Connect with us

Hukum

Gara-gara Ingin Viral Sebar Video Hoax Wanita Tergeletak Korban Corona, BZ Diamankan Polres Banjarbaru

Diterbitkan

pada

Polisi mengamankan BZ selaku penyebar video perempuan tertidur di halaman rumah yang disebutnya korban corona. Foto: rico
Bagikan artikel/berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Polres Banjarbaru menindaklanjuti terkait beredarnya sebuah rekaman video yang memperlihatkan sesosok perempuan yang sedang terkapar di depan halaman rumah, di Kelurahan Komet, Banjarbaru. Pengunggah video tersebut memberikan informasi bahwa wanita yang ada di dalam video tersebut merupakan korban dari virus corona.

Mencuatnya video ini di sosial media, menimbulkan kehebohan di kota Banjarbaru. Hingga akhirnya pihak kepolisian mencari siapa penyebar video tersebut. Dalam konfrensi pers, Jumat (27/3/2020) malam, Kapolres Banjarbaru AKBP Doni Hadi Santoso mengatakan pihaknya telah menangkap penyebar video tersebut.

Tersangka berinisal BZ, 27 tahun, warga jalan Bumi Berkat, Kelurahan Sungai Besar, Kecamatan Banjarbaru Utara, Kota Banjarbaru.

Kapolres menceritakan awal mula kejadian ini, saat pihaknya mendapat informasi dari masyarakat adanya seorang perempuan yang tergeletak di depan rumah jalan Pangeran Hidayatullah, Kelurahan Komet, Banjarbaru.

Baca Juga : HEBOH. Tergeletak di Halaman Rumah, Seorang Perempuan Dikira Terpapar Corona ternyata Cuma Tertidur!

Setibanya di lokasi kejadian, petugas kemudian berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Kota Banjarbaru dan menolong wanita tersebut yang ternyata hanya tertidur. Namun, untuk lebih memastikan Dinas Kesehatan Banjarbaru melakukan pemeriksaan meliputi suhu tubuh yang bersangkutan.

“Yang bersangkutan dinyatakan sehat dan tidak ada gejala terpapar Covid 19. Keadaan psikis wanita tersebut terganggu karena permasalahan keluarga,” kata AKBP Doni.

Sekitar pukul 11.30 Wita, Tim Patroli Cyber Polres Banjarbaru menemukan adanya video tidak benar  alias hoaks yang viral di grup whatsapp dan media sosial yang mana dalam video tersebut mengatakan “ada seseorang yang terkena virus corona dan diamankan anggota Polsek Banjarbaru Kota”. Akibatnya video tersebut membuat resah masyarakat.

Menindak lanjuti penyebaran berita hoaks tersebut petugas kemudian mencari pelaku yang merekam dan menyebarkan video yang tidak benar tersebut. Sekitar pukul 15.00 Wita, tim gabungan dari Unit Tipidter dan Polsek Banjarbaru Kota berhasil mengamankan pelaku saat tengah bekerja di sebuah warung di jalan Pangeran Hidayatullah Kota Banjarbaru.

“Jadi, alasan BZ menyebar video tersebut hanya karena ingin viral. Yakni dengan memberitahukan bahwa di Kota Banjarbaru ada korban Virus Corona sehingga pelaku membuat video hasil rekamannya ke status whatsapp dan mengupload video tersebut ke Facebook miliknya atas nama Dika Nanda,” kata Kapolres Banjarbaru.

Atas tindakan menyebar video yang terindikasi adalah informasi hoaks, BZ disangkakan dengan UU ITE sebagaimana dimaksud dalam pasal 14 ayat 2 dan atau pasal 15 UU RI Nomor 1 Tahun 1946 tentang peraturan hukum pidana terhadap pelaku penyebar Berita Bohong / Hoaks dengan ancaman hukuman 3 Tahun Penjara.

“Kami imbau kepada masyarakat agar berhati-hati dalam membagikan  suatu berita yang belum tentu kebenarannya ke media sosial maupun grup-grup whatsapp karena penyebar berita bohong/hoax dapat dijerat UU ITE dan bagi penerima suatu berita agar selalu cek fakta sebenarnya terlebih dahulu melalui sumber yang kredibel,” pungkas Kapolres. (kanalkalimantan.com/rico)

Reporter : rico
Editor : cell

 


Bagikan artikel/berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Hukum

5 Polisi Gadungan Dibekuk Usai Berkali-kali Memeras Warga

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Ilustrasi polisi gadungan. foto: okezone
Bagikan artikel/berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM – Seolah tidak ada cara lain untuk mencari nafkah, kelima pemuda ini nekat menyamar sebagai anggota polisi dari Kepolisian Resort Tangerang Selatan dengan tujuan memeras masyarakat untuk kepentingan pribadi.

Aksi kelima polisi abal-abal tersebut diketahui di Graha Raya Bintaro. Saat itu Unit Reskrim Polsek Pondok Aren sedang melakukan patroli malam takbir pada pukul 03.00 dini hari, lalu ada laporan masyarakat terkait beberapa polisi dengan menggunakan mobil menyerupai mobil polisi dengan plat nomor di belakangnya 01, yang memberhentikan masyarakat.

Berbekal informasi tersebut, Kapolsek Pondok Aren bersama Kanit Reskrim mencari mobil yang dimaksud. Di Graha Raya ditemukan mobil tersebut sedang parkir dan dan dihampiri oleh petugas dan kemudian diperiksa.

Kapolres Tangsel AKBP Iman Setiawan menjelaskan, kelima polisi gadungan tersebut atas nama Doy, Ori, Azel, Bryan, dan Jos. Aksi mereka ternyata sudah berulangkali. Mereka pernah beroperasi di Jakarta Selatan sebanyak 3 kali dan Tangsel 2 kali.

“Ini sindikat polisi gadungan, mereka terorganisir dalam bentuk kelompok. Pembagian tugasnya jelas, mereka juga telah melakukan ini di beberapa tempat dan berulang dengan modus yang sama yaitu pemerasan terhadap masyarakat,” ujar Iman dalam keterangan pers di Makopolres Tangsel, Serpong, sebagaimana dilansir Bantennews.co.id -jaringan Suara.com-, Rabu (27/5/2020).

Dengan dalih sebagai petugas kepolisian, mereka mencari sasaran, mendapatkan sasaran, melakukan pemeriksaan sebagaimana seorang anggota polisi kemudian mengamankan masyarakat, melakukan pengancaman hendak menembak kaki warga, kemudian melakukan pemerasan.

“Mereka bukan merupakan anggota Polri, kemudian juga sarana prasarana yang digunakan baik kendaraan, senjata api, peralatan yang digunakan memeras bukan merupakan milik dinas atau milik dari Polres Tangsel,” terang Iman.

Pada saat ditangkap, kelimanya sempat melawan dengan mengaku anggota kepolisian. Bahkan salah satu tersangka mengaku lulusan Akpol dan mengancam petugas dengan menggunakan senjata air soft gun.

“Melihat perilaku dan sikap mereka dan atribut yang digunakan tidak sesuai, kemudian langsung dilakukan penangkapan dan diperiksa. Ternyata kelima pemuda tersebut bukan merupakan anggota polri karena tidak dapat menunjukkan kartu tanda anggota. Kemudian senjata api yang ada pada mereka ternyata itu air soft gun,” ujarnya.

Sementara untuk menentukan target, kelima polisi gadungan itu menggunakan metode random, dengan berputar menyalakan rotator, menggunakan kendaraan mirip polisi. Pada saat ada masyarakat di tepi jalan kemudian diperiksa seakan-akan warga melakukan tindak pelanggaran seperti lalu lintas atau tidak mempunyai dokumen kendaraan. Biasanya mereka memasukkan narkoba. Kemudian masyarakat diancam menggunakan air soft gun dan diperas.

“Jadi pada saat dilakukan penangkapan itu, korban yang mereka ambil itu masih berada di dalam mobil. Jadi kehadiran anggota kami menyelamatkan korban pada saat itu,” paparnya.

Iman meminta kepada masyarakat yang pernah diperas oleh polisi gadungan tersebut agar segera melapor ke Polres Tangsel atau Polsek Pondok Aren untuk ditindaklanjuti.

“Kelimanya kemudian diperiksa di Polsek Pondok Aren. Mereka dikenakan pasal 368 KUHP yaitu perampasan dan pengancaman dengan ancaman hukuman 9 tahun,” tandasnya. (suara.com)

Reporter : suara.com
Editor : kk

 


Bagikan artikel/berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Hukum

Lukai Warga Pakai Pisau, Satu Napi Asimilasi Asal Banjarmasin Diamankan

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Penangkapan terhadap Darmajaya alias Jaya (30) warga Jalan Karang Mekar, Banjarmasin yang melakukan penusukan terhadap korban yang bernama Rama Dhanie. Foto: Polsek Banjarmasin Tengah for kanalkalimantan
Bagikan artikel/berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Seorang warga yang diketahui narapidana (Napil asimilasi Lembaga Permasyarakatan (LP) Kelas II A Kota Banjarmasin kembali berurusan dengan hukum. Dia pun terpaksa harus kembali mendekam di balik dinginnya jeruji besi akibat perbuatannya.

Adalah Darmajaya alias Jaya (30) warga Jalan Karang Mekar, Banjarmasin yang melakukan penusukan terhadap korban yang bernama Rama Dhanie, di kawasan Jalan Kampung Melayu, Kota Banjarmasin, pada Senin (25/5/2020) malam sekitar pukul 19:30 Wita.

Kapolsek Banjarmasin Tengah, Kompol Irwan Kurniadi mengatakan, penusukan bermula saat korban keluar dari salah warung makan di sekitaran TKP, dan langsung ditusuk pelaku dengan senjata tajam jenis pisau kearah korban.

Mendengar adanya kejadian tersebut, segera Unit Buser Polsek Banjarmasin Tengah dibantu dengan Unit Jatantas Polresta Banjarmasin, segera melakukan lidik guna meringkus pelaku.

“Kurang dari tiga jam setelah kejadian itu, pelaku akhirnya berhasil kami amankan saat berada di kawasan Jalan Soetoyo S, Banjarmasin Barat,” terang dia.

Kemudian, dari introgasi yang dilakukan oleh petugas, pelaku mengakui bahwa dia adalah salah satu napi asimilasi yang bebas pada masa pendemi Covid-19.

“Terkait motif penusukan kami masih melakukan penyelidikan mendalam,” ucap kapolsek.

Kapolsek menambahkan, saat ini keadaan korban masih dalam perawatan di salah satu rumah sakit, sedangkan pelaku kini diamankan di Mapolsek Banjarmasin Tengah guna pemeriksaan hukum lebih lanjut.

“Dari tangan pelaku kami berhasil mengamankan barang bukti berupa satu bilah senjata tajam jenis pisau yang digunakan untuk melakukan penusukan pada korban,” katanya.

Hasil penyelidikan sementara, Jaya (30) ditetapkan sebagai tersangka dan dikenakan pasal 351 ayat 2 Tentang Penganiayaan Berat(kanalkalimantan.com/fikri)

Reporter : fikri
Editor : dhani

 


Bagikan artikel/berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Hukum

Ancam Didoakan Bakal Sengsara, Habib Palsu Berkeliaran Palak Jemaah

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Keluarga besar Habib Sholeh Tanggul, saat menggiring pelaku yang mengaku sebagai habib,ke Polsek Kencong, Kamis (21/05/2020). Foto: suara indonesia
Bagikan artikel/berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM – Abdul Aziz, warga Dusun Ponjen Kidul, Kampung Baru, Kecamatan Kencong, Kabupaten Jember, Jawa Timur, digelandang warga ke polsek setempat, karena mengaku sebagai habib atau keturunan nabi pada Kamis (21/05/2020).

Seperti diwartakan Suara Indonesia–jaringan Suara.com, selain berpura-pura sebagai habib, Abdul juga mengaku masih keluarga besar Habib Sholeh Tanggul. Modus itu dilakukan untuk mengelabui warga dengan meminta sejumlah uang.

Mirisnya, selain memakai nama tokoh besar di Jember itu, pelaku juga mengancam akan mengirimkan doa untuk menyengsarakan hidup calon korbannya jika tidak diberi apa yang ia minta.

Kejadian itu terungkap, saat pelaku mendatangi salah seorang murid Habib Abdullah Bin Ahmad yang bernama Fauzi.

Fauzi mulai curiga, dengan gerak-gerik orang yang memiliki perawakan sopan itu dengan maksud menanyakan zakat, yang dikeluarkan oleh salah seorang warga kaya raya di daerah itu.

“Saya curiga, saya foto karena benar menuju ke rumah orang kaya bernama H Ahmad warga Grenden Puger,” kata Fuazi.

Terkejutnya lagi, sambung Fauzi, pria penipu itu mengaku bernama Habib Ahmad Bin Abdullah Bin Sholeh.

“Karena saya tidak percaya, saya kontak guru saya Habib Abdullah dengan mengirim gambarnya. Benar saja, dia bukan keluarga besar Habib Sholeh,” tegasnya.

Dari peristiwa itulah, keluarga besar Habib Sholeh mencari oknum tersebut dan mendapatinya.

Dari kejadian itulah, pelaku akhirnya digiring dan diamankan di Mapolsek Kencong, untuk dimintai keterangan. (suara.com)

Reporter : suara.com
Editor : kk

 


Bagikan artikel/berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Paling Banyak Dibaca

-->