Connect with us

Kota Banjarbaru

ESDM Serahkan Sumur Bor dan Lampu Tenaga Surya di Banjarbaru

Diterbitkan

pada

Wakil Walikota Darmawan Jaya menghadiri penyerahan sumur bor dan lampu tenaga surya Foto: rico
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

BANJARBARU, Pemko Banjarbaru berkerjasama dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyerahkan Sumur Bor Air Bersih, Penerangan Jalan Umum Tenaga Surya (PJUTS) dan Lampu Tenaga Surya Hemat Energi (LTSHE), di Pondok Pesantren Raudhatun Nasyiin, Jl Mistar Cokrokusumo, Sungai Besar, Kelurahan Sungai Besar, Kecamatan Banjarbaru Selatan, Jumat (4/1) pukul 10.00 Wita.

Wakil Walikota Banjarbaru H Darmawan Jaya Setiawan mengatakan, air merupakan kebutuhan pokok yang harus dipenuhi. Baik untuk konsumsi dan kebutuhan hidup lainnya. “Namun demikian tidak dapat dipungkiri, masih banyak daerah-daerah yang masih mengalami kesulitan air bersih, baik karena kondisi alam, maupun karena terbatasnya kemampuan pendanaan masyarakat untuk memperoleh air,” jelasnya.

Badan Geologi, Kementerian Energi Dan Sumber Daya Mineral, salah satu tugas fungsinya di bidang air tanah yaitu penyediaan sarana air bersih melalui pengeboran air tanah dalam di daerah sulit air, yang mencakup seluruh wilayah Indonesia.

Program penyediaan air bersih melalui pengeboran air tanah dalam ini dirasakan efektif dan berhasil membantu mengatasi persoalan pemenuhan kebutuhan air bersih masyarakat di daerah sulit air. Sehingga pemerintah yang didukung oleh Komisi VII DPR RI sebagai mitra kerja, terus berupaya meningkatkan anggaran untuk program ini, agar dapat dibangun lebih banyak sumur bor dalam di seluruh wilayah yang masih kesulitan air bersih.



Untuk di Kota Banjarbaru, telah berhasil dibangun sebanyak 9 unit sumur bor, tersebar di 5 kecamatan, dengan kapasitas produksi air bersih mencapai 567 ribu m3 per tahun dapat memenuhi kebutuhan air bersih untuk sebanyak 26.000 jiwa penduduk.

“Dan hari ini akan diserahkan 1 unit sumur bor yang terletak di Kelurahan Sungai Besar, Kecamatan Banjarbaru Selatan. Dengan spesifikasi kapasitas layanan sumur bor mencapai 2.600 jiwa, debit rata-rata: 1,7liter/detik dan reservoir (bak penampung) dengan kapasitas 5000 L,” kata Darmawan.

Selain itu, dalam kegiatan ini juga dilaksanakan serah terima secara simbolis program pemasangan PJUTS di wilayah Kabupaten Tapin.

Direktur Konservasi ESDM Hariyanto menyampaikan, PJUTS adalah lampu penerangan jalan yang menggunakan cahaya matahari sebagai sumber energi listriknya. Sehingga menjadi solusi untuk digunakan di jalan-jalan pada daerah yang belum terjangkau listrik PLN maupun pada daerah-daerah yang telah terlistriki PLN, namun ingin mengurangi konsumsi listrik daerahnya.

“Status pekerjaan PJUTS hingga saat ini adalah masih dalam proses pemasangan, yang ditargetkan akan selesai pada tanggal 15 januari 2019,” jelasnya

Selain sumur bor dan PJUTS, Kementerian ESDM juga menyerahkan LTSHE sebagai solusi penerangan dan energi listrik difokuskan bagi perdesaan yang terisolir. “Pemasangan Lampu Tenaga Surya Hemat Energi (LTSHE) di Provinsi Kalimantan Selatan, tersebar di 3 Kabupaten dengan alokasi pemasangan sebanyak 1.029 Unit.” bebernya

Kegiatan ini juga turut dihadiri Kepala Pusat PPESDM Ir  Muhammad Priharto Dwi Nugroho MSi, Anggota DPR RI Komisi VII Dardiansyah, Bupati Tapin Drs H M Arifin Arfan MM, Camat Banjarbaru Selatan, Lurah Sungai Besar Pimpinan Ponpes Raudhatun Nasyiin, dan undangan lainya.(rico)

Reporter:Rico
Editor:Cell


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Kota Banjarbaru

Sempat Disoal, SPBU dekat Sungai Kemuning Sudah Kantongi Izin

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Pembangunan SPBU di dekat jembatan kembar Loktabat, jalan A Yani Km 33. Foto : Rico
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Pembangunan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di jalan A Yani Km 33, Kota Banjarbaru, sempat menjadi sorotan.

Sebab, selain berada di jalur utama kota yang padat lalu lintas, lokasi SPBU ini juga persis berada di bantaran Sungai Kemuning Banjarbaru yang dikhawatirkan akan mencemari air sungai. Beberapa batang pohon yang berada di bahu jalan juga menjadi korban -ditebang- dalam proses pembangunan SPBU tersebut.

Lantas, apakah pembangunan SPBU tersebut sudah dikaji dan mengantongi berbagai izin dari dinas terkait di lingkungan Pemerintah Kota (Pemko) Banjarbaru?

Berbicara soal letak lokasi, Kepala Bidang Tata Ruang Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Banjarbaru Ahmad Syaidan mengklaim lokasi SPBU tersebut sudah memenuhi kriteria.



“Dari segi tata ruang sudah memenuhi, karena di sekitar 100 meter jalan A Yani itu peruntukannya bagi perdagangan dan jasa. Nah, SPBU ini masuk dalam perdagangan dan jasa,” ungkapnya, Selasa (4/8/2020).

Menurut Syaidan -sapaan akrabnya, SPBU tersebut juga telah mengantongi izin yang diperlukan. Seperti halnya izin lingkungan atau Andal (Analisa Dampak Lingkungan) dan Andal Lalin (Lalu Lintas).

“Kalau dari segi tata ruang, tidak ada masalah. Kita juga menyetujui pembangungan SPBU ini karena kelengkapan izinnya sudah terpenuhi,” lanjutnya.

Hal ini juga didukung melalui klaim oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Banjarbaru. Dalam hal ini, Kasi Pemantauan, Pengawasan dan Kajian Dampak Lingkungan (PPKDL) Rusmilawati, menyatakan bahwa dokumen dan izin lingkungan pembangunan SPBU tersebut telah diterbitkan.

“Untuk dokumen lingkungannya dan izin lingkungannya sudah terbit. Dan, untuk Andal Lalin sudah diproses juga oleh Balai Jalan Kementerian Perhubungan,” aku Mila.

Sebelum proses dokumen dan izin lingkungan diterbitkan, kata Mila, sosialisasi dengan warga di Kelurahan Loktabat Utara dan Selatan lebih dulu telah dilakukan. Bahkan, warga telah menyetujui pembangunan SPBU tersebut, dibuktikan dengan adanya dokumen berita acara persetujuan.

Ditanya soal penebangan pohon yang sempat jadi perhatian, Mila menegaskan, hal itu sudah mengantongi izin dari pihaknya.

“Untuk penebangan pohon itu sudah berkoordinasi dengan DLH juga melalui seksi pemeliharaan,” jawabnya.

Mengingat jalan A Yani statusnya adalah jalan nasional, maka kajian Andal Lalin untuk pengaturan rekayasa jalan menjadi wewenang Balai Jalan Kemenhub. Dalam hal ini Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD).

“Andal Lalin yang mengerjakan Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD),” kata Kepala Dinas Perhubungan Kota Banjarbaru Ahmad Yani Makkie. (kanalkalimantan.com/rico)

Reporter : Rico
Editor : Bie



  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Kota Banjarbaru

Siaga Karhutla, Kapolda Kalsel Cek Sodetan dan Embung di Guntung Damar  

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

apolda Kalsel Irjen Pol Dr Nico Afinta SIK SH MH meninjau embung di Guntung Damar, Banjarbaru dan sodetan irigasi Riam Kanan, di Cindai Alus, Kabupaten Banjar, Senin (3/8/2020). foto: humas polda kalsel
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), Kapolda Kalsel Irjen Pol Dr Nico Afinta SIK SH MH meninjau embung di Guntung Damar, Banjarbaru dan sodetan irigasi Riam Kanan, di Cindai Alus, Kabupaten Banjar, Senin (3/8/2020).

Peninjuan yang dilakukan Kapolda Kalsel didampingi Wakapolda untuk mengecek kesiapan lokasi guna dimanfaatkan dalam penanggulangan apabila Karhutla terjadi.

Kapolda Kalsel Irjen Pol Dr Nico Afinta saat melakukan pengecekan lokasi sodetan atau embung meminta personel yang bertugas di lapangan mempersiapkan peralatan berikut dengan alat pelindung diri (APD).

“Dan apabila terjadi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), para personel dapat mengambil air dari kanal-kanal yang sudah ada,” ujar Kapolda Kalsel.



Kapolda Kalsel Irjen Pol Dr Nico Afinta SIK SH MH meninjau embung di Guntung Damar, Banjarbaru dan sodetan irigasi Riam Kanan, di Cindai Alus, Kabupaten Banjar, Senin (3/8/2020). foto: humas polda kalsel

Kapolda Kalsel menginstruksikan kepada Karo Ops Polda Kalsel berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalsel terkait dengan sistem pengairan. Juga berkoordinasi dengan Manggala Agni untuk membantu mengerahkan personel serta peralatan dalam penanggulangan Karhutla.

“Pengecekan sodetan atau embung ini bertujuan untuk mengetahui apakah masih bisa digunakan airnya atau tidak, karena sudah lama tidak digunakan,” katanya.

Sementara itu, Wakapolda Kalsel Brigjen Pol Mohamad Agung Budijono SIK MSi mengatakan, pengecekan sumber air ini dalam menghadapi Karhutla yang diprediksi terjadi Agustus ini.

“Saya berharap peran serta seluruh anggota Polda Kalsel dan Polres jajaran untuk memberikan edukasi kepada masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara dibakar,” ujar Wakapolda Kalsel.

Selain itu personel yang di tempatkan di Posko Penanggulangan Karhutla mengerti tugas dan tanggung jawab selama piket. (kanalkalimantan.com/rls)

Reporter: rls
Editor: kk


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Paling Banyak Dibaca

-->