya kala Aditya menghadiri proses gladi acara debat, di salah satu hotel di wilayah Banjarbaru, Jumat sore. Hadir didampingi sang istri, Vivi Zubedi, pada saat itu Aditya mulai mengalami gejala mual hingga membuatnya muntah.

Penurunan drastis kondisi tubuh, membuat Aditya kembali harus menjalani pemeriksaan dokter. Hasil pemeriksaan pihak medis, mengharuskan Aditya menerima fakta bahwa dirinya tidak bisa menghadiri gelaran debat perdana antar sesama calon Wali Kota Banjarbaru tersebut.

“Kejadian ini tidak diinginkan. Untuk sementara saya akan fokus beristirahat dulu. Mudahan beberapa hari lagi bisa pulih dan bisa kembali mengikuti rangkaian kegiatan Pilkada,” imbuh Aditya.

Di rumah, Aditya sendiri menjalani perawatan sembari mengenakan infus yang terpasang di tangan kirinya. Sejumlah kerabat silih berganti berdatangan untuk menjenguk. Pun tak terkecuali calon Wakil Wali Kota Banjarbaru nomor urut 2, Wartono, selaku pasangan Aditya. (kanalkalimantan.com/rico)

Reporter: Rico
Editor : Bie


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
iklan

Komentar

HEADLINE

Kasus Covid-19 Naik di Banjarbaru, Izin Rekomendasi Kegiatan Tak Dikeluarkan

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Upaya Satgas Covid-19 Banjarbaru menegakkan protokol kesehatan di titik-titik keramaian. Foto: rico
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Tren kenaikan kasus Covid-19 di Banjarbaru, Pemerintah Kota (Pemko) Banjarbaru memutuskan menangguhkan seluruh izin rekomendasi kegiatan yang sifatnya mengumpulkan banyak orang.

Sebagaimana diketahui, surat izin rekomendasi dari Satgas Covid-19 menjadi syarat utama dalam menyelenggarakan kegiatan atau membuka usaha yang sifatnya dapat mengumpulkan orang banyak. Namun, kebijakan ini telah ditanggugkan sementara waktu oleh pemerintah.

Pjs Wali Kota Banjarbaru Bernhard E Rondonuwu menyatakan, pihaknya telah melakukan pertimbangan atas keputusan ini. Diakuinya bahwa pemerintah harus memilih aspek kesehatan masyarakat sebagai prioritas yang didahulukan.

“Sebenarnya kita tidak enak hati dengan masyarakat yang sudah mengajukan rekomendasi kegiatan. Namun kita memilih untuk mendahulukan keamanan kesehatan dari 200 ribu masyarakat Banjarbaru,” tegas Bernhard yang juga Ketua Satgas Covid-19 Banjarbaru.




Artinya tanpa adanya surat izin rekomendasi yang dikeluarkan Satgas Covid-19, masyarakat tak lagi bisa menyelenggarakan kegiatan dengan mengumpulkan banyak orang. Contohnya, menggelar resepsi pernikahan.

Termasuk pula bagi para pelaku usaha yang akan membuka kembali tempat usaha mereka, seperti cafe dan tempat hiburan.
Lantas, bagaimana dengan surat izin rekomendasi yang telah dikeluarkan November lalu, namum pelaksanaan acara digelar di Desember ini?

Menjawab hal itu, Koordinator Sekretariat Satgas Covid-19 Banjarbaru Zaini Syahranie, menyatakan kegiatan tetap boleh dilaksanakan. Namun, ditegaskan tetap akan mendapatkan pengawasan ketat dari personel satgas.

“Bagi masyarakat yang sudah mendapatkan izin rekomendasi dari kami, tetap dipersilahkan menggelar kegiatan. Namun saya meminta agar protokol kesehatan harus benar-benar diterapkan. Untuk memastikan itu, personel kami juga akan melakukan monitoring saat hari pelaksanaan kegiatan nanti,” ujar Zaini.

Zaini menerangkan bahwa penangguhan seluruh surat izin rekomendasi ini terus berlaku seiring dengan lajunya kurva angka kasus Covid-19 di Banjarbaru. Bahkan, ia memprediksi kebijakan ini tetap akan diterapakan hingga 2021 mendatang.

“Melihat tren kenaikan angka kasus Covid-19 di Banjarbaru, apalagi menjelang momen libur panjang akhir tahun. Sangat mungkin jika surat izin rekomendasi tidak akan dikeluarkan sampai 30 Desember nanti. Tapi kami dari Satgas Covid-19 tetap membuka ruang bagi masyarkat, untuk konsultasi ke kantor sekretariat Satgas,” lugasnya.

Kasus Covid-19 di Banjarbaru mengalami tren kenaikan sejak 2 pekan terakhir. Penambahan kasus terkonfirmasi dengan belasan hingga puluhan kasus, membuat kota Idaman kembali masuk dalam zona merah.

Misalnya saja pada 1 Desember kemarin, Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Banjarbaru mencatat ada penambahan 19 kasus dalam sehari.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Banjarbaru, Rizana Mirza menjelaskan, salah satu faktor utama terjadinya tren kenaikan kasus Covid-19 disebabkan pasca libur panjang November lalu.

“Lonjakan kasus ini memang sudah kami prediksi. Penyebab utamanya karena libur panjang kemarin dan baru sekarang ditemukan adanya kasus-kasus baru ini,” sebutnya. (kanalkalimantan.com/rico)

 

Reporter : Rico
Editor : Bie


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

HEADLINE

Sudah 9 Bulan, Masih Ada 9 Daerah Belum Terinfeksi Covid-19, Ini Daftarnya

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Ilustrasi sebaran pandemi covid-19. Foto: pexels.com
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, JAKARTA – Satuan Tugas Penanganan Covid-19 mengungkapkan tersisa sembilan daerah di Indonesia yang belum ditemukan kasus Covid-19 setelah pandemi berlangsung selama sembilan bulan. Tercatat sudah 34 provinsi dan 505 kabupaten/kota yang terinfeksi virus corona.

Dilansir dari situs resmi Satgas Covid-19, kesembilan daerah tersebut berada di Indonesia bagian timur. Antara lain: Pegunungan Arfak di Papua Barat; Yahukimo, Dogiyai, Deiyai, Mamberamo Raya, Nduga, Puncak, dan Intan Jaya di Papua, serta Sabu Raijua di Nusa Tenggara Timur.

Kesembilan daerah ini masuk dalam kategori zona hijau yang tidak terdampak atau 1,75 persen.

Zona hijau tidak ada kasus baru juga hanya enam kabupaten/kota atau 1,17 persen, antara lain Tolikara, Yalimo, Boven Digoel, Waropen di Papua; serta Alor dan Manggarai Timur di NTT.



Sementara zona merah bertambah dua kali lipat dari pekan sebelumnya menjadi 50 kabupaten/kota (9,73 persen).

Kemudian zona resiko sedang atau oranye juga meningkat menjadi 374 kabupaten/kota (72,76 persen), dan zona resiko rendah menjadi 75 kabupaten/kota (14,59 persen).

“Keadaan ini harus menjadi cambukan keras bagi kita untuk terus memperbaiki diri, bagi masyarakat jangan pernah abai. Karena cepat atau lambat, anda akan menjadi penderita Covid-19, jika lengah dalam memproteksi diri, lingkungan ataupun keluarga anda,” kata Juru Bicara Satgas Covid-19, Wiku Adisasmito dalam jumpa pers dari Gedung BNPB, Jakarta, Selasa (1/12/2020).

Pemerintah daerah diminta lakukan evaluasi terhadap kedisiplinan 3M yaitu memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan, serta penegakan kedisiplinan protokol kesehatan harus dimasifkan, dan pelaksanaan 3T yaitu testing (pemeriksaan), tracing (pelacakan) dan treatment (perawatan) di berbagai tatanan kesehatan di daerah.(suara)

Editor: Suara.com


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Paling Banyak Dibaca

-->