Connect with us

Kota Banjarmasin

Federasi Driver Online Apresiasi Polda Kalsel Ungkap Kasus Perampasan Mobil

Diterbitkan

pada

Federasi Driver Online Banjarmasin mengapresiasi pengungkapan kasus perampasan mobil driver online. Foto : mario
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

BANJARMASIN, Atas keberhasilan pengungkapan kasus perampasan mobil driver online Dwi Kartiyugo di Desa Tajau Landung, Kecamatan Sungai Tabuk, Minggu (30/12/2018), Federasi Driver Online (FDO) berterima kasih langsung ke Polda Kalsel, Senin (14/1), tepatnya di Direktorat Resere Kriminal Umum.

Dir Reskrimum Polda Kalsel AKBP Sofyan Hidayat mengatakan, pelaku yang berjumlah tiga orang ini sudah mereka diamankan dan diproses. Selain itu, ia juga mengucapkan terima kasih atas kunjungan dan apresiasi yang diberikan oleh FDO Banjarmasin.

“Hati-hati dalam perjalanan. Minimal, para driver online bisa menilai layak atau tidaknya (penumpang yang memesan),” ujarnya.

Seperti yang dijelaskan AKBP Sofyan Hidayat, motif pelaku adalah murni ingin merampas kendaraan. Ketika ditanya apakah motif ini ada berhubungan dengan urusan bisnis, ia mengatakan, hal itu perlu penyelidikan lebih lanjut.

Sementara itu, Dwi Kartiyugo, korban yang tinggal di jalan Sungai Miai Dalam, Gang Keluarga menjelaskan, ia menerima orderan pada jam 5 sore waktu kejadian. Namun saat itu si korban masih sibuk dan akhirnya datang terlambat. Akibat terlambat, si pelaku pun mengubah jadwal orderan pada hari berikutnya.

“Jadi hari itu kita berangkat dari pasar pagi jam 6, di tengah perjalanan dia minta ubah rute. Yang tadinya mau ke Martapura, sekarang minta antar ke Sungai Tabuk,” terang korban.

Saat itulah korban disekap, untungnya korban masih mampu melakukan perlawanan. Setelah sempat cekcok di dalam mobil, pelaku kemudian menggerakan tangan ke arah baju belakangnya untuk mengambil sesuatu. Sontak hal itu membuat korban untuk pergi keluar mobil dan memilih untuk menyelamatkan diri terlebih dahulu. Pada saat itulah mobil korban langsung dibawa pelaku.

Ketua FDO Banjarmasin Pandu Setiawan. Foto : Mario

Sekarang pelaku dan kendaraan korban sudah berhasil diamankan. Dwi mengaku sudah tidak lagi merasa trauma, meski suaranya kini masih sakit akibat kejadian.

Ketua FDO Banjarmasin Pandu Setiawan mengapresiasi hasil penangkapan Polda Kalsel. Ia mengakui bahwa para driver online merasa lebih aman ketika bekerja di jalan. “Banyak terima kasih dan apresiasi Polda Kalsel yang telah menyelesaikan kasus ini,” pungkasnya. (mario)

Ia juga menghimbau agar seluruh driver online, ada baiknya lebih hati-hati, apabila orderan datang pada waktu dan dari orang yang janggal, lebih baik untuk tidak diterima. (mario)

Reporter:Mario
Editor:Abi Zarrin Al Ghifari


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Advertisement

Kota Banjarmasin

Bikin Gaduh di Kandang, Sanca Batik Pemangsa 8 Ekor Ayam Akhirnya Ditangkap

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Animal Rescue BPBD Kota Banjarmasin mengevakuasi seekor ular sanca yang memangsa ayam peliharaan warga. Foto: BPBD Kota Banjarmasin
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Dengan memakai peralatan khusus, Petugas Animal Rescue dari BPBD Kota Banjarmasin berhasil mengevakuasi seekor ular jenis sanca batik atau biasa di sebut  ular sawa dari salah satu kandang ayam milik warga, pada Kamis (9/7/2020) malam.

Reptil dengan nama latin Reticulatus Python itu tertangkap ketika tengah menikmati santapannya, yaitu ayam peliharaan milik warga di Jalan Sultan Adam, Gang Family, nomor 99, RT 20, Kelurahan Surgi Mufti, Kecamatan Banjarmasin Utara.

Berdasarkan informasi yang diperoleh, ular tersebut ternyata sudah beberapa kali memangsa ayam milik warga, dan baru kali ini dapat ditangkap.  “Ayam saya sudah 8 ekor yang dimakannya,” ujar Akmal sang pemilik kandang ayam.

Ia menceritakan, awalnya terdengar suara gaduh yang berasal dari luar rumah sekitar pukul 21.00 Wita. Merasa curiga, Akmal langsung melakukan pengecekkan terhadap sumber suara.

 

Setelah ditelisik, ternyata ia mendapati seekor ular sanca dengan panjang sekitar tiga meter lebih berada dalam kandang dan tengah menyantap ayam miliknya.

Melihat kejadian itu, Akmal langsung bergegas menghubungi petugas Animal Rescue dari BPBD Kota Banjarmasin untuk segera dievakuasi ke tempat yang lebih aman.

Tak lama berselang, petugas yang membawa peralatan lengkap datang ke TKP dan langsung berusaha mengamankan reptil melata tersebut sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang berlaku.

Ular sanca batik yang masih berada di dalam kandang ayam sebelum dievakuasi. foto: BPBD Banjarmasin

Staf Pelaksana BPBD Kota Banjarmasin Hanafi mengatakan, proses evakuasi yang dilakukan petugas dibantu dengan masyarakat sekitar, sehingga bisa berjalan lancar.  Ia mengatakan, ular pemangsa 8 ekor ayam warga itu akan diserahkan ke Taman Satwa Jahri Saleh untuk dijadikan satwa koleksi.

“Di sana (Taman Satwa Jahri Saleh) ular ini akan dirawat dengan baik, sehingga tidak mengganggu keamanan warga lagi,” ujarnya.

Ia mengimbau kepada setiap masyarakat, apabila terjadi kejadian yang disebabkan oleh ancaman binatang buas, untuk segera menghubungi petugas animal rescue BPBD Kota Banjarmasin. Sehingga pihaknya bisa melakukan proses pengevakuasian binatang tersebut ke tempat yang lebih aman.

“Kalau ada ancaman dari ular, lebah, biawak dan lainnya yang mengganggu kenyamanan warga, bisa langsung dilaporkan ke petugas. Petugas Animal Rescue siap untuk membantu mengamankan hewan yang mengganggu itu ke tempat yang lebih layak bagi mereka,” pungkas Hanafi. (kanalkalimantan.com/fikri)

Reporter : fikri
Editor : bie


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Kota Banjarmasin

Mulai Sabtu Ini, Kawasan Siring Tendean Ditutup Selama Tiga Bulan

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Banjarmasin Ehsan Al Haque Foto : fikri
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Pemko Banjarmasin akhirnya mengambil langkah, menyusul membludaknya pengunjung Siring Tendean dan Siring Bekantan dalam beberapa pekan terakhir di tengah merebaknya Covid-19. Terhitung mulai Sabtu (11/7/2020) mendatang, kedua kawasan wisata itu akan ditutup untuk pengunjung selama tiga bulan ke depan.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Banjarmasin Ehsan Al Haque menjelaskan, keputusan untuk menutup kawasan siring ini adalah meminimalisir potensi penyebaran Covid-19 di tempat umum. Alasan penutupan ini adalah, masih banyaknya pengunjung siring yang tidak mematuhi protokol kesehatan.

“Ternyata dalam beberapa pekan terakhir ini siring ramai, namun tidak memperhatikan protokol kesehatan,” ungkap Ehsan usai mengikuti rapat bersama instansi terkait di ruang kerja Sekretaris Daerah Kota Banjarmasin pada Kamis (9/7/2020) sore.

Anjuran pemerintah seperti pemakaian masker dan menjaga jarak, banyak yang tidak dijalankan pengunjung siring. Bahkan pada pekan lalu, ada pengunjung siring yang termasuk kategori rentan tertular Covid-19, seperti orang tua, bayi dan ibu hamil. Sehingga gugus tugas harus turun tangan memberikan teguran.

“Banyak pengunjung yang tidak memakai masker, bergerombol hingga membawa balita,” tutur Ehsan.
Nantinya, kawasan siring Tendean dan Bekantan akan diberi pagar pembatas, dan juga akan ditempatkan petugas yang mengawasi aktivitas pengunjung. Selain personel Satpol PP, penutupan siring juga akan dijaga aparat TNI-Polri, Dinas Perhubungan dan petugas dari kelurahan setempat.
“Kami tidak menghalangi orang yang mau berolahraga, namun hanya melarang aktivitas di kawasan siring,” ucap Ehsan.

Selain menutup kawasan siring, pemerintah kota juga akan melarang PKL berjualan dan menutup kantong-kantong parkir yang ada di sekitar siring. Hal ini sebagai bentuk keseriusan pemerintah dalam menjaga kesehatan masyarakat. “Kita hanya melarang aktivitas warga di fasilitas milik pemerintah kota,” pungkas Ehsan. (Kanalkalimantan.com/fikri)

Reporter : Fikri
Editor : Chell


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Kota Banjarmasin

Pasca Reaktif Rapid Test, Calon Mahasiswa ULM Serahkan Hasil Swab

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

ULM masih menunggu hasil swab mahasiswa yang sebelumnya reaktif terkait UTBK Foto : fikri
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Banjarmasin telah menerima laporan hasil uji swab test yang dijalani oleh salah satu dari tiga orang calon mahasiswa yang dinyatakan reaktif saat hendak mengikuti seleksi penerimaan mahasiswa.

Seperti diketahui, pada Minggu (5/7/2020) lalu, tiga orang calon mahasiswa tidak bisa mengikuti tahap Ujian Tertulis Berbasis Komputer (UTBK), jalur Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) yang dilakukan di Gedung ULM Banjarmasin.

Wakil Rektor I Bidang Akademik ULM Banjarmasin Dr H Aminuddin Prahatama mengatakan, dari tiga calon mahasiswa tersebut, satu diantaranya telah menyampaikan hasil test swab yang sudah dijalaninya.

“Satu di antara ketiga calon mahasiswa yang reaktif tadi sudah ada yang memberikan hasil swab kepada kami,” kata Aminuddin, Rabu (8/7/2020).

Ia membeberkan, hasil pemeriksaan menunjukkan kalau mahasiswa tersebut telah menjalani pemeriksaan swab test sebanyak tiga kali. Sebelumnya, ia menjalani dua kali pemeriksaan swab dinyatakan positif. “Dan yang ketiga hasilnya alhamdulilah sudah negatif,” bebernya.

Namun demikian, ia mengaku masih belum bisa memutuskan terkait dengan test UTBK SBMPTN yang harus dijalani oleh calon mahasiswa tersebut. Karena, pihaknya menunggu hasil pemeriksaan swab yang ke empat dari yang bersangkutan.

Di samping itu, ia menyebut bahwa yang menyerahkan hasil pemeriksaan swab baru satu orang. “Dua orang calon mahasiswa reaktif kemarin masih belum melaporkan hasil swab-nya, mereka akan dimasukan kedalam sesi cadangan,” ungkap Aminuddin.

Menurutnya, hal ini sudah dilaporkan kepada Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi di Jakarta. Sebab, jika ada peserta yang dinyatakan reaktif ataupun positif maka perkembangannya harus disampaikan untuk dilakukan proses penanganan.

Aminuddin mengungkapkan, bahwa tiga orang calon mahasiswa yang terkonfirmasi reaktif tersebut berasal dari tiga daerah yang berbeda. “Masing-masing diantaranya berasal dari Kota Banjarbaru, Kota Banjarmasin dan Kabupaten Barito Kuala,” pungkasnya. (Kanalkalimantan.com/fikri)

Reporter : Fikri
Editor : Chell


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Paling Banyak Dibaca

-->