Connect with us

Kalimantan Selatan

Habitat Orangutan Kian Terdesak, Tim Biodiversitas Indonesia Temukan Jejak 15 Satwa Liar di HSU

Diterbitkan

pada

Habitat satwa liar yang menjadi objek penelitian keberadaan orangutan di desa Kayakah, Kecamatan Amuntai Selatan, Kabupaten Hulu Sungai Utara. foto : SBI
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, AMUNTAI – Tim Inventarisasi Habitat Orangutan dari Dinas Kehutanan, BKSDA, Dinas Lingkungan Hidup, Bappeda Provinsi Kalsel dan Bappelitbang Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) bersama Yayasan Sahabat Bekantan Indonesia (SBI) dan Pusat Studi dan Konservasi Keanekaragaman Hayati Indonesia (Biodiversitas Indonesia) melakukan survei keberadaan orangutan di desa Kayakah, Kecamatan Amuntai Selatan, Kabupaten HSU dan desa Talan, Kabupaten Tabalong, 16-19 November 2020.

Menurut Amalia Rezeki, Ketua SBI, perjalanan menyelamatkan populasi dan habitat orangutan Kalsel cukup panjang. “Sejak pertama kali kami menemukan keberadaan orangutan Kalsel di kawasan Kecamatan Haur Gading Hulu Sungai Utara pada tahun 2011, kami melaporkannya ke BKSDA Kalsel pada tahun 2014, sekaligus mohon izin untuk melakukan penelitian lebih lanjut. Setelah beberapa kali turun ke lapangan didampingi Tim dari Inggris, Kanada, Amerika dan Australia,” ujarnya.

“Kami sangat bersyukur penemuan orangutan Kalsel ini mendapat respon positif dari pemerintah provinsi Kalsel. Waktu itu tim kami langsung menemui Gubernur H Sahbirin Noor untuk meminta perlindungan populasi dan habitat orangutan Kalsel di lokasi yang masih tersisa. Mengingat secara ilmiah sebelumnya sebaran populasi dan habitat orangutan dinyatakan tidak ada. Dan beliau sangat antusias, bentuk dari kepedulian gubernur saat itu, yang kemudian pada tanggal 23 Agustus 2017 dengan mengeluarkan SK No. 188.44/0400/KUM/2017 tentang Pembentukan Tim Konservasi Orangutan dan Bekantan Provinsi Kalimantan Selatan,” jelas Amalia Rezeki, dosen pendidikan biologi Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin ini.

Temuan keberadaan populasi dan habitat orangutan Kalsel ini juga disampaikan pada pertemuan dengan Ir Wiratno Dirjen KSDAE Kementrian Kehutanan dan Lingkungan Hidup RI pada acara sosialisasi Hasil dan Talkshow konservasi orangutan Indonesia, 22 Agustus 2017 di gedung Manggala Wanabakti, Jakarta. Dan kemudian pada tanggal 12-13 November 2017 diadakan pertemuan regional konservasi orangutan Kalimantan Tengah. Pada pertemuan ini Tim Orangutan Kalsel masuk ke dalam Forum Orangutan Kalimantan Tengah (Forkah), sebuah wadah komunikasi perlindungan orangutan di Kalimantan.



 

Orangutan kian terdesak habitatnya. Foto: SBI

Disisi lain, dibalik kegembiraan atas penemuan keberadaan populasi dan habitat orangutan ini, membuat keprihatinan mendalam bagi Ferry Hoesain founder dari Biodiversitas Indonesia. Mengingat sebagian besar habitat orangutan telah rusak akibat kebakaran hutan yang terjadi hampir setiap tahunnya.

“Jujur saya miris, bahkan sempat meneteskan air mata ketika melihat beberapa sarang orangutan yang berada di atas pohon rawa gambut, sedangkan jarak tegakan yang satu dengan yang lainnya berjarak cukup jauh, sehingga untuk melakukan pergerakan dalam mencari pakan dan membuat sarang untuk tidur, orangutan harus berenang atau berjalan di atas air di antara hamparan tumbuhan purun (eleocharis dulcis) atau tumbuhan jenis paku-pakuan sepeti kelakai (stenochlaena palutris),” kata Ferry sebutan akrab senior pegiat konservasi satwa liar Kalsel ini.

Tim Inventarisasi Habitat Orangutan melakukan survei keberadaan orangutan di desa Kayakah, Kecamatan Amuntai Selatan, Kabupaten HSU dan desa Talan, Kabupaten Tabalong, 16-19 November 2020. Foto: SBI

Dalam inventarisasi habitat orangutan kali ini, ditemukan sekitar 30 sarang orangutan dengan berbagai tipe. Bahkan dari anggota Tim dari Bappelitbang HSU sempat kontak langsung dengan orangutan jantan dewasa. Kesempatan itu digunakan oleh Eko Yudhi Hartanto dari Bappelitbang Kabupaten HSU untuk mendokumentasikan keberadaan orangutan Kalsel sebagai bahan laporan tim yang dipimpin Dinas Kehutanan Kalsel.

“Hasil inventarisasi habitat orangutan Kalsel ini, akan kami laporkan ke Kementerian LHK, untuk bahan dalam menentukan kelanjutan status kawasan habitat orangutan Kalsel di kemudian hari, kata Supiani SHut MP, Ketua Tim Inventarisasi Habitat Orangutan Kalsel dari KSDAE Dinas Kehutanan Kalsel.

Tim Inventarisasi Habitat Orangutan melakukan survei keberadaan orangutan di desa Kayakah, Kecamatan Amuntai Selatan, Kabupaten HSU dan desa Talan, Kabupaten Tabalong, 16-19 November 2020. Foto: SBI

Di sisi lain habitat orangutan di Kabupaten HSU dan Tabalong, menurut penelitian Forum Orangutan Indonesia (Forina) yang dipimpin Sri Suci Utami Atmoko, peneliti senior orangutan Indonesia, ketika menindak lanjuti temuan orangutan oleh Tim Biodiversitas Indonesia pada tahun 2016, menjumpai sekitar 15 jenis mamalia, baik secara langsung maupun indikasi keberadaannya melalui jejak, sarang, cakaran, fases maupun suara.

Diantaranya diketahui satwa yang dilindungi seperti, owa-owa (hylobatis albibarbis), lutung merah (presbytis rubicunda), rusa sambar (cervus univolor), rusa timor (cervus timorensis), beruang madu (holartos malayanus), kancil (tragulus javanicus), napu (tragulus napu) serta beberapa jenis burung yang dilindungi seperti bangau Tong-tong (laptotilos javanicus), elang bondol (haliastur indus), elang laut perut putih (haliastur leucogaster) dan banyak lagi keragaman satwa yang bisa ditemui di lokasi tersebut. (kanalkalimantan.com/rdy)

Reporter : Rdy
Editor : Bie


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Kalimantan Selatan

1.114 Nakes Dikerahkan Atasi Masalah Penyakit Korban Banjir Kalsel

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Pemprov Kalsel menerjunkan 1.114 Nakes untuk tangani kesehatan warga korban banjir Foto: rico
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Pemprov Kalsel mengerahkan 1.114 tenaga kesehatan (Nakes) untuk membantu korban banjir. Mereka semua merupakan gabungan nakes dari Dinas Kesehatan Provinsi Kalsel dan Kabupaten/kota.

Kadinkes Kalsel HM Muslim mengatakan sejak awal kejadian bencana, ia telah mendapatkan arahan dari Gubernur Kalsel Sahbirin Noor agar jangan ada kebutuhan dasar Terdampak banjir tak tertangani. Dinkes Kalsel langsung menerjunkan para Nakes berikut obat-obatan untuk membantu para korban banjir yang terserang berbagai penyakit.

“Kita telah mengerahkan tenaga kesehatan ke berbagai posko kesehatan di lokasi pengungsian bencana banjir yang ada di berbagai kecamatan, para Nakes terdiri dari dokter, bidan, perawat dan para relawan,” katanya, Senin (23/1/2021).

Selain mendirikan pos kesehatan di lokasi pengungsian, Dinkes Kalsel melakukan layanan mobile ke daerah sulit terjangkau akibat banjir. “Dengan 4 buah perahu karet kita membawa dokter, bidan, dan perawat untuk jemput bola membantu korban banjir di daerah yang sulit terjangkau,” terang Muslim.



Dalam hal penanganan di lokasi pengungsian, relawan Dinkes Kalsel memberikan bantuan khususnya terhadap balita dan ibu hamil, pemberian nutrisi tambahan dan kebutuhan higienis berupa pembalut wanita, popok dan pakaian.
Dinkes Kalsel bekerja sama dengan Dinkes Kabupaten/kota juga mengaktifkan klaster kesehatan termasuk melakukan trauma healing yang melibatkan para psikolog.

Terkait bantuan obat sudah didistribusikan ke berbagai posko kesehatan di pengungsian. “Hingga saat ini distribusi obat lancar untuk membantu para korban banjir,” tandasnya. (Kanalkalimantan.com/rico)

 

Reporter : Rico
Editor : Cell

 

 

 

 


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Kalimantan Selatan

VIDEO. Berbagi Semangat untuk Korban Bencana Banjir Kalsel, Saatnya Bangkit dari Cobaan!

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Ucapan dan harapan Banua Bangkit usai musibah banjir disampaikan berbagai masyarakat. Foto: kanalkalimantan/yuda
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Dua pekan banjir Kalsel, dampaknya masih dirasakan masyarakat hingga sekarang. Bahkan saat ini, masih banyak warga yang bertahan di sejumlah lokasi pengungsian karena banjir yang belum surut di daerahnya.

Kondisi memprihatinkan di lokasi pengungsian, juga hancurnya sendi kehidupan ekonomi dan sosial masyarakat, membuat berbagai kalangan menyampaikan keprihatinan serta semangat untuk bangkit menghadapi persoalan.

Ini saatnya untuk bangkit, masa-masa terberat belum dilalui. Pasca bencana adalah saat yang tak kalah berat untuk warga Banua. Rehabilitasi wilayah, infrastuktur, dan warga terdampak banjir adalah PR yang harus segera diselesaikan.

Redaksi kanalkalimantan.com menerima beberapa video berbagi semangat dari warga yang ditujukan untuk masyarakat Kalsel. Dalam video ini semua mengajak untuk bangkit dan membuktikan bahwa Kalsel kuat dan mampu hadapi cobaan.



Dimulai dari seorang warga negara Singapura, Iswady Idris seorang mantan artis dari grup Hip-hop, Triple Noize, yang kini aktif sebagai detektif di Kepolisian Singapura ini menyampaikan doa dan harapan bagi warga Kalsel.

“Pada sahabat-sahabat yang di Indonesia, especially yang di Kalimantan Selatan yang sedang dilanda banjir. Saya harap semua dapat bersabar dan tabah melalui bencana ini dan terus berjuang dan membangkit seperti semula. Insya Allah semua yang membantu dan yang menolong tu di rahmati oleh Allah,” ujar Iswady.

Tidak ketinggalan para mahasiswa Kalsel yang sedang menuntut ilmu di China pun menyampaikan doa dan harapannya. Adalah Mohamad Syahri Romadhon, Ahmad Birramdhani dan Rendy Ilhamsyah yang kini tengah menuntut ilmu di Suzhou Polytechnic Institute of Agriculture, China.

Tidak jauh berberda dengan yang lain, Tom seorang jurnalis perang dan warga Amerika Serikat (AS) pun turut menyemangati warga Kalsel yang sedang mengalami bencana banjir.

“Hello my friends in Indonesia, I know you been through a lot of things, this flood and some other stuffs right now with this pandemic, well it doesn’t help anything but here in America our thought and prayers with you, hope you all are doing good (Halo teman-teman di Indonesia, saya tahu kalian sedang mengalami banyak hal, banjir dan hal-hal lain juga pandemi ini. Ini (video) sama sekali tidak membantu tapi di sini di Amerika, hati dan doa kami untuk kalian, semoga kalian baik-baik saja di sana),” ucap Tom dalam videonya. (Kanalkalimantan.com/andy)

 

 

Reporter: Andy
Editor: Cell

 


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Paling Banyak Dibaca

-->