Connect with us

Pemprov Kalsel

Gubernur Sahbirin Minta TPID Jaga Stabilitas Harga Jelang Ramadhan

Diterbitkan

pada

Gubernur Sahbirin mengimbau TPID untuk menjaga stabilitas harga jelang Ramadhan Foto : rico
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

BANJARBARU, Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) diminta mengedalikan kondisi di Kalsel, terlebih lagi disaat menjelang Ramadhan. Permintaan itu dikemukakan Gubernur H Sahbirin Noor sebelum membuka secara resmi Rapat Koordinasi Daerah Tim Pengendali Inflasi Daerah (Rakorda TPID) se Kalsel Semester 1, Kamis (25/4).

Dengan terjadinya inflasi, menurut Sahbirin, akan berakibat pada menurunnya daya beli masyarakat. Karena itulah, TPID diingatlan untuk berperan mengendalikannya. Inflasi merupakan fenomena yang seringkali identik dengan kenaikan tingkat harga komoditas tertentu. Sebab itu, tingginya inflasi tentu saja dapat mengurangi daya beli masyarakat dan menciptakan ketidakpastian dalam perekonomian.

”Untuk mengendalikan inflasi, pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan, baik di pusat maupun daerah, harus menyusun strategi dan kebijakan, serta mengimplementasikannya secara simultan dan terkoordinir,” imbuhnya.

Sementara Kepala Perwakilan BI Kalsel, Herawanto, yakin inflasi di Kalsel akan terkendali jika kebutuhan pokok tersedia sesuai dengan kebutuhan masyarakat, terutama di saat jelang Bulan Suci Ramadhan dan Idul Fitri. (Rico)

Reporter : Rico
Editor : Chell

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Kepala Cyber Kanal Kalimantan

Advertisement

Pemprov Kalsel

Jalan Baru ke Makam Datu Kelampayan Dilanjutkan, PUPR Terkendala Pembebasan Lahan

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Bidang Bina Marga melakukan pembangunan jalan ke arah makam Datuk Kelampayan yang telah dimulai pengerjaannya dari tahun 2019 lalu. foto: pupr kalsel
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Sebagai salah satu tempat tujuan wisata religi yang ada di Provinsi Kalimantam Selatan, Makam Syekh Muhammad Arsyad al Banjari atau biasa disebut Datuk Kelampayan, memiliki penziarah yang banyak. Meskipun begitu, akses jalan menuju makam nyatanya masih dirasa terlalu jauh dan memerlurkan jarak tempuh yang cukup lama jika melewati jalan A Yani.

Maka dari itu, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Kalsel melalui Bidang Bina Marga melakukan pembangunan jalan ke arah makam Datuk Kelampayan yang telah dimulai pengerjaannya dari tahun 2019 lalu.

“Pembangunan jalan ini selain diperuntukan bagi para penziarah, tetapi juga diharapkan dapat manjadi arus perekonomian yang baik para petani terutama sebagai jalan untuk mengangkut hasil tani ketika masa panen datang,” kata Kabid Bina Marga Dinas PUPR Kalsel, M Yasin Toyib, Rabu (19/2/2020) siang.

Bidang Bina Marga melakukan pembangunan jalan ke arah makam Datuk Kelampayan yang telah dimulai pengerjaannya dari tahun 2019 lalu. foto: pupr kalsel

Dari total panjang jalan yang akan dibangun sejauh kurang lebih 5,2 Km di tahun 2019 lalu dengan anggaran Rp 19 miliar. Pengerjaan telah sampai pada penimbunan tanah 1 Km dengan lebar 29 meter. Sedangkan, untuk perkerasan jalan baru sejauh 500 meter.

Yasin menyebut untuk di tahun 2020 ini rencananya akan dilakukan pengerjaan dengan melanjutkan proses pengaspalan jalan dengan jarak 500 meter dan penimbunan tanah 1 Km. Namun begitu, dirinya mengakui pembebasan lahan merupakan salah satu kendala yang dihadapi dalam pembangunan jalan ini.

Bidang Bina Marga melakukan pembangunan jalan ke arah makam Datuk Kelampayan yang telah dimulai pengerjaannya dari tahun 2019 lalu. foto: pupr kalsel

“Untuk lahan itu sendiri sampai sekarang masih ada beberapa kepala keluarga yang belum mau membebaskan lahannya. Kami berharap untuk masalah pembebasan lahan ini akan berjalan lancar sehingga pembangunan jalan ini akan cepat selesai juga,” aku Kabid Bina Marga.

Perlu diketahui, total pembangunan jalan alternatif menuju Datuk Kelampayan ini diperkiran akan mencapai Rp 90 miliar. (kanalkalimantan.com/rico)

Reporter : rico
Editor : bie

 


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Pemprov Kalsel

Pohon Mersawa yang Ditanam Jokowi Meranggas, Ini Penjelasan Litbang LHK

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Pohon Mersawa yang ditanam Presiden Jokowi kondisinya meranggas. Foto : rico
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Pohon Mersawa (anisoptera sp) di bundaran hutan pers Taman Spesies Endemik Indonesia, kawasan perkantoran Setda Provinsi Kalsel, Banjarbaru yang ditanam Presiden Joko Widodo, kini terlihat meranggas. Ini ditandai dengan daunnya yang mengering dan mulai berguguran.

Peneliti Litbang Kementerian LHK Banjarbaru Rusmana mengatakan ini adalah hal yang biasa terjadi pada tanaman yang baru dipindahkan.

“Apalagi, pohon yang dipindahkan relatif besar seperti ini, ya perlu waktu untuk beradaptasi,” ujar Rusmana melalui pernyataan tertulisnya, Senin (17/2/2020) kemarin.

Tindakan pemeliharaan, harus terus dilakukan untuk kelangsungan hidup pohon. Sebagaimana dijelaskan Rusmana, bila tiada hujan pohon harus disiram 2 kali sehari (pagi dan sore). Termasuk balutan pada batangnya. “Pohon disemprot pupuk daun yang mengandung ZPT (zat pengatur tumbuh) perangsang tunas dan akar, seperti pupuk daun Hantu Jimmy,” tuturnya.

Penyemprotan pupuk dimaksud Rusmana, dilakukan pada batang dan daun, cabang dan ranting pohon. “Dilakukan sekali tiap minggunya, pada sore hari setelah jam 4 sore, atau pagi hari sebelum jam 9 pagi,” jelasnya lagi. Untuk mengendalikan hama atau insektan diberikan puradan pada lantai tanah sekitar tanaman 2 minggu sekali dengan dosis 5 gram/m2.

Ia mengungkapkan bahwa saat ini tanaman masih hidup. “Saya cek batang pohon masih segar dan hijau. Walaupun daun rontok, ini lebih karena transpirasi yang besar dibanding dengan daya hisap akar terhadap air dan nutrisi tanah. Artinya fungsi akar masih belum optimal, karena masih adaptasi,” tandasnya.

Terakhir, ia menyarankan agar sekeliling pohon dipasang sarlon net, dibantu dengan tiang yang menancap ke dalam tanah minimal 1 meter dan dicor. “Sarlon dengan intensitas 70 persen, bertujuan mengurangi sengatan matahari dan tiupan kencang. Selain itu berfungsi untuk menekan transpirasi pohon,” ujarnya.

Pohon Mersawa yang masih famili Dipterokarpa ini, dikenal dengan sebutan Pohon Jokowi, karena ditanam oleh Presiden Joko Widodo saat puncak acara Hari Pers Nasional (HPN 2020) awal Februari lalu. Dengan pemeliharaan yang masif, tentunya diharapkan pohon akan terus berkembang menjadi kebanggaan warga banua. (kanalkalimantan.com/rico)

Reporter : Rico
Editor : Bie


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Pemprov Kalsel

Gubernur Kalsel akan Terima Penghargaan Kearsipan Nasional

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Pengelolaan arsip perlu perlakuan khusus. Foto: dok pusdiklat kemenristekdikti
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Gubernur Kalsel H Sahbirin Noor akan menerima penghargaan kearsipan nasional pada Rabu (26/2/2020) mendatang di Surakarta, Jawa Tengah. Penghargaan ini berdasarkan surat dari Plt Kepala Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) M Taufik yang tertanggal 6 Februari 2020.

Penghargaan dengan kategori baik ini sendiri, sebagai upaya mengukur kesesuaian antara penetapan standar kearsipan di lingkungan pencipta arsip dengan peraturan perundang-undangan. Gubernur Kalsel sendiri, akan menerima Penghargaan Pengawasan Kearsipan Tahun 2019 dengan kategori “baik”.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Provinsi Kalsel Hj Nurliani Dardie menyambut dengan baik. Kendati instansinya membidangi dua bidang, yaitu bidang perpustakaan dan bidang kearsipan yang berbeda dari segi tugas pokok dan fungsi (tupoksi).

“Nah, tugas kami bagaimana dua bidang yang sama sekali berbeda itu bisa sama, adil dan sejalanberiringan mendapatkan perhatian kita semua,” kata Bunda Nunung –sapaan akrabnya-.

Lebih lanjut ia menjelaskan, pihaknya terus berupaya agar jangan hanya perpustakaan tapi kearsipan terabaikan. “Begitu sebaliknya, jangan hanya kearsipan yang mendapatkan prioritas tapi perpustakaan tidak boleh ditinggalkan,” tambahnya.

Ia menjabarkan, sarpras perpustakaan harus bagus dan lengkap, demikian pula dengan sarpras kearsipan yang harus mendapat perhatian yang sama. Konsekuensinya, perpustakaan dan kearsipan harus mendapat porsi yang adil dalam bidang penganggaran.

“Termasuk juga jika perpustakasn baru saja menghantarkan Gubernur menerima penghargaan Nugra Jasa Pustaka Loka, maka bagaimana caranya agar Gubernur juga bisa mendapatkan penghargaan dari kearsipan,” jelasnya. (kanalkalimantan.com/fikri)

 

Reporter : Fikri
Editor : Bie

 


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Paling Banyak Dibaca

-->