Connect with us

HEADLINE

Golkar Digembosi? Raih 5 Kursi di DPRD Banjarbaru Tapi Tak Dapat Jatah Ketua Komisi di AKD

Diterbitkan

pada

Susunan AKD DPRD Banjarbaru rampung disusun Foto: net
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

BANJARBARU, Sengitnya pertarungan kursi tak hanya terjadi di arena Pilkada Banjarbaru. Tapi di dalam rumah dewan pun, tensi politik antar parpol berlangsung sengit. Usai penetapan dan pelantikan tiga pimpinan DPRD Banjarbaru, pembagian jatah ‘kekuasaan’ di Alat Kelengkapan Dewan (AKD) pun diwarnai tarik-ulur cukup alot. Partai Golkar yang notabene memiliki 5 kursi di dewan, alias juara II dalam pemilu lalu malah tidak kebagian jatah di ketua komisi. Partai beringin hanya disisakan posisi sebagai ketua di Badan Kehormatan (BK). Apakah Golkar digembosi?

Ketua DPRD Banjarbaru Fadliansyah saat dikonfirmasi kanalkalimantan.com mengatakan, pembahasan AKD telah dilakukan pada Selasa (5/11) kemarin. Dari rapat tersebut, disepakati ada 3 komisi dan 2 badan yang terbentuk. Setiap komisi terdiri dari ketua, wakil ketua, dan sekretaris.

“Untuk Ketua Komisi I HR Budiman, dari Fraksi PDIP. Ketua Komisi II Syamsuri dari Fraksi Gerindra. Sedangkan, untuk Ketua Komisi III Takyin Baskoro dari Partai Nasdem,” katanya.

Khusus untuk 2 Badan yang telah disepakati, yakni Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) dan Badan Kehormatan (BK) memiliki komposisi yang berbeda. Bapemperda hanya terdiri dari Ketua dan Wakil Ketua, yang mana diketuai oleh Tarmidi dari Fraksi PKB.

Dalam susunan pimpinan AKD yang telah terbentuk ini, Partai Gerindra, Nasdem, dan PKB saling berbagi jatah. Namun, beda halnya dengan partai Golkar peraih 5 kursi yang justru tidak mendapatkan jatah Ketua Komisi.

Meskipun, fraksi Golkar ada H Anang Sirajudin yang ditunjuk sebagai Ketua BK. Namun, untuk di Komisi hanya ada Taufik Rachman yang terpilih menjadi Wakil Ketua. (Selengkapnya Lihat Tabel, red).

SUSUNAN AKD DPRD BANJARBARU

Komisi I

Ketua : HR Budiman (Fraksi PDI-Perjuangan)

Wakil Ketua : Ahmad Nur Ihsan (Fraksi Keadilan Sejahtera Amanat Nasional)

Sekretaris : M Fauzan Noor (Fraksi Nasdem)

Komisi II
Ketua : Ir Syamsuri (Fraksi Gerindra)

Wakil Ketua : HM Subakhi (Fraksi PPP)
Sekretaris : Windi Novianto (Fraksi PDI-Perjuangan)

Komisi III
Ketua : H Takyin Baskoro (Fraksi Nasdem)
Wakil Ketua : Taufik Rachman (Fraksi Golkar)
Sekretaris : Neni Hendriyawaty (Fraksi Gerindra)

Bapemperda

Ketua : Tarmidi (Fraksi PKB)

Wakil Ketua : Nurkhalis Anshari (Fraksi Keadilan Sejahtera Amanat Nasional)

Badan Kehormatan (BK)
H Anang Sirajudin (Fraksi Golkar)
Yudhi Hairani (Fraksi PPP)
Jahraniansyah (Fraksi Nasdem)
————
Fadli -sapaan akrab Ketua Dewan, mengakui sempat terjadi perdebatan selama rapat berlangsung. Namun, menurutnya itu ada hal yang biasa. Meskipun saat itu dirinya sebagai pemimpin rapat, namun dirinya tidak dapat mengambil keputusan siapa-siapa saja yang terpilih dalam komposisi AKD. “Ya, itu dinamika politik. Saya tidak berwenang menetapkan, yang berwenang fraksi. Saya tidak ada mengintervensi, hanya menghubungi dan memfasilitasi rapat,” katanya.

Perdebatan dan pertarungan dalam pembahasan AKD ini cukup menarik. Apalagi jika ditarik benang merah, peta dukungan parpol di Pilkada 2020 nanti. Dimana Partai Gerindra dan Nasdem memiliki arah dukungan ke incumbent Nadjmi Adhani-Darmawan Jaya Setiawan. Sedangkan PKB saat ini belum menentukan sikap apakah akan ada di barisan incumbent, ataukah di kubu penantang Aditya Mufti Ariffin-AR Iwansyah.

Sebagaimana diketahui, pasangan penantang ini diusung Partai Golkar dan PPP. Khusus untuk PPP, dukungan resmi DPP PPP sudah berada di tangan penantang dengan turunnya SK DPP PPPP No: 475/SK/DPP/C/X/2019 pertanggal 15 Oktober 2019 tersebut menetapkan Aditya sebagai calon walikota Banjarbaru dan Iwansyah sebagai calon wakil walikota Banjarbaru masa bhakti 2020-2025.

Sama seperti Golkar, PPP yang memiliki 4 kursi di parlemen juga tak dapat jatah ketua komisi. Ini berbeda dengan PDIP yang meskipun hanya berbekal 3 kursi, mampu duduk di Ketua Komisi I yang cukup strategis. Meskipun santer sebelumnya diberitakan, PDIP lebih condong ke kubu Aditya-Iwansyah.

Terkait lepasnya jatah Golkar di kursi ketua komisi ini, belum ada anggota fraksi dan elit beringin yang memberikan konfirmasi.
Mestinya dengan raihan 5 kursi di DPRD, Golkar layak mendapatkan jatah 1 ketua komisi selain wakil ketua DPRD. Apalagi, posisi tersebut sebelumnya mereka dapatkan pada susunan AKD DPRD Banjarbaru periode sebelumnya.

Sebagaimana diketahui, struktur kelengkapan dewan akan berpengaruh pada pola hubungan antara eksekutif dan legislatif. Sebab dua lembaga tersebut akan terlibat dalam setiap kebijakan pembangunan di Banjarbaru. Baik terkait penganggaran, legislasi perda, maupun pola hubungan kerja antar institusi.

Sementara itu, Plt Sekwan DPRD Banjarbaru Aida Yunani mengatakan, pihaknya akan sesegara mungkin mengeluarkan Surat Keputusan (SK). “Sesuai aturan di tata tertib (Tatib), Komisi itu dibagi rata. Sebelum pemilihan, maka masing-masing fraksi memasukan anggota fraksinya. Kewenangan memilih, diserahkan kepada komisi,” katanya.

Sebelumnya, tiga Pimpinan Definitif Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Banjarbaru masa jabatan periode 2019-2024 resmi dilantik. Ketiganya dilantik dan diambil sumpah jabatan di aula paripurna gedung DPRD Banjarbaru pada Senin (4/11) pagi.

Berdasarkan SK Gubernur Kalimantan Selatan H Sahbirin Noor, Ketua DPRD Banjarbaru dijabat Fadliansyah SH MH, dari Partai Gerindra. Kemudian dua Wakil Ketua DPRD Banjarbaru dijabat H AR Iwansyah dari Partai Golkar dan Drs H Napsiani Samandi MAP dari PPP.

Pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan Pimpinan DPRD Banjarbaru, dipimpin Ketua Pengadilan Negeri Banjarbaru Ary Wahyu Irawan ini juga dihadiri Walikota Banjarbaru Nadjmi Adhani dan Wakil Walikota Darmawan Jaya Setiawan. (rico)

Reporter : Rico
Editor : Chell

 


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Kepala Cyber Kanal Kalimantan

Advertisement

HEADLINE

Covid-19 ‘Tumbangkan’ Barisan Tenaga Kesehatan di Banjarbaru, Salah Siapa?

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Tenaga kesehatan di Puskemas Guntung Manggis melaksanakan rapid test kepada masyarakat, Juni lalu. Foto : Puskemas Gt Manggis
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Satu persatu tenaga kesehatan di Kota Banjarbaru, baik dokter, perawat, hingga bidan, terpapar Covid-19. Hal ini menunjukan fakta bahwa penularan virus di lingkungan fasilitas kesehatan nyatanya tak bisa dihindari.

Terbaru ini, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di Banjarbaru menyatakan ada 10 tenaga kesehatan yang terpapar, berasal dari dua Puskemas di Kecamatan Landasan Ulin. Yakni, 3 orang dari Puskemas Guntung Payung dan 7 orang dari Puskesmas Guntung Manggis.

Buntut kasus tumbangnya para tenaga kesehatan, berujung pada keputusan Pemerintah Kota (Pemko) Banjarbaru untuk menutup layananan di dua Puskemas tersebut, selama dua hari, tepatnya 6-7 Juli. Sedangkan, mereka yang sudah dinyatakan terpapar harus menjalani isolasi.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Banjarbaru, Rizana Mirza, mengklaim faktor penyebab terpaparnya para tenaga kesehatan ialah penularan saat menjalankan tugas. Kasus pertama ditemui pada pertengahan Juni lalu, berawal saat seorang tenaga analis sedang melayani warga.

“Ternyata, warga yang dilayani itu terkonfirmasi Covid-19. Warga tersebut tidak memberitau bahwa ia terpapar, sehingga tenaga analis kita tidak sadar akan penularan itu,” ujarnya.

Apakah artinya pihak Puskemas tidak cukup ketat menerapkan protokol kesehatan? Tidak, Rizana menyatakan protokol telah diterapkan dengan cukup baik. Tersedia tempat cuci tangan, terapan pysical distancing, terpasangnya sekat pembatas antara petugas dan masyarakat, hingga Alat Pelindung Diri (APD) lengkap yang dikenakan petugas, telah dirasa cukup.

Namun begitu, tetap saja penularan bisa saja terjadi, baik itu kontak fisik maupun droplet. Untuk itu, penting bagi masyarakat agar lebih menyadari dan mengikuti protokol kesehatan yang diterakan di berbagai fasilitas kesehatan.

“Meski ada warga yang tidak mengindahkan protokol, tetap saja kita tidak bisa menolaknya. Berbeda dengan layanan-layanan publik lainnya, di layanan kesehatan tidak mungkin menolak keluhan masyarakat yang sakit.” ujar Rizana.

Dilema adalah kata yang tepat untuk menggambarkan situasi yang saat ini tengah dihadapi para tenaga kesehatan. “Kunci terpenting dari upaya memutus mata rantai Covid-19 adalah kedisiplinan warga masyarakat untuk mentaati protokol kesehatan. Karena itu mari kita saling mengingatkan dan menguatkan secara bersama-sama seluruh stakeholder kota,” demikian, kata Wali Kota Banjarbaru, Nadjmi Adhani.

Hingga pada Senin (6/7/2020) malam, sebaran kasus Covid-19 paling masif ditemukan di Kecamatan Landasan Ulin, yang juga merupakan wilayah kedua puskemas yang saat ini dihentikan operasionalnya untuk sementara waktu. Dari jumlah 268 kasus Covid-19 di kota Banjarbaru, 100 kasus diantaranya berasal dari Kecamatan Landasan Ulin.

Menyingkapi wilayah dengan jumlah sebaran kasus tertinggi di Kota Banjarbaru tersebut, Camat Landasan Ulin Subhan, turut angkat bicara. Dirinya memang menyayangkan kondisi saat ini, yang mana pihaknya sendiri sebenarnya telah melakukan berbagau upaya pencegahan selama beberapa bulan terakhir.

“Penyemprotan cairan disinfektan selalu kita lakukan. Sosialisasi ke masyarakat untuk menerapkan protokol juga selalu dilaksanakan. Tinggal masyarakat yang seharusnya sadar. Tapi, faktanya setelah pemberlakukan PSBB dan PKM berakhir, masyarakat justru lebih banyak beraktivitas di luar rumah dan banyak pula yang tidak menggunakan masker,” ujar Subhan. (Kanalkalimantan.com/rico)

Reporter : Rico
Editor : Cell



  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

HEADLINE

Terus Bertambah, Kalsel Catat 3.628 Kasus Positif Covid-19

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Kalsel terus mencatatkan penambahan kasus Covid-19 hingga hari ini Foto : gugus tugas
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Jumlah kasus positif Covid-19 di Kalimantan Selatan terus bertambah. Data terbaru dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kalsel pada Senin (6/7/2020) sore, jumlah kasus keseluruhan mencapai 3.628 kasus.

Menurut Juru Bicara GTPP Covid-19 Kalsel Muhamad Muslim, tercatat ada 64 kasus baru positif Covid-19. Dari jumlah tersebut, 3 kasus merupakan pasien dalam pengawasan (PDP) yang terkonfirmasi positif Covid-19. Yaitu 2 pasien dari RS Bhayangkara Banjarmasin yang berasal dari Kabupaten Barito Kuala dan Kabupaten Tapin, dan 1 pasien dari RSUD H. Boejasin Pelaihari asal Kabupaten Tanah Laut, yang dilaporkan meninggal dunia.

“Kemudian ada 61 kasus hasil dari tracing kontak yang didapat oleh teman-teman Surveilans Epidemiologi di lapangan,” tutur Muslim di Banjarbaru, Senin (6/7/2020) sore.

Dari 61 kasus hasil tracing ini, mayoritas berasal dari Kabupaten Tapin sebanyak 16 kasus, Kabupaten Tanah Laut sebanyak 13 kasus, Kabupaten Barito Kuala sebanyak 11 kasus dan Kabupaten Banjar sebanyak 8 kasus. Disusul dari Kabupaten Hulu Sungai Tengah sebanyak 4 kasus, masing-masing 3 kasus dar Kota Banjarbaru dan Kabupaten Hulu Sungai Selatan, serta masing-masing 1 kasus dari Kabupaten Tabalong, Kabupaten Hulu Sungai Utara dan Kabupaten Tanah Bumbu.

Menurut Muslim, dari 3.628 kasus secara keseluruhan, sebanyak 2.459 kasus positif Covid-19 menjalani perawatan. Dari jumlah tersebut, sebanyak 2.292 kasus menjalani karantina khsuus maupun isolasi mandiri. “Yang saat ini dirawat di rumah sakit saat ini ada 167 kasus,” lugas Muslim.

Kasus sembuh dari Covid-19 juga bertambah. Sehingga totalnya mencapai 966 kasus, atau 26,8 persen dari total kasus keseluruhan.

“Penambahan kasus sembuh pada sore hari ini berjumlah 16 orang. Yaitu dari perawatan di RSUD Ulin Banjarmasin sebanyak 6 orang, yang terdiri dari 5 orang warga Banjarmasin dan 1 orang warga Tabalong. Kemudian 1 orang dari RS Bhayangkara Banjarmasin, warga Kabupaten Banjar,” kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalsel ini.

Disusul masing-masing satu orang dari RSUD Datu Sanggul Rantau, asal Kabupaten Tapin dan karantina di Gedung BPSDMD Kalsel di Banjarbaru yang juga merupakan warga Kabupaten Tapin. Serta 6 orang dari karantina khusus di Kota Banjarmasin.
Namun begitu, Muslim menambahkan, ada penambahan kasus positif Covid-19 yang dilaporkan meninggal dunia sebanyak 2 kasus. Sehingga angka kematian akibat Covid-19 mencapai 203 kasus, atau 5,6 persen dari total kasus keseluruhan.

“Meninggal dunia beberapa waktu yang lalu dari PDP yang terkonfirmasi positif Covid-19. Yaitu dari RSUD H Boejasin Pelaihari, (meninggal) pada 24 Juni yang lalu dan dari RSUD Badaruddin Tabalong yang meninggal pada 28 Juni,” tandas Muslim. (Kanalkalimantan.com/fikri)

Reporter : Fikri
Editor : Cell



  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

HEADLINE

THM di Banjarmasin Nekat Buka, Surat Edaran Wali Kota Tak Dipatuhi

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Ilustrasi tempat hiburan malam. foto: Pexels
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Sejumlah THM (Tempat Hiburan Malam) di Banjarmasin secara terang-terangan membuka operasional di tengah pandemi Covid-19.

Instruksi Wali Kota Banjarmasin yang tertuang dalam surat bernomor Nomor 556/535 /Pengpar/ Disbudpar per 31 Maret 2020 tentang penutupan operasional sementara dalam rangka mengantisipasi kewaspadaan Covid-19 tak dipatuhi pengelola usaha THM.  Padahal, sangat jelas disebutkan THM baik diskotik, pub, karaoke, rumah biliar dan sejenisnya, usaha penyelenggaraan hiburan, usaha kegiatan even organizer dan sejenisnya yang berpotensi mengumpulkan khalayak orang ramai, diminta tetap mempedomani SE Wali Kota Banjarmasin No 556/491/Pengpar/Disbudpar tanggal 20 Maret 2020. Para pengelola THM tetap diminta menghentikan kegiatan operasional sejak 1 April 2020 hingga batas waktu yang akan ditentukan.

Jika mengacu pada surat tersebut, seharusnya tak satupun THM dan sejenisnya yang beroperasi, mengingat pandemi corona terus meningkat di Banjarmasin.

Meski sudah ada stament resmi dari Pemkot Banjarmasin, sejumlah THM kelas kakap seperti Nashvile karaoke HBI Banjarmasin, Armani Karaoke, Familiy Karoke Inul Vizta, dan sejumlah tempat hiburan lainnya, sudah mulai beroperasi sejak beberapa hari lalu.

General Manager HBI Eri Sudarisman mengaku terpaksa membuka operasional karoke karena beban keuangan karyawan yang cukup tinggi. THM di salah satu hotel berbintang Jalan Ahmad Yani Km 4,5 Banjarmasin itu, lanjut Eri sapaan akrabnya, buka karena THM yang lain juga mulai beroperasi sejak beberapa hari terakhir.

“Kami terpaksa mulai operasi karena beban karyawan yang sangat tinggi. Selain itu THM yang lain juga sudah mulai buka,” bebernya.

Sementara itu, Plt Kasatpol PP Banjarmasin Fathurrahim SH menepis anggapan pihaknya terkesan membiarkan sejumlah THM yang mulai beroperasional. Mantan Sekretaris DPRD Banjarmasin itu menjanjikan akan melakukan penertiban THM yang berani beroperasi dalam waktu dekat.

“Kami sudah turunkan tim untuk memastikan THM mana saja yang beroperasi. Dalam waktu dekat kami akan lakukan penertiban,” ucap Fathurrahim.

Dikatakan Fathurrahim, pihaknya juga akan melakukan pendekatan persuasif kepada pengusaha THM yang mungkin belum memahami surat edaran yang dikeluarkan Disbudpar Banjarmasin.

Tak hanya itu, Fathurrahim mengaku sudah mendapat instruksi dari Wali Kota Ibnu Sina, agar segera menyelesaikan persoalan ini, dan tetap berpegang teguh dengan aturan yang ada yakni pelarangan operasional THM di Banjarmasin.

“Perintah Wali Kota sudah sangat jelas. Dalam waktu dekat akan kami tertibkan. Ini sudah sesuai aturan karena Banjarmasin masih zona hitam. Belum ada surat resmi yang dikeluarkan Pemkot Banjarmasin yang isinya mempersilahkan THM di Banjarmasin buka,” tutupnya.  (kanalkalimantan.com/tim)

Reporter : tim
Editor : kk



  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Paling Banyak Dibaca

-->