Connect with us

Layanan Publik

Empat Proyek PDAM Intan Banjar di 2019 Tunggu ‘Asupan Gizi’

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Lima Tahun Terakhir Tak Ada Penyertaan Modal dari Pemprov Kalsel


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Diterbitkan

pada

Proyek pemasangan pipa distribusi ke arah Bandara Syamsudin Noor. Foto:dok
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

BANJARBARU, Suntikan penyertaan modal dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Pemprov Kalsel) kini menjadi harapan direksi dan pemegang saham PDAM Intan Banjar.
Pasalnya, sejumlah rencana kegiatan investasi PDAM Intan Banjar untuk menunjang insrastruktur air bersih pada tahun 2019 membutuhkan dana sangat besar. Tercatat ada 4 proyek strategis yang rencananya akan direalisasikan pada tahun 2019 ini.

Dijelaskan Direktur Utama PDAM Intan Banjar, Syaiful Anwar, 4 proyek strategis terdiri dari pemasangan jaringan pipa dari IPA II Pinus ke Bandara Syamsudin Noor-Lingkar Utara-Jalan Gubernur Syarkawi tahap II dan pembuatan distrik meter area dalam rangka menekan kobocoran.

Untuk proyek kedua yaitu pembuatan distrik meter area dalam rangka program penurunan kebocoran. Kemudian ada optimalisasi air baku dan perpompaan Sungai Tabuk, dan pemasangan jaringan perpipaan distribusi Jalan Pemajatan-Jalan Ahmad Yani diameter 400 mm untuk optimasi layanan Kecamatan Gambut, Kecamatan Kertak Hanyar, dan sekitarnya.
Sedangkan untuk mega proyek kawasan aero city Bandara Syamsudin Noor yang dicanangkan Pemeritah Kota Banjarbaru  dibutuhkan sedikitnya dana Rp 80 miliar.

“Kita membutuhkan penyertaan modal Pemprov Kalsel, apalagi Bandara dan program aero city memerlukan pipa besar dan jaraknya sampai 5 kilometer. Kebutuhannya sekitar Rp 80 miliar,” ujar Syaiful Anwar selepas Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) di kantor PDAM Intan Banjar, Rabu (30/1) pagi.

Dukungan tersebut, mengingat PDAM Intan Banjar telah berhasil menyalurkan air bersih terhadap warga yang tinggal di pelosok, seperti di Kecamatan Aluh-aluh yang sudah menikmati air bersih selama 24 jam. Hal ini membuat membuat PDAM Intan Banjar ingin mengoptimalkan layanan air bersih sampai pelosok kabupaten menjadi tujuan PDAM Intan Banjar.

“Rencananya Pemkab Banjar akan menyuntik dana lagi, tapi belum tahu nominalnya. Masih dirapatkan,” beber Syaiful.

Tidak hanya berhasil menyalurkan air bersih di daerah pelosok, PDAM Intan Banjar juga mencatatkan nilai kinerja yang terus meningkat setiap tahunnya. Tercatat pada tahun 2017 nilai kinerja yang didapat  yaitu 62,13 dan pada tahun 2018 naik menjadi 64,27.

Syaiful menargetkan sebaran pipa distribusi mencapai 85 persen untuk Kabupaten Banjar dan Kota Banjarbaru pada 2019 ini.

Disisi lain Walikota Banjarbaru Nadjmi Adhani mendesak Pemprov Kalsel harus menambah penyertaan modal ke PDAM Intan Banjar. Menurut Nadjmi, Pemprov Kalsel sudah lima tahun tidak menyuntik modal ke PDAM Intan Banjar. Padahal, Nadjmi mengklaim Pemkot Banjarbaru rutin menyuntik modal ke PDAM Intan Banjar.

“Tahun ini, kami tambah lagi Rp 15 miliar, tahun 2017 lalu Rp 11 miliar. Pemprov sudah lima tahun tidak menambah penyertaan modal. Pemprov harus turun, ini tugas kita semua,” ucap Nadjmi Adhani.

 

Dalam laporan PDAM Intan Banjar, Pemprov Kalsel tidak menyuntik modal sejak tahun 2014. Pemkab Banjar menyuntik dana Rp 10 miliar pada 2017 dan Rp 25 miliar pada 2018. Adapun Pemkot Banjarbaru menyuntik dana masing-masing Rp 11 miliar untuk tahun 2016 dan 2017.

 

Sekadar diketahui, PDAM Intan Banjar, Pemprov Kalsel menguasai 13 persen saham (Rp 41 miliar), Pemkot Banjarbaru memegang 38 persen saham (Rp 118 miliar), dan Pemkab Banjar memiliki 49 persen saham (Rp 152 miliar). Pada 2018, PDAM mengeluarkan investasi senilai Rp 56,6 miliar demi optimalisasi layanan air bersih ke masyarakat. (rico)

Reporter:Rico
Editor:Abi Zarrin Al Ghifari

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Advertisement

Layanan Publik

Launching Aplikasi Amnesia, Jembatan Keluh Kesah Masyarakat ke Wakil Rakyat

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Launching aplikasi Amnesia yang dilakukan Wakil Ketua DPRD Kalsel M Syarifuddin, Senin (28/10) malam. Foto : mario
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

BANJARMASIN, Amnesia. Sesuai namanya, aplikasi ini dibuat agar para anggota dewan tidak lupa dengan janjinya kepada rakyat sebelum ia menjabat. Pun juga tentu aplikasi ini dibuat guna terus berkembangnya kinerja pemerintah di seluruh wilayah di Kalsel. Aplikasi yang siap menampung segala macam laporan serta keluhan masyarakat Kalsel ini diluncurkan di Tree Park Hotel, Senin (28/10) malam oleh Wakil Ketua DPRD M Syaripuddin.

Artinya kini tak hanya pemerintah eksekutif di Kalsel yang mempunyai medium komunikasi langsung dengan masyarakat tapi juga legislatif. Aplikasi yang bisa diunduh menggunakan ponsel pintar ini bisa digunakan masyarakat untuk menyampaikan langsung laporan terkait kebijakan, fasilitas, dan layanan publik. Selain itu masyarakat juga diberikan akses untuk dapat memberikan saran, ide, inovasi, serta terobosan kepada para pemerintah baik eksekutif dan legislatif.

M Syaripuddin selaku inisiator mengatakan bahwa konteks laporan yang bisa ditindaklanjuti langsung akan segera dieksekusi oleh DPRD secara langsung. Pun laporan yang masuk di aplikasi Amnesia ini juga akan menjadi gudang data sebagai basis dasar pertimbangan saran kebijakan.

Aplikasi yang disebut oleh Syaripuddin sebagai indikator pemerintah dari hasil kinerja pemerintah ini mempunyai satu kelebihan, yaitu segala macam laporan akan tersambung langsung ke gawai para anggota DPRD baik tingkat kabupaten atau provinsi.

“Laporan di aplikasi Amnesia juga langsung masuk ke hp saya. Jadi bisa terus dipantau. Selaku jembatan ke pemerintah, kami ingin percepat keinerja ke pemerintah,” terang mantan anggota DPRD Tanah Bumbu ini.

Untuk dapat menggunakan aplikasi Amnesia, masyarakat dapat mendaftarkan diri menggunakan NIK dan setelah diverifikasi, dapat langsung menyampaikan segala macam keluh kesah, kritik dan saran yang akan disampaikan ke pemerintah sesuai dengan domisili kabupaten/kota.

Turut hadir dalam kegiatan peluncuran Wakil Wali Kota Banjarmasin, Hermansyah. Menurutnya aplikasi Amnesia merupakan sebuahterobosan yang bisa bermanfaat bagi masyarakat Kalsel.  Juga bagi pemko Banjarmasin, aplikasi ini bisa menjadi inovasi guna pertumbuhan dan perkembangan kota Banjarmasin ke depannya. (mario)

Reporter : Mario
Editor : Bie


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Layanan Publik

Rawan Karhutla, BPBD Kalsel Gandeng Telkom Launching SMS Broadcast Bro

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Kepala Pelaksana BPBD Kalsel Wahyuddin. Foto : rico
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

BANJARBARU, Titik hotspot di Kalsel terus meningkat. BPBD Kalsel semakin gencar melakukan sosialisasi, terutama melalui SMS Broadcast Bro di 32 titik yang berada area rawan kebakaran.

Kepala Pelaksana BPBD Kalsel Wahyuddin saat launching sistem informasi kebencanaan, Senin (19/8), mengatakan launching ini adalah inovasi dari strategi sosialisasi untuk pencegahan dan kesiapsiagaan bencana.

“Saya berharap satgas sosialisasi terus gencar memberikan informasi kepada masyarakat akan bahaya membakar hutan dan lahan,” ujar pria akrab disapa Ujud ini.

Ditambahkan, Wahyuddin, pihaknya akan lebih mengefektifkan penegakan hukum, dengan melibatkan Sub Satgas Darat yang berjumlah 1.500 di Kalimanatan Selatan.

“Saya kira, kita dapat berbagi peran dengan pola tugas seperti satgas darat berpatroli, BPBD menginformasikan titik api dan memadamkan, kepolisian melakukan penyidikan, dan masyarakat sebagai intelejennya,” ujarnya

Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kalsel, Sahruddin mengatakan SMS Broadcast Bro adalah kerjasama dengan Telkom Indonesia. Setiap satu kali sms menyebar  kepada 2000 orang. Dan target tahun ini disebar sebanyak 150 ribu SMS.

“Konten SMS bro berkisar tentang himbauan kepada masyarakat untuk tidak membakar hutan dan lahan, dengan menyampaikan pesan Fatwa MUI wilayah 4 Kalimantan yakni haram membakar hutan dan lahan yang menggangu aktifitas kemanusiaan,” ujarnya.

Dari rapat harian satgas, dikemukakan tentang masih rendahnya penegakan hukum bagi pembakar hutan dan lahan di Kalsel. Kepala Biro Hukum Setda prov Kalsel Akhmad Fiddayen mengatakan perlu diatur dalam Perda yang memberikan sangsi bagi pemilik lahan yang membiarkan lahannya  terbakar dikenakan sanksi administrasi. (rico)

Reporter : Rico
Editor : Bie


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Layanan Publik

Jadi Perseroan Terbatas, PDAM Intan Banjar Target Aliri 100 Ribu Pelanggan

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Dirut PDAM Intan Banjar Syaiful Anwar. Foto : rendy
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

MARTAPURA, Berubah status menjadi Perseroan Terbatas (PT), Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Intan Banjar target bisa cakupi pendustribusian air bersih hingga 100 ribu pelanggan. Begitu disampaikan Direktur Utama PDAM Intan Banjar Syaiful Anwar saat menggelar acara silaturahmi bersama awak media, Kamis (27/6).

“Seiring berubahnya status menjadi PT maka cakupan layanan juga harus ditingkatkan, salah satunya kita target bisa mengaliri hingga 100 pelanggan,” janjinya.

Adapun beberapa fokus wilayah Kabupaten Banjar yang nantinya menjadi prioritas capaian cakupan perluasan pelanggan air bersih meliputi beberapa kawasan kecamatan seperti halnya Kecamatan Gambut, Aluh-aluh, Beruntung Baru, Sungai Tabuk, dan Kecamatan Astambul serta Kecamatan Mataraman.

Meski di beberapa daerah tersebut sudah ada pipanisasi, namun untuk jumlah dan kapasitas perpipaan dirasa masih kurang sehingga kebutuhan air bersih tidak tercapai. Untuk itu, pihaknya secara teknis masih mempelajari permasalahan tersebut dengan berkoordinasi kepada dinas terkait.

“Intinya kami ingin semua masyarakat di Kabupaten Banjar dapat menikmati air bersih, terutama masyarakat yang bermukim di daerah tanah rawa,” katanya.

Lebih jauh dijelaskan, pengembangan jaringan pipanisasi tersebut sangat membantu masyarakat untuk mendapatkan layanan air bersih. Namun, pihaknya perlu perencanaan pipanisasi yang aman hingga 10 tahun mendatang, tentunya memerlukan dana yang tidak sedikit yakni sekitar 40 miliar rupiah.

“Terkait anggaran ini pihaknya akan koordinasikan kembali bersama intansi terkait, karena ini pula melihat kemampuan anggaran pemerintah daerah,” jelas Syaiful.

Syaiful juga memaparkan PDAM Intan Banjar hingga sekarang telah memberikan pelayanan air bersih sekitar 86 ribu pelanggan. (rendy)

Reporter : Rendy

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Paling Banyak Dibaca

-->