Connect with us

HEADLINE

EKSKLUSIF. Tim Pemburu Ghaib Borneo Ungkap Misteri Desa Alam Roh, Ternyata Ada Sosok Ini

Diterbitkan

pada

Tim Pemburu Ghaib Borneo bersama Tim Singkikih melakukan penelusuran di Desa Pakualam atau dikenal Desa Alam Roh Foto: wahyu
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, MARTAPURA – Tim Pemburu Ghaib Borneo bersama Tim Singkikih melakukan penelusuran di Desa Pakualam, Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar, Kamis (26/11/2020) malam. Tidak terlihat ada lampu penerang jalan satu juga di tempat ini, benar-benar beresiko bila kesini pada malam hari.

Sejak dahulu, wilayah ini dilingkupi beberapa hal mistis. Tempat sejumlah pembunuhan beberapa antek Belanda oleh beberapa pejuang kemerdekaan. Maka kawasan ini juga dikenal dengan sebutan Alam Roh.
Namanya terdengar mistis serta menyeramkan. Walaupun demikian, tempat ini ialah tempat pejuang kemerdekaan rakyat Kalimantan Selatan. Tempatnya memang terpencil, benar-benar jauh dari keramaian kota. Persisnya berada di Desa Pakualam RT 2, Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar.

Masuk desa ini, terlihat penduduknya cuma sedikit, tempat Alam Roh terdapat seputar beberapa ratus meter di luar perkampungan masyarakat. Di sana, ada Monumen ALRI Divisi IV Pertahanan Kalimantan Selatan, satu rumah tradisi Banjar Bubungan Tinggi yang digunakan jadi pos penjaga serta museum mini mengenai riwayat perjuangan beberapa pahlawan itu.

Arealnya kecil, juga dengan monumennya. Di bagian tengah, ada prasasti kecil yang di atasnya ditancapi bendera Merah Putih yang warnanya sudah memudar. Prasasti itu menjelaskan mengenai peresmian tempat ini oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan pada 16 Mei 1983. Di bagian kirinya, ada monumen itu yang menjelaskan pengakuan masyarakat Kalimantan Selatan untuk masuk dengan Negara Kesatuan Republik Indonesia pada 17 Mei 1949.



Kisahnya, supaya aman dari Belanda, tempat ini dikasih jampi-jampi. Mereka minta jampi-jampi itu pada beberapa ulama di Kota Martapura. Konon, di empat pojok tempat ini ditanami empat jimat yang berperan menipu mata beberapa penjajah serta pribumi pengkhianat yang berpihak Belanda supaya mereka tidak dapat lihat kehadiran beberapa pejuang rakyat itu.

Jadi, saat Belanda atau beberapa mata-matanya dari golongan pribumi ke tempat ini, mereka tidak akan lihat kehadiran beberapa pejuang itu. Mereka akan menduga dalam tempat ini tidak ada seorang juga pejuang terkecuali beberapa masyarakat desa itu yang tentunya tidak mereka tangkap. Walau sebenarnya, sebenarnya di seputar mereka beberapa pejuang itu bersebaran.

Ajaibnya , beberapa penjajah serta mata-mata mereka yang masuk Alam Roh, tidak hanya tidak dapat lihat kehadiran beberapa pejuang itu, mereka keluar dari tempat ini dalam kondisi meninggal.
Dipercaya, tewasnya mereka sebab terserang jampi-jampi empat jimat sakti itu. Mayat mereka lalu dibuang demikian saja oleh masyarakat ke sungai, tanpa ada penghormatan apa saja. Intinya, jika mereka berani masuk ke Alam Roh, keluar dalam kondisi meninggal.

Tempat ini konon seringkali dipakai syuting acara uji nyali satu program TV. Walaupun tempat ini berkesan mistis serta tidak aman buat pelancong, kenyataannya banyak saja wisatawan yang bertandang ke sini setiap bulannya.

Maka dengan itu para Tim Pemburu Ghaib Borneo bersama Singkikih Team, melakukan penelusuran dan ingin mengugkap hal hal mistis yang berada di lokasi itu. Dari keterangan masyrakat yang berada disekitar lokasi, sering adanya sesosk mahluk astral yang sering menampakan diri. Maka dari itu para tim ingin mengungkap, apa motivasi mereka sehingga sering menampakan diri.

Tidak tanggung tanggung, tim langsung menyipakam dua mediator sekaligus, yang bersedia tubuh nya akan dimasukan oleh mahkluk astral.
Setelah mahkluk astral tersebut masuk kedalam tubuh mediator, mediator mulai bereaksi, ternyata sosok mahkluk astral tersebut yang masuk kedalam tubuh mediator adalah sesosok Kuntilakan yang sering menampak diri disekitar lokasi.

Sosok Kuntilanak tersebut, tertawa sembari mengelus rambut panjang nya. Pada saat ditanya para tim, Kuntilakan tersebut hanya tertawa dan menangia dengan suaranya tang lirih. Yang bikin bulu kuduk merinding
Tim langsung menetralisir Kuntilakan tersebut yang berada ditubuh mediator, karena ketika ditanya tidak ada jawaban. Tim melanjutkan memasukan mahluk astral ke tubuh mediator berikutnya. Ketika sesosk jin tersebut masuk ke dalam tubuh mediator selang beberapa detik, seorang meditor tiba tiba dimasuki sesosok jin, dan berkata,” Mau apa kalian datang kesini,” ucapnya.

Mediator mengamuk ingin dan menantang para tim untuk berkelahi, tim langsung meladani tawar jin tersebut. Maka terjadilah pertarungan antara tim dan mediator.
Selang beberama menit, jin tersebut kalah namun tetap bungkam berbicara. Hal buruk pun terjadi, salah satu mediator tiba tiba kesurupan dan langsung memanjat pohon kelapa. Tim langsung bergegas menghalau mediator tersebut.(Kanalkalimantan.com/wahyu)

 

Reporter : Wahyu
Editor : Cell


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

HEADLINE

Komisi III Sorot Nasib 7.220 ‘Pengungsi Luar’ di Banjarbaru, BPBD: Stok Pangan Tinggal Hitungan Hari!

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Rapat membahas kondisi banjir di Banjarbaru Foto: rico
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Ribuan korban banjir asal Kabupaten Banjar dan Kabupaten Tanah Laut masih bertahan di Kota Banjarbaru. Bersamaan dengan itu, minimnya bantuan pemerintah dan stok pangan yang mulai menipis mendapat sorotan anggota dewan.

Hal tersebut mengemuka pada pembahasan rapat Komisi III DPRD Banjarbaru, Selasa (26/1/2021). Rapat turut mengundang stake holder terkait penanganan banjir, yakni BPBD dan Dinas Sosial (Dinsos).

Kepala BPBD Banjarbaru Zaini Syahranie melaporkan, setidaknya ada 7.220 warga luar daerah saat ini masih menetap di Banjarbaru. Jumlah ini katanya telah sedikit berkurang jika dibandingkan beberapa waktu sebelumnya. “Awalnya ada 8.918 pengungsi. Tapi karena kondisi cuaca yang semakin bagus dan banjir berangsur-angsur surut, beberapa dari mereka dipulangkan dengan rasa kemanusiaan,” katanya.

Terkait hal tersebut, Banjarbaru dihadapkan pada situasi baru. Stok kebutuhan makanan yang kian menipis dirasa tak akan mampu memenuhi kebutuhan ribuan pengungsi untuk ke depannya.



Hal tersebut diakui Zaini, yang memprediksi kebutuhan stok pangan hanya mampu bertahan beberapa hari saja. Ditambah lagi, pihaknya juga sampai masih dituntut memenuhi kebutuhan warga Banjarbaru yang juga terdampak banjir.

“Warga kita juga masih membutuhkan bantuan. Jumlahnya ada sekitar 1.000 jiwa, mencangkup Kelurahan Landasan Ulin Selatan dan Landasan Ulin Utara. Nah kalau hanya kita yang memenuhi kebutuhan pengungsi non-Banjarbaru, jujur saja mungkin hanya bisa bertahan satu pekan lagi,” akunya.

Tanggung jawab besar yang dipangku Pemko Banjarbaru ini, turut mengundang perhatian oleh pihak legislatif. Dalam hal ini Ketua Komisi III DPRD Banjarbaru, Takyin Baskoro, meminta pemerintah daerah dari para pengungsi non-Banjarbaru ini bisa turut terlibat dalam menyuplai bantuan.

“Pemko harus mengurus nasib 7.220 pengungsi tetangga. Ini adalah tugas sosial yang luar biasa, tapi harus disadari bahwa anggaran kita juga terbatas. Untuk itu kami, DPRD Banjarbaru dan SKPD meminta kepada pemerintah daerah asal pengungsi untuk turut serta berpartisipasi dalam menyuplai logistik. Mengingat bantuan yang disalurkan selama ini belum signifikan,” bebernya.

“Selama ini stok bantuan yang disalurkan oleh pemerintah daerah dari asal pengungsi sangat terbatas. Hanya mampu bertahan beberapa hari saja,” tambah Nurkholis Anshari, salah satu anggota DPRD Banjarbaru.

Menurut Baskoro, upaya Pemko Banjarbaru melalui BPBD dan Dinsos sudah maksimal ihwal penanganan bencana banjir. Terutama pendistribusian logistik terhadap warga terdampak maupun para pengungsi non-Banjarbaru.

Namun di tengah kondisi pemulihan pasca banjir, terangnya juga membutuhkan keterlibatan pemerintah daerah yang bertanggung jawab atas setiap warganya. “Sekali lagi saya meminta pemerintah daerah (Kabupaten Banjar dan Tanah Laut, red) untuk melihat kondisi warganya yang sedang mengungsi di Banjarbaru. Bantu kebutuhan apapun yang diperlukan saat ini,” sebut politikus Partai Nasdem itu.

Di sisi lain, anggota DPRD Banjarbaru lainnya, Emi Lasari, menegaskan bahwa selain kebutuhan pokok, pemerintah daerah juga seyogyanya memikirkan suplai air bersih. Termasuk juga akses jalan apabila ada warga yang memutuskan untuk kembali mengungsi ke Banjarbaru.

“Air bersih ini menjadi momok permasalahan di tengah situasi banjir. Nah, ini juga harus dipikirkan oleh pemerintah daerah yang bertanggung jawab atas warganya. Semua ini tidak hanya bisa diserahkan ke Pemko Banjarbaru saja. Sudah 15 hari bantuan yang dikirimkan ke Banjarbaru tidak signifikan. Akhirnya kami juga membantu dengan keterbatasan,” tandas Emi. (Kanalkalimantan.com/rico)

 

Reporter : Rico
Editor : Cell

 

 

 


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

HEADLINE

UPDATE Banjir Kalsel, 67.348 Orang Masih Bertahan di Lokasi Pengungsian!

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Saat ini masih puluhan ribu orang mengungsi akibat banjir kalsel Foto: andy
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU– Hampir dua pekan musibah banjir Kalsel, sejumlah penanganan darurat masih harus terus dilakukan. Data yang disampaikan Pemprov Kalsel terkait penanganan bencana banjir, per Selasa (26/1/2021), menyebutkan bahwa saat ini masih ada 67.348 pengungsi di kabupaten/kota terdampak banjir yang belum bisa pulang ke rumah.

Data yang dirilis hingga pukul 18.00 Wita menyebutkan, musibah banjir besar yang terjadi beberapa waktu lalu memaksa 125.656 orang harus mengungsi dari rumahnya. Dari jumlah tersebut, pengungsi yang kembali. 58.308 dan masih bertahan di lokasi pengungsian 67.348 orang.

Sementara, total korban terdampak tercatat 171.036 KK atau 584.817 jiwa.
Pj Sekda Kalsel Roy Rizali Anwar dalam keterangannya mengatakan, banjir yang merupakan terbesar dalam kurun 50 tahun terakhir ini juga menyebabkan 795 sekolah terendam, 671 tempat ibadah, 87.806 rumah, 102 jembatan rusak, 956.954 jalan raya.

“Serta 24 orang meninggal dunia dan 3 orang hilang,” katanya.
Sisi lain yang terdampak pada banjir tersebut yakni sektor peternakan. Di mana pada data yang disampaikan, disebutkan banjir berdampak pada sektor peternakan. Di antaranya berdampak pada Itik Petelur 103, Itik Siap Telur 300, Itik muda 1.700, Itik 13.319, Kambing 249, Sapi 1.657, Kerbau 15, Ayam Buras 85, dan Ayam 16.353.



“Sedangkan lahan sawah terendam di 10 Kabupaten/kota: 46. 235 ha, dan kerugian di sektor perikanan mencapai Rp 93.680.535.600,” terangnya.

Sebelumnya, nilai kerugian akibat bencana banjir yang melanda di wilayah Kalimantan Selatan sekitar Rp1,349 triliun menurut perkiraan Tim Reaksi Cepat Pusat Teknologi Pengembangan Sumber Daya Wilayah Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT).

“Estimasi dampak kerugian per 22 Januari 2021 dari sektor pendidikan, kesehatan dan sosial, pertanian, perikanan, infrastruktur, dan produktivitas ekonomi masyarakat sekitar Rp 1,349 triliun,” kata anggota Tim Reaksi Cepat Pusat Teknologi Pengembangan Sumber Daya Wilayah BPPT Nugraheni Setyaningum, Senin (25/1/2021).

Dilansir Antara, rincian estimasi nilai kerugian itu yakni di sektor pendidikan sekitar Rp 30,446 miliar, sektor kesehatan dan perlindungan sosial sekitar Rp 27,605 miliar, sektor infrastruktur sekitar Rp 424,128 miliar, sektor perikanan sekitar Rp 46,533 miliar, sektor produktivitas masyarakat sekitar Rp 604,562 miliar, dan sektor pertanian sekitar Rp 216,266 miliar.

“Estimasi saat ini cukup representatif menggambarkan kemungkinan kerugian,” kata Nugraheni.
Data yang digunakan dalam memperhitungkan estimasi kerugian akibat banjir di Kalimantan Selatan antara lain data luas area yang tergenang berdasarkan citra spasial, data penggunaan lahan berdasarkan Peta Rupa Bumi Indonesia (RBI), data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), data umur padi dari Kerangka Sample Area (KSA) Badan Pusat Statistik, serta data-data yang tertuang dalam peraturan daerah. (Kanalkalimantan.com/kk)

 

Reporter : Kk
Editor : Cell

 

 

 

 


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Paling Banyak Dibaca

-->