Connect with us

Kota Banjarmasin

Foto-Foto Kebakaran di Jalan Lumba-Lumba

Diterbitkan

pada

Foto: Ammar
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Kebakaran terjadi di Jl Lumba Lumba Tri Sakti, Kelurahan Telaga Biru, Kecamatan Banjarmasin Barat, Senin (28/5) pukul 16.00 Wita. Si Jago merah mengamuk menghanguskan beberapa bangunan rumah warga, toko, serta salah gerai agen BRI yang berada di pinggir jalan. (ammar)



 

Reporter:Ammar
Editor: Cell


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Kota Banjarmasin

Banjir Sebabkan Antrean Truk Sembako dan BBM Mengular di Penyeberangan Kayu Tangi

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Antrean truk pengangkut logistik di wilayah Kayu Tangi, Banjarmasin Foto: tius
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Banjir yang masih menggenang di sejumlah wilayah di Banjarmasin berdampak pada lumpuhnya distribusi ekonomi. Antrean truk penyuplai barang tampak mengular yang saat ini masih terjebak di Kota Banjarmasin.

Dari pantauan Kanalkalimantan.com, terlihat panjangnya antrian truk penyuplai barang sembako dan truk tangki minyak di jalan Brigjend H. Hasan Basri. Deretan truk tersebut mengantre untuk menyeberang sungai dengan menggunakan fery. Panjangnya antrean ini dimulai dari samping jembatan Kayu Tangi yang sedang dibangun sampai di depan Hotel Pesona.

Jumadi (33), salah seorang sopir penyuplai barang sembako dari Banjarmasin ke Palangka Raya mengatakan, banjir yang terjadi saat ini sangat berdampak bagi aktivitasnya.



“Ya kami bisa apa lagi, cuma ini jalur satu-satunya yang bisa dilewati saat ini, mau lewat jalur Sungai Tabuk tapi kondisinya masih banjir, lewat jalur ini waktu banyak terbuang ditambah lagi harus bayar biaya fery sebesar Rp 360.000. Ini saja kami sudah mengantre dari sore kurang lebih jam 4, sampai sekarang masih belum bisa menyeberang, coba hitung saja berapa banyak kerugian yang harus kami tanggung,” ujarnya kepada Kanalkalimantan.com saat diwawancara malam tadi.

Dari info yang didapat dari para sopir, untuk fery penyebrangan itu dibuka mulai pada Sabtu (16/1/2021) Sedangkan untuk biayanya, mengalami kenaikan. Awalnya hanya Rp 200.000, tapi saat ini naik menjadi Rp 360.000.

Jumadi menyampaikan, kalau seperti ini terus untuk waktu yang berkepanjangan, maka penghasilan mereka akan berkurang banyak. Yang mana biasanya dalam dua hari sudah bisa pulang pergi menyuplai atau mengirim barang, sekarang bisa menjadi 3- 4 hari. Ini karena harus dua kali mengantri di penyeberangan.

“Kalau seperti ini terus maka rugi lah kami, mau kami tidak pergi bekerja tapi tidak ada pemasukan atau penghasilan, Lanjut bekerja tapi seperti ini keadaannya. Ya kami cuma berharap bencana ini bisa cepat berakhir jadi semuanya kembali normal, atau paling tidak untuk biaya penyeberangan diberi kebijakan, jangan seperti ini,” pungkasnya. (Kanalkalimantan/tius)

 

Reporter : Tius
Editor : Cell

 

 


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Kota Banjarmasin

Kurangi Debit Air, PUPR Banjarmasin Bongkar Pos Polisi di Samping Sungai Veteran

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

PUPR Banjarmasin bongkar sejumlah bangunan yang menghalangi kembalinya arus air ke sungai Foto: tius
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Tingginya debit air di Kota Banjarmasin yang sudah menggenang kurang lebih selama sepekan ini, memberi dampak besar bagi warga. Menyikapi hal tersebut, Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Banjarmasin membongkar sejumlah bangunan yang ada atas aliran sungai Veteran, untuk mengurangi debit air.

Bangunan yang dibongkar oleh PUPR adalah satu pos Polisi Lalu Lintas Polsek Banjarmasin Timur dan tiga kios pedagang.

Kepada kanalkalimantan.com, Muhammad Syamsudin (51), Kepala Kerja PUPR Banjarmasin mengatakan, pembongkaran ini dilakukan atas perintah Kepala Dinas PUPR Banjarmasin. Mengingat genangan air yang tak kunjung surut.


“Kita bongkar agar memperlancar aliran sungai, jadi pembuangan air banjir tidak terhambat. Karena beberapa bangunan ini menjadi salah satu penyebab aliran sungai terhambat, Jadi pembuangan air banjir ini menjadi lebih lambat, karena yang awal lebarnya kurang lebih 4 meter, sekarang hanya sekitar 80 cm saja,” ucapnya.



Pembongkaran bangunan ini dilakukan secara bertahap. Diawali bangunan pos polisi, lalu dilanjutkan pembongkaran tiga kios dagang di sampingnya. Kegiatan ini juga dibantu para petugas dari SatPol PP dan juga petugas dari DisHub, agar mempercepat proses pembongkaran.

“Kami juga terpaksa melakukan pembongkaran ini, tetapi semua ini juga dilakukan demi masyarakat, supaya bencana banjir ini bisa cepat teratasi. Makanya kami kerja sampai malam seperti ini, setidaknya masalah pengahmbat aliran sungai ini cepat terselesaikan, dan bencana banjir ini cepat berakhir,” pungkasnya.(KanalKalimantan/tius)

 

Reporter : Tius
Editor : Cell

 


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Paling Banyak Dibaca

-->