Connect with us

Kota Banjarbaru

Gugus Tugas Kalsel: Belum Ada Bupati atau Walikota Ajukan PSBB Bendung Covid-19

Diterbitkan

pada

Jakarta menjadi salah satu daerah yang menerapkan PSBB untuk membendung penyebaran Covid;19/Foto: Suara.com
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Alih-alih melakukan karantina wilayah, Pemerintah Pusat melalui Kementerian Kesehatan RI mencanangkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Provinsi DKI Jakarta menjadi yang pertama melakukan PSBB guna memutus penyebaran Covid-19.

Lalu, bagaimana dengan di Kalimantan Selatan? Juru Bicara Tim Gugus Tugas Covid-19 Kalimantan Selatan Muhammad Muslim membeberkan, melalui analisa situasi oleh kepala daerah, jika ada berbagai ketentuan yang sudah memenuhi kriteria, bisa diajukan kepala daerah.

“Apabila ada ketentuan-ketentuan yang memenuhi kriteria, tentu saja bisa diajukan oleh kepala daerah. Dalam hal ini bupati dan wali kota,” beber Muslim di Banjarbaru, Rabu (8/4/2020) sore.

Nantinya, setelah diajukan oleh kepala daerah baik bupati dan wali kota, Muslim melanjutkan, pemerintah provinsi akan menyampaikan kepada pemerintah pusat.
Kendati hingga kini belum ada pengajuan terkait PSBB oleh kepala daerah di 13 kabupaten dan kota di Kalsel, Muslim menegaskan, pemerintah selalu membeirkan imbauan yang lebih ketat. Seperti tetap berada di rumah, menjaga jarak, dan juga melakukan pola hidup bersih yang dianjurkan.

“Dan juga menghindari kerumunan. Dan kalau misalnya juga tidak dapat dihindari, maka keluar rumah harus menggunakan masker,” pungkas Muslim. (Kanalkalimantan.com/fikri)

 

Reporter : Fikri
Editor : Cell

 


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Advertisement

Kota Banjarbaru

Satu Kasus Covid-19 di Banjarbaru Meninggal, Seorang PDP yang Beberapa Hari Lalu Dimakamkan

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Juru Bicara Tim Gugus Tugas P2 Covid-19 Banjarbaru, Rizana Mirza, menyampaikan kondisi terbaru covid-19. Foto: gugus tugas
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Untuk pertama kalinya pasien Covid-19 di Kota Banjarbaru dinyatakan meninggal dunia. Hal ini sebagaimana data yang dirilis Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Banjarbaru, pada Rabu (3/6/2020) sore.

Menurut paparan data, kasus Covid-19 yang dinyatakan meninggal dunia tersebut ialah warga Kelurahan Loktabat Selatan, Kecamatan Banjarbaru Selatan.

Juru Bicara Tim Gugus Tugas P2 Covid-19 Banjarbaru, Rizana Mirza, mengatakan pasien yang meninggal dunia tersebut ialah laki-laki berusia 60 tahun ke atas. Namun, rupanya pasien ini telah meninggal beberapa hari lalu saat masih berstatus Pasien Dalam Pengawasan (PDP) di Rumah Sakit Daerah (RSD) Idaman Banjarbaru.

Kronologinya kala itu, pasien mengidap penyakit di bagian pernafasan, faktor usianya yang lanjut. Saat dilakukan pemeriksaan rapid test oleh pihak rumah sakit, hasilnya menunjukan reaktif.

Untuk memastikan apakah pasien terpapar Covid-19 atau tidak, pihak rumah sakit kemudian melanjutkan pemeriksaan swab. Hanya saja, sebelum hasil pemeriksaan swab keluar, pasien tersebut telah menghembuskan nafas terakhir.

“Pasien ini meninggal, kira-kira 4 atau 5 hari yang lalu. Yang bersangkutan saat itu masih berstatus PDP dan belum dinyatakan positif Covid-19. Selasa malam tadi, hasil swab dari almarhum telah keluar dan dinyatakan terpapar,” kata Rizana, saat dihubungi Kanalkalimantan.

Dikatakan Rizana, pasien saat itu telah dimakamkan sesuai dengan protokol kesehatan Covid-19. Sebagai tindakan pencegan usai dinyatakan terpaparnya pasien yang meninggal dunia tersebut, Tim Gugus Tugas segera melakukan pemeriksaan kepada pihak keluarga.

“Rencananya, Puskesmas Kecamatan Banjarbaru Selatan akan segera melaksanakan rapid test kepada pihak keluarga almarhum. Ini sebagai tindakan pencegahan adanya penyebaran di dalam rumah,” tungkas Rizana.

Sementara itu, hingga kini kasus Covid-19 yang menjalani perawatan telah menyentuh angka 35 kasus. Mereka saat ini menjalani perawatan, baik itu di Rumah Sakit maupun di tempat khusus karantina yang disediakan oleh Pemerintah Kota Banjarbaru. (Kanalkalimantan.com/rico)

Reporter : Rico
Editor : Chell

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Kota Banjarbaru

Pemko Banjarbaru Izinkan Sholat Jumat dan Ibadah Minggu di Gereja, Tapi dengan Catatan Ini

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Pemko Banjarbaru menggelar rapat koordinasi persiapan pelaksanaan protokol Covid-19 khusus di tempat-tempat ibadah, Rabu (3/6/2020). foto: humpro banjarbaru for kanalkalimantan
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Aktivitas masyarakat kembali meningkat setelah berakhirnya penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di kota Banjarbaru. Satu kebijakan diambil Pemerintah Kota (Pemko) Banjarbaru dengan memberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM).

Adapun PKM ini bertujuan untuk membatasi ruang gerak masyarakat, khususnya di tempat-tempat keramaian. Selain itu, PKM juga menjadi momentum untuk melakukan pendisiplinan terhadap aktivitas masyarakat agar selalu mengikuti protokol Covid-19.

Lantas, dengan adanya kebijakan baru ini, bagaimana dengan pelaksanaan protokol Covid-19 di tempat-tempat ibadah?

Menjawab pertanyaan ini, Rabu (3/6/2020) siang, Pemko Banjarbaru menggelar rapat koordinasi persiapan pelaksanaan protokol Covid-19 khusus di tempat-tempat ibadah. Dalam rapat kali ini, turut dihadirkan beberapa pihak terkait seperti MUI, FKUB (Forum Kerukunan Umat Beragam), Muhammadiyah, NU, hingga Dewan Masjid Indonesia.

Rapat yang berlangsung selama kurang lebih 2 jam tersebut, membuahkan poin-poin penting. Salah satunya yakni Pemko Banjarbaru menjanjikan keluarnya izin operasional peribadahan.

Wali Kota Banjarbaru Nadjmi Adhani mengatakan pihaknya telah memutuskan tentang bagaimana protokol kesehatan di tempat-tempat ibadah seperti masjid, gereja dan tempat ibadah lainnya. Keputusan ini berdasarkan surat edaran yang dikeluarkan oleh Kementrian Agama tentang protokol kesehatan pada tempat ibadah.

“Khusus di Banjarbaru, Insyaallah kita berikan izin untuk operasional beribadah terutama Sholat Jumat dan ibadah umat Kristiani di hari Minggu dengan mengutamakan protokol Covid-19,” katanya.

Namun begitu, izin operasional peribadahan yang akan dikeluarkan didasari klasifikasi wilayah. Dalam hal ini, Pemko Banjarbaru akan mengeluarkan izin di tempat-tempat ibadah yang wilayahnya dianggap aman dan tidak ditemukan kasus Covid-19.

“Kita akan evaluasi pada daerah yang kita anggap aman. Pada kawasan tertentu yang tidak ditemukan kasus Covid-19, maka kita akan mengeluarkan izin operasional peribadahan. Tapi sesuai protokol kesehatan,” pungkas Nadjmi.

Ini berarti kegiatan peribadahan, di beberapa tempat-tempat ibadah yang ada di Banjarbaru akan mulai kembali normal. Hanya saja, umat beragama yang beribadah harus mengikuti protokol kesehatan, seperti memakai masker dan menjaga jarak satu dengan yang lain. (kanalkalimantan.com/rico)

Reporter : rico
Editor : bie

 


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Kota Banjarbaru

Masih Ada Pedagang Nekat Berjualan Meski Pemko Tutup Pasar Karang Anyar II

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Suasana di pasar Jalan Karang Anyar II Loktabat Utara, Banjarbaru Utara. Foto : Rico
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Menutup pasar yang berlokasi di Jalan Karang Anyar II, Kelurahan Loktabat Utara sudah dilakukan Pemko Banjarbaru, namun sejumlah pedagan masih tetap berjualan.

Padahal, penutupan itu dilakukan Pemko Banjarbaru setelah adanya kasus dari satu keluarga pedagang di pasar itu yang terpapar Covid-19.

Pantauan kanalkalimantan.com, Rabu (3/6/2020) pagi, tepat satu hari setelah penutupan pasar tersebut, rupanya begitu kontras dari apa yang dibayangkan.

Bukannya pasar dalam kondisi sepi, tapi masih ada aktivitas perbelanjaan di sekitar area pasar.

Memang di lokasi utama pasar telah terpasang garis pembatas di warung-warung pedagang, namun untuk pedagang yang berjualan di lapak masih beraktivitas seperti biasa.

Seorang pedagang yang tidak ingin disebutkan namanya, mengaku telah mengetahui informasi adanya salah satu di antara mereka yang terpapar Covid-19.

Namun, menurut dia, kebijakan penutupan pasar itu hanya berlaku bagi pedagang yang berada di warung-warung.

“Kan pedagang yang positif Covid-19 itu berjualan di warung. Tapi kalau kami yang di lapak sini jaraknya agak jauh. Jadi aman saja,” ujar dia.

Dia juga mengaku nekat berjualan lantaran guna memenuhi kebutuhan sehari-hari. Bahkan, dia juga berharap pemerintah dapat memberikan solusi jika aktivitas perdagangan di areanya juga harus ditutup.

Lantas, apakah dibenarkan aktivitas perdagangan di area ini? Mengingat pasar tersebut juga tidak memiliki izin operasi dari Pemerintah Kota Banjarbaru, yang dalam hal ini Dinas Perdagangan.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Banjarbaru, saat dikonfirmasi secara blak-blakan menyebut lokasi perbelanjaan itu, bukanlah sebuah pasar. Pasalnya, lokasi yang digunakan adalah fasilitas umum.

“Itu lokasinya berada di jalan umum. Jadi tidak bisa disebut pasar. Seharusnya, tidak boleh ada aktivitas perbelanjaan di area itu karena tidak sesuai Peraturan Daerah (Perda),” kata Basit.

Ihwal masih adanya pedagang yang nekat berjualan meskipun area tersebut telah ditutup, Basit memaklumi hal tersebut. Namun, ditegaskannya larangan berjualan akan tetap disampaikan secara bertahap.

“Secara bertahap akan terus disampaikan kepada pedagang kalau di tempat tersebut memang tidak dibolehkan sebagai tempat berjualan. Ini juga dalam konteks penanganan Covid-19,” pungkas dia.

Polemik penutupan area perbelanjaan tersebut, bermula adanya temuan satu keluarga pedagang dinyatakan terpapar Covid-19. Juru Bicara Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Banjarbaru Rizana Mirza.mengatakan bahwa satu keluarga pedagang di pasar tersebut memang dinyatakan terpapar.

Namun begitu, satu keluarga ini tidaklah bertempat tinggal di kota Banjarbaru. Mereka merupakan warga Kabupaten Banjar yang berdagang di pasar yang ada di wilayah Banjarbaru.

“Jadi tidak ada warga kota Banjarbaru yang positif. Keluarga ini adalah warga Kabupaten Banjar dan karena bejualan di wilayah kita, maka menjalani pemeriksaan di Puskesmas Banjarbaru Utara,” ujar dia.

Lantaran tidak terdata di tim Gugus Tugas P2 Covid-19 Banjarbaru, Rizana mengaku tidak mengetahui jumlah pasti dari keluarga tersebut. Hanya, informasi yang dihimpun ialah pemeriksaan swab dari satu keluarga berjumlah lima orang tersebut, hasilnya empat orang dinyatakan positif terpapar Covid-19. (kanalkalimantan.com/rico)

Reporter : Rico
Editor : Dhani

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Paling Banyak Dibaca

-->