Connect with us

HEADLINE

GL Pelaku ‘Fetish Kain Jarik’ Ditangkap di Rumah Pamannya, Sejak Dua Hari Tak Keluar Rumah

Diterbitkan

pada

GL saat diamankan di rumah pamannya oleh polisi Foto: ist
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN. COM, KUALA KAPUAS – Kapolres Kapuas AKBP Manang Soebeti SIK mengatakan pihaknya telah berhasil menangkap GL pelaku fetish kain jarik di daerah itu.

“Polres Kapuas telah membantu tim dari Polrestabes Surabaya untuk melakukan penangkapan terhadap tersangka GL yang diduga telah melakukan tindak pidana dibidang ITE,” kata Kapolres Kapuas, AKBP Manang Soebeti, Jumat (7/8/2020) kepada Kanalkalimantan.com.

Lanjut AKBP Manang Soebeti, sejak Minggu (2/8/2020) lalu, sudah diketahui keberadaan pelaku tersebut di wilayah hukum Polres Kapuas. Selama proses penyelidikan itu, pihaknya berkomunikasi terus dengan tim dari Polrestabes Surabaya hingga menunggu mereka datang.

Pelaku tersebut merupakan warga asal dari Kecamatan Bataguh, Kabupaten Kapuas. Tapi saat ditangkap, ia berada di rumah pamannya di Kecamatan Selat, Kabupaten Kapuas, sekitar pukul 16.30 WIB.



“Penangkapan terhadap pelaku GL di rumah pamannya itu, langsung kita serahkan kepada tim Polrestabes Surabaya, kemudian langsung dibawa ke RSUD Kapuas untuk dilakukan ‘rapid test’. Dan pagi tadi sudah dibawa ke Surabaya untuk dilakukan proses penyelidikan lebih lanjut,” kata Kapolres Kapuas.

Sementara Ketua RT 21 Handel Selamat, Kelurahan Selat Dalam, Kecamatan Selat, Kapuas, Arni membenarkan adanya penangkapan pelaku GL di lingkungannya yang berlangsung pada sore hari pada hari Kamis (6/8/2020). “Pada saat penangkapan biasa saja, tidak ada yang aneh. Bahwa sebelumnya pihak Kepolisian juga sudah memberitahukan ke kita,” ujar Arni.

Awalnya, dia tidak mengetahui keberadaan pelaku yang tinggal di rumah pamannya tersebut. Arni mengetahui setelah pihak dari petugas Kepolisian datang ketempatnya.

“Yang pasti pelaku bukan warga kita, kalau pamannya yang warga kita. Menurut informasi yang saya ketahui, ia tinggal ditempat pamannya sudah dua hari, namun tidak pernah keluar rumah. Katanya ingin membawa orang tuanya berobat ke Kapuas,” terang Arni.

Sebelumnya, perbuatan Gilang yang belakangan ramai diperbincangkan karena meminta orang lain membungkus diri bak pocong menggunakan kain jarik dan jenis lainnya belakangan dilabelkan fetish oleh orang-orang di dunia maya.

Untuk memastikan seseorang dengan fetish perlu ada pemeriksaan langsung oleh para ahli kesehatan. Psikolog klinis dewasa, Nirmala Ika sependapat dengan hal ini. “Harus ada pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan Gilang itu fetish atau bukan,” kata dia.

Nirmala mengatakan, fetish pada dasarnya merupakan ketertarikan atau rangsangan secara seksual tapi pada organ-organ atau bagian tubuh yang non-seksual atau pada benda-benda yang non-seksual.

Dia mencontohkan, seseorang dengan fetish bisa terangsang ketika melihat ibu jari seseorang, rambut atau hidung seseorang. Dia juga bisa mendapatkan rangsangan ketika melihat benda-benda semisal sepatu, pakaian, sarung tangan dan lainnya, yang sebenarnya pada orang lain benda ini terasa biasa saja.

“Yang untuk orang lain pada umumnya mungkin hal-hal itu ya akan dilihat biasa saja,” kata Nirmala.

Lebih lanjut, kata dia apakah seseorang dengan fetish bisa disebut mengalami penyimpangan seksual?

Menurut Nirmala, perilaku disebut penyimpangan seksual jika minimal selama enam bulan terus terfokus pada fantasi dan membuat dia tidak bisa berfungsi secara baik dalam kehidupan sehari-harinya.

“Karena pikirannya fokus di situ, dan mulai melakukan tindakan-tindakan yang menganggu misalnya sampai mencuri, atau bahkan hingga melakukan tindakan kriminal yang lebih berat lagi demi mendapatkan obyek yang dia inginkan,” jelas dia. (Kanalkalimantan.com/ags)

Reporter : Ags
Editor : Cell



  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

HEADLINE

EKSKLUSIF. Tim Pemburu Ghoib Borneo Ungkap Sosok Misteri di Salah Satu Kantor Pemkab Banjar

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Aksi tim Ghoib Borneo melakukan komunikasi dengan makhluk astral di salah satu kantor pemerintah di Pemkab Banjar. Foto: Wahyu
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, MARTAPURA – Kabar adanya sosok mahkluk astral di salah satu perkantoran Pemkab Banjar, menarik minat para tim Pemburu Ghoib Borneo untuk mengungkap lebih lanjut. Beredar cerita, bahwa di lokasi tersebut banyak makhluk ghaib.

Tim Pemburu Ghoib Borneo pun ingin menguak misteri yang ada di salah satu kantor pemerintah yang berada di sebuah desa, Selasa (29/9/2020) pukul 23:00 Wita.

Kanalkalimantan.com, diajak untuk menyaksikan bagaimana ritual untuk mengungkap sosok astral tersebut.

Sebelum memulai kegiatan, para Tim Pemburu Ghoib Borneo terlebih dahulu melakukan doa bersama agar kegiatan ini berjalan dengan lancar.



Riza, selaku Ketua Tim Pemburu Ghoib Borneo mengatakan, persiapan tersebut untuk mengantisipasi hal-hal yang tak diinginkan.

Maka pada waktu yang ditentukan, tim Pemburu Ghoib Borneo mendatangi lokasi kantor tersebut. Dari pintu gerbang, tim harus berjalan kaki sekitar 200 meter lebih menuju titik yang dirasa energi mistis yang kuat.

Sesampainya di titik lokasi suasananya begitu mencekam ditambah tempat yang gelap dan banyak semak-semak belukar.

Setelah mencapai di lokasi, para mediator bersiap untuk dimasuki mahkluk astral ke dalam tubuhnya. Sebelumnya sempat beredar cerita, di lokasi tersebut ada salah satu warga yang memetik tanaman janar, setelah warga tersebut memetik tanaman janar, selang seminggu kemudian meninggal dunia.

Menurit penuturan Agus (bukan nama sebenarnya, red) selaku pejaga malam di kantor itu, dulunnya sekitar 8 tahun yang lalu, kantor tersebut adalah sebuah hutan. ” Ya, namanya dulu hutan, pasti banyak mahkluk halusnya,” ucapnya.

 

Tidak hanya malam hari, pada saat siang hari pun para karyawan di kantor tersebut sering diganggu sama makhluk tak kasat kata.

“Siang hari bolong pun makhluk tersebut sering menampakan diri, tidak cuman satu orang karyawan kantor saja yang sering diganggu, hampir semua karyawan diganggu dan dibercadaain, menandakan kalau mereka (makhluk tak kasat mata) ada berada di tempat itu,” ungkapnya.

Tidak cuma satu bangunan kantor saja yang ada makhluk halusnya, hampir setiap bangunan kantor ada makhluk astral yang menunggui. “Hampir semua bangunan kantor di sini ada penunggunya, kalau saya selama 7 tahun kerja jaga malam di sini, baru satu kali diganggu sama makhluk halus. Setelah magrib dengan cuaca hujan gerimis, ada yang manggil saya “woy” suara tersebut terdengar sangat jelas di samping telinga,” kisahnya.

Terkait misteri yang beredar, ada warga mencabut tanaman janar yang diduga punya makhluk halus itu. Namun janar tersebut setelah dicabut bersih tidak ada bekas tanah sama sekali, padahal tanaman tersebut ditanam di atas tanah.

Maka dari itu Tim Ghoib Borneo ingin memecahkan misteri tersebut, dengan cara memasukan makhluk halus tersebut di badan mediator kemudian ditanyai.

Namun dari pantauan Kanalkalimantan.com di lokasi, Tim Ghoib Borneo mengalami kesulitan dikarenakan makhluk astral yang memasuki tubuh sang mediator tidak mau bercerita. Mereka pun tidak mau pergi meninggalkan kawasan tersebut.

Sementara itu, Riza, Ketua Tim Ghoib Borneo mengatakan, tidak ada belajar khusus mengenai ilmu komunikasi dengan makluk astral.

“Tujuan membentuk tim ini biar memberika ruang yang positif kepada yang lain. Dari pada keluyuran tidak karuan lebih baik belajar seperti ini agar bisa bermanfaat nantinya bagi orang lain,” papar Riza

Selain memberikan ruang yang positif tambah Riza, mereka juga ada tempat berkumpul di salah satu majelis pengajian di Banjarbaru.

“Di situ kita bisa dapat pengetahuan juga, menambah keimanan, biar kenal sama Allah SWT dan Rasullullah SAW,” katanya. (Kanalkalimantan.com/wahyu)

 

Reporter: Wahyu
Editor: Cell


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

HEADLINE

APK ‘Tak Resmi’ Paslon Pilkada Masih Marak, KPU Banjarbaru Ancam Lakukan Pencopotan!

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Sejumlah APK tak resmi milik paslon di Pilkada Banjarbaru masih banyak ditemukan di beberapa lokasi Foto: rico
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Masa kampanye ketiga pasangan calon (paslon) Wali Kota dan Wakil Wali Kota Banjarbaru pada ajang Pilkada 2020, masih meninggalkan jejak-jejak ilegal di udara.

Dari pantauan Kanalkalimantan, Rabu (30/9/2020) sore, sejumlah Alat Peraga Kampanye (APK) tidak resmi masih terpampang jelas di wajah Kota Banjarbaru. Baik berupa banner, spanduk, dan baliho di beberapa ruas jalan.

APK tidak resmi tersebut telah lama terpasang, sebelum tiga pasangan kandidat yakni duet Gusti Iskandar Sukma Alamsyah – AR Iwansyah, duet Aditya Mufti Ariffin – Wartono, dan Haji Martinus – Darmawan Jaya Setiawan, ditetapkan sebagai paslon di Pilkada Banjarbaru.

Kendati demikian, berdasarkan aturan yang telah ditetapkan, media promosi tersebut seharusnya sudah dilepas tepat saat dimulainya masa kampanye pada 26 September lalu. Lalu, diganti dengan APK baru yang dicetak secara langsung oleh pihak KPU Banjarbaru.



Atas kondisi ini, Ketua Bawaslu Banjarbaru Dahtiar, turut angka bicara. Ia mengakui bahwa jika saat ini pihaknya tengah mengidentifikasi dan mendata APK yang disinyalir tidak resmi tersebut.

“Saat ini kita identifikasi apakah APK itu resmi atau tidak. Kita juga akan lakukan validasi ke KPU Banjarbaru. Apabila APK tersebut memang dinyatakan tidak resmi, maka kita rekomendasikan untuk ditindaklanjuti oleh KPU,” ujarnya.

Adapun setelah menerima rekomendasi dari Bawaslu nantinya, KPU Banjarbaru akan meminta Tim Penertiban APK yang dibentuk oleh Kesbangpol Kota Banjarbaru untuk melakukan penindakan di lapangan.

Diakui Dahtiar bahwa dalam persoalan ini Bawaslu Banjarbaru hanya berwenang dalam memberikan rekomendasi saja. Sedangkan, untuk keputusan melakukan tindakan penertiban di lapangan nantinya merupakan wewenang KPU Banjarbaru.

“Kalau di Pilpres dan Pileg Tahun 2019 lalu, memang Bawaslu Banjarbaru yang melakukan penindakan. Tapi untuk Pilkada tahun ini menjadi wewenangnya KPU Banjarbaru,” akunya.

Di sisi lain, Ketua KPU Banjarbaru Hegar Wahyu Hidayat menjelaska bahwa memang ada parameter yang membedakan APK yang resmi dan tidak.

Hal itu bisa dilihat dengan tercantumnya nomor urut di spanduk, baliho, atau banner para paslon Pilkada Banjarbaru.

“Kalau di spanduk atau baliho paslon tidak ada nomor urutnya, berarti itu bukan APK resmi yang seperti kita tetapkan. Itu harus segera diturunkan,” tuturnya.

Hegar mengungkapkan bahwa pihaknya kini tengah menunggu rekomendasi dari Bawaslu. Sembari itu, ia juga meminta ke tiga paslon secara inisatif sendiri untuk menurunkan media promosinnya masing-masing. “Kita meminta kepada paslon agar diturunkan. Kalau tidak, maka kita bisa memerintahkan tim penertiban untuk menurunkan paksa,” tegasnya.

Lantas, bagaimana dengan APK resmi para paslon yang seharusnya dicetak oleh KPU Banjarbaru? Untuk hal ini, Hegar menyatakan bahwa APK resmi tersebut belum bisa dicetak, lantaran para paslon belum menyetor desain APK masing-masing.

“Kita masih menunggu desain APK dan BK (Bahan Kampanye) dari tiap-tiap paslon. Seharusnya tanggal 29 sudah disetor. Tapi sekarang belum ada,” ucapnya. (Kanalkalimantan.com/rico)

Reporter : Rico
Editor : Cell

 


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Paling Banyak Dibaca

-->