Connect with us

HEADLINE

EKSKLUSIF. Tim Pemburu Ghoib Borneo Ungkap Sosok Misteri di Salah Satu Kantor Pemkab Banjar

Diterbitkan

pada

Aksi tim Ghoib Borneo melakukan komunikasi dengan makhluk astral di salah satu kantor pemerintah di Pemkab Banjar. Foto: Wahyu
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, MARTAPURA – Kabar adanya sosok mahkluk astral di salah satu perkantoran Pemkab Banjar, menarik minat para tim Pemburu Ghoib Borneo untuk mengungkap lebih lanjut. Beredar cerita, bahwa di lokasi tersebut banyak makhluk ghaib.

Tim Pemburu Ghoib Borneo pun ingin menguak misteri yang ada di salah satu kantor pemerintah yang berada di sebuah desa, Selasa (29/9/2020) pukul 23:00 Wita.

Kanalkalimantan.com, diajak untuk menyaksikan bagaimana ritual untuk mengungkap sosok astral tersebut.

Sebelum memulai kegiatan, para Tim Pemburu Ghoib Borneo terlebih dahulu melakukan doa bersama agar kegiatan ini berjalan dengan lancar.



Riza, selaku Ketua Tim Pemburu Ghoib Borneo mengatakan, persiapan tersebut untuk mengantisipasi hal-hal yang tak diinginkan.

Maka pada waktu yang ditentukan, tim Pemburu Ghoib Borneo mendatangi lokasi kantor tersebut. Dari pintu gerbang, tim harus berjalan kaki sekitar 200 meter lebih menuju titik yang dirasa energi mistis yang kuat.

Sesampainya di titik lokasi suasananya begitu mencekam ditambah tempat yang gelap dan banyak semak-semak belukar.

Setelah mencapai di lokasi, para mediator bersiap untuk dimasuki mahkluk astral ke dalam tubuhnya. Sebelumnya sempat beredar cerita, di lokasi tersebut ada salah satu warga yang memetik tanaman janar, setelah warga tersebut memetik tanaman janar, selang seminggu kemudian meninggal dunia.

Menurit penuturan Agus (bukan nama sebenarnya, red) selaku pejaga malam di kantor itu, dulunnya sekitar 8 tahun yang lalu, kantor tersebut adalah sebuah hutan. ” Ya, namanya dulu hutan, pasti banyak mahkluk halusnya,” ucapnya.

 

Tidak hanya malam hari, pada saat siang hari pun para karyawan di kantor tersebut sering diganggu sama makhluk tak kasat kata.

“Siang hari bolong pun makhluk tersebut sering menampakan diri, tidak cuman satu orang karyawan kantor saja yang sering diganggu, hampir semua karyawan diganggu dan dibercadaain, menandakan kalau mereka (makhluk tak kasat mata) ada berada di tempat itu,” ungkapnya.

Tidak cuma satu bangunan kantor saja yang ada makhluk halusnya, hampir setiap bangunan kantor ada makhluk astral yang menunggui. “Hampir semua bangunan kantor di sini ada penunggunya, kalau saya selama 7 tahun kerja jaga malam di sini, baru satu kali diganggu sama makhluk halus. Setelah magrib dengan cuaca hujan gerimis, ada yang manggil saya “woy” suara tersebut terdengar sangat jelas di samping telinga,” kisahnya.

Terkait misteri yang beredar, ada warga mencabut tanaman janar yang diduga punya makhluk halus itu. Namun janar tersebut setelah dicabut bersih tidak ada bekas tanah sama sekali, padahal tanaman tersebut ditanam di atas tanah.

Maka dari itu Tim Ghoib Borneo ingin memecahkan misteri tersebut, dengan cara memasukan makhluk halus tersebut di badan mediator kemudian ditanyai.

Namun dari pantauan Kanalkalimantan.com di lokasi, Tim Ghoib Borneo mengalami kesulitan dikarenakan makhluk astral yang memasuki tubuh sang mediator tidak mau bercerita. Mereka pun tidak mau pergi meninggalkan kawasan tersebut.

Sementara itu, Riza, Ketua Tim Ghoib Borneo mengatakan, tidak ada belajar khusus mengenai ilmu komunikasi dengan makluk astral.

“Tujuan membentuk tim ini biar memberika ruang yang positif kepada yang lain. Dari pada keluyuran tidak karuan lebih baik belajar seperti ini agar bisa bermanfaat nantinya bagi orang lain,” papar Riza

Selain memberikan ruang yang positif tambah Riza, mereka juga ada tempat berkumpul di salah satu majelis pengajian di Banjarbaru.

“Di situ kita bisa dapat pengetahuan juga, menambah keimanan, biar kenal sama Allah SWT dan Rasullullah SAW,” katanya. (Kanalkalimantan.com/wahyu)

 

Reporter: Wahyu
Editor: Cell


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
iklan
Komentar

HEADLINE

Dugaan Penyalahgunaan Wewenang, 3 Paslon Pilkada Banjarbaru Dipanggil Bawaslu

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Calon Wakil Wali Kota Banjarbaru AR Iwansyah (kiri) bersama Calon Wali Kota Banjarbaru Aditya Mufti Ariffin (kanan) memenuhi panggilan Bawaslu Banjarbaru, Sabtu (24/10/2020). Foto : Rico
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Suhu politik Pilkada di Kota Banjarbaru kembali menghangat. Badan Pengawasan Pemilu (Bawaslu) Kota Banjarbaru melakukan pemanggilan terhadap tiga pasangan calon (Paslon) yang berkontestasi di Pilkada 2020, Sabtu (24/10/2020) siang.

Kepada Kanalkalimantan, Ketua Bawaslu Banjarbaru Dahtiar mengungkapkan bahwa pemanggilan ketiga paslon tersebut menyusul adanya kasus dugaan pelanggaran tindak pidana pemilihan pelanggaran pasal 188 jo pasal 71 ayat 3 dan ayat 5 UU No 10 tahun 2016, tentang Pilkada.

“Tanggal 22 Oktober kemarin, kami menerima laporan dari masyarakat terkait adanya dugaan tindak pidana pemilihan. Laporan itu sudah memenuhi syarat baik secara formil dan materil. Dan hari ini kita tindak lanjuti dengan melakukan klarifikasi dan meminta keterangan, dari terlapor, saksi dan penyenggara pemilu,” katanya.

Ditanya ihwal siapa paslon yang dilaporkan dalam kasus ini, Dahtiar memilih irit bicara. Ia hanya menegaskan bahwa pemanggilan ketiga paslon sekadar melakukan proses klarifikasi saja.



Calon Wali Kota Banjarbaru Aditya Mufti Ariffin. Foto : rico

“Untuk sekarang kita belum bisa membukanya. Intinya, kasus ini sedang ditangani Sentra Gakkumdu Banjarbaru, yang beranggotakan Bawaslu, Kepolisian, Kejaksaan,” sebut Dahtiar.

Jika menilik pasal dan ayat yang disangkakan oleh Bawaslu Banjarbaru, maka pelanggaran dalam kasus ini diduga menyangkut penyalahgunaan wewenang, program dan kegiatan oleh salah satu paslon saat aktif menjabat sebagai Wali Kota atau Wakil Wali Kota Banjarbaru.

Seperti dimuat dalam Pasal 188 jo pasal 71 ayat 3, yakni Gubernur atau Wakil Gubernur, Bupati atau Wakil Bupati, dan Walikota atau Wakil Walikota dilarang menggunakan kewenangan, program, dan kegiatan yang menguntungkan atau merugikan salah satu pasangan calon baik di daerah sendiri maupun di daerah lain dalam waktu 6 bulan sebelum tanggal penetapan pasangan calon sampai dengan penetapan pasangan calon terpilih.

Pantauan di kantor Bawaslu Banjarbaru, pemanggilan ketiga paslon dilakukan pada jam yang berbeda. Calon Wakil Wali Kota Banjarbaru nomor urut 3, Darmawan Jaya Setiawan, menjadi orang pertama yang hadir. Lalu disusul oleh Calon Wali Kota Banjarbaru nomor urut 2, Aditya Mufti Ariffin dan Calon Wakil Wali Kota Banjarbaru nomor urut 3, AR Iwansyah.

Calon Wakil Wali Kota nomor urut 3, Darmawan Jaya Setiawan saat dikonfirmasi terkait pemanggilannya, memilih menutup diri. “Konfirmasi langsung ke Bawaslu lah,” tulisnya melalui via WhatsApp.

Dikonfirmasi terpisah, Calon Wali Kota Banjarbaru nomor urut 2, Aditya Mufti Ariffin, mengungkapkan bahwa dirinya hanya diminta klarifikasi dalam kasus ini. Ia turut membenarkan bahwa memang ada salah satu paslon yang diduga telah melakukan pelanggaran tersebut.

“Memang benar jika di antara kami ada yang diduga telah menyalahgunakan wewenang program pemerintahan untuk menyukseskan kemenangan di Pilkada. Itu berdasarkan laporan dari masyarakat. Kami sama sekali tidak terlibat dalam hal ini,” terangnya.

Menurut Aditya, penyalahgunaan wewenang tentu sangat merugikan, baik pihaknya maupun paslon lain. Apalagi, memanfaatkan sistem pemerintahan yang notabene berasal dari uang rakyat.

“Kita sebagai paslon, menjunjung tinggi asas pemilu yang demokratis, jujur, dan adil. Tentu kami menuntut keadilan, jika memang ada program dan kewenangan di pemerintahan kota Banjarbaru yang disalahgunakan. Tapi kita lihat dulu dari pemeriksaan Bawaslu apakah benar ada unsurnya atau tidak,” tegas Aditya.

Senada, Calon Wakil Wali Kota Banjarbaru nomor urut 1, AR Iwansyah menyayangkan apabila dugaan penyalahgunaan tersebut memang terbukti. Ia menuturkan bahwa setiap paslon seharusnya sudah mengetahui aspek apa saja yang tidak boleh dilanggar dalam mengikuti ajang pesta demokrasi.

“Saya tadi malam diberi perintah oleh pak Gusti Iskandar, untuk memenuhi panggilan Bawaslu. Memang ada salah satu paslon yang diduga telah melakukan penyalahgunaan wewenang. Hari ini saya memberikan keterangan sebenar-benarnya terhadap Bawaslu bahwa kami memang dirugikan,” tegasnya.

Adapun sanksi yang ditegakkan apabila kasus ini terbukti, maka paslon yang dilaporkan terancam dibatalkan sebagai peserta Pilkada 2020 oleh KPU Banjarbaru. Hal itu sebagaimana tertera dalam pasal 188 jo pasal 71 ayat 5, yakni dalam hal Gubernur atau Wakil Gubernur, Bupati atau Wakil Bupati dan Walikota atau Wakil Walikota selaku petahana melanggar ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dan ayat (3) petahana tersebut dikenai sanksi pembatalan sebagai calon oleh KPU Provinsi atau KPU Kabupaten/Kota. (kanalkalimantan.com/rico)

Reporter : Rico
Editor : Bie


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

HEADLINE

Buntut Camat SE Hadiri Kampanye, Cabup Banjar Diperiksa Bawaslu

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

H Saidi Mansyur : Beliau Tidak Diundang, Beliau Secara Spontan Ikut Dalam Kegiatan Tersebut


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Cabup Banjar H Saidi Mansyur memenuhi panggilan Sentra Gakkumdu Bawaslu Kabupaten Banjar, Sabtu (24/10/2020). foto: tim
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, MARTAPURA – Calon Bupati Banjar H Saidi Mansyur dipanggil Bawaslu Kabupaten Banjar, Sabtu (24/10/2020) siang, klarifikasi kehadiran Camat Aluh-aluh SE yang nongol di kampanye tatap muka terbatas.

Calon Bupati (Cabup) Banjar H Saidi Mansyur memenuhi panggilan Sentra Gakkumdu Bawaslu Kabupaten Banjar, buntut pelaporan dugaan pelanggaran netralitas ASN.

H Saidi Mansyur mengakui dirinya dicecar sekitar 30 pertanyaan dari penyidik di Sentra Gakkumdu Bawaslu Banjar. Ia pun menjelaskan kronologi kehadiran Camat Aluh-aluh SE saat kampanye Paslon H Saidi Mansyur-Said Idrus Alhabsyi di Desa Pemurus Dalam pada Kamis (15/10/2020) lalu.

Setelah memberikan keterangan kepada penyidik di Sentra Gakkumdu Banjar, Cabup Banjar H Saidi Mansyur mengatakan, pihaknya tidak mengundang Camat Aluh-aluh SE pada kampanye, Kamis tanggal 15 Oktober 2020 itu.



Menurut H Saidi Mansyur, Camat Aluh-aluh SE hadir secara spontan di wilayah yang dipimpinnya itu. “Beliau (SE) tidak diundang, beliau secara spontan ikut  dalam kegiatan tersebut,” jelasnya, Sabtu (24/10/2020).

Kampanye tatap muka terbatas yang diduga melibatkan ASN Pemkab Banjar di Kecamatan Aluh-aluh. Foto : ist

Camat Aluh-aluh, kata H Saidi Mansyur hadir untuk menyampaikan tentang adanya Pilkada di Kabupaten Banjar yang diikuti 3 pasangan calon bupati dan wakil bupati.

“Beliau mengajak masyarakat untuk turut aktif dalam menyemarakan pesta demokrasi dan pada hari H tidak golput,” pungkas Cabup Banjar nomor urut 1 H Saidi Mansyur.

Kasus dugaan pelanggaran netralitas ASN dan pidana pemilu bermula dari laporan warga Kecamatan Aluh-aluh Kasmayuda. Camat SE dilaporkan melanggar netralitas sebagai seorang ASN yang hadir di kampanye Paslon Bupati Banjar Nomor Urut 1 H Saidi Mansyur-Habu Idrus Alhabsyi. Pelapor menyerahkan sejumlah berkas dan bukti dukung berupa foto hingga video kegiatan kampanye yang diduga melibatkan kehadiran Camat SE.

Sekadar diketahui Pemerintah Kabupaten Banjar sudah menerbitkan Surat Edaran (SE) Nomor : 800/458PPK.2/BKDPSDM tentang netralitas ASN (Aparatur Sipil Negara) yang langsung diturunkan dan diteken oleh Bupati Kabupaten Banjar H Khalilurrahman kepada seluruh SKPD di Pemkab Banjar.

*Klik disini untuk baca atau download SE Pemkab Banjar tentang netralitas ASN dalam Pilkada (red)

Jika terbukti melanggar netralitas, Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemkab Banjar, Camat Aluh-aluh SE bakal kena sanksi dari Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN). (kanalkalimantan.com/tim)

Reporter : tim
Editor : kk


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Paling Banyak Dibaca

-->