Connect with us

Kota Banjarmasin

Gubernur Sahbirin Sampaikan Raperda APBD 2019 di Dewan

Diterbitkan

pada

Gubernur menyampaikan Raperda APBD 2019 di DPRD Kalsel Foto: mario
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

BANJARMASIN, Gubernur Kalsel Sahbirin Noor menyampaikan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kalsel tahun 2019 pada rapat paripurna di kantor DPRD Kalsel, Kamis (8/8). Rancangan ini merupakan pelaksanaan tahun keempat dari rencana jangka menengah daerah tahun 2016-2021.

Raperda APBD ini disusun berdasarkan pencapaian target-target yang telah ditetapkan di dalam peraturan daerah nomor 3 tahun 2019 perubahan rencana pembangunan jangka menengah daerah prov Kalsel 2016-2021, dan juga peraturan gubernur nomor 046 tahun 2018 tentang rencana kerja pemerintah daerah prov Kalsel 2019.

Rancangan perubahan APBD ini juga disusun berdasar prinsip anggaran berbasis kinerja sebagaimana diatur di dalam peraturan pemerintah nomor 12 tahun 2019 tentang pengelolaan keuangan daerah dan peraturan menteri dalam negeri nomor 13 tahun 2006 tentang pedoman pengelolaan keuangan daerah.



“Dengan mengacu dan berpedoman pada ketentuan itu, maka rancangan perubahan APBD kami harapkan dapat kita sepakati bersama sebelum batas akhir penetapannya,” terang Sahbirin dalam pidatonya.

APBD ini disusun berdasarkan prinsip anggaran surplus/defisit dengan komposisi pendapatan sebesar Rp 7.097.098.839.015 dan belanja sebesar Rp 7.587.398.478.090. Dengan demikian, terdapat selisih kurang sebesar Rp 490.299.639.075 yang akan ditutup dengan pembiayaan netto.

Untuk itu, pada perubahan APBD secara keseluruhan terjadi peningkatan pendapatan daerah sebesar Rp 130.152.986.468 dari target APBD murni tahun anggaran 2019 sebesar Rp 6.966.945.852.547 sehingga menjadi Rp 7.097.098.839.015 atau naik sebesar 1,87 persen.

Untuk uraian belanja daerah, dianggarkan sebesar Rp 7.587.398.478.090 yang berarti meningkat sebesar Rp 555.452.625.543 atau naik 7,90 persen dari APBD yang ditetapkan Rp 7.031.945.852.547.

Berdasarkan prioritas pembangunan rencana pembangunan jangka menengah daerah yang tediri atas pajak daerah, retribusi daerah, hasil pengelolaan kekayaan daerah, lain-lain pendapatan asli daerah, dana bagi hasil pajak/bagi hasil bukan pajak, dana alokasi umum, dana alokasi khusus, pendapatan hibah, dana penyesuaian dan otonomi, belanja tidak langsung, serta belanja langsung, maka dalam pelaksanaan rencana kerja pemerintah daerah tahun 2019, diarahkan pada prioritas daerah agar sasaran pencapaian pembangunan yang sudah ditetapkan dapat tercapai.(mario)

Reporter : Mario
Editor : Cell


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Kota Banjarmasin

Operasional Kapal Penyeberangan Tambahan Sempat Terhenti, Antre Truk Kembali Mengular

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Kapal penyeberangan tambahan yang berhenti operasi karena belum ada koordinasi dengan pihak Polsek. Foto: putra
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM,BANJARMASIN– Operasional kapal penyeberangan tambahan yang baru didatangkan untuk mengurangi antre truk expedisi di kawasan Jalan Brigjen Hasan Basri, Kecamatan Banjarmasin Utara terpaksa dihentikan, Senin (25/1/2021) siang.

Padahal kapal tambahan LCT Kembang Ranisa itu baru tiga kali menyeberangkan truk expedisi dengan berbagai muatan dengan tujuan wilayah Kalteng.

Pemilik kapal, H Ranisa mengatakan, terhentinya jasa penyeberangan lantaran adanya petugas permintaan Bhabinkamtibmas yang bertugas dari Polsek Berangas. “Kata petugas yang datang tadi belum lapor ke Polsek dan Pembakal (Kepala Desa) setempat. Jadi terpaksa kami hentikan kapal LCT yang baru datang tadi,” ujarnya kepada Kanalkalimantan.com.

Dengan belum diizinkannya operasional kapal penyeberangan tambahan, antrean truk kembali menjalar di jalan Kayu Tangi Banjarmasin. Pada pukul 14.00 Wita, antrean truk dengan berbagai macam muatan sudah memanjang mulai dari depan RSUD Ansari Saleh sampai depan gerbang utama Universitas Lambung Mangkurat (ULM).



“Untuk sementara kita stop saja dulu, ikuti apa yang diinstruksikan aparat keamanan,” katanya.

Sementara itu, Kapolsek Berangas, Ipda Iman Juana menerangkan, penghentian yang dilakukan oleh petugas Bhabinkamtibmas tersebut dikarenakan belum ada konfirmasi dari pemilik kapal kepada pihak kepolisian.

“Bukan tidak memberi izin beroperasi, tapi pemilik kapal cuma belum ada konfirmasi saja dari pemilik kapal. Takutnya itu kapal milik orang lain,” ujarnya.

Ia menjelaskan pihaknya tidak akan menghalang-halangi proses penyeberangan yang dilakukan oleh kapal tersebut. Dengan catatan tidak ada komplain atau keberatan dari masyarakat sekitar. “Kalau sudah ada konfirmasi ke kita, dan tujuannya demi kebaikan bersama seperti kapal LCT sebelumnya silahkan saja,” jelasnya.

Ia juga menekankan, bahwa pihaknya tidak mematok syarat khusus untuk bisa mengoperasikan kapal ferry penyeberangan untuk truk angkutan. “Tidak ada syarat khusus, yang penting masyarakat di sekitar lokasi sana (Jalan Alalak Berangas) tidak keberatan. Kita hanya menunggu konfirmasi dari pemilik kapal,” imbuhnya.

Disamping itu, pihaknya juga membatasi waktu operasional penyeberangan, mulai dari pukul 08.00- 18.00 Wita. “Maksimal sampai jam 6 sore paling tidak sampai jam 7 malam, langsung saya tutup kalau sudah sampai batas waktunya,” tegasnya
Keputusan tersebut merupakan hasil dari kesepakatan bersama antara pihak pemilik kapal dan warga sekitar dengan pertimbangan waktu istirahat warga. “Apalagi di sana banyak warga yang sudah tua dan anak-anak yang perlu istirahat. Jadi kita batasi waktunya,” tandasnya.

Atas dihentikannya operasional kapal tambahan ini juga disayangkan oleh para sopir truk yang mengantre, “Sangat disayangkan sekali kapal tambahan guna mempercepat penyebrangan ke Alalak Brangas ini dihentikan, semoga bisa cepat diselesaikan perizinan oleh pemilih kapal dan pihak kepolisian,” harap Andi (32), sorang sopir muatan alat bangunan. (kanalkalimantan.com/putra)

 

Reporter : Putra
Editor : Cell

 

 

 

 

 


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Kota Banjarmasin

Imbas Banjir Kalsel, Harga Bahan Pokok di Pasar Tradisional Merangkak Naik

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Pasokan kebutuhan bahan pokok di pasar tradisional Banjarmasin terimbas banjir besar Kalsel. Foto: putra
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Sepekan lebih harga bahan pokok di sejumlah pasar tradisional Kota Banjarmasin alami kenaikan.

Sejumlah harga sayur mayur yang dipasok dari Pulau Jawa ikut naik, seperti kentang, wortel, kol, brokoli, dan tomat.

Kenaikan harga tersebut disebabkan musim hujan dan banjir di beberapa daerah pemasok yang mengakibatkan terhambatnya distribusi sembako.

Beberapa pedagang sembako di pasar sejumput Kuin Cerucuk, Kecamatan Banjarmasin Barat, Rusli (34) mengatakan, kenaikan harga tersebut disebabkan oleh bencana banjir di Kalimantan Selatan dan telah membuat distribusi sembako terhambat.



 

“Naiknya karena banjir. Harga sayur yang naik dari Jawa itu seperti kol awalnya Rp 6.000 sekarang Rp 9.000 per kilogram, wortel dari Rp 10.000 menjadi Rp 14.000 per kilogram, kalau kentang dari Rp 12.000 menjadi Rp 18.000 per kilogram,” ujarnya.
Terlebihnya kenaikan harga sembako ini sudah berlangsung selama seminggu terakhir.

“Utamanya harga yang naik pada bahan bumbu masak, seperti cabai dan bawang, seperti kentang, wortel, kol, brokoli, dan tomat yang sudah beberapa minggu terakhir sudah naik,” tuturnya, Senin (25/1/2021).

Ia juga mengatakan harga sayur naik dimulai dari sayur kol naik dari harga Rp 6.000 menjadi Rp 9.000 per kilogram, wortel yang biasanya Rp 10.000 menjadi Rp 14.000-15.000 per kilogram, tomat dari semula Rp 12.000 menjadi Rp 17.000-19.000 per kilogram, sedangkan kentang dari Rp 12.000 menjadi Rp 18.000 per kilogram.

Hal serupa juga diungkapkan Asiah (42) pedagang sayur di Pasar Lama Banjarmasin, meski mengalami kenaikan harga sayur mayur, para pembeli tidak mengeluhkan kenaikan harga tersebut.

“Tomat juga naik dari Rp 12.000 jadi Rp 17.000 per kilogram. Harga naik karena musim hujan,” ujar Asiah.

Pantauan Kanalkalikalimantan.com di beberapa pasar mengalami kenaikan signifikan yaitu harga bawang merah dan bawang putih serta brokoli. Bawang merah dan bawang putih dari Rp 20.000 menjadi Rp 35.000 per kilogram. Sedangkan brokoli Rp 80.000 naik menjadi Rp 120.000 per kilogram. Harga kangkung naik dua kali lipat, dari harga Rp 1.500, saat ini dibanderol Rp 3.000 per ikat, dan bayam dari harga Rp 3.000 menjadi Rp 5.000 per ikat.

Imah (41), pedagang sayur di Pasar Kelayan Banjarmasin, dengan naiknya harga tersebut menimbulkan minat pembeli menurun sehingga tak kadang menurunkan harga dan keuntungan berkurang.

“Kangkung dari harga Rp 1.500, sekarang Rp 3.000 per ikat, bayam dari Rp 3.000 menjadi Rp 5.000 per ikat, karena dari sana lahannya kebanjiran, sementara jika tidak laku akan dijual murah,” ujar Imah.

Kenaikan harga kebutuhan pokok tersebut sangat memberatkan terutama bagi konsumen dari para pedagang penjual makanan.

Pedagang penjual makanan siap saji di Pasar Lama Banjarmasin, Inur (42) mengeluh kenaikan harga sembako tidak bisa diiringi dengan kenaikan produk yang dijualnya.

“Kalau saya naikkan harga jual takutnya konsumen saya tidak akan mau beli,” tuturnya.

Dia berharap, pemerintah segera mengantisipasi hal tersebut, dengan segera mengoperasikan armada laut, karena kenaikan harga kebutuhan pokok sangat memberatkan.

“Semoga kondisi ini tidak berlangsung lama, karena kita bisa bangkrut, bila harga kebutuhan pokok terus melambung,” katanya.

Akan tetapi ia mengatakan atas kenaikan harga sembako adalah hukum ekonomi, dan berharap agar musibah banjir ini segara pulih, agar bisa kembali normalnya harga sembako.

“Permintaan tinggi, stok terbatas, ini sudah hukum ekonomi, semoga bencana ini segera berlalu agar bisa kembali normal semuanya,” tutupnya. (kanalkalimantan.com/putra)

Reporter: putra
Editor : bie


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Paling Banyak Dibaca

-->