Connect with us

Pendidikan

Guru SMAN Banua Terpilih Jadi Instruktur Nasional Literasi

Diterbitkan

pada

Dipandu Kepala Balai Bahasa Kalsel Imam Budi Utomo sebagai moderator, dua orang pembicara yakni Prof Dr Dadang Sunenda MHum dan Prof Dr Suminto A Sayuti memberikan penjelasan dalam Dialog Literasi. Foto : bie
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

BANJARBARU, Risa Lisdariani, seorang guru Bahasa Indonesia SPK SMAN Banua Kalimantan Selatan BBC Kabupaten Banjar terpilih sebagai Calon Instruktur Nasional Literasi Baca-Tulis 2019 Provinsi Kalimantan Selatan.

Selain Risa, turut terpilih dua orang di Kalimantan Selatan sebagai Calon Instruktur Nasional Baca-Tulis, yakni Saefuddin, penyuluh di Balai Bahasa Kalimantan Selatan, dan pegiat literasi, Nurul Asmayani dari FLP wilayah Kalimantan Selatan.

Kepala Balai Bahasa Kalimantan Selatan Drs Imam Budi Utomo MHum mengatakan, berdasarkan penilaian dari aspek kelengkapan berkas dan esai tentang Pentingnya Kecakapan Literasi Baca-Tulis 2019 Abad ke-21, ada tiga orang yang terpilih sebagai Calon Instruktur Nasional Literasi Baca-Tulis 2019 Kalimantan Selatan.

“Ibu Risa Lisdariani, guru dari SMAN Banua Kalimantan Selatan, Nurul Asmayani, pegiat literasi dari FPL wilayah Kalimantan Selatan, dan Saefuddin yang juga penyuluh di Balai Bahasa Kalimantan Selatan,” katanya, Selasa (19/3).

Imam Budi Utomo menjelaskan, ketiga Calon Instruktur Nasional Literasi Baca-Tulis ini akan dilatih Badan Bahasa di Jakarta selama satu minggu.

Selain tiga orang Calon Instruktur Nasional Literasi Baca-Tulis, juga terpilih lima orang Calon Instruktur Daerah Literasi Baca-Tulis 2019 Kalimantan Selatan kategori guru, yang akan mengikuti Bimbingan Teknis Literasi Baca-Tulis di Balikpapan pada Mei 2019.

Kelima orang itu, yakni Ngatmiyatun dari SMPN 2 Simpang Empat Tanah Bumbu, Lilis Suryani (SMAN 2 Jorong Tanah Laut), Waluyo Agus Widodo (SDN 1 Landasan Ulin Barat Banjarbaru), Rudiansyah (SDN 4 Komet Banjarbaru), dan Taufik Nor (SDN 1 Jorong Tanah Laut). (bie)

Reporter : Bie
Editor : Kk


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Advertisement

Pendidikan

Cara Mendaftar Rumah Belajar Kemendikbud, Semakin Mudah dan Cepat  

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Cara Mendaftar Rumah Belajar Kemendikbud. Foto: belajar.kemendikbud.go.id
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, JAKARTA – Kemendikbud membuka layanan belajar online bagi guru dan siswa.

Melalui belajar.kemendikbud.go.id yang dinaungi langsung oleh Kemendikbud memberikan banyak materi yang disediakan mulai dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA).

Kemendikbud membuat fasilitas Rumah Belajar untuk mendukung interaksi antar komunitas dan mempermudah akses belajar untuk anak dimana saja, kapan saja dan dengan siapa saja. Seluruh konten di Rumah Belajar bisa diakses secara gratis.

Berikut cara mendaftar Rumah Belajar Kemendikbud.

 

Cara mendaftar untuk Guru

1.Kunjungi situs resmi Kemendikbud.go.id lalu pilihlah tulisan ‘Daftar’ untuk masuk ke halaman selanjutnya.
2. Pilihlah tipe pengguna ‘Guru’
3. Isilah biodata sesuai dengan formulir yang tersedia di laman kemendikbud.go.id. Jika sudah mengisi semua data yang diminta lanjutkan dengan memilih tulisan ‘Daftar’.
4. Selanjutnya Anda sudah terdaftar di Rumah Belajar Kemendikbud.

Cara mendaftar untuk Siswa

1.Kunjungi situs resmi Kemendikbud.go.id lalu pilihlah tulisan ‘Daftar’ untuk masuk ke halaman selanjutnya.
2. Pilihlah tipe pengguna ‘Siswa’
3. Isilah biodata sesuai dengan formulir yang tersedia di laman kemendikbud.go.id. Jika sudah mengisi semua data yang diminta lanjutkan dengan memilih tulisan ‘Daftar’
4. Selanjutnya Anda sudah terdaftar di Rumah Belajar Kemendikbud.

Itulah cara mendaftar Rumah Belajat Kemendikbud, selamat mencoba!. (suara.com)

Reporter : suara.com
Editor : kk


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Pendidikan

Wahyu Perdana, Mahasiswa ULM Raih Juara 2 Lomba Esai Nasional

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Wahyu Perdana berhasil meraih juara 2 dalam lomba esai nasional yang digelar Millenial Talk Institute. Foto: wahyu
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, MARTAPURA – Rasa bangga digenggam Muhammad Putra Wahyu Perdana (21). Mahasiswa Unviversitas Negeri Lambung Mangkurat (ULM) yang duduk di semester 7 Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) ini berhasil meraih juara 2 dalam lomba esai nasional yang digelar Millenial Talk Institute.

Apalagi yang mengumumkan dirinya sebagai salah satu pemenang penulisan esai bertema ‘Bangkitkan Semangat Pemuda’ ini adalah Ketua MPR Bambang Soesatyo yang sekaligus hadir sebagai keynote speech.

Dalam sambutannya, Bambang Soesatyo mengaku bangga dan mengapresiasi kepada peserta lomba dan Millenial Talk Institute yang telah menyelenggarakan Lomba Esai Nasional. Pesan disampaikan kepada pemenang lomba agar bisa menjadikan batu loncatan untuk terus mengukir prestasi.

Sementara itu, Muhammad Putra Perdana yang esainya masuk dalam 30 karya terbaik yang dibukukan dalam kompetisi tersebut mengatakan, awalnya tak percaya jika berhasil menjadi juara 2. Lomba tersebut dimulai pada Rabu (10/6/2020) lalu, yang d selenggarakan secara online.

 

Ditemui di rumahnya di Martapura, Kabupaten Banjar, Putra mengatakan terharu bisa dikasih rezeki untuk menjadi juara 2 diajang lomba esai nasional. “Apalagi yang mengumumkan pemenangnya adalah salah satu pejabat negara yakni Bapak Bambang Soesatyo selaku Ketua MPR RI,” katanya.

Putra mengatakan, melalui esainya yang berjudul ‘Mengasah Potensi Youngpreneur di Indonesia dalam Menyongsing Bonus Demografi.’ “Ya, karena hobi saya suka menulis. Saya sangat senang menulis tentang keresahan saya terhadap suatu fenomena yang sedang terjadi. Kemudian saya menyampaikan argumen saya lewat tulisan saya tersebut,” ungkapnya.

Atas prestasinya itu, ia bangga bisa ikut mengharumkan nama kampusnya. (kanalkalimantan.com/wahyu)

 

Reporter : Wahyu
Editor : Cell


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Pendidikan

Kemendikbud Luncurkan Webinar Guru Belajar: Adaptasi Belajar Masa Pandemi

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Peluncuran "Seri Webinar Guru Belajar: Adaptasi Pembelajaran Masa Pandemi", Jakarta, Senin (29/6/2020), pukul 08.00-10.00 WIB.  Dok : Kemendikbud
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, JAKARTA – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI, melalui Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK) meluncurkan “Seri Webinar Guru Belajar: Adaptasi Pembelajaran Masa Pandemi. Peluncuran disiarkan langsung di kanal YouTube Ditjen GTK (Ditjen GTK Kemdikbud RI), yang diikuti oleh ribuan peserta melalui aplikasi Zoom.

Webinar ini ditujukan untuk guru, kepala sekolah, pengawas sekolah, widyaiswara, orang tua dan para insan pendidikan. Seri webinar ini diharapkan dapat menghidupkan ruang diskusi dan mewarnai ruang pembelajaran para guru pada masa pandemi Covid-19.

Kegiatan ini akan diselenggarakan secara berkelanjutan selama satu bulan ke depan dan akan menghadirkan tema-tema dan narasumber dari kalangan guru, akademisi, praktisi, unsur pemerintah daerah, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya.

Pada Peluncuran Seri Webinar Guru Belajar ini, Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Dirjen GTK) Iwan Syahril, bertindak sebagai keynote speaker.

Sejumlah pembicara hadir di sini, yaitu Sekretaris Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Sesditjen GTK) Nunuk Suryani, Direktur Guru dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus (Direktur GTK Dikmen Diksus) Praptono, dan Plt. Direktur Pembinaan Guru dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Anak Usia Dini (Plt. Direktur GTK PAUD) Abdoellah. Selain itu juga Direktur Guru dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Dasar (Direktur GTK Dikdas) Rachmadi Widdiharto dan Direktur Pendidikan Profesi dan Pembinaan Guru dan Tenaga Kependidikan (Direktur P3GTK) Santi Ambarrukmi.

Dalam sambutannya, Nunuk Suryani mengatakan, seri webinar ini merupakan upaya menyambut tahun ajaran baru di tengah pandemi Covid-19. “Memasuki tahun ajaran baru, kita harus bersiap untuk menyiapkan seluruh kondisi sebaik mungkin, sehingga kita siap mendampingi seluruh peserta didik menyambut tahun ajaran baru yang akan datang,” ujarnya.

Nunuk Suryani mengatakan, menyambut tahun ajaran baru ini, 4 kementerian telah mengeluarkan surat edaran bersama, dimana surat edaran tersebut memberikan petunjuk tentang larangan dan tata cara menyelenggarakan pembelajaran pada tahun ajaran yang akan datang.

Untuk merespons hal tersebut, Dirjen GtK memiliki tanggung jawab untuk memfasilitasi, berbagi, dan bergotongroyong untuk memberikan dan menjawab kebutuhan para insan pendidikan dalam segala hal yang dibutuhkan dalam persiapan menjelang pembelajaran yang akan datang.

“GTK meluncurkan program webinar seri, yang mana ini merupakan seri pertama. Jika belum berhasil menjawab kebutuhan masyarakat dan insan pendidikan, kami akan luncurkan seri-seri berikutnya,” ujarnya.

Semantara itu, Iwan mengatakan, menghadapi pandemi Covid-19 ini, semua bidang, khususunya bidang pendidikan mengalami masa-masa yang sulit.

Dia menjelaskan, berdasarkan data, lebih dari 1, 3 miliar murid harus belajar dari rumah. Ini disebabkan karena instansi pendidikan menutup kegiatan belajar mengajar dalam upaya memutus mata rantai penyebaran covid-19 di dunia pendidikan.

Menurutnya, kondisi seperti ini tidaklah mudah. Maka itu, untuk merespons tantangan ini, Kemendikbud, melalui Dirjen GTK mengadakan Seri Webinar Guru Belajar.

“Tujuan inti dari Seri Webinar Guru Belajar adalah untuk menghimpun seluruh energi positif dalam merespon tantangan-tantangan saat ini, sehingga kita semua merasa berdaya kemudian kita mau memperdayakannya yang lainnya,” ujarnya.

Untuk menjawab tantangan di masa-masa, menurut Dirjen GTK, ada tiga kata kunci, yakni belajar dan berbagi, gotong royong dan fokus pada murid.

Untuk kata kunci pertama, dia menjelaskan, belajar dan berbagi merupakan satu kata yang saling berkaitan.

“Dalam menghadapi situasi seperti ini, harus banyak belajar dan harus saling berbagi dengan apa yang kita miliki kepada yang lain,” katanya.

“Dalam menghadapi situasi seperti ini, kita harus memperkuat semangat gotong royong. Semangat ini merupakan filosofi yang telah diajarkan para leluhur bangsa ini, yakni saling membantu dalam upaya menyelesaikan masalah yang kita hadapi. Di kondisi saat ini, kita harus fokus pada murid. Apa yang kita lakukan dari program, tujuannya adalah untuk mengatasi masalah belajar yang dihadapi oleh murid,” tambahnya. (suara.com)

Reporter : suara.com
Editor : kk

 


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Paling Banyak Dibaca

-->