Connect with us

HEADLINE

Gayung Bersambut, ‘Pinangan’ Ibnu Sina ke Golkar Banjarmasin Disambut Hj Ananda

Diterbitkan

pada

Ibnu Sina disambut Hj Ananda saat mendaftar sebagai calon walikota melalui Partai Golkar Foto : fikri
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

BANJARMASIN, Lama ditunggu, akhirnya calon incumbent Walikota Banjarmasin Ibnu Sina datang membawa ‘pinangan’ ke Partai Golkar. Kamis (10/10) sore, Ibnu mengambil sekaligus mendaftar dalam penjaringan bakal calon kepala daerah melalui partai beringin. Kedatangan Ibnu disambut langsung oleh Ketua DPD Golkar Banjarmasin Hj Ananda yang sebelumnya juga mengincar posisi bakal calon Wakil Walikota di partainya.

Ibnu Sina datang ke DPD Partai Golkar Banjarmasin menggunakan mobil pribadi Kijang Innova tanpa pengawalan. Ia hanya didampingi sopir dan seorang asisten pribadi. Ibnu yang saat itu mengenakan baju hitam dengan hiasan batik, disambut langsung Hj Ananda bersama tim penjaringan.

Setelah itu, Ibnu langsung mengisi formulir pendaftaran yang disediakan oleh Tim Penjaringan Bakal Cawali-Cawawali Partai Golkar Banjarmasin. Didampingi Hj Ananda, Ibnu dengan santai mengisi formulir pendaftaran dan menyerahkannya secara simbolis kepada Hj. Ananda.

Manuver Ibnu mendaftar ke Partai Golkar ini merupakan langkah pertamanya. Ya, beberapa waktu sebelumnya walikota pertahana ini masih belum menunjukkan geliat untuk mendaftar untuk bertarung pada Pilwali Kota Banjarmasin 2020 mendatang.

“Bismillah, saya mengambil formulir sekaligus mendaftar di DPD Partai Golkar Kota Banjarmasin untuk menggalang (dukungan) pada Pilwali Banjarmasin yang akan datang. Saya berharap bisa diterima oleh kawan-kawan di Golkar dan berusaha juga (mendaftar) di partai lain,” kata Ibnu kepada Kanalkalimantan.com usai menyerahkan formulir pendaftaran.

Menurut Ibnu, alasannya untuk kembali bertarung pada Pilwali mendatang, karena ingin menuntaskan “pekerjaan rumah” yang dia kerjakan selama ini. “Selama di Pemko Banjarmasin, rasanya ingin menuntaskan apa yang menjadi program yang kami kerjakan selama ini,” tambahnya.

Disinggung sambutan hangat Ketua DPD Partai Golkar Kota Banjarmasin Hj Ananda, dia mengatakan sebagai ‘gayung bersambut.’ Ia kembali menegaskan dirinya mendaftar sebagai calon walikota, bukan calon wakil walikota. “Dan di Partai Golkar tentu sudah ada yang mendaftar sebagai walikota dan wakil (walikota). Sepenuhnya kami serahkan kepada DPD Partai Golkar Banjarmasin dan seluruh mekanismenya siap kita ikuti,” katanya.

Soal kriteria calon pendampingnya, Ibnu hanya berkelit. “Menjurus nih! Saya kira harus kesepakatan partai pengusung dan menghargai setiap partai yang mengusung pasti mengajukan kader terbaiknya,” ujarnya.

Di sisi lain, terkait penyambutannya terhadap Ibnu Sina, HjAnanda mengatakan kebetulan dirinya memiliki waktu luang untuk menyambut kedatangan pertahana. “Karena kebetulan saya hari ini belum ada agenda, saya diminta untuk hadir. Jadi tidak ada sinyal (akan berpesangan dengan Ibnu Sina),” kata Hj. Ananda.

Namun demikian, Hj Ananda menyambut baik manuver Ibnu Sina yang mendaftar di Partai Golkar Banjarmasin. Terlebih, status Ibnu sebagai incumbent. “Begitu incumbent mau mendaftarkan diri ke Partai Golkar ini adalah sebuah kehormatan bagi kami. Apalagi kami Partai Golkar memberikan sinyal kuat bahwa kami tidak menginginkan DA 1 A tapi menginginkan DA 2 A, dan beliau mencari DA 2 A, kan?” ungkapnya.

DA 1 A sendiri, merujuk pada pelat nomor kendaraan dinas Walikota Banjarmasin. Sedangkan DA 2 A merujuk pada pelat nomor kendaraan dinas Wakil Walikota Banjarmasin. “Saya pikir klop lah,” katanya.

Ibnu Tak Ditampingi Tokoh PKS

Menariknya, proses pendaftaran Ibnu ke Golkar Banjarmasin tadi sore terasa sunyi. Ia hanya datang sendiri, tanpa didampingi oleh kader maupun tokoh PKS Banjarmasin. Padahal, Ibnu sendiri merupakan tokoh PKS yang sebelumnya dicalonkan melalui partai dakwah tersebut.

Lalu, apakah ini mengindikasikan PKS benar-benar tak menyokong kembali pencalonannya di Pilkada 2020 nanti, sebagaimana kabar yang beredar?

Ibnu menepisnya. Ia mengatakan, datang secara pribadi. “Saya mendaftar atas nama pribadi,” kata Ibnu. Lalu, bagaimana komunikasi politik dengan PKS Banjarmasin? “Kami sudah ada komunikasi dengan PKS Kota Banjarmasin untuk meminta izin terlebih dahulu mendaftar di Partai Golkar,” tegasnya.

Sebelumnya, Ketua DPD PKS Kota Banjarmasin Hendra mengatakan, sampai saat ini masih solid mendukung Ibnu Sina. “Sementara itu memang, untuk tingkat wilayah (DPW PKS Kalsel) dan tingkat pusat (DPP PKS) masih menggodok lagi. Jadi katakanlah, bukannya tidak mengusung lagi, tetapi ikut mekanisme partai,” ucap Hendra kepada Kanalkalimantan.com, Senin (7/10) sore.

Menurut Hendra, meski telah menjadi kader PKS, Ibnu Sina tetap diharuskan mendaftar bilamana DPD PKS Kota Banjarmasin telah dibuka pendaftaran. “Tidak langsung serta merta otomatis (diusung). Tinggal keputusannya di wilayah (DPW PKS Kalsel) dan pusat (DPP PKS) yang memutuskan,” tambahnya.

Menurut Hendra, di internal setidaknya ada tiga nama yang telah dikantongi DPW PKS Kalsel. “Rencananya saya maju, belum tahu posisi walikota atau wakil. Kemudian Pak Ibnu sendiri. Rencananya kami mengajukan satu nama lagi, Pak Awan Subarkah,” kata Hendra.

Hendra menyebut masih ada potensi Ibnu diusung kembali oleh PKS. Apalagi, dengan status Ibnu sebagai walikota pertahana. “Oh ya, karena beliau ini incumbent mau tidak mau (diusung). Kita sendiri paling hanya meramaikan, pasca demokrasinya supaya ada seleksi-seleksi dan pengkaderan di partai,” tegasnya. (fikri)

Reporter : Fikri
Editor : Chell


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Advertisement

HEADLINE

BBTKL-PP Banjarbaru Cuma Bisa Lakukan Swab Test 68 Sampel Perhari

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Kepala Balai: Tidak Hanya Sampel di Kalsel, Juga Kiriman Sampel dari Kalteng


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Pemaparan Kepala BBTKL-PP Banjarbaru, Slamet Mulsiswanto dihadapan tiga menteri yang berkunjung ke Kalsel, Minggu (7/6/2020). Foto: rico
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Kemampuan Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BBTKL-PP) Banjarbaru sangat terbatas dalam melakukan Swab test alias pemeriksaan medis untuk mengetahui adanya virus corona di dalam tubuh.

Uji ini dilakukan dengan mengambil sampel lendir di saluran pernapasan, misal hidung dan tenggorokan dari sampel dari swab test kemudian diperiksa dengan teknologi PCR di laboratorium.

Kepala BBTKL-PP Banjarbaru, Slamet Mulsiswanto mengakui kurangnya fasilitas dan tenaga SDM ditempatnya. Mengingat pihaknya tidak hanya memeriksa sampel tidak hanya dari masyarakat Kalsel saja, namun juga kiriman sampel dari Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng).

Saat ini perhari laboratorium BBTKL-PP Banjarbaru hanya mampu memeriksa 68 sampel. Itupun, tenaga yang berkerja hanya dalam tempo waktu 14 jam. Setidaknya dengan adanya bantuan 2 alat PCR dari pemerintah pusat, target pemeriksaan bisa mencapai 200-400 sampel perhari.

Baca juga: Uji Sampel Swab Sangat Terbatas, Pusat Bantu 2 Alat PCR ke Kalsel

Sekadar diketahui saja, PCR adalah teknologi Polymerase Chain Reaction yang digunakan dalam metode pemeriksaan swab test. Teknologi ini mampu menganalisa DNA atau RNA virus meski jumlah sampel terbatas.

Metode PCR inilah yang menyebabkan swab test bisa membantu menegakkan diagnosis Covid-19 pada pasien. Selain Covid-19, penegakan diagnosis penyakit lain juga bisa menggunakan PCR misal infeksi HIV.

“Sebenarnya kami sudah beli secara mandiri satu unit alat PCR dan sudah datang malam tadi. Tapi tetap saja ini belum cukup. Saran pimpinan tadi, kita akan kerja sama dengan mahasiswa dari ULM dan Poltekes. Juga dengan adanya bantuan alat PCR, Insya Allah pemeriksaan sampel dari 68 naik ke 400,” akunya.

Selain menerima 2 unit alat PCR, Dinas Kesehatan dan Gugus Tugas Kalsel juga menerima sejumlah bantuan baik Alat Pelindung Diri (APD), vitamin, hingga ventilator. (kanalkalimantan.com/rico)

Reporter : rico
Editor : bie

 


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

HEADLINE

Uji Sampel Swab Sangat Terbatas, Pusat Bantu 2 Alat PCR ke Kalsel

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Mentri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy saat berkunjung ke BBTKL-PP Banjarbaru, Minggu (7/6/2020) pagi. Foto: rico
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Tingginya angka sebaran kasus Covid-19 di Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) menjadi perhatian pemerintah pusat. Bahkan, Presiden RI Joko Widodo memerintahkan 3 pejabat negara secara langsung melakukan monitoring penanganan Covid-19 di Kalsel.

Pada Minggu (7/6/2020) pagi, Menteri Kesehatan (Menkes) Letjen TNI Dr Terawan Agus Putranto, Menteri Koordinator (Menko) Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy, dan Kepala BNPB Letjen TNI Doni Monardo tiba di Kalsel.

Kunjungan tiga pejabat negara ini dimulai dengan meninjau segala fasilitas pemeriksaan spesimen (sampel), serta rencana Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalsel dan Gugus Tugas daerah untuk penanganan Covid-19 kedepan.

“Kita ingin mengecek segala macam fasilitas dan menginvetarisir kekurangan. Harus ada penanganan khusus. Untuk itu kita ingin memberikan bantuan baik peralatan dan dukungan personil,” kata Menko PKM Muhadjir Effendy.

Secara khusus, ketiga pejabat negara tersebut meninjau laboratorium Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BBTKL-PP) Banjarbaru yang selama ini menjadi tempat pemeriksaan Swab dari sampel masyarakat di berbagai daerah.

Dalam hal ini, ada beberapa hal yang menjadi catatan. Kepala BNPB, Letjen TNI Doni Monardo, mengatakan pihaknya menyoroti kurangnya kemampuan pemeriksaan swab di laboratorium BBTKL-PP. Oleh karena itu pihaknya telah menyiapkan 2 unit alat PCR sebagai fasilitas metode pemeriksaan swab.

“Kita telah menyiapkan 2 unit alat PCR. Bantuan ini kita serahkan kepada Dinas Kesehatan dan Gugus Tugas Kalsel untuk selanjutnya difungsikan,” katanya.

Tidak hanya fasilitas, kata Doni, pihaknya juga mengusulkan penambahan SDM di laboratorium BBTKL. Dalam hal ini, Doni mengusulkan untuk melibatkan tenaga sukarelawan dan kalangan mahasiswa. Sehingga, nantinya pemeriksaan spesimen juga dapat berjalan lebih maksimal.

“Beberapa daerah bisa berkerja lebih 18 jam dengan melibatkan tenaga sukarelawan, termasuk kalangan mahasiswa. Ini cara yang efektif. Bahkan jika dirata-ratakan, dalam satu hari bisa memeriksa lebih dari 1.500 sampel,” lanjutnya.

Jika kemampuan pemeriksaan spesimen telah maksimal, diharapkan tim Gugus Tugas daerah dapat berkeja lebih militan. Dengan begitu, maka lebih banyak penderita Covid-19 di Kalsel yang terjaring khususnya Orang Tanpa Gejala (OTG).

Kepala BNPB menyebut 79 persen kasus Covid-19 di Indonesia adalah masyarakat yang tidak menunjukan gejala atau yang biasa disebut OTG. Mereka yang disebut OTG inilah yang mendekati resiko penularan yang paling tinggi.

“Kelompok rentan tertular adalah mereka yang berusia lanjut. Apalagi penderita diabetes,” jelasnya. (kanalkalimantan.com/rico)

Reporter : rico
Editor : bie

 


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

HEADLINE

Selain di Tanbu, Densus 88 Juga Disebut Amankan Terduga Teroris di Banjarbaru dan Banjarmasin

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Densus 88 juga mengamankan terduga teroris di Banjarbaru dan Banjarmasin/Ilustrasi Foto: indonesiaexpat
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Operasi senyap yang digelar tim Densus 88 Anti Teror pada Jumat (5/6/2020), pasca penyerangan Mapolsek Daha Selatan, Hulu Sungai Selatan (HSS). Sejumlah jaringan atau sel terduga teroris di Kalimantan Selatan diringkus. Selain mengamankan AS, warga Desa Batuah, Kecamatan Kusan Hilir, Kabupaten Tanah Bumbu (Tanbu), pada waktu yang sama Densus juga menangkap terduga teroris lain di Banjarbaru dan Banjarmasin.

Sementara di Kalimatan Barat, Densus 88 juga menangkap terduga teroris berinsial AR (21), warga Sungai Pinyuh, Kabupaten Mempawah pukul 8.30 WIB.

Informasi yang didapat Kanalkalimantan.com, Densus menangkap juga pada Jumat itu, seorang terduga teroris di Banjarbaru. Dan satu orang lain di Banjarmasin. Namun demikian, belum dirinci siapa terduga teroris yang ditangkap di dua kota di Kalimantan Selatan (Kalsel) ini.

Sebelumnya disampaikan, saat penangkapan AS, terduga teroris di Tanbu yang terkait aksi penyerangan Mapolsek Daha Selatan yang dilakukan ABR. Dimana ABR tewas setelah ditembak polisi dalam penyerangan yang menyebabkan gugurnya satu polisi atas nama Bripka Leonardo.

AS ditangkap pada Jumat (5/6/2020) siang. “Informasi penangkapan di Kabupaten Tanah Bumbu itu benar. Yang bersangkutan diduga terafiliasi jaringan terorisme,” katanya, Kabid Humas Polda Kalsel, Kombes Pol Mochamad Rifa’i, Sabtu (6/6/2020) sore.

Kala itu petugas yang melakukan penggeledahan di rumah AS dan menemukan busur dan panah, buku panduan jihad, tas ransel serta buku nikah. AS merupakan kepala rumah tangga, selain berjulan roti juga seorang guru mengaji. Pasangan suami Istri ini memiliki murid hingga mencapai puluhan orang.

Kabid Humas Polda Kalsel Kombes Rifa’i mengatakan, AS dan sejumlah tersangka lain saat masih dalam proses penyelidikan. Selain itu, ia juga tidak membantah jika masih adanya penangkapan jaringan-jaringan terorisme di Provinsi Kalsel. “Semuanya masih berproses. Nanti kita rilis hasil tangkapan kita. Intinya, tidak hanya di satu daerah saja, tapi di seluruh Provinsi Kalsel. Bisa jadi pelakunya bertambah,” tukasnya.

Semantara Kepala BNPT, Komjen Pol Boy Rafli Amar, mengatakan bahwa saat ini pihaknya dan Polda Kalsel sedang melakukan penyelidikan aksi teror tersebut. Dirinya juga menyebut telah mengamankan sejumlah orang yang diduga membantu aksi pelaku aksi teror.

“Memang untuk aksi teror ini tersangkanya cuma 1 orang. Tapi, dalam pra peristiwa melibatkan ada beberapa orang yang memberikan kepada pelaku arahan dan bantuan,” katanya.

Adapun jumlah orang yang sudah diamankan, kata Kepala BNPT, jumlahnya antara 4 hingga 5 orang. Meski begitu dirinya juga meminta waktu hingga proses penyelidikan dinyatakan selesai. “Pemeriksaan kepada rekan-rekan tersangka masih kita lakukan. Termasuk kita juga mendalami waktu dan hari terjadinya aksi teror itu, yang mana bertepatan dengan hari lahir Pancasila,” tuturnya.

Terkait profil pelaku aksi teror yang mengklaim dirinya terafiliasi jaringan ISIS, Kepala BNPT  belum banyak berkomentar. Namun, yang jelas dirinya membenarkan bahwa pelaku A memang terafiliasi jaringan terorisme. (kanalkalimantan.com/tim)

Reporter : tim
Editor : kk

 


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Paling Banyak Dibaca

-->